
Bu Neni yang tidak tahan mendengar semua pujian yang di berikan putrinya terhadap menantunya itu memilih pergi dari tempat itu
"Apa Dini memiliki sifat sesempurna itu,jika itu benar pantas saja Indra sangat menyukai dia,bahkan Leni yang terbiasa menurut terhadapku sekarang berani menentangku dan bahkan tak segan-segan memarahiku saat aku melakukan kesalahan.Tak hanya itu,suamiku yang dulunya hanya manut dan selalu mengatakan kata ia saat aku menginginkan sesuatu,kini telah berubah dan bahkan menentang ku juga.Kedepan aku harus perbaiki sikapku supaya aku tidak di lupakan setelah kehadiran Dini dirumah ini"gumam Bu Neni sambil mondar mandir di teras belakang rumahnya itu
Sementara Dini dan Indra yang sudah selesai mengurus kepulangan kembali semua rombongan ke kota P memilih untuk beristirahat sebentar di salah satu kedai kopi di kota itu
"Bang kita jadikan hari ini kerumah Ibu"tanya Dini kepada suaminya itu
"Jadi dek,Ibu dan Bapak serta Leni juga ikut kesana,tetapi kita tak bisa bermalam disana yah dek,karena besok pagi kita sudah harus pulang dan lusa abang sudah harus kerja"sahut Indra
"Tidak masalah bang,yang penting sebelum pulang kita harus jiarah dulu ke makam Bapak"ucap
.....
"Bu sebaiknya kita berangkat kerumahnya Bu Astri sekarang,supaya nanti anak-anak ada waktu untuk ber istirahat disana,besok juga mereka akan pulang ke kota P"ucap Pak Ipan mengingatkan istrinya
"Baiklah pak,ini juga sudah mau siap-siap"sahut Bu Neni
......
Siang itu,setelah tiba dirumahnya Bu Astri,mereka disambut dengan sangat hangat,semua orang yang ada di desa itu diundang untuk makan siang sebagai bentuk rasa syukur keluarga Bu Astri atas telah terlaksananya Pesta Pernikahan Dini dengan Indra dan semuanya berjalan dengan lancar
Bu Neni yang melihat masyarakat yang hadir disana sangat heran dan malu terhadap dirinya sendiri,bagaimana tidak keluarga mereka terkenal sebagai orang berada di daerah mereka,tetapi untuk memikirkan sampai hal sedetail yang dilakukan oleh Bu Astri tidak pernah terlintas di benak Bu Neni
"Inilah perbedaan Bu Astri dengan ku,Bu Astri terlihat biasa saja,tetapi bisa bersyukur dengan kesederhanaan itu dan selalu berbagi disetiap ada kesempatan.Aku jadi malu sudah melupakan bahwa aku juga berasal dari keluarga yang pas-pasan"batin Bu Neni
"Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk bisa hadir di tempat ini,kami sengaja mengundang bapak dan Ibu kerumah ini tidak lain dan tidak bukan hanya sebagai bentuk rasa terimakasih dan rasa syukur kami karena sudah terlaksana acara Pernikahan anak kami Dini dan Indra yang sudah di laksanakan kemarin.Kami juga memohon supaya Bapak dan Ibu ikut serta mendoakan kedua anak kami ini supaya kedepan mereka dapat membina rumah tangga yang baik yang menjadi keluarga panutan buat masyarakat dan menjadi keluarga yang di berkati.Baiklah Bapak Ibu,saya tidak menunda waktu lagi,maka marilah kita makan siang bersama saat ini,semoga makanan ini menjadi berkat buat tubuh kita"ucap perwakilan dari keluarga besar Dini saat itu
__ADS_1
Setelah selesai makan bersama dan masyarakat yang hadir disana memberi doa dan berkat buat kedua pengantin baru itu,barulah Dini dan Indra undur diri untuk merebahkan tubuh di kamarnya Dini sore itu
"Dek,abang tidak menyangka akan ada acara semeriah ini lagi yang disiapkan Ibu untuk kita"ucap Indra
"Ibu juga tidak ada menyampaikan hal ini kepada Dini terlebih dahulua bang,tapi memang hal seperti ini sudah menjadi tradisi di keluarga besar kami bang.Jika abang merasa terganggu atas acara tadi,aku mewakili keluarga meminta maaf bang"sahut Dini
"Bukan itu dek,abang malah sangat senang Ibu mertua sangat baik dan sudah mau repot untuk menyiapkan acara sebesar ini.Abang malah malu dengan keluarga abang sendiri dek,Bapak dan Ibu terkesan cuek untuk acara pernikahan kita ini.Sementara Bu Astri yang sudah berumur,tetapi sangat gesit dan mampu melakukan semuanya untuk kita"sahut Indra yang merasa malu akan situasi saat itu
"Semuanya sudah berlalu,kedepan kitalah yang akn merubah semuanya,mungkin Ibu dan Bapak belum sempat memikirkan sampai ke hal ini"ucap Dini sambil merebahkan tubuhnya di paha suaminya dan menjadikan paha Indra sebagai bantal kepalanya sore itu
"Tapi dek...."
"Lupakan itu bang,oh yah bang,jika abang tidak keberatan,bolehkah kita pergi kesuatu tempat,aku yakin Rudi ada disana juga saat ini"pinta Dini
"Baiklah,disini juga kita bukannya bisa tidur sekarang"sahut Indra
....
"Sebentar lagi kita sampai"sahut Dini mendahului Indra
"Apa dia segesit ini,beda jauh dariku yang hanya berjalan saja sudah seperti melakukan lari maraton"gumam Indra
Setelah tiba ditempat yang dituju,Indra sudah melihat keberadaan Rudi yang duduk disebuah tempat duduk yang mungkin sengaja di letak disana
"Rud...kamu disini"tanya Indra
"Eh bang Indra,tahu dari mana tempat ini,abang kesini bersama siapa"tanya Rudi beruntun
__ADS_1
"Bersama Dini Rud"
"Hai Rud.."sapa Dini
"Hai Din,kalian datang ke rumah Ibu,bukankah kalian akan pulang hari ini"
"Besok pagi kami pulang Rud"sahut Indra
"Oh...semalam aku tidur di rumah itu,jadi aku tidak tahu kalau kalian akan datang"ucap Rudi sambil menunjukkan arah rumahnya yang tidak jauh dari tempat itu
"Itu rumahmu Rud"tanya Indra merasa kagum terhadap Rumah indahnya Rudi
"Ia bang,rumah itu sudah lumayan lama tidak di tinggali,biasanya aku akan berkunjung kesana saat aku merasa sedih atau sedang mengalami masalah"
"Pasti disana sangat tenang,siapapun yang berkunjung kesana akan merasa tenang Rud,aku salut terhadapmu bisa menyiapkan rumah sebagus itu disana"
"Ia bang,rumah itu dulunya aku bangun untuk Dini"ucap Rudi
"Maksuknya"tanya Indra merasa cemburu
Rudi menjelaskan tujuannya membangun rumah itu dan rumah itu akan di hadiahkannya saat menikahi Dini dulu.
"Tetapi itu dulu bang,sekarang kita sudah memiliki kehidupan masing-masing,aku hanya berdoa buat keluarga kecil kalian,semoga selalu di limpahi berkat dan semoga cepat dapat momongan"ucap Rudi tulus dan menyatukan tangan Dini dan Indra
"Aku sudah menganggap Dini sebagai adek kandungku,kuserahkan Dini untuk mu bang,jaga dia,sayangi dan lindungi dia bang.Untukmu Din,sayangi dia,hormati dia dan tetaplah Dini yang dulu aku kenal.Aku minta mohon tolong kalian doakan aku,supaya cepat bertemu dengan jodohku yang siap menerima masalalu dan statusku yang sekarang"pinta Rudi
Indra pun langsung merangkul Rudi dengan tulus,bagaimana pun Rudi juga berjasa banyak buat hubungan mereka selama ini
__ADS_1
"Sebaiknya kita pulang kerumah Ibu Rud,kami juga sudah mau pulang kerumah karena besok kami akan kembali ke kota P"ucap Dini
"Aku kan belajar banyak darimu Rud,kamu mencintai orang sampai sebegitu dalam,kamu juga menitipkan dan memastikan kebahagiaan orang yang kamu cintai itu hingga mengantarkannya sampai ke pernikahan.Terimakasih ya Tuhan,telah memberikan Istri untukku dari keluarga yang baik yang mempunyai keluarga yang luar bias"batin Indra