Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 15 ( Malam Pertama Ilham )


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam disaat Cinta bersama kedua Adiknya sampai di kediaman Dika.


Cinta pun berusaha untuk membangunkan kedua Adiknya yang kini nampak tertidur lelap di dalam mobil.


"Tia, Ahmad, ayo bangun Dek, sekarang kita sudah sampai di Jakarta," ujar Cinta.


"Apaan sih ganggu orang tidur saja !" bentak Tia, yang hanya bisa Cinta tanggapi dengan mengelus dadanya saja.


Ahmad yang sudah bangun pun kini nampak membantu Cinta untuk membangunkan Tia.


"Kak Tia ayo bangun kita sudah sampai di rumah kak Dika, lebih baik kita lanjutin tidurnya di dalam kamar saja Kak," ajak Ahmad.


"Kamu juga anak kecil bawel banget sih, kalau mau tidur sana gak usah gangguin orang, lagi enak tidur juga," jawab Tia.


Dika yang kesal mendengar perkataan Tia pun kini angkat berbicara.


"Cinta, Ahmad, sudah biarkan saja dia tidur di dalam mobil, biar aku kunci sekalian biar dia gak bisa keluar !" ujar Dika.


Sehingga akhirnya Tia yang mendengar perkataan Dika pun kini nampak bangun dan segera keluar dari mobil, mungkin karena takut mobilnya di kunci oleh Dika.


Akhirnya mereka berempat melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam rumah Dika, dan Cinta pun tidak lupa mengucapkan salam terlebih dahulu. Mbok Nah yang mendengarnya langsung menjawab ucapan Salam Cinta serta menggandeng tangannya untuk masuk ke dalam rumah.


"Alhamdulillah kalian akhirnya sampai juga, maafin Si Mbok ya Non Cinta, karena tidak bisa ikut menghadiri acara pemakaman kedua orangtuanya Non Cinta, Si Mbok sekarang sangat sibuk mengurus rumah ini sendirian, karena Bibi yang biasa bantu-bantu disini kemarin sudah pulang kampung," ujar Mbok Nah.


"Iya gak apa-apa kok Mbok, tapi maaf panggilnya jangan pake embel-embel Non segala ya, panggil nama aja, Cinta jadi gak enak dengernya, terus mbok Nah juga gak usah khawatir, mulai besok Cinta yang bakalan bantu-bantu Mbok mengurus rumah ini, biar mbok gak kecapean juga," ujar Cinta.


Mbok Nah pun nampak melirik kepada Dika untuk meminta persetujuannya.


"Sudah gak apa-apa Mbok, turutin aja kemauan Cinta, biarin aja dia ngelakuin semua yang dia mau," ucap Dika.

__ADS_1


"Ya sudah kalau itu kemauan Nak Cinta, yuk sekarang mbok Nah tunjukkin kamar kalian," ajak mbok nah kepada mereka bertiga.


"Terus ceritanya Dika gak di ajak nih Mbok? pengen dong Dika diajak juga biar ada temen tidur,"ucap Dika dengan cengengesan, kemudian Dika pun mendapatkan jeweran dari mbok Nah.


Cinta yang melihatnya hanya tersenyum, Beruntung sekali mas Dika, meski pun aku dengar kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, tapi masih ada mbok Nah yang menyayanginya dengan tulus, ujar Cinta dalam hati.


"Mas Dika saya permisi dulu ya, terimakasih atas semuanya," ucap Cinta dengan tulus.


"Aku sampai bosen dengar kamu ngucapin terimakasih terus," jawab Dika dengan tersenyum.


"Sudah Nak Cinta, lebih baik kita tinggalin saja bocah gendeng ini," ajak Mbok Nah yang kemudian berlalu dari hadapan Dika.


Sekarang mereka sudah sampai di kamar yang sudah dipersiapkan untuk Cinta beserta kedua adiknya yang berada di lantai dua.


"Ini kamar Nak Cinta dan Tia, dan di sebelahnya kamar Ahmad," ucap Mbok Nah.


"Emang gak ada kamar lain apa Mbok sampai aku harus satu kamar sama Anak pungut?" teriak Tia.


"Jaga sopan santun kamu Tia, jangan pernah kamu membentak Cinta lagi, kalau memang kamu gak mau tidur sekamar sama Cinta, kamu lebih baik tidur di kamar pembantu saja sana !" ucap Dika dengan menunjuk wajah Tia.


"Sudah gak apa-apa mas Dika biar saya saja yang tidur di kamar pembantu," ucap Cinta supaya tidak terjadi keributan lagi.


"Tidak Cinta, kamu itu Ratu bukan pembantu, lebih baik sekarang kamu tidur saja di kamarku," ujar Dika yang kini mendapat pelototan dari mereka semua.


"Bocah gendeng, seenaknya aja ngajak tidur anak gadis orang," Mbok Nah nampak marah mendengar perkataan Dika.


"Kenapa sih kalian berpikiran negatif terus sama aku? maksud aku tuh Cinta tidur di kamar aku, biar aku yang tidur di kamar tamu yang ada di lantai bawah." Ucap Dika.


"Ya sudah mari Nak Cinta Mbok Nah antar ke kamar Nak Dika," ajak mbok Nah. Akhirnya, mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat, karena waktu sudah menunjukan hampir jam dua belas malam.

__ADS_1


Cinta tidak bisa memejamkan matanya, bayangan tentang Ilham yang kini sedang melewati malam pertama bersama perempuan lain terngiang-ngiang dalam pikirannya, sehingga dadanya terasa sesak dan seketika tangis Cinta pun tidak dapat di bendung lagi.


......................


Di lain tempat, Ilham kini sedang duduk termenung di depan jendela yang menghadap ke arah taman, masih terlintas bayangan Cinta yang sedang menyiram Bunga disana sembari menyenandungkan sholawat, hingga Ilham yang mengingat semua itu pun nampak tersenyum sendiri.


Tiba-tiba lamunan Ilham pun terhenti karena terganggu dengan suara pintu yang ditutup oleh Bella disaat keluar dari toilet, dengan tanpa sedikit pun rasa malu Bella menghampiri Ilham dengan memakai lingerie yang seksi yang menonjolkan belahan dada nya yang besar serta paha nya yang mulus, dan Bella berharap Ilham akan tergoda dengan penampilannya.


Bella kini mencoba untuk menggoda Ilham dengan mendudukkan dirinya di pangkuan Ilham, Namun, Ilham sama sekali tidak tertarik bahkan tidak meliriknya sedikit pun, sehingga membuat Bella geram dan melemparkan pas bunga yang ada di kamar mereka.


Praaaaaang


Terdengar suara pas yang pecah dengan begitu kerasnya. Namun, lagi-lagi Ilham hanya terdiam tanpa sedikit pun memperdulikan semua hal yang kini dilakukan oleh Bella.


Bella yang gemas dengan sikap Ilham pun kemudian berteriak.


"Apa sebenarnya kekuranganku Ilham? hingga yang ada dalam hati dan pikiranmu hanyalah Cinta si gadis udik itu?"


Ilham yang tidak terima dengan ucapan Bella tentang Cinta pun kini angkat bicara.


"Jangan pernah berani menghina orang yang aku cintai, karena Cinta lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan dirimu !"


"Apa hebatnya perempuan yang hanya lulusan SMP? apalagi hanya orang miskin," sindir Bella.


"Dia memang miskin harta tapi dia kaya hati, dia adalah perempuan yang selalu menjaga kehormatannya, tidak seperti kamu yang hobi mengumbar aurat," jawab Ilham.


"Sok suci kamu Ilham, kamu suka kan dengan semua ini?" tanya Bella dengan merobek gaunnya hingga tidak menyisakan satu helai benang pun di tubuhnya.


Ilham yang melihatnya pun malah terlihat jijik lalu kemudian dia berkata.

__ADS_1


"Jangan harap aku akan menyentuh tubuhmu, bahkan seujung kuku pun aku tidak menginginkannya."


Sehingga Akhirnya tidak ada malam pertama yang indah bagi Ilham dan Bella, yang ada hanyalah rasa penyesalan pada diri Ilham karena tidak bisa memiliki orang yang dia cintai.


__ADS_2