
"Indra berangkat Pak,Bu"pamit Indra saat akan meninggalkan rumah
"Baiklah nak,hati-hati disana,semoga kamu bisa cepat pulang dan kembali berkumpul dengan kita disini"ucap pak Ipan sambil . memeluk putra sulungnya itu
.....
"Semoga Ibu tidak sedang melakukan kesalahan dengan membuat cerita buruk kepada kedua anak kita,jika aku sampai mengetahuinya maka jangan salahkan aku jika sampai bertindak kasar kepadamu Bu.Setelah kita pulang dari tempat kemarin,Dini lebih kelihatan diam, tadi pagi Bapak juga sempat melihat Dini sedang menangis saat dia memasak Bu"ucap pak Ipan merasa curuga terhadap istrinya itu
"Ibu tidak melakukan hal apapun terhadap menantu kita pak"sahut Bu Neni dengan pura-pura lugu
"Kita lihat saja nanti Bu"ucap pak Ipan sambil berlalu dari ruang makan rumah itu
Sementara Dini masih menunggu kabar keberangkatan dari Indra sambil memeriksa pekerjaan yang harus disiapkan dalam satu minggu kedepan
Jam telah menunjukkan pukul Dua belas siang dan sampai detik itu juga Indra tidak memberi kabar kepada Dini atas kepergiannya kekota M pagi tadi
"Baiklah...mungkin dengan cara mendiamkan seperti ini,kita bisa saling mengoreksi diri kita masing-masing"batin Dini sambil meletakkan kembali ponselnya kedalam tasnya dan memilih melanjutkan pekerjaannya siang itu
Sementara Indra yang sudah tiba di kota M merasa tidak bersemangat karena belum ada komunikasi dengan Dini setelah keberangkatannya ke kota itu
Jam telah menunjukkan pukul Enam sore,dengan langkah sedikit malas,Dini pun akhirnya melangkahkan kaki untuk pulang kerumahnya
"Entah kenapa setelah kehadiran Ibu dirumah,aku dan bang Indra selalu saja ada salah paham"gumam Dini
Setelah tiba di rumah,Dini tidak melihat keberadaan kedua mertuanya itu.Dini langsung menghubungi Leni untuk menanyakan keberadaan mereka
"Kami sedang pergi ke mall kak,tadi Ibu ngotot untuk pergi hari ini.Kami mungkin akan pulang malam yah kak,jika ada sesuatu yang mau kakak titipkan biar sekalian kami beli kak"ucap Leni menawarkan
"Baiklah Len,kalian hati-hati yah,saat ini kakak sedang tidak menginginkan sesuatu"ucap Dini sambil mengakhiri panggilan di ponselnya itu
"Sebaiknya aku tidur sekarang untuk mengurangi rasa sakit hati ini"gumam Dini dan mengecilkan volume ponselnya
Benar saja,tidak membutuhkan waktu lama Dini sudah langsung tertidur pulas
Sementata Indra yang sudah tiba di hotel tempat mereka menginap memilih untuk langsung membersihkan dirinya
__ADS_1
"Lumayan segar,sebaiknya aku hubungi Dini dulu,aku sudah salah telah mendiamkan istriku satu harian ini"batin Indra sambil menghubungi Dini
Sudah panggilan kesekian kalinya tetapi belum juga diangkat"jangan seperti ini bee"gumam Indra mulai merasa takut
"Aku akan hubungi Leni"gumam Indra
Sampai panggilan keempat kalinya baru lah Leni mengangkat ponselnya
"Lagi dimana Len,kok lama sekali kamu menjawab panggilan dari aku"tanya Indra sedikit emosi
"Kami sedang di mall bang,tetapi kak Dini tinggal dirumah sekarang"sahut Leni
"Kenapa Dini tidak ikut"tanya Indra mulai kembali berprasangka buruk terhadap istrinya itu
"Ibu yang ngotot untuk tak perlu menunggu kak Dini tadi bang,tetapi kak Dini tdi sudah menghubungi kami dan menanyakan keberadaan kami"ucap Indra
"Baiklah...kalian hati-hati dan jangan terlalu malam untuk pulang,Bapak dan Ibu juga harus beristirahat Len"pesan Indra
"Baiklah bang"sahut Leni dan mengakhiri panggilan itu
"Bee....jika kamu sudah bangun,jangan lupa untuk makan dan jangan buat suhu ac di kamar terlalu dingin"isi pesan Indra kepada Dini
Setelah menunggu hampir dua jam,pesan yang dikirim Indra untuk Dini pun belum juga terbaca oleh Dini
"Jangan seperti ini bee"gumam Indra sambil menghubungi Dini kembali
"Sebaiknya aku tidur saja,mungkin besok suasana hati Dini sudah akan membaik"gumam Indra sambil merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur kamar hotel itu
Leni dengan kedua orang tuanya baru saja tiba dirumah saat jam telah menunjukkan di angka jam sebelas malam
"Sebaiknya jangan banguni kak Dini lagi Bu,karena kalau kak Dini sempat terbangun maka sangat sulit baginya untuk bisa tidur kembali"pesan Leni kepada Ibunya sambil berlalu dari tempat itu menuju kamarnya
Keesokan harinya setelah bangun,Dini langsung bergegas kedapur dan memasak sarapan buat mereka berempat
"Aku tidak akan makan dirumah,sebaiknya aku akan membawa bekal saja,aku tidak mau sampai ribut dengan Ibu pagi ini"gumam Dini sambil membuatkan bekal untuknya
__ADS_1
"Pagi semua,maaf yah hari ini Dini tidak bisa ikut sarapan karena hari ini Dini mau meeting pagi di cabang lain"ucap Dini mencari alasan supaya bisa menghindari mertuanya itu
"Baiklah nak,kamu hati-hati kerjanya"sahut pak Ipan
"Terimakasih Pak,Dini pamit dulu"sahut Dini sambil menyalim kedua tangan orang tuanya itu
"Aku sangat senang melihat wajah Dini tadi ,sekuat dan sepandai apa pun dia mencoba menyembunyikan kesedihannya,tetapi aku bisa melihat semuanya dengan jelas dan nyata"gumam Bu Neni merasa riang saat itu
"Kenapa tidak membalas pesanku itu bee, apa kamu memang seterluka itu oleh aku selama pernikahan kita ini"gumam Indra merasa bersalah pagi itu
.....
Seminggu berlalu,hari ini Indra dan team yang berangkat ke kota M akan kembali pulang ke kota P,dengan perasaan yang sangat senang,Indra langsung memesan taxi untuk mengantarkannya pulang kerumah mereka.
"Semoga Dini senang akan kepulangan ku ini"gumam Indra dan langsung mandi saat tiba dirumah
Indra juga memilih tidur di kamar mereka untuk menunggu kepulangan istrinya sore itu
Sementara Dini yang baru saja pulang kerumah langsung bergegas ke kamarnya dan langsung melemparkan tasnya kesembarang tempat
Dini kembali melihat pantulan dirinya di dalam kaca yang ada dikamar itu sambil menangis
"Apa aku tidak berati buat mereka,selama ini aku merasa beruntung karena selalu di sayangi dan diinginkan,tetapi apa yang aku dapatkan"ucap Dini bermonolog sambil menghapus air matanya
Sementara Indra yang mendengar tangisan pilu istrinya itu merasa sangat bersalah dan mencoba mendekati istrinya yang sedang menangkupkan wajahnya di meja rias di kamar itu
"Bee....."ucap Indra mencoba memeluk Dini
"Stop.....tolong jangan mendekat,aku mohon tolong jangan ganggu aku untuk saat ini"pinta Dini sambil berdiri menghindari suaminya itu
Sementara Indra yang mendapat penolakan dari istrinya itu spontan terpancing emosi dan langsung mengangkat tubuh istrinya itu ke tempat tidur
"Tolong jangan seperti ini by,aku mohon jika selama ini aku tidak menarik dan bahkan tidak bisa seperti yang kamu harapkan,maka silahkan pergi meninggalkan aku tetapi jangan seperti ini,aku sakit dan terluka by"ucap Dini memohon kepada Indra untuk menghentikan aksinya saat itu
Bukannya merasa kasihan,Indra malah semakin bringas melakukan aksinya ranjangnya manakala semua perkataan buruk yang diceritakan Dini kepada Ibunya terngiang kembali di telinga Indra.Indra bahkan tidak peduli saat Dini sudah lemas di tempat tidur sesaat setelah mengakhiri hubungan ranjang mereka sore itu
__ADS_1
"Aku bahkan di perlakukan buruk olehnya seperti ini.Aku sudah tidak tahan lagi,besok aku akan membicarakan hal ini kepada Bu Neni dan Pak Ipan"ucap Dini sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh p****nya saat itu