Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 50 ( Pernikahan yang Gagal )


__ADS_3

Pagi ini Cinta berencana akan memasak sayur untuk sarapan. Dan ketika dia sedang memotong sayuran tiba-tiba jarinya teriris pisau.


Awww


Cinta terdengar meringis kesakitan. dan Arya yang sedari tadi mengamatinya pun bergegas menghampiri kekasih hatinya tersebut.


"Kamu kenapa sayang? kok tangannya bisa sampai kena pisau sih," ujar Arya yang kini terlihat panik kemudian memasukan jari tangan Cinta yang teriris ke dalam mulutnya supaya darahnya berhenti mengalir.


"Gak tau kenapa perasaanku saat ini gak enak banget mas," jawab Cinta.


"Mungkin kamu kecapean sayang, sebaiknya kamu istirahat saja ya, biar mas aja yang masak," ujar Arya yang kini menuntun Cinta untuk duduk di kursi yang berada di dapur.


Apa mungkin telah terjadi hal buruk yang menimpa salah satu keluarga Cinta, batin Arya.


Cinta kini masih terlihat duduk termenung,


Apa yang sebenarnya telah terjadi Ya Alloh, kenapa hatiku rasanya tidak enak begini, kenapa aku belum juga mengingat semua masalaluku, batin Cinta.


"Sayang kamu jangan melamun terus, mas jadi khawatir melihatnya," ujar Arya dengan memeluk tubuh Cinta dari belakang.


"Aku gak apa-apa kok mas, aku cuma lagi mikirin sesuatu aja," ujar Cinta.


"Ya sudah sebaiknya kamu minum dulu," ujar Arya dengan memberikan Cinta segelas air.


"Mas gimana kalau kita ngelakuin ijab kabul ulang?" tanya Cinta sehingga membuat Arya kaget.


"Kenapa kamu bisa mempunyai ide seperti itu sayang?" tanya Arya.


"Aku kan belum ingat momen indah kita mas, mungkin jika kita melakukan ijab kabul ulang, aku akan mengingat sesuatu tentang Pernikahan kita, lagian Buku Nikah kita juga kan hilang, boleh ya mas," rengek Cinta.


Selama ini memang hal itu yang selalu aku impikan, tapi aku takut jika nanti kita telah resmi Menikah kamu akan membenciku jika semua ingatanmu kembali, batin Arya.


"Gimana kalau besok aja mas kita melaksanakan acaranya, mas kan libur satu minggu jadi sekalian saja kita berangkat honeymoon," ujar Cinta dengan malu-malu.

__ADS_1


Arya kini masih terlihat berpikir.


"Kalau memang itu kemauan Istri mas tercinta, mas pasti akan mengabulkannya," ujar Arya yang masih ragu dengan yang akan dia lakukan.


Mungkin memang ini cara satu-satunya supaya aku bisa memiliki Cinta untuk selamanya, maafkan mas Sayang jika mas telah egois dan belum bisa jujur tentang semua kebohongan ini, ujar Arya dalam hati.


Akhirnya hari ini Cinta dan Arya pun sibuk melakukan persiapan untuk acara besok, dan mereka memesan catering serta membeli baju yang akan mereka kenakan pada acara Pernikahan mereka.


"Sayang apa ini tidak terlalu terburu-buru?" tanya Arya.


"Kita kan sudah Menikah selama satu tahun mas, tapi aku masih belum mengingat apa pun, mungkin dengan kita mengulang momen indah yang pernah kita lalui, secara perlahan ingatanku akan kembali," ujar Cinta.


"Tapi apa kamu gak mau mengadakan acara Pernikahan kita secara mewah?" tanya Arya.


"Gak perlu sayang, kita ngadain acaranya sederhana saja ya, cukup mengundang tetangga yang dekat rumah aja, lagian kita juga sudah tidak mempunyai sanak saudara," ujar Cinta.


Sebenarnya kamu masih mempunyai saudara kembar dan dua Adik angkat Cinta, batin Arya yang kini merasa bersalah.


Setelah selesai berbelanja mereka pun kini pulang ke rumah dengan hati yang berbunga-bunga.


"Pertanyaan Mas itu aneh deh, masa aku gak Cinta sama Suamiku sendiri sih," jawab Cinta.


"Mas takut jika selama ini kamu tidak pernah mencintai mas, dan kamu terpaksa tinggal dengan mas hanya karena status kita saja," ujar Arya.


"Mungkin awalnya aku ragu dengan perasaanku terhadap mas karena aku tidak mengingat apa pun tentang masalalu kita, tapi lama kelamaan rasa cinta itu tumbuh dengan seiring waktu yang selalu kita habiskan bersama," jawab Cinta dengan tersenyum.


"Ya udah yuk turun mas, Alhamdulillah kita dah sampai rumah," ujar Cinta yang kini turun dari mobil dengan menjinjing tas belanjaan.


"Sayang sini tas nya biar mas bawain," ujar Arya.


"Gak apa-apa mas, belanjaan kita kan banyak, aku juga cuma bawa yang entengnya aja kok," jawab Cinta. dan mereka berdua pun kini beriringan masuk ke dalam rumah setelah sebelumnya mengucap Salam.


"Mas aku bersih-bersih dulu ya, badanku rasanya sudah lengket nih," ujar Cinta dengan berlalu ke kamar mandi.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Adzan Maghrib pun berkumandang, dan seperti biasa mereka melaksanakan Solat dengan berjamaah.


"Mas aku tidur duluan ya, rasanya badan aku pegel semua, Solat Isya nya nanti malam saja sekalian tahajud," ujar Cinta yang kini merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Selama ini Cinta dan Arya memang tinggal dalam satu kamar, tapi mereka tidur di ranjang yang terpisah karena Arya beralasan takut penyakitnya kambuh apabila hasratnya sampai timbul.


Keesokan paginya Arya dan Cinta pun kini bersiap melakukan acara ijab kabul Pernikahan mereka.


Kemarin mereka juga sempat mengundang tetangga terdekat untuk menyaksikannya dengan alasan untuk mendapatkan kembali Buku Nikah mereka yang hilang.


Satu persatu para tetangga kini telah berdatangan, dan semua persiapan pun kini telah rampung karena bantuan para tetangga dan Pemerintah setempat yang sudah dekat dengan Cinta dan Arya.


Arya kini telah duduk di depan penghulu, dan secara perlahan Cinta kini berjalan menuruni anak tangga menuju acara ijab kabul.


Arya begitu terpesona melihat Cinta yang kini mengenakan kebaya serta riasan wajah sehingga membuat Cinta semakin cantik.


"Kamu cantik sekali sayang," bisik Arya kepada Cinta yang kini telah duduk di sampingnya sehingga Cinta kini tersipu malu.


"Bagaimana Dokter Arya, Nak Cinta, apa kalian berdua sudah siap?" tanya Pak Penghulu.


"InsyaAlloh saya sudah siap Pak," jawab Arya.


Kemudian acara ijab kabul pun kini dimulai.


"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Arya Alfarizki saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan Adinda Cinta Pratama Bin Anjas Pratama dengan mas kawin seperangkat alat Solat beserta seratus gram emas dibayar Tunai.


"Saya terima Nikahnya Adinda Cinta Pratama Bin Anjas Pratama dengan mas kawin tersebut dibayar Tu..."


Belum juga Arya selesai mengucapkan ijab kabul, Cinta yang kini berada di sampingnya tiba-tiba memegang kepalanya dan terlihat kesakitan lalu kemudian tiba-tiba Cinta pingsan setelah menyebutkan nama Ilham.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Arya yang kini terlihat panik melihat Cinta yang pingsan di pangkuannya.


"Mohon maaf semuanya mungkin acaranya akan saya tunda dulu sampai Istri saya kembali sehat, silahkan Bapak dan Ibu menikmati hidangan yang telah kami sediakan," ujar Arya dengan menggendong Cinta ke dalam kamar.

__ADS_1


Setelah Arya membaringkan tubuh Cinta, dia segera mengambil peralatan untuk memeriksa keadaan Cinta.


"Sayang mas mohon cepetan bangun, jangan membuat mas khawatir," ujar Arya yang kini mengompres kening Cinta yang demam lalu memberikan obat penurun panas, sehingga Arya yang kelelahan pun sampai tertidur di samping Cinta dengan posisi duduk dan menggenggam erat tangan Cinta.


__ADS_2