
Cinta sampai tertidur di Ruang ICU dengan menggenggam erat tangan Dika, walau pun tadi Dokter sudah menyuruh Cinta untuk kembali ke ruang perawatannya, tapi Cinta bersikeras ingin tetap berada disana sehingga Mbok Nah pun di suruh Cinta pulang terlebih dahulu untuk membawa baju ganti untuk mereka.
Kenapa dadaku terasa sesak ya melihat Cinta memegang tangan calon suaminya? padahal aku juga baru mengenalnya dan kita juga tidak mempunyai hubungan apa-apa, Ucap Dokter Arya dalam hati ketika kebetulan melewati Ruang ICU.
"Dokter Arya sedang apa disini?" tanya Dokter Kirana yang hendak masuk ke ruang ICU untuk memeriksa kondisi Dika.
"Oh..saya kebetulan lewat saja Dok," jawab Arya, kemudian hendak berlalu menuju ruangannya.
"Tunggu Arya !" ucap Kirana.
"Maaf ada apa Dokter Kirana?" tanya Arya.
"Kenapa sekarang kamu bersikap dingin padaku Arya? padahal aku sangat mencintaimu," ujar Kirana.
"Maaf Dokter Kirana ini jam kerja, sebaiknya kita bersikap profesional, dan harus Anda tahu seseorang yang tulus mencintai tidak akan mungkin pernah mengkhianati dengan alasan apa pun," ucap Dokter Arya dengan berlalu dari hadapan Kirana.
"Maafkan aku Arya, aku menyesal telah berselingkuh pada saat kamu seminar ke luar Negri," gumam Kirana.
Arya kini sudah masuk ke dalam ruangannya dan mengusap rambutnya secara kasar.
"Kenapa sih Kirana kamu selalu mengingatkan aku tentang masalalu kita?" ujar Arya.
Flash back 1 tahun yang lalu.
Dokter Arya dan Dokter Kirana sudah tiga tahun pacaran, bahkan semenjak mereka duduk di bangku kuliah.
Mereka berdua sama-sama menjadi Dokter di Rumah Sakit milik keluarga Dika.
"Sayang, besok aku harus mengikuti seminar ke luar Negri selama tiga bulan, kamu gak apa-apa kan aku tinggalin?" tanya Arya.
"Iya gak apa-apa sayang, semua itu juga kan buat karir kamu," jawab Kirana.
"InsyaAlloh nanti sepulang seminar aku bakalan langsung melamar kamu," ujar Arya.
"Iya..aku selalu menunggu waktu itu tiba," ujar Kirana dengan memeluk tubuh Arya.
"Kirana aku mohon jangan seperti ini, kita belum muhrim," ujar Arya.
"Kenapa sih Arya selama kita pacaran kamu tuh gak pernah ngelakuin hal romantis sama aku? bahkan meluk aja kamu gak pernah, apalagi punya inisiatif buat nyium aku," ujar Kirana dengan cemberut.
"Aku hanya mencoba untuk menjaga kehormatanmu sebagai seorang wanita Kirana, karena sesungguhnya perempuan baik itu adalah perempuan yang bisa menutupi Aurat serta menjaga kesuciannya," ujar Arya.
__ADS_1
"Tapi aku sangat mencintaimu, dan aku ingin merasakan sentuhan darimu Arya," ucap Kirana.
"Istighfar kamu Kirana, Aku mencintaimu karena Alloh, dan sebelum kita syah menjadi Suami-Istri aku tidak akan pernah menyentuh kamu," ujar Arya. Dan Kirana pun pergi dari ruangan Arya dengan wajah yang terlihat kesal.
Tiga bulan pun berlalu, Arya kini sudah pulang dari Seminar. Betapa terkejutnya Arya melihat pemandangan di depan mata kepalanya sendiri saat ini, ketika dia berniat menemui Kirana di rumahnya.
"Kirana.." teriak Arya karena kini Arya melihat Kirana sedang berciuman dengan lelaki lain di depan rumahnya, dan lelaki itu tidak lain adalah Dokter Soni, rekan kerja mereka di Rumah Sakit.
"Arya..aku bisa jelasin semua ini," ujar Kirana dengan mengejar Arya.
"Tidak ada yang perlu kamu jelasin Kirana, semuanya sudah jelas," tegas Arya.
"Tapi Arya aku sangat mencintai kamu," ucap Kirana.
"Kalau kamu memang benar mencintai aku, kamu tidak akan mungkin berselingkuh, padahal aku hanya tiga bulan pergi dan tadinya malam ini aku akan melamarmu, apa yang kamu lakukan dengan Soni sudah menunjukan sifat aslimu selama ini, padahal selama tiga tahun kita berpacaran aku selalu menjagamu untuk tidak melakukan semua itu, ujar Arya.
"Aku mohon Arya jangan tinggalkan aku," ujar Kirana yang terlihat memohon.
"Jangan jatuhkan harga dirimu seperti ini Kirana, mungkin Soni memang lebih pantas bersanding denganmu, mulai hari ini kita putus," ujar Arya yang kemudian berlalu dari hadapan Kirana.
"Arya..." teriak Kirana, dan Soni pun menghampiri Kirana lalu memeluk tubuhnya.
Sampai sekarang aku susah membuka hatiku untuk perempuan lain, karena takut kalau sampai di khianati kembali seperti olehmu Kirana, tapi entah mengapa setelah bertemu dengan Cinta, aku merasakan getaran dalam hatiku, bathin Arya.
Arya pun mendapat panggilan melalui telepon untuk memeriksa keadaan Cinta.
"Kamu harus profesional Arya, mudah-mudahan saja jantungku nanti tidak berdetak kencang lagi di hadapan Cinta," ujar Arya dengan melangkahkan kakinya menuju ruangan Dika, karena tadi Cinta masih tertidur disana.
Arya pun kemudian mengetuk pintu ruang ICU, lalu sesaat kemudian masuk. Ternyata Kirana belum selesai memeriksa kondisi Dika, dan Cinta kini sudah terlihat bangun serta duduk di samping ranjang Dika.
"Dokter Arya ada apa kemari?" tanya Kirana.
"Maaf Dokter Kirana, saya kesini untuk memeriksa Cinta," ujar Arya.
"Oh maksud anda Non Cinta calon Istrinya Tuan Dika?" tanya Kirana, karena kirana nampak kesal mendengar Arya yang seakan-akan sudah akrab dengan Cinta sehingga hanya memanggil nama saja.
"Cinta mari saya periksa dulu, sebaiknya kamu berbaring di ranjang kosong itu ya," ajak Arya dan Cinta pun mengangguk kemudian mencoba untuk berdiri, tapi karena pusing Cinta hampir terjatuh, untung saja Arya bergegas menangkap tubuhnya.
Sesaat netra Cinta dan Arya terkunci dengan saling memandang serta tubuh Cinta yang dipeluk oleh Arya.
"Ekhem..ekhem.."
__ADS_1
Terdengar suara deheman Kirana sehingga menyadarkan Arya dan Cinta.
"Maaf Cinta aku tidak sengaja, aku hanya berniat menolong saja tidak ada maksud lain," ujar Arya.
"Iya tidak apa-apa Dokter Arya, terimakasih karena sudah berkenan menolong saya," ucap Cinta.
Kenapa Aku merasa tatapan Arya kepada Non Cinta berbeda ya? tatapan itu seperti tatapan Arya kepadaku pada saat dia masih mencintaiku dulu, gumam Kirana.
"Kalau begitu mari kita periksa dulu keadaan kamu," ujar Arya kepada Cinta sehingga Cinta kini berbaring di atas ranjang yang berada di samping ranjang Dika.
"Sepertinya luka kamu masih belum kering, sebaiknya kamu banyak istirahat Cinta biar kamu cepat pulih," ujar Arya.
"Tapi aku takut kalau sampai nanti ada orang yang kembali berusaha untuk melukai mas Dika," ujar Cinta.
"Kamu tenang saja, nanti aku akan menyuruh salah satu Security untuk berjaga di depan ruangan Tuan Dika," ujar Arya.
"Terimakasih ya Dokter Arya," ucap Cinta.
"Tapi sebaiknya kamu juga panggil aku nama saja, kamu sendiri juga nyuruh aku buat manggil kamu nama tanpa embel-embel Non kan?" ujar Arya.
"Iya..iya deh mas Arya, ujar Cinta.
"Itu sepertinya lebih enak di dengar," ucap Arya tertawa lepas.
Baru kali ini aku melihat Arya tertawa bahagia seperti itu, ucap Kirana dalam hati.
"Kalau begitu Cinta, mas Arya keluar dulu ya, kamu jangan lupa minum obatnya, sama istirahat juga," ucap Arya dengan tersenyum. Lalu kemudian Arya keluar dari ruangan Dika setelah sebelumnya mengucap salam.
"Non Cinta saya juga sudah beres memeriksa Tuan Dika, kalau begitu saya permisi juga," ujar Kirana dengan bergegas menyusul Arya.
"Arya tunggu !" ucap Kirana sehingga menghentikan langkah Arya.
"Ada apalagi?" tanya Arya.
"Apa kamu punya perasaan terhadap Non Cinta? karena aku melihat tatapan matamu kepadanya sama dengan tatapan matamu dulu padaku," tanya Kirana.
"Apa urusannya denganmu? kamu tidak berhak mencampuri urusanku," ujar Arya.
"Aku hanya mengingatkan kamu saja kalau Non Cinta itu sudah memiliki calon Suami," ujar Kirana.
"Aku kira selingkuh itu lebih Indah daripada diselingkuhi yang hanya akan menyakiti hati oranglain, dan sebaiknya kamu jangan pernah mencampuri urusanku lagi," jelas Arya yang kemudian berlalu dari hadapan Kirana.
__ADS_1