
Dika secara perlahan kini membuka matanya, kemudian dia mencari sosok Cinta dan Mbok Nah, tapi di sampingnya kini hanya ada Clara, Stella, dan Tia.
"Mih, dimana Cinta dan Mbok Nah?" tanya Dika.
""Syukurlah Dika sayang kamu sudah sadar, jangan pernah kamu mencari gadis kampungan itu lagi, karena setelah dia mengetahui penyakit kamu, dia kabur sama lelaki lain," ujar Clara sehingga membuat Dika merasa geram. Namun, sebisa mungkin Dika pura-pura tidak mengetahui tentang kebusukan Clara, sampai kondisinya benar-benar pulih.
"Aku yakin Cinta selalu ada disini menungguiku, lalu dimana Mbok Nah sekarang?" tanya Dika.
"Dika kamu sudah berhalusinasi ya? dari semenjak kamu pingsan sampai kamu Operasi Pencangkokan ginjal, hanya kami bertiga yang selalu ada disini, dan Mbok Nah juga sedang sibuk mengurus rumah, jadi dia tidak pernah kesini untuk melihat keadaanmu," jawab Clara.
"Tidak mungkin, Mamih pasti bohong, kalau bukan Cinta lalu siapa orang yang sudah mendonorkan ginjalnya untuk Dika?" tanya Dika.
"Orang yang sudah rela mendonorkan ginjalnya untuk kamu adalah Tia, jadi Mamih harap kamu segera Menikahi Tia untuk membalas semua jasanya," ujar Clara.
"Jangan pikir aku anak kecil yang bisa kalian bohongi, tidak mungkin gadis licik seperti Tia rela memberikan ginjalnya untuk oranglain," ujar Dika.
"Apa sih salahku Kak Dika, sampai Kakak membenciku? padahal aku sudah rela mempertaruhkan nyawaku untuk kesembuhan kak Dika," ujar Tia dengan pura-pura menangis.
"Hapus airmata palsumu Tia, jangan harap aku akan percaya dengan sandiwara yang telah kalian lakukan," ujar Dika yang kini terlihat geram.
"Kamu tega sekali Dika menuduh kami bersandiwara hanya demi membela perempuan gak bener seperti Cinta," ujar Clara.
"Cukup Mih, lebih baik kalian semua pergi dari sini sekarang juga, aku pusing mendengar ocehan kalian !" teriak Dika.
Clara, Stella dan Tia pun kini keluar dari ruang perawatan Dika.
__ADS_1
Sebelum Dika sadar dia sudah di pindahkan dari ruang ICU, dan Clara sudah menyuruh Mbok Nah untuk pulang setelah sebelumnya Clara juga menyuruh dua orang Preman untuk menghabisi Cinta.
"Bagaimana ini Bu, Kak Dika tidak percaya dengan sandiwara yang kita lakukan," ujar Tia.
"Kita harus kembali menyusun rencana supaya Dika percaya dengan perkataan kita, dan dengan mudah kita dapat mengambil semua hartanya," ujar Clara.
"Tapi Mih, kasihan donk Kak Dika, selama ini dia kan yang sudah bekerja keras untuk kita," ujar Stella.
"Kamu itu harusnya berterimakasih kepada Mamih, karena Mamih melakukan itu semua juga untuk kamu Stella !" ujar Clara yang kini terlihat kesal.
"Ayo sebaiknya kita pulang ke rumah untuk membungkam mulut Mbok Nah !" ujar Clara kepada Stella dan Tia.
Dika kini terlihat melamun memikirkan keberadaan Cinta. Aku yakin Cinta selalu berada di sampingku disaat aku tidak sadar, karena aku ingat betul kalau dia yang mengantarkan aku ke Rumah Sakit.
"Lho Mbok kok ada disini? tadi Mamih Clara bilang Mbok ada di rumah, lalu Mbok kenapa kelihatannya sangat ketakutan?" tanya Dika.
"Si Mbok tadi di ancam oleh Nyonya Clara supaya pulang dan tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Nak Dika. Si Mbok pura-pura saja pulang, tapi karena takut terjadi sesuatu terhadap Nak Dika, akhirnya Si Mbok sembunyi sampai mereka bertiga pergi," ujar Mbok Nah yang kini terlihat ngos-ngosan.
"Makasih banyak ya Mbok, Mamih Clara memang benar-benar jahat, tapi Dika belum bisa berbuat apa-apa karena kondisi Dika yang masih belum pulih, lalu apa Mbok tau tentang keberadaan Cinta sekarang? karena tadi mereka bilang Cinta sudah kabur dengan lelaki lain pada saat dia mengetahui tentang penyakit Dika," ujar Dika.
"Nak Dika jangan pernah percaya ucapan mereka, karena sebenarnya Nak Cinta lah yang membawa Nak Dika ke Rumah Sakit," ujar Mbok Nah.
"Terus apa betul Tia yang telah mendonorkan ginjalnya untuk Dika?" tanya Dika.
"Bukan Tia Nak Dika, tapi Nak Cinta yang sudah rela mendonorkan ginjalnya demi kesembuhan Nak Dika, dan selama ini dia selalu setia mendampingi Nak Dika," jawab Mbok Nah.
__ADS_1
"Lalu sekarang dimana Cinta Mbok, dia baik-baik saja kan?" tanya Dika yang kini terlihat cemas.
"Sebenarnya semalam disaat Si Mbok membawakan baju ganti untuk Nak Dika dan Nak Cinta, dia pamit ke ruang perawatannya untuk membersihkan diri serta mengganti baju. Karena Nak Cinta tidak kunjung kembali, akhirnya Si Mbok mencoba untuk mencarinya ke sana, tapi Nak Cinta tidak ada dan baju gantinya juga tergeletak di lantai, hingga sekarang Nak Cinta hilang tanpa jejak," ujar Mbok Nah.
"Astagfirulloh Cinta..kamu sekarang dimana sayang? maafkan aku yang tidak bisa menjagamu," ujar Dika terlihat sedih.
"Sebaiknya Nak Dika sekarang menyuruh orang untuk segera mencari keberadaan Nak Cinta, karena Si Mbok takut telah terjadi sesuatu yang buruk menimpa Nak Cinta, dan Mbok rasa hilangnya Nak Cinta ada sangkut pautnya dengan Nyonya Clara, karena sebelumnya Nak Cinta sempat memergoki Nyonya Clara menyuntikan sesuatu ke dalam cairan infusan Nak Dika, beruntung Nak Cinta bergegas mencabut cairan Infusan itu, karena kalau tidak Dokter bilang itu adalah zat berbahaya yang sangat mematikan," ujar Mbok Nah.
"Ternyata belum puas Clara menghabisi keluargaku, sehingga dia juga berusaha untuk membunuhku. Lihat saja nanti Clara, tunggu tanggal mainnya, karena aku akan segera membalas semua perbuatan yang telah kamu lakukan terhadap keluargaku !" ujar Dika terlihat geram.
Akhirnya Dika bergegas menelpon Asistennya supaya menugaskan beberapa orang untuk mencari keberadaan Cinta.
"Bagaimana rencana Nak Dika selanjutnya?" tanya Mbok Nah.
"Untuk sementara kita masih harus pura-pura dulu tidak mengetahui tentang kejahatan yang telah Mamih Clara lakukan, karena jika sampai Cinta masih berada di tangannya, aku takut dia melakukan sesuatu yang buruk terhadap Cinta," ujar Dika.
"Apa Si Mbok sekarang pulang saja supaya Nyonya Clara tidak curiga?" tanya Mbok Nah.
"Sebaiknya Mbok Nah tinggal saja di sini untuk menungguiku, karena aku takut jika Mbok pulang, mereka akan melakukan kejahatan terhadap Mbok Nah," ujar Dika.
"Iya Nak Dika Si Mbok pasti akan selalu menunggu Nak Dika sampai Nak Dika benar-benar sembuh, dan sebaiknya kita terus berdo'a untuk keselamatan Nak Cinta, dimana pun sekarang dia berada," ujar Mbok Nah.
"Iya Mbok, aku pasti akan selalu mendo'akan perempuan yang sangat aku cintai," jawab Dika.
Maaf Nak Dika, karena Si Mbok belum bisa berkata jujur tentang kemungkinan besar bahwa Nak Dika dan Nak Cinta adalah saudara kembar, Si Mbok takut Nak Dika kenapa-napa, karena sekarang kondisi Nak Dika belum benar-benar pulih, ujar Mbok Nah dalam hati.
__ADS_1