Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
BaB 31 ( Cerita Mbok Nah )


__ADS_3

Dika sekarang masih menunggu Mbok Nah untuk menceritakan semuanya. Dan setelah menghela napas panjang, akhirnya Mbok Nah pun mulai bercerita.


"Hemmmm...mungkin sekarang sudah saatnya Nak Dika tahu tentang cerita yang sebenarnya," ujar Mbok Nah.


"Sebenarnya dulu Nyonya Diana melahirkan sepasang bayi kembar laki-laki dan Perempuan. Mereka berdua merasa sangat bahagia dengan kehadiran kalian, Nyonya Diana dan Tuan Anjas memberi nama Andhika Pratama dan Cinta Pratama," cerita Mbok Nah, yang kini membuat jantung Dika berdetak kencang.


"Lalu dimana Adik kembarku sekarang Mbok?" tanya Dika.


"Kami semua tidak mengetahui tentang keberadaan Cinta sekarang, karena setelah dua hari kalian dilahirkan ada orang yang menculiknya, dan itulah yang menjadi penyebab Nyonya Diana meninggal, karena beliau begitu Syok mengetahui adik kembar Nak Dika yang di culik," ucap Mbok Nah.


"Jadi Ibu meninggal bukan karena pendarahan? terus kenapa Ayah berbohong padaku?" tanya Dika.


"Bukan Nak Dika, Tuan Anjas berbohong karena dia tidak mau Nak Dika sedih jika mengetahui tentang semua kebenarannya. Dan selama bertahun-tahun Tuan Anjas terus berusaha untuk mencari Cinta, tapi tidak berhasil juga. Bahkan sebelum beliau meninggal dunia beliau sempat mencarinya ke berbagai kota, tapi Cinta hilang tanpa jejak. Satu-satunya petunjuk hanyalah sebuah kalung berliontin setengah hati yang dipakai oleh Cinta pada waktu bayi. Karena, pada waktu kalian lahir Nyonya Diana sempat memakaikan kalung pada Nak Dika dan Cinta yang bila disatukan akan menjadi nama kalian," ujar Mbok Nah.


"Jadi apa mungkin Cinta yang sekarang menjadi kekasihku adalah Adik kembarku yang hilang Mbok? karena semua orang yang melihat kami berdua selalu mengira bahwa kami adalah anak kembar," tanya Dika.


"Si Mbok juga gak tau Nak Dika, tapi coba saja Nak Dika satukan kalung yang kalian pakai, karena di liontin nya ada tulisan nama kalian, jika Nak Dika memakai yang bertuliskan Di dan Cin dibawahnya, berarti yang adik kembar Nak Dika pakai bertuliskan Ka dan Ta di bawahnya," ujar Mbok Nah.


"Aku takut Mbok, aku gak siap jika kenyataannya Cinta adalah adik kembarku sendiri, aku sangat mencintainya, bahkan tinggal seminggu lagi kami akan resmi menjadi sepasang Suami-Istri," ujar Dika dengan meneteskan airmata.


"Si Mbok tahu kalau Nak Dika begitu mencintai Nak Cinta dan ingin merajut rumah tangga dengannya. Akan tetapi, jika kenyataannya nanti kalian adalah anak kembar, Pernikahan kalian tidak akan Syah secara hukum dan Agama karena kalian masih satu darah," ujar Mbok Nah.


"Aku harus menyelidiki semua ini dulu Mbok, tapi rasanya hatiku belum rela jika kenyataannya Cinta adalah adik kembarku," ujar Dika.


"Sebaiknya sekarang Nak Dika berdo'a saja semoga Alloh SWT memberikan Petunjuk," ujar Mbok Nah.

__ADS_1


"Terimakasih ya Mbok, mudah-mudahan saja semua dugaan kita tentang Cinta salah ya Mbok, karena aku gak mungkin bisa menghapus rasa cintaku padanya," ujar Dika.


"Iya si Mbok juga berharap seperti itu, tapi kita juga sebaiknya menyelidiki Nyonya Clara," ujar Mbok Nah.


"Memangnya kenapa dengan Mamih Mbok?" tanya Dika.


"Sebenarnya si Mbok mulai curiga dengan kedekatan Bi Ijah dan Nyonya Clara, karena sudah beberapa kali Bi Ijah keceplosan memanggil Nyonya Clara dengan panggilan Nak Clara," ujar Mbok Nah yang kini membuat Dika heran.


"Dan harus Nak Dika tahu kalau sebelum Menikah dengan Nyonya Diana, Tuan Anjas adalah Cinta Pertamanya Nyonya Clara, dan mereka putus karena Nyonya Clara sempat menghilang, dan anehnya beberapa tahun kemudian dia muncul lagi setelah mendengar kabar meninggalnya Nyonya Diana," jelas Mbok Nah sehingga kini Dika dan Mbok Nah mempunyai kecurigaan terhadap Clara dan Ijah.


"Kalau begitu aku bakalan mencari tahu semuanya Mbok, aku juga curiga dengan meninggalnya Ayah yang secara tiba-tiba, aku menduga semua ini ada hubungannya dengan Mamih Clara," ujar Dika.


"Ya sudah si Mbok do'akan semoga berhasil ya Nak," ujar Mbok Nah.


"Iya terimakasih banyak atas semuanya Mbok, sejak Dika bayi Mbok selalu menyayangi Dika, dan bagi Dika Mbok Nah sudah seperti Nenek Dika sendiri," ujar Dika dengan memeluk tubuh Mbok Nah.


Dika kini kembali ke ruang kerjanya, disaat dia melihat Cinta yang masih sibuk memilih Undangan Pernikahan mereka, dia kemudian langsung memeluk dengan erat tubuh Cinta dari belakang.


"Maaf ya Cinta aku sudah lancang, tolong biarkan aku memelukmu sebentar saja," Pinta Dika dengan meneteskan airmata.


"Apa yang sudah terjadi mas? mas Dika kenapa? mas Dika baik-baik saja kan?" tanya Cinta.


"Aku takut Cinta, aku takut sekali kalau kamu pergi meninggalkanku.


Cinta pun kini melepas pelukan Dika, dia kemudian menghadap Dika dan menggenggam erat tangannya.

__ADS_1


"Mas jangan khawatir ya, aku pasti akan selalu ada buat mas Dika, mas coba lihat ini, aku sudah menemukan Undangan yang cocok untuk Pernikahan kita, bagus kan Undangannya, Simpel tapi terlihat elegan," ucap Cinta yang dijawab oleh anggukan kepala oleh Dika.


"Mas kenapa sih pake acara nangis segala, kayak anak kecil aja," ujar Cinta dengan mengelap airmata yang berada di pipi Dika.


"Aku terlalu bahagia karena bisa memilikimu dalam hidupku," ucap Dika dengan kembali memeluk erat tubuh Cinta sehingga Cinta merasa aneh.


Aku gak rela jika harus berpisah denganmu Cinta, setelah perjuanganku selama bertahun-tahun untuk mendapatkan dirimu, apa aku sembunyikan saja kebenaran tentangmu jika nanti kamu benar Adikku? ucap Dika dalam hati.


"Udah ah acara nangis nya, sebaiknya kita coba dulu kirim Undangannya ya," ajak Cinta yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Dika.


"Orang pertama yang mau mas Dika Undang di Pernikahan kita siapa?" tanya Cinta.


"Apa boleh Ilham saja yang menerima Undangan Pertama dari kita?" ujar Dika. Dan Cinta pun dengan berat hati menganggukan kepalanya.


Kini dengan tangan yang gemetar Cinta mengirimkan Undangan Pernikahannya kepada Ilham.


Bismillah....maafin aku mas Ilham karena kita selamanya tidak akan mungkin bisa bersama, semoga mas Ilham selalu bahagia, ucap Cinta dalam hati dan dia mencoba untuk menahan airmata nya supaya tidak keluar di hadapan Dika.


Kini Cinta sudah berhasil mengirimkan Undangan Pernikahan kepada Ilham, dan Dika pun langsung tersenyum menatap wajah Cinta.


"Terimakasih ya sayang, aku merasa sangat bahagia," ujar Dika yang kemudian duduk di samping Cinta untuk membantu menyebarkan Undangan Digital.


"Mas Undangannya jangan terlalu banyak ya, acaranya sederhana saja, supaya nanti kita juga bisa sekalian ngadain acara santunan Anak Yatim dan fakir miskin," ujar Cinta


"Iya sayang, aku ikut aja semua kemauan Paduka Ratu," ucap Dika yang kini mendapat cubitan di pinggangnya dari Cinta. Sehingga mereka berdua pun terlihat bahagia dengan ditemani canda dan tawa.

__ADS_1


Semoga saja ini menjadi awal dari kebahagiaanku bersama mas Dika, ucap Cinta dalam hati.


__ADS_2