
Setelah selesai acara tahlil Tia dan mengobrol tentang rencana Pernikahannya bersama Dika, Cinta pun masuk ke dalam kamarnya dan dia langsung menidurkan Dita yang sudah terlelap.
"Tidur yang nyenyak ya sayang, Bunda akan selalu ada untuk Dita," ujar Cinta yang kini mencium pipi Dita.
Cinta kini melihat tas selempang yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya sehingga dia kini mencoba untuk membukanya.Tas selempang tersebut berisikan handphone dan dompet yang ia gunakan saat dia tinggal bersama Arya. Cinta pun tersenyum dengan menitikkan airmata ketika melihat wallpaper handphonenya yang memakai fhoto dia dan Arya.
Mas Arya aku kangen, sekarang aku merasa kehilangan sosok yang selalu menemani hari-hariku selama satu tahun ini, sosok yang selalu menjadi imam Sholat untukku, padahal belum sehari kita berpisah, tapi rasa rindu dalam hatiku sudah kian membuncah, rasa ini sama ketika aku berpisah dengan mas Ilham dulu, batin Cinta.
Sadar atau tidak mungkin sekarang Cinta sudah jatuh cinta kepada Arya, sosok Dokter tampan dan baik hati yang selalu mengisi hari-harinya selama satu tahun.
Cinta lalu membuka laci berniat untuk menyimpan handphone tersebut, tapi dia tidak sengaja melihat handphonenya yang dulu sehingga Cinta pun mencharger handphone tersebut.
Beberapa saat kemudian Cinta mencoba untuk mengaktifkannya, dan dia membulatkan matanya ketika Ilham mengirimkan pesan singkat dengan tulisan "Kutunggu Jandamu" sehingga Cinta kini menjadi dilema karena kembali mengingat kisah cintanya dengan Ilham.
Mas Ilham kenapa sih pake ngirimin pesan kayak gitu sama aku? Nikah aja aku belum, sepertinya mas Ilham mengira jika aku dan mas Dika sudah Nikah, tapi ya sudah lah gak penting juga aku jelasin sama mas Ilham karena dia kan sudah Nikah, batin Cinta.
Cinta tidak mengetahui tentang kebenaran bahwa Ilham sudah bercerai dengan Bella, begitu juga dengan Ilham yang tidak mengetahui jika Cinta sampai saat ini belum Menikah juga.
Cinta lalu melihat dompetnya yang dulu dia pakai ketika saat bersama dengan Arya, dan di dalamnya juga terdapat foto Arya dan Cinta sehingga lagi-lagi Cinta mengingat Arya.
Kenapa sih aku selalu mengingat Mas Ilham dan Mas Arya, padahal jelas-jelas aku akan Menikah dengan mas Dika, tapi kenapa sampai sekarang rasa sayangku sama mas Dika hanya sebatas Adik sama Kakaknya? batin Cinta.
__ADS_1
Kenapa juga mas Arya malah ngasih semua ini sama aku, padahal aku sengaja tidak membawanya karena aku tidak ingin mengingat mas Arya terus. Lho ini kan catatan harian mas Arya kenapa bisa ada di dalam tas ku ya? apa mas Arya sengaja memasukannya? tanya Cinta dalam hati sehingga Cinta kini mencoba untuk membacanya.
Catatan harian Arya :
Hari ini aku bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Cinta, dia adalah calon Istri dari pemilik Rumah Sakit tempat aku bekerja.
Aku tidak tahu kenapa jantungku terus berdetak dengan kencang ketika aku melihatnya. Cinta juga adalah perempuan Saleha karena dia rela mendonorkan ginjal untuk calon Suaminya.
Aku merasa heran ketika melakukan tes kecocokan ginjal kepada Cinta dan Dika karena hasilnya 100% cocok. Sampai Mbok Nah pun meminta bantuan kepadaku untuk melakukan tes DNA kepada Cinta dan Dika karena Mbok Nah curiga bahwa Cinta dan Dika adalah anak kembar yang terpisah.
Suatu malam ketika aku akan pulang ke rumah aku melihat Ibu Tiri Dika bersama dua orang lelaki tengah membawa seseorang menggunakan kursi roda. Aku pun memutuskan untuk mengikuti kedua orang lelaki tersebut karena aku yakin jika perempuan yang mereka bawa adalah Cinta.
Setelah beberapa jam perjalanan mereka kini berhenti di sebuah gudang kosong dan hendak menodai Cinta, untung saja aku tepat waktu sehingga berhasil menyelamatkan Cinta dari kedua Preman tersebut.
Aku sangat panik melihat keadaan Cinta sehingga aku memutuskan untuk membawanya pulang ke rumah.
Ketika Cinta sadar dari pingsannya aku kaget karena dia mengira jika aku adalah Suaminya dan ternyata Cinta telah hilang ingatan. Aku tadinya akan menjelaskan semuanya, tapi karena rasa cintaku padanya aku pun mempunyai pikiran untuk memilikinya walau hanya sampai ingatannya kembali.
Aku tidak mungkin berada terus di Jakarta karena Dika pasti akan mencari keberadaan Cinta, sehingga akhirnya aku memutuskan untuk pindah Dinas ke Cianjur kembali ke tanah kelahiranku karena kebetulan juga Ilham temanku akan menjual rumahnya.
Pada saat aku pergi ke Rumah Sakit aku bertemu kembali dengan Mbok Nah yang menanyakan tentang hasil tes DNA antara Cinta dan Dika. Aku pun membaca hasil tes tersebut dan ternyata benar tentang dugaanku dan Mbok Nah jika Cinta adalah Adik kembar Dika yang dulu diculik.
__ADS_1
Mungkin aku egois karena merasa bahagia mengetahui jika Cinta dan Dika adalah Saudara kembar sehingga mereka tidak akan pernah bisa Menikah.
Awalnya aku ingin memberitahukan tentang keberadaan Cinta kepada Dika ketika terakhir kali kita bertemu di Rumah Sakit saat pengunduran diriku, tapi aku takut jika Bu Clara akan terus berusaha mencelakai Cinta. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk membawa Cinta pindah ke Cianjur supaya aku bisa menjaga serta melindunginya.
Hari-hariku terasa bahagia karena sekarang aku mempunyai Cinta dalam hidupku, sehingga aku pun menolak tawaran beberapa pekerjaan dari Rumah Sakit di luar Negeri.
Aku sudah sangat bahagia karena memiliki orang yang aku cintai meski pun aku tidak bisa memiliki Cinta seutuhnya, karena aku tidak mau sampai merusak kehormatannya sebagai seorang perempuan sebelum ingatan Cinta kembali dan dia bersedia untuk menikah denganku.
Satu tahun pun kini telah berlalu, aku selalu beralasan mempunyai penyakit kepada Cinta ketika dia menanyakan kenapa aku tidak pernah menyentuhnya bahkan aku pun melarang dia membuka jilbab di depanku, karena aku sadar jika aku bukanlah muhrimnya dan meskipun kita tidur dalam satu kamar, tapi kita tidur di ranjang yang berbeda.
Sampai akhirnya suatu hari Cinta mengajakku untung mengulang acara ijab kabul Pernikahan kami. Cinta berkata mungkin jika kita melakukan ijab kabul ulang dia akan mengingat sesuatu tentang acara Pernikahan kami dulu.
Aku sebenarnya ragu, karena jika aku menuruti kemauan Cinta maka Cinta akan menjadi istriku yang syah secara hukum mau pun agama.
Aku memang sangat bahagia, tapi aku juga takut jika nanti Cinta sampai mengingat semua tentang masalalunya dia akan marah padaku lalu meninggalkanku.
Hari ini adalah hari yang istimewa untukku karena akhirnya Cinta akan menjadi Istriku yang sesungguhnya. Dia terlihat begitu cantik pada saat acara Pernikahan kami sehingga aku pun tidak berhenti memandang wajah Bidadari Surgaku.
Ketika aku mengucapkan ijab kabul Cinta tiba-tiba pingsan dan sebelum pingsan dia sempat menyebut nama Ilham. Aku tidak tahu Ilham itu siapa, karena dalam tidurnya pun Cinta sering menyebut nama Ilham, mungkin Ilham adalah lelaki Spesial untuk Cinta.
Akhirnya hal yang paling aku takutkan pun terjadi, karena setelah bangun dari pingsannya Cinta kini mengingat semua tentang masalalunya.
__ADS_1
Maafkan aku Cintaku sayang, aku tidak pernah bermaksud untuk membohongimu apalagi menggoreskan luka di hatimu. Semoga kamu akan hidup bahagia bersama lelaki pilihanmu kelak, do'aku akan selalu menyertaimu.
Itulah isi catatan harian Arya sehingga Cinta yang membacanya pun kini meneteskan airmata dan dia sekarang sudah mengetahui tentang semua kebenarannya.