Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Tidak Akan Aku Biarkan Dia Memilikimu


__ADS_3

Pagi itu semua keluarga Dini berangkat ke kota M karena disana akan dilaksanakan pernikahan anatar Adi dan Carin


Setelah tiba di bandara kota M,Rudi sudah menunggu kedatangan mereka disana


"Apa tidak sebaiknya kita tunggu Bang Indra dulu Din,tadi bang Indra menghubungiku bahwa dia akan tiba satu jam lagi,sambil menunggu kedatangannya sebaiknya kita sarapan dulu karena aku juga belum sempat sarapan tadi"ucap Rudi


"Apa memang Indra ikut keacara ini,siapa yang mengundang dia keacaranya Adi dan Carin"tanya Dini merasa tidak terima atas kehadiran Indra disana


"Jika ada niat baik seseorang untuk datang keacara kita,sebaiknya jangan dihalangi Din.Bisa saja Adi yang mengundangnya kesini,Din kamu tidak perlu memberikan reaksi berlebihan seperti ini"ucap Rudi merasa cemburu


"Baiklah....saat acara nanti,tolong jangan pernah jauh dari aku Rud,aku tidak mau dia mencari kesempatan untuk bersama denganku.Rud...setelah acara pestanya Adi dan Carin nanti selesai,ada sesuatu hal yang mau aku bahas denganmu"ucap Dini


"Apa tidak bisa di bicarakan sekarang saja,satu hal yang sangat melelahkan sekaligus membosankan adalah saat menunggu"sahut Rudi


"Semoga kamu bersedia menunggu sampai hari itu tiba"ucap Dini sambil beranjak dari tempat duduknya menuju rombongan yang lain yang sedang sarapan pagi itu


"Terimakasih Bang,Kak sudah menunggu Indra disini"ucap Indra saat kedatangannya telah ditunggu oleh keluarga Dini disana


"Sama-sama In,kami juga mengucapkan terimakasih karena telah mau meluangkan waktumu datang jauh-jauh kekota ini untuk ikut menghadiri acara bahagianya Adi nanti"sahut Ari suaminya Meli


"Bang Indra apa sebaiknya abang sarapan dulu,karena kebetulan kami sudah selesai sarapan tadi"ucap Rudi mengalihkan pembahasan antara Ari dan Indra


"Tadi sudah sempat sarapan Rud,sebaiknya kita pulang sekarang kerumah saja,kita semua pasti sudah lelah dan butuh istirahat"sahut Indra


"Din....apakah kamu ada waktu sebentar,ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan padamu"ucap Indra sore itu

__ADS_1


"Apa tidak bisa disampaikan disini saja"tanya Dini menyelidik


"Sebentar saja Din...please"ucap Indra


Dini pun langsung mengikuti Indra dari belakang menuju teras belakang rumahnya Adi


"Mau menanyakan apa,jika tidak penting maka aku akan masuk kedalam rumah lagi karena didalam masih sangat banyak pekerjaan yang harus dirampungkan"ucap Dini


"Apa hubunganmu dengan Rudi,kenapa kamu sangat dekat dengan Rudi bahkan kemana kamu pergi,maka dia selalu berusaha untuk ada disana juga"pertanyaan Indra lolos begitu saja tanpa mengingat status diantara keduanya yang sudah tidak ada hubungan apapun


"Ada apa dengan hal itu,apa kamu terganggu dengan keberadaan kami"bukannya menjawab,Dini bahkan bertanya balik kepada Indra lagi


"Aku bertanya maka jawab saja bukannya kamu balas dengan pertanyaan lagi"sahut Indra dengan sewot


"Sampai saat ini aku masih tetap mengharapkanmu Din dan ini semua aku lakukan karena aku melihatmu masih hidup sendiri dan belum memiliki calon pendamping"sahut Indra


"Lalu bagaimana kalau aku sudah memiliki calon pendamping hidupku yang akan menemaniku hingga menua nanti.Bagiku satu hubungan itu tidak terlalu perlu di umbar ke orang lain,yang menjalani adalah aku dan sidia dan bagiku mengumbar hubungan itu kepada orang banyak tidaklah terlalu perlu.Bang Indra satu pesanku kepadamu supaya kedepan jika abang ingin memulai kehidupan yang baru,jangan hidup seperti air di daun talas tetapi hiduplah sebagai seorang pria sejati"ucap Dini sambil berlalu meninggalkan Indra yang masih berdiri disana


"Apa memang Dini dan Rudi kembali menjalin hubungan,jika itu terjadi aku bisa apa akan keputusan mereka ini.Selama ini aku berusaha untuk menepis perasaan ini,tetapi entah kenapa setiap melihat Dini dekat dengan orang lain,rasa cemburuku akan timbul begitu saja.Aku yang salah karena telah meminta Rudi untuk menikahi dan membahagiakan Dini.Baiklah nanti jika ada kesempatan aku akan menanyakan hal ini kepada Rudi lagi"gumam Indra merasa tidak terima akan hal yang terjadi di depan matanya


****


Hari itu adalah hari yang di tunggu oleh Adi dan Carin sekaligus hari yang dinantikan oleh keluarga besar kedua mempelai


Acara pernikahan Adi dan Carin sangat meriah,banyak tamu-tamu yang datang dari berbagai kalangan saat itu

__ADS_1


"Kami pulang duluan kak,


"pamit Dini kepada Meli dan yang lainnya yang masih duduk di lobby hotel tempat dimana pesta pernikahan Adi dan Carin dilaksanakan


"Kamar sudah di boking untuk semua tamu yang akan menginap Din"ucap Meli


"Kak...ada yang mau aku dan Rudi bahas kak,jadi kami memilih pulang kerumah saja"ucap Dini merasa gerah akibat ulah Indra yang selalu membuntutinya satu harian itu


"Baikah kalian hati-hati di jalan,Mia dan Teo juga akan pulang kerumah nanti"ucap Meli


"Baiklah kak,kami pamit dulu"ucap Indra dan langsung masuk kedalam mobil yang dinaiki Rudi dan Dini


"Bang Indra,kebetulan kami mau pergi kesuatu tempat,jika abang merasa tidak keberatan maka abang juga bisa ikut dengan kami.Tetapi menurutku ini sedikit lucu saja,kami akan pergi ketempat percetakan karena kami akan mencetak undangan pernikahan kami nanti"ucap Dini


"Apa itu betul Rud"tanya Indra menyelidik


"Benar bang In,sebelumnya kami telah menghubungi percetakan dan telah janjian untuk datang kesana sore ini"ucap Rudi mengikuti skenario yang dibuat oleh Dini


"Baiklah aku tidak jadi ikut dengan kalian,lebih baik aku tidur di dalam kamar hotel ini saja"ucap Indra sambil keluar dari mobil dan membanting pintu mobilnya dengan sangat keras


"Aku belum terima semua ini,lihat Din jika aku tidak bisa kembali memiliki dan bersama denganmu,maka dia juga tidak akan aku biarkan memilikimu"seringai Indra sambil melangkah menuju meja reception hotel itu


"Kamu membuat dia kesal Din,apa kamu tidak melihat emosinya yang tiba-tiba timbul saat mendengar perkataanmu tadi.Reaksi bang Indra itu menandakan bahwa dia masih berharap akan kembalinya hubungan kalian lagi"ucap Rudi memberi nasehat kepada Dini


"Aku tidak peduli akan reaksi apapun yang dia tunjukkan tadi"sahut Dini tak bersahabat

__ADS_1


__ADS_2