Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 45 ( Karma Tia )


__ADS_3

Setelah kepergian Tia dari kediaman Dika, kini tingkahnya semakin merajalela, bahkan dia sekarang menjadi simpanan Pria hidung belang.


"Sayang, Om berangkat kerja dulu ya," ujar Pria hidung belang yang sudah menghabiskan malam dengan Tia yang bernama Dewo.


"Iya Om, nanti malam aku tunggu lagi ya," ujar Tia dengan mengecup bibir Dewo.


"Jangan memancing kembali hasratku sayang, nanti aku tidak bisa berangkat kerja," ujar Dewo dengan tersenyum, lalu kemudian dia bergegas pergi karena ada telpon masuk dari Istrinya.


Ternyata mendapatkan uang itu mudah sekali ya, aku tidak perlu bersusah payah untuk Sekolah, cukup melayani Om-om senang, langsung deh dapat uang banyak. Bathin Tia dengan tertawa bahagia sembari mengibas-ngibaskan uang di tangannya.


Beberapa minggu kemudian Dewo juga memberikan Tia sebuah rumah dan juga mobil mewah.


"Makasih banyak ya, Om sudah memberikan semua yang aku mau," ujar Tia dengan menggerayangi tubuh Dewo, sehingga membangkitkan gairah Dewo, dan Dewo pun sampai lupa untuk memakai pengaman.


Tia yang tidak ada puasnya dengan pemberian Dewo, tidak jarang melayani Pria hidung belang lain setelah Dewo berangkat bekerja supaya bisa menghasilkan lebih banyak uang.


......................


Beberapa bulan pun kini telah berlalu, tidak biasanya pagi ini Tia merasa mual sehingga bolak-balik ke toilet lalu mengeluarkan isi perutnya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Dewo yang masih berbaring tanpa sehelai benang pun setelah melakukan kegiatan panasnya bersama Tia.


"Gak tau om, dari tadi perutku mual terus, apa mungkin aku hamil ya? soalnya bulan ini aku belum datang bulan juga," ujar Tia sehingga membuat Dewo terbangun kaget.


"Apa kamu bilang? mana mungkin kamu hamil, aku kan selalu memakai pengaman," teriak Dewo.


"Tapi kita pernah melakukannya tanpa pengaman Om," ujar Tia.


"Kalau kamu sampai hamil, kamu harus segera menggugurkan kandunganmu !" ujar Dewo.


"Kenapa harus aku gugurkan? apa om tidak mau bertanggung jawab?" tanya Tia.

__ADS_1


"Tia, kamu itu tidak tau, kalau semua aset yang aku punya adalah milik Istriku, bahkan rumah dan mobil yang kamu punya juga atas nama dia," jelas Dewo.


"Apa Om? kenapa bisa seperti itu?" tanya Tia seakan tidak percaya dengan yang dikatakan oleh Dewo.


"Karena sebenarnya dulu aku hanya orang miskin, dan setelah Menikah aku bekerja mengurus Perusahaan milik Istriku, aku menyesal Tia karena sudah mengkhianatinya. Bagaimana kalau sampai Istriku tau tentang hubungan kita," ujar Dewo dengan terlihat prustasi.


BRAK


Tiba-tiba Tia dan Dewo mendengar suara pintu kamar yang di buka secara paksa oleh dua orang pria berbadan besar.


Tia dan Dewo yang tidak mengenakan sehelai benang pun kini merasa kaget dengan kedatangan kedua pria tersebut, apalagi sekarang terlihat dua orang perempuan di belakangnya dan salah satunya merekam Tia dan Dewo.


"Mamah, Adel," ucap Dewo dengan membulatkan matanya karena terkejut dengan kedatangan anak dan Istrinya.


"Iya Pah, kenapa memangnya kalau Mamah dan Adel datang ke rumah Mamah sendiri? Papah kaget karena sudah ketahuan selingkuh?" teriak Istri Dewo.


"Papah bener-bener gak tau malu ya, ternyata selama ini Papah sudah mengkhianati Mamah dengan mempunyai Sugar Baby yang seumuran dengan Adel," ujar Adel dengan terus merekam Tia dan Dewo.


Tia pun kini bersembunyi di balik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, karena kedua bodyguard Istri Dewo sudah menatap Tia dengan tatapan lapar.


"Kenapa baru menyesal sekarang Pah? harusnya Papah mikir dulu sebelum bertindak, apa Papah lupa siapa yang sudah mengangkat derajat Papah sehingga menjadi sukses seperti sekarang?" Teriak Istrinya Dewo. Kemudian Istri dan anak Dewo kini menghampiri Tia dengan membawa gunting dan cabai.


"Sini kamu Pelakor, berani-beraninya kamu menggoda Suamiku," ujar Istri Dewo dengan menarik rambut Tia lalu kemudian mengguntingnya hingga hampir habis.


"Rasakan kamu, makanya jangan kegatelan jadi perempuan," ujar Anak Dewo dengan memasukan cabai ke dalam mulut Tia, sehingga Tia terus menjerit meminta ampun.


"Ayo Adel kita pergi dari sini !" ujar Istri Dewo sehingga mereka melangkahkan kaki untuk keluar dari kamar Tia, dan Dewo yang sudah kembali memakai baju pun kemudian terus mengekor di belakang Istri dan juga anaknya.


"Nyonya, apa yang harus kami lakukan kepada perempuan itu?" tanya kedua Bodyguard Istri Dewo.


"Lakukan saja apa yang kalian mau, dia juga perempuan murahan, jadi pasti dengan senang hati akan melayani kalian berdua, kemudian seret dia keluar dari rumahku, aku tidak sudi rumahku dikotori oleh j*l*ng seperti dia !" perintah Istri Dewo dengan berlalu keluar dari rumah tersebut.

__ADS_1


Tanpa basa basi kedua Bodyguard itu pun langsung melancarkan aksinya dengan bergantian mencumbui Tia, walau pun Tia sudah merasa kesakitan sampai akhirnya dia pingsan.


Setelah kedua Bodyguard tersebut puas menyalurkan hasratnya kepada Tia. Lalu kemudian mereka membawa Tia keluar dari rumah tersebut setelah sebelumnya memakaikan baju pada Tia yang masih pingsan.


"Mau kita bawa kemana Bos perempuan ini?" tanya salah satu Bodyguard.


"Lebih baik kita buang saja dia di jalan, aku tidak mau sampai terkena masalah, bisa bahaya kalau sampai Istriku tau perbuatanku di luar rumah," jawab Bodyguard yang dipanggil Bos tersebut.


Setelah menemukan tempat yang sepi, kedua Bodyguard tersebut akhirnya menurunkan Tia ditepi jalan.


Beberapa saat kemudian Tia kembali sadar dari pingsannya, dia merasakan sakit pada bagian inti bawahnya akibat permainan kasar yang dilakukan oleh kedua Bodyguard tadi.


Dimana aku, kenapa aku berada di pinggir jalan? dan rambutku kenapa menjadi botak seperti ini, Bathin Tia. Kemudian dia menangis dan berteriak seperti orang gila.


Ketika Tia melewati sekumpulan anak kecil yang sedang bermain, dia pun dilempari dengan batu serta diteriaki orang gila.


"Orang gila, orang gila," teriak anak-anak dengan terus melempari tubuh Tia dengan batu.


"Aku bukan orang gila !" teriak Tia.


Tia pun berlari dari kejaran anak-anak tersebut, lalu dia memutuskan untuk menyebrang jalan tanpa terlebih dahulu melihat ke arah kanan-kirinya.


BRUG


Terdengar suara benturan keras menghantam tubuh Tia, sehingga dia terpental ke depan mobil.


"Astagfirulloh," ucap semua orang yang berada di dalam mobil, lalu kemudian mereka bergegas turun melihat orang yang sudah tertabrak oleh mobil mereka.


"TIA" teriak Mbok Nah ketika melihat wajah perempuan di hadapannya yang kini telah bersimbah darah.


"Nak Dika ternyata Tia yang sudah kita tabrak," ujar Mbok Nah.

__ADS_1


"Kalau begitu Pak, ayo cepat bantu saya menggotong Tia, kita harus segera membawanya ke Rumah Sakit," ujar Dika kepada Supirnya.


Dika dan Mbok Nah baru saja pulang dari Bandara setelah mengantar Stella yang akan melanjutkan Kuliah di luar Negri, dan sekarang mereka dikejutkan oleh Tia dengan kondisinya yang begitu mengenaskan.


__ADS_2