
Seperti biasa Broto dan Bella sudah berencana untuk menghabiskan malam panas bersama, mereka berdua pergi ke salah satu Hotel mewah. Namun, Ilham yang kebetulan sedang berada di sana untuk menemui kliennya, tidak sengaja melihat Ayah dan juga Istrinya sedang cek in di Hotel tersebut.
Pada awalnya Ilham sama sekali tidak memperdulikan mereka berdua, Ilham mengira mungkin mereka juga akan meeting di hotel tersebut. Akan tetapi, Ilham yang mendengar mereka memesan sebuah kamar pun kini merasa curiga.
"Apa mungkin meeting dilakukan di sebuah kamar hotel?" tanya Ilham dalam hati, sehingga ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti Ayah dan Istrinya tersebut.
Broto dan Bella yang sudah di kuasai oleh hawa nafsu pun sampai lupa tidak mengunci pintu, bahkan ada sedikit celah untuk mengintip dari luar, sehingga Ilham yang sudah merasa curiga kini mencoba untuk mengintip aktifitas mereka di dalam kamar hotel.
"Kalau aku langsung masuk dan menggerebek mereka, pasti nanti mereka berdua akan menyangkalnya jika aku sampai membeberkan kelakuan bejat mereka dihadapan semua keluarga. Sebaiknya, sekarang aku harus merekam kelakuan mereka yang seperti binatang, supaya aku punya bukti untuk menceraikan Bella dan Bapak tidak akan bisa menyangkalnya." ucap Ilham dalam hati.
Ilham pun langsung merekam adegan tidak senonoh yang dilakukan oleh Bapak dan Istrinya sendiri, lalu kemudian setelah cukup mempunyai bukti, Ilham memutuskan untuk pergi dari depan kamar mereka dan melanjutkan rencana meeting nya yang masih di adakan di hotel tersebut.
Ilham kini semakin merasa jijik dengan Bella, dan juga merasa kecewa dengan kelakuan bejat Bapak kandungnya sendiri.
......................
Keesokan harinya Bella merasakan gejolak hebat pada perutnya, dia merasa mual hingga akhirnya memuntahkan semua isi perutnya.
"Kenapa sih pagi-pagi begini pake acara mual muntah segala," gerutu Bella.
"Mungkin kamu kebanyakan masukin sesuatu ke dalam tubuh kamu," ledek Ilham dengan berlalu keluar dari kamarnya.
"Apa sih maksud Ilham bilang begitu? apa jangan-jangan? gak mungkin, ini gak boleh terjadi, aku gak mau kalau sampai hamil anak lelaki tua bangka itu, karena Ilham sudah pasti akan menceraikanku." Bella kini terlihat mondar mandir, kemudian memutuskan untuk menelpon Broto.
Tidak membutuhkan waktu lama kini Broto pun langsung masuk ke dalam kamar Bella.
"Ada apa sayang? kenapa kamu menjadi cemas seperti itu? dan tidak biasanya wajah kamu terlihat pucat?" tanya Broto pada Bella.
__ADS_1
"Sebenarnya aku sedang ketakutan, karena dari tadi aku mual muntah terus sampai bolak-balik toilet. Aku takut kalau sampai hamil, karena selama ini kita berhubungan juga tidak memakai pengaman kan? Ilham sudah pasti akan menceraikan aku karena dia sama sekali tidak pernah menyentuhku."
"Kamu tenang saja sayang, justru kalau kamu sampai hamil, Ilham tidak akan pernah bisa menceraikan kamu, walau pun Ilham berusaha untuk menyangkalnya tapi tidak akan ada yang percaya dengan perkataan Ilham, karena dia tidak mempunyai bukti perselingkuhan kita," jawab Broto yang kini membuat Bella tersenyum puas.
"Kalau begitu sebaiknya kita harus segera pergi ke dokter untuk memeriksanya, dan jika kamu benar hamil, kita harus segera menyampaikan kabar bahagia ini kepada semua keluarga," ajak Broto. Akhirnya mereka berdua berangkat untuk memeriksakan keadaan Bella.
Ilham yang sebenarnya daritadi bersembunyi untuk menguping pembicaraan mereka, kini nampak geram dengan rencana Bapak dan Istrinya.
"Kita lihat saja nanti siapa yang akan menang dalam permainan ini," ucap Ilham dengan mengepalkan tangannya. Dan Ilham pun kini melangkahkan kaki untuk menemui Ibunya terlebih dahulu supaya nanti Bu Salma tidak merasa kaget dengan yang akan Ilham lakukan.
tok..tok..tok..
Ilham mencoba mengetuk pintu kamar Ibunya kemudian dia masuk setelah Bu Salma terdengar mengijinkannya.
"Ada apa sayang? apa ada sesuatu yang ingin Ilham katakan pada Ibu?" tanya Bu Salma.
"Bilang saja Nak, Ibu akan berusaha menerima semuanya walau pahit sekali pun, apa ini ada hubungannya dengan Bapakmu?" tebak Bu Salma.
"Iya Bu, sebenarnya ini bukan hanya tentang Bapak, tapi ini juga ada hubungannya dengan Bella, karena sebenarnya..." ucap Ilham yang kini merasa ragu, hingga akhirnya Ilham memberikan handphone nya kepada Bu Salma untuk memperlihatkan Video tak senonoh Broto dan Bella.
"Astagfirulloh.." Ucap Bu Salma yang kini terlihat membulatkan matanya serta menutup mulutnya karena sangat Syok melihat semuanya.
"Nak, ini tidak benar kan? tidak mungkin Bapak dan Istrimu melakukan semua ini?" tanya Bu Salma yang masih tidak percaya dengan video yang telah dilihatnya barusan.
"Ilham juga berharap seperti itu Bu, tapi dengan mata kepala Ilham sendiri Ilham melihat semuanya, mungkin semua itu bisa menjadi bukti untuk Ilham menceraikan Bella, walau pun Ilham tau Ilham juga telah berdosa karena tidak bisa membimbing Bella dengan baik. Akan tetapi, Ilham juga sangat menyayangkan sikap Bapak yang sudah berbuat zina, karena itu adalah dosa yang sangat besar," ujar Ilham.
"Ibu sudah mengetahui dari lama tentang kebiasaan Bapakmu yang selalu bergonta-ganti perempuan meski pun sudah mempunyai empat istri. Akan tetapi, Ibu tidak pernah sedikit pun menyangka kalau Bapakmu akan melakukan semua itu dengan menantunya sendiri," ucap Bu Salma dengan menangis.
__ADS_1
"Bahkan lebih parahnya lagi, kemungkinan besar Bella saat ini hamil anaknya Bapak, dan mereka berdua sekarang sedang pergi untuk memeriksakan keadaan Bella yang sedari pagi mual muntah terus," ujar Ilham.
"Mereka sudah keterlaluan nak, kita tidak boleh diam saja, kita harus merencanakan sesuatu untuk melawan mereka," ucap Bu Salma.
"Iya Bu, Ilham juga sudah memikirkan semuanya baik-baik, Jika nanti Bella positif hamil, Bapak pasti akan menyangkal kalau itu adalah anaknya, dan mau tidak mau kita harus memperlihatkan bukti video mesum Bapak dan Bella, walau pun ini adalah aib yang sangat besar bagi keluarga kita," ujar Ilham.
"Ibu pasti akan mendukung rencana Ilham, kita berdo'a saja semoga semuanya berjalan lancar," ucap Bu Salma.
"Amin Bu, kalau begitu Ilham mau ke Mesjid dulu," Ucap Ilham dengan mencium punggung tangan Ibunya lalu kemudian pergi setelah sebelumnya mengucap salam.
......................
Dilain tempat, kini Broto dan Bella sudah tiba di Klinik Dokter Kandungan, dan mereka berdua pun masuk ke ruangan dokter.
Dokter yang sudah mengenal Broto yang notabene nya adalah orang terkaya di kota tersebut, nampak menyambut kedatangan mereka dengan ramah.
"Silahkan Tuan Broto, saya senang sekali bisa kedatangan tamu orang penting seperti anda, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter kepada Broto.
"Begini Dok, kedatangan saya kemari karena bertujuan mengantar menantu saya untuk di periksa keadaannya, siapa tahu Bella hamil karena dari pagi dia mual dan muntah terus," jawab Broto.
"Kalau begitu silahkan berbaring Nona, saya akan melakukan USG, supaya hasilnya lebih akurat," ucap Dokter, kemudian Bella pun berbaring dengan perasaan yang tidak menentu.
"Selamat ya Nona, sepertinya anda akan menjadi calon Ibu, dan usia kandungannya sudah memasuki delapan minggu, semoga calon Ibu dan bayinya sehat terus ya, nanti saya akan buatkan resep untuk mengurangi rasa mual dan muntahnya," ucap Dokter yang kini membuat Bella merasa bingung antara senang dan sedih.
"Aku memang menginginkan seorang bayi, tapi dari Ilham, bukan dari lelaki tua bangka seperti Broto, bagaimana kalau sampai Ilham tidak mau mengakui bayi ini?" bathin Bella kini berkecamuk.
"Selamat ya Tuan, anda akan menjadi seorang Kakek," ucap Dokter kepada Broto.
__ADS_1
"Iya terimakasih Dok, saya sangat bahagia karena ini adalah Cucu pertama saya," jawab Broto. Lalu kemudian Broto dan Bella pun keluar dari ruangan dokter dan bersiap untuk menjalankan rencana selanjutnya.