Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Terimakasih buat semuanya


__ADS_3

"Rud...aku mohon pengertianmu,saat ini aku belum bisa mengambil keputusan apapun.Saat aku telah memutuskan untuk menerima seseorang di dalam hidupku,itu artinya aku tidak akan pernah melihat kebelakang atau mengingat masalaluku kembali.Saat ini aku belum bisa melakukan semua itu Rud dan kamu pasti tahu bahwa melakukan dan melupakan semuanya itu butuh waktu lama yang tidak bisa kita pastikan.Kesedihan silih berganti di dalam hidupku yang membuatku serasa tidak yakin akan semua yang telah terjadi,bahkan saat ini aku belum yakin bahwa Ibu telah pergi meninggalkan kami untuk selamanya.Rud...setelah kepergian Ibu,aku mohon tetaplah datang dan bila memungkinkan untuk tetap tinggal dirumah ini seperti sebelumnya.Aku tahu ini berat apalagi Edo yang masih sangat kecil yang masih butuh dukungan dari seorang Ibu.Jika kamu mengijinkan biarkan aku membawa Edo ikut bersamaku,walau aku tahu itu tidaklah mudah untukmu dan tidak mungkin juga akan kamu setujui"ucap Dini menatap wajah sendu Rudi


"Baiklah Din,walau dengan hati yang sedikit kecewa karena sebelumnya telah berharap banyak untuk sebuah jawaban kata setuju dari kamu,aku akan tetap mencoba menerima semuanya dengan lapang dada.Untuk Edo memang aku pasti akan kesulitan karena selama ini Ibulah yang mengurus semua keperluan Edo.Aku mohon jangan meminta Edo untuk ikut bersamamu,karena saat ini hqnya Edolah kekuatan yang aku miliki.Saat liburan nanti kami akan berkunjung ke kota P Din.Saat ini aku tahu hatimu masih sangat terluka dan bersedih,tetapi aku mohon Din tetaplah menjadi Dini yang kukenal dulu,Dini yang tangguh dan tidak mudah menyerah,yakinlah saat duka datang menghampiri kita maka kebahagiaan juga akan ikut bersamanya.Setelah kamu tiba di kota nanti,berjanjilah kepadaku bahwa kamu akan baik-baik saja dan kamu akan membuka diri pada seseorang yang tulus menerima kamu apa adanya"pinta Rudi dengan tulus


"Baiklah Rud,terimakasih buat pengertianmu Rud,aku juga berharap kebaikan yang akan selalu menghampiri kehidupanmu "ucap Dini


Pagi itu,Dini beranjak lebih cepat dari biasanya karena matanya memang benar-benar tidak bisa tidur malam itu


"Astaga Rud...kenapa kamu diluar sepagi ini"tanya Dini


"Maaf Din karena membuatmu kaget,entah karena hal apa mata ini tidak bisa diajak untuk tidur.Dari pada hanya membolak balikan badan di kamar saja,lebih baik aku kedapur sambil memasak pakan ternak dan sekalian menyeduh kopi.Lalu untuk apa kamu bangun sepagi ini Din,bukankah kamu akan berangkat jam sepuluh pagi nanti"tanya Rudi menyelidik


"Alaram ponselku berbunyi dati tadi,mungkin aku salah buat jamnya Rud"ucap Dini berbohong karena merasa malu dan mengalami hal yang sama dengan yang terjadi dengan Rudi malam itu


"Baiklah...apa kamu masih suka dengan teh tanpa gula,jika kamu mau aku akan buatkan untuk kamu karena kebetulan air panasnya baru saja aku masak"ucap Rudi menawarkan

__ADS_1


"Terimakasih Rud,tetapi untuk saat ini aku belum ingin minum,berhubung hari ini masih terlalu pagi untuk bangun,maka sebaiknya aku kembali kekamar lagi Rud.Mataku ini masih terasa sangat ngantuk Rud,jadi maaf yah aku masuk kekamar lagi"ucap Dini sambil berlalu dari dapur rumah itu


"Aku yakin kamu juga mengalami hal yang sama seperti yang aku alami juga Din"gumam Rudi karena melihat kelopak mata Dini tadi yang membengkak akibat kurang tidur atau bahkan habis menangis semalaman


"Apa-apaan ini,kenapa kami mengalami hal yang serupa saat ini,atau jangan-jangan...."gumam Dini sambil merebahkan kembali tubuhnya ketempat tidur yang ada di kamar itu


****


"Sampai bertemu di lain waktu Rud"ucap Dini sambil menurunkan kembali Edo dari pangkuannya


****


"Apa tujuan Ibu datang kerumah ini"tanya Dini begitu dingin saat mendapati Bu Neni ada di ruang tamu rumah itu


"Din...tolong dengarkan Ibu sebentar saja,saat ini Indra sedang sakit akibat mengalami kecelakaan saat hendak pulang kerja dua hari yang lalu.Saat ini Indra sedang dirawat di rumah sakit karena mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.Ibu mohon jika kamu merasa tidak keberatan,tolong luangkan waktumu untuk menjenguk Indra sebentar saja nak.Indra hanya memanggil namamu saja saja walau dalam tidurnya.Ibu tahu ini mungkin hukuman buat keluarga kami akibat ulah kami selama ini.Tetapi Ibu mohon nak,tolong luangkan waktumu demi menyelamatkan nyawa anak kami" pinta bu Neni

__ADS_1


"Baiklah Bu,aku akan kerumah sakit nanti"sahut Dini


"Terimakasih buat semua kebaikanmu nak,baiklah nak Ibu akan kembali kerumah sakit lagi"ucap Bu Neni sambil berlalu dari rumahnya Dini


"Nak Dini....setelah semua kepahitan yang sudah kami ciptakan untukmu,kamu bahkan masih mau melangkahkan kaki kerumah sakit ini untuk menyelamatkan nyawa anak kami yang sampai saat ini dia belum sadar juga"ucap Pak Ipan sambil memeluk Dini


"Saat ini kita hanya memikirkan kesehatan Indra dulu pak,semoga Indra segera sadar dan semoga dia cepat pulih Pak.Jujur setelah apa yang terjadi di dalam hidup Dini,sebenarnya sampai saat ini Dini belum bisa menerima dan berdamai dengan itu semua Pak.Saat Bu Neni datang kerumah tadi,Dini hanya merasa sebagai seorang manusia kita hanya perlu saling membantu sesama yang sedang membutuhkan"ucap Dini


"Apa ada yang bernama Ibu Dini diantara keluarga pasien yang bernama pak Indra"tanya seorang dokter yang baru saja keluar dari rungan dimana para pasien sedang dirawat


"Saya dok"sahut Dini sambil beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri sang dokter


"Sebaiknya Ibu ikut dengan saya sekarang kedalam karena pasien dari tadi hanya menyebutkan nama Ibu.Saat ini pasien tidak sadarkan diri.Ini bisa terjadi karena nama seseorang itu lah yang benar-benar ada di ingatannya saat ini,bisa saja seseorang itu adalah orang yang benar-benar dicintainya.Jadi saya mohon tolong Ibu tunggulah di tempat ini hingga dia sadar nanti"pinta sang dokter


"Apa yang harus aku lakukan untuk bisa membuatmu supaya segera sadar bang Indra,walau aku masih sakit hati dan belum bisa melupakan semua keburukan dan penghianatanmu yang telah kamu lakukan kepadaku,tetapi aku juga tidak tega melihat kondisimu yang seperti sekarang ini.Aku juga tidak menginginkan hal buruk menimpamu seperti sekarang ini"gumam Dini sambil meneteskan air matanya saat melihat kondisi tubuh Indra yang terluka akibat kecelakaan yang menimpanya dua hari yang lalu

__ADS_1


__ADS_2