
"Maaf tentang apa bang"tanya Dini
Indra langsung memeluk tubuh Dini"Abang tahu kamu pasti sedih atas ucapan Ibu tadi,sebagai seorang anak aku meminta maaf mewakili Ibu dek"ucap Indra
"Ibu tidak salah bang,aku saja yang terlalu sensitif"
"Kita lupakan itu,sekarang kita pulang dan kuncilah ruangan ini"
Dini pun menuruti apa kata Indra dan mereka pun berlalu dari tempat itu
....
"Apa adek sudah makan malam"tanya Indra
"Belum bang,tadi kami terlalu asik bercerita,sehingga melewatkan waktu makan malam"ucap Dini
"Sebaiknya kita singgah sebentar untuk membeli nasi di depan"
"Baiklah bang"
Setelah membeli nasi,mereka berdua pun langsung menuju ke rumahnya Dini
"Tadi abang sudah mengajukan cuti pernikahan kita dan sudah di setujui oleh pimpinan dek"
"Syukurlah bang,sebelumnya aku juga sudah menyampaikan maksud baik kita ini ke Pak Budi secara langsung,Beliau juga sudah menyampaikan kepada bos dan sudah di setujui.Besok abang jadwalnya masuk shift apa"tanya Dini
"Besok abang masuk pagi,ada apa dek"tanya Indra memastikan
"Jika tidak ada halangan,besok sepulang dari kerja,aku mau mengajak abang kesuatu tempat"ucap Dini
"Baiklah,besok setelah pulang kerja, abang akan langsung ke tempat kerja adek saja"ucap Indra."Oh yah dek,abang harus pulang sekarang karena ini juga sudah malam.Sebenarnya abang malas pulang dek,tetapi tak mungkin juga abang tidur disini,yah mau tak mau harus sabarlah menunggu hari baik itu tiba"ucap Indra
__ADS_1
"Baiklah bang,hati-hati di jalan dan sampai bertemu besok"ucap Dini
Indra pun beranjak dari tempat duduknya dan mencium pucuk kepala calon istrinya itu
....
Keesokan harinya setelah pulang kerja,Indra langsung berangkat menuju tempat kerjanya Dini menggunakan motornya
Setelah menunggu kurang lebih dua jam,Dini pun langsung ke parkiran untuk menemui Indra
"Sudah lama bang"tanya Dini melihat Indra yang masih menggunkan baju kerjanya
"Lumayan lah dek,oh yah kita perginya naik motor atau naik mobil kamu saja"tanya Indra melihat penampilan Dini yang sudah mengganti pakaian kerjanya menjadi pakain harian.Dini juga sudah menenteng satu buah helm di tangannya dan lengkap dengan tas sandang anak muda masa kini
"Kita menggunakan motor saja bang,biar kita cepat sampainya disana"ujar Dini
"Jika penampilan mu seperti ini,aku cocoknya sebagai bapak dan kamu adalah anak ku"ucap Indra merasa sedikit minder dengan penampilan Dini saat itu.
"Kan sebentar lagi juga abang akan di panggil bapak "sahut Dini
.....
Setelah tiba di tempat yang di tuju,Indra pun memarkirkan motornya di tempat parkir di taman itu dan sengaja sunggah untuk membeli minuman untuk mereka berdua
"Tujuan kita datang ketempat ini mau membahas tentang apa dek"tanya Indra merasa sudah tidak sabar lagi
"Sebenarnya aku mengajak abang ketempat ini untuk membahas tentang Pernikahan kita yang sudah semakin dekat.Sebelumnya aku minta maaf jika nanti perkataanku akan menyakiti perasaan abang,tapi menurutku ini harus aku sampaikan sebelum aku mengajukan surat cutiku besok dan sebelum kita mencetak surat undangan untuk pernikahan itu sendiri .Jujur sampai dengan saat ini aku belum yakin seratus persen atas keputusan yang sudah aku ambil untuk menerima lamaran dari abang untuk menjadikanku sebagai seorang istrimu"Dini menjeda pembicaraannya dan meneguk minuman yang di beli Indra tadi."Aku harus jujur kepada abang tentang keburukan dan kekuranganku bang.Jika abang merasa keberatan,maka sebaiknya kita bahas dan selesaikan sebelum kita melangkah kejenjang pernikahan"
Indra yang sedari tadi hanya diam,berusaha supaya tetap tenang dan memberikan waktu untuk Dini untuk mengungkapkan isi hatinya saat itu
"Sebenarnya bisa jadi hal ini disebut sebagai janji pra nikah,tetapi menurutku ini adalah suatu keterbukaan antara dua orang yang akan segera membina hubungan rumah tangga kedepannya.Aku orangnya sangat sensitif bang,jika orang yang aku sayangi memarahiku,maka aku pasti akan menangis walaupun itu di tempat umum,jadi jika aku melakukan kesalahan tolong ingatkan aku dan jangan memarahiku di saat itu juga.Kedua,aku sangat keras kepala tetapi jika memang aku salah,aku pasti akan meminta maaf walau dengan cara apapun itu.Jadi seandainya aku melakukan kesalah,tolong jangan pernah tangan abang itu sampai terangkat kepadaku. Ketiga,aku tidak terbiasa makan makanan cepat saji,jadi jangan salahkan dan marah jika aku tidak bisa ikut bergabung dengan rekan atau sahabat tongkrongan abang.Untuk di pernikahan kita nanti,ada tiga hal yang aku minta supaya hal itu jangan sampai terjadi dan menimpa Rumah tangga kita yaitu berjudi, perempuan dan mabuk-mabukan.Jika suatu saat kita menemui suatu masalah,tolong jangan diamkan aku,karena aku sangat takut di diamkan.Selebihnya kita pasti bisa melaluinya asal kita saling percaya dan saling menjaga"ucap Dini
__ADS_1
"Sekarang giliran abang,jika ada yang ingin abang sampaikan,aku siap mendengarnya bang"ujar Dini
Indra meneguk minuman yang ada di tangannya tadi sebelum dia mulai berbicara
"Terimakasih sudah mau terbuka akan hal yang menurutmu kekurangan bagimu dek,kurang lebih kita memiliki banyak kesamaan.Aku orangnya Cemburuan, mudah marah dan egois,aku juga tidak tahan di diamkan.Untuk masalah Minum,judi dan perempuan,selama ini hanya judilah yang belum pernah aku lakukan.Aku berjanji untuk tidak akan mengulangi dan menyentuh yang namanya perempuan dan Minuman lagi dek.Di keluarga kami akulah yang paling besar dan laki-laki satu-satunya,itu artinya kita harus pandai membawa diri di keluarga nantinya.Ibu bicaranya ceplos dan terkesan sombong,tapi yakinlah sebenarnya Ibu sangat baik.Ibu punya kecemasan berlebihan terhadap satu persoalan,jadi kita sebagai anak lah yang harus memahami mereka,tapi Ibu juga sangat murah hati.Aku hanya berharap kamu kuat untuk menghadapi keluarga kita nanti"ucap Indra
Setelah mengungkapkan isi hati mereka,baik Dini ataupun Indra memilih diam dan sibuk dengan pemikiran masing-masing
"Untuk masalah perkerjaan dirumah,kita akan kerja sama dek,abang orangnya sangat berantakan,jadi jangan lelah membantuku untuk bisa rapi seperti adek.Setelah menikah,sebaiknya Dela dan Leni tinggal di rumah yang abang tempati sekarang.Abang tak ingin ada orang di rumah selain kita berdua"ucap Indra
"Jika itu yang terbaik,aku ikut saja bang"ucap Dini
"Untuk masalah pekerjaan diluar rumah,abang tidak membatasi selagi itu tidak membuatmu stres"ucap Indra.
"Baiklah bang,jika tidak ada lagi yang kita bahas,sebaiknya kita pulang sekarang"ucap Dini
.....
Di perjalan pulang,tiba-tiba hujan turun dengan deras.Indra langsung mencari tempat untuk berteduh
"Bang boleh yah kali ini saja,aku ingin main hujan sambil naik motor ini"
"Jangan dek,yang ada kita nanti akan sakit"sahut Indra
"Kali ini saja bang,jujur aku sangat rindu saat seperti ini"pinta Dini
"Baiklah,sekarang pakai dulu jaket abang ini,abang tak mau kamu sakit nantinya"ucap Indra sambil melepaskan jaketnya untuk Dini
"Sekarang kita berangkat,tetapi pelan saja yah bang,aku ingin berteriak sebentar"ucap Dini
Benar saja,baru saja motornya Indra berjalan kurang lebih dua ratus meter dari tempat mereka berteduh tadi,Dini langsung berteriak di jalan yang kebetulan sepi itu
__ADS_1
"Hujan....terimakasih atas kedatanganmu,sampaikan salam rinduku buat Bapak yang sudah tenang disana"teriak Dini dengan suara parau
Indra yakin Dini sedang menangis saat itu."Aku tidak tahu itu tangis bahagia atau tangis kesedihan dek"batin Indra