Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 63 ( Menerima Pinangan Arya )


__ADS_3

Keesokan paginya Cinta pun mengobrol dengan Dika sambil sarapan.


"Sayang gimana keputusan kamu tentang pinangan Arya? apa semalam kamu sudah melakukan Shalat Istikharahnya?" tanya Dika.


"Alhamdulillah aku sudah melaksanakan Shalat istikharah Kak, dan insyaallah aku akan menerima pinangan mas Arya," ujar Cinta dengan tersenyum.


Ada rasa sakit dalam hati Dika mendengar keputusan Cinta, tapi dia harus membuangnya jauh-jauh.


"Kak apa keputusanku sudah tepat ya?" tanya Cinta.


"Kenapa memangnya, apa kamu masih teringat pada Ilham?" tanya Dika.


"Jujur saja bayang-bayang mas Ilham masih terlintas dalam pikiranku, tapi aku juga harus membuangnya jauh-jauh Kak, aku sadar betul jika mas Ilham sudah mempunyai keluarga, dan aku tidak mau menjadi duri dalam rumah tangganya," ujar Cinta.


"Lalu bagaimana dengan perasaan kamu sebenarnya sama Arya?" tanya Dika.


"Aku sayang sama mas Arya, mungkin bukan hanya sekedar sayang, tapi aku sudah jatuh cinta kepadanya, tapi entah kenapa aku belum juga bisa melupakan mas Ilham sepenuhnya," ujar Cinta.


"Hadeuh kamu mau Poliandri apa Dek? jangan main-main dengan perasaan orang, kasihan nanti Arya patah hati lho," ujar Dika.


"Aku juga akan berusaha menghapus nama mas Ilham dari dalam hatiku kok Kak, kita juga gak bakalan mungkin bersatu, jadi percuma aku mengharapkan lelaki yang sudah berumah tangga," ujar Cinta dengan tertunduk sedih.


"Ya sudah gak usah sedih gitu, tuh Babang Arya sudah datang untuk menjemput kekasih hatinya," goda Dika.


"Assalamu'alaikum," ucap Arya ketika masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikumsalam," jawab Cinta dan Dika.


"Mas sarapan dulu," ajak Cinta.


""Emang mas sengaja pagi-pagi ke sini buat ikut sarapan, mas rasanya mau makan masakan kamu terus sayang," ujar Arya.


"Beuh masih pagi udah ada yang gombal aja, kalian gak lihat apa derita yang jomblo," ujar Dika.

__ADS_1


"Cinta juga masih belum jawab pinanganku Kak," ujar Arya.


"Tenang aja Ya, kamu makan aja dulu takutnya nanti kamu pingsan kalau denger jawaban Cinta," ledek Dika.


Akhirnya Arya pun bergegas untuk sarapan supaya dia dapat segera mendengar jawaban dari pujaan hatinya tersebut.


"Mas pelan-pelan makannya nanti keselek lho," ujar Cinta mengingatkan Arya.


Dika yang mendengar ucapan Cinta pun kini tersenyum kecut.


Kakak masih ingat Cinta, dulu waktu kamu hendak mengutarakan keputusan Pernikahan kita juga Kakak melakukan hal yang sama dengan Arya saking pengen cepat-cepat dengar jawaban kamu, batin Dika.


Cinta yang melihat ada kesedihan di mata Dika pun kini menghampiri Dika yang masih duduk di meja makan, lalu Cinta memeluknya dari belakang.


"Kak Dika, makasih ya atas semuanya,karena Kakak sudah menjadi Kakak terbaik untuk Cinta. Cinta sangat mengerti perasaan Kak Dika saat ini, tapi Kak Dika pernah bilang kan kalau akan ada Pelangi setelah hujan, yakinlah bahwa suatu hari nanti Kak Dika juga bakalan menemukan Pelangi itu," ujar Cinta.


"Makasih ya sayang, Kakak harap meskipun kalian sudah Menikah, tapi kalian masih bersedia untuk tinggal di sini menemani Kakak," ujar Dika yang kini mencium punggung tangan Cinta, lalu Dika terlihat meneteskan airmata.


"Kalau aku sih gimana mas Arya saja, kan nanti mas Arya yang bakalan jadi imam aku," ujar Cinta, sehingga membuat Arya yang masih mengunyah makanan pun tersedak.


"Makasih ya sayang, tapi apa ya maksud perkataanmu tadi?" tanya Arya yang masih belum percaya dengan yang barusan dia dengar.


"Kamu gak budeg kan Ya, tadi secara tidak langsung Cinta berkata kalau dia mau jadi Istri kamu !" jelas Dika sehingga membuat Arya membulatkan matanya lalu kemudian langsung memeluk tubuh Cinta saking bahagianya.


"Makasih ya sayang, aku bahagia banget mendengarnya," ujar Arya.


"Woy main sosor aja, inget kalian itu belum muhrim !" sindir Dika, sehingga Arya pun kini berpindah memeluk tubuh Dika.


"Gak pindah meluk gue juga kali, gatel kali Ya," ujar Dika dengan membalas pelukan Arya.


"Selamat ya, awas jangan sampai kamu sakiti Adik kesayanganku, kalau sampai satu tetes saja Cinta mengeluarkan airmata, kamu akan berhadapan denganku !" ujar Dika.


"Iya Kak aku janji, apa pun yang terjadi aku gak akan menyakiti Cinta, dan aku pasti akan melakukan apa pun untuk membahagiakannya," ujar Arya, sehingga membuat Cinta menitikkan airmata.

__ADS_1


Selamat tinggal mas Ilham, aku akan memulai hidup baru bersama lelaki yang sangat mencintaiku, aku berharap mas Ilham akan selalu bahagia bersama keluarga mas, batin Cinta.


"Kira-kira kapan kalian akan melangsungkan Pernikahan?" tanya Dika.


"Kalau aku sih bagaimana Cinta saja," ujar Arya.


"Kalau minggu depan aja gimana? apa mas Arya sudah siap?" tanya Cinta.


"Sekarang juga mas sudah siap sayang," jawab Arya dengan tersenyum.


"Apa gak terlalu cepat Dek? kalian kan perlu waktu untuk mempersiapkan semuanya," ujar Dika.


"Aku tidak menginginkan pesta yang meriah Kak, cukup Pernikahan yang sederhana saja, kasihan kan mas Arya juga sudah tidak mempunyai keluarga jadi tidak akan ada yang dapat membantunya nanti," ujar Cinta.


"Gak apa-apa kok sayang, kalau memang kamu mau pake acara adat, siraman atau apa pun itu, nanti mas bisa minta tolong sama WO nya," ujar Arya.


"Enggak mas cukup acara ijab kabul saja, daripada kita menghambur-hamburkan uang untuk acara Pernikahan kita, mending kita sumbangkan uangnya untuk fakir miskin sama anak yatim piatu," ujar Cinta.


"Mas bangga sama kamu sayang, meskipun sekarang kamu sudah berkecukupan, tapi kamu masih memikirkan oranglain," ujar Arya.


"Bukankah sebagian rezeki yang kita punya ada hak orang lain di dalamnya, jadi selagi kita bisa dan mampu, kita wajib untuk berbagi mas," ujar Cinta.


"Iya sayang, kamu memang perempuan Saleha, mas beruntung bisa mendapatkan kamu," ujar Arya dengan tersenyum.


"Di sini gue yang gak beruntung," ujar Dika.


"Kak Dika kok ngomongnya gitu sih?" tanya Cinta.


"Kakak gak kenapa-napa sayang, cuma masih belum rela aja kalau sampai kamu ninggalin Kakak nanti," ujar Dika.


"Kak Dika tenang saja ya, insyaallah saya nanti bersedia untuk tinggal di rumah ini, kasihan Dita juga kan kalau kami tinggal, karena Dita pasti masih membutuhkan sosok Bundanya," ujar Arya.


"Makasih Ya, kamu memang calon Adik ipar idaman," ujar Dika dengan menepuk pundak Arya.

__ADS_1


"Ya sudah sebaiknya mas segera hubungin WO ya buat acara Pernikahan kita," ujar Arya.


"Aku juga kebetulan hari ini libur kuliah jadi sekalian saja kita pilih Undangan Pernikahannya," ujar Cinta, sehingga hari itu mereka sibuk mempersiapkan semuanya.


__ADS_2