
"Din...kamu ada disini"tanya Indra ketika sudah sadar dan membuka matanya
"Syukurlah bang Indra kamu sudah sadar sekarang,semoga keadaanmu cepat membaik supaya Bapak dan Ibu tidak merasa khawatir seperti sekarang ini.Baiklah aku akan panggilkan dokter dulu untuk memeriksa kondisimu saat ini"ucap Dini sambil beranjak dari tempat duduknya
"Din...tunggu dulu sebentar,saat ini kondisiku sudah sangat baik apalagi setelah melihatmu berada ditempat ini untuk menemaniku.Din...walau aku tahu rasa sakit yang kamu terima dari penghianatanku itu tidak akan berkurang dengan kata maaf yang aku ucapkan,tetapi aku akan tetap meminta maaf kepadamu.Jujur setelah kamu pergi dari kehidupanku ada yang hilang bersama kepergianmu bahkan aku tidak mengetahui apa yang hilang itu,yang pasti hati ini terasa kosong dan semangat untuk melanjutkan hidup pun sudah tidak ada.Din...jika kesempatan kedua itu ada,apakah kamu bersedia memberikan aku kesempatan itu,bisakah aku mengharapkan kehadiranmu kembali.Dari dulu hingga sekarang memang aku bukanlah orang baik,tetapi aku mohon Din tolong pertimbangkan permintaan ini"pinta Indra kepada Dini
"Saat ini kesehatanmulah yang paling utama bang.Jika kamu sayang pada keluargamu,maka segeralah pulih.Untuk masalah memberi kesempatan kedua untukmu,maaf aku tidak bisa memenuhi itu.Jika kedatangku ketempat ini kamu salah artikan,aku tegaskan kembali bang Indra,aku tidak lagi mencintaimu dan tidak akan mencintaimu kembali.Saat semua yang telah terjadi kepada keluarga kita dulu,itu artinya kita sudah harus siap melepas satu dengan yang lainnya.Jadi aku mohon bang,jika kamu masih ingin melihat aku menjalin silaturahmi dengan keluargamu,maka tolong jangan pernah membahas masalalu dan jangan mengharapkan kehadiranku lagi"ucap Dini dengan sedikit kesal
"Baiklah Din,aku minta maaf karena masih berharap kepadamu.Semoga kedepan aku bisa menerima semuanya dengan lapang dada"ucap Indra sambil kembali merebahkan tubuhnya ketempat tidur
"Baiklah Bu,Pak Dini pulang dulu karena Indra sudah sadar dan sedang di periksa oleh dokter"ucap Dini
"Terimakasih nak Dini,sekali lagi bapak minta maaf karena telh merepotkan mu lagi,hati-hati dijalan nak"ucap pak Ipan
"Tidak masalah pak,sampai jumpa di lain waktu"ucap Dini sambil berlalu dari ruang tunggu rumah sakit itu
"Sebaiknya aku langsung ketoko sekarang,ini juga masih belum terlambat untuk mengikuti rapat hari ini"gumam Dini sambil menyetir mobilnya kearah tokonya
"Syukurlah kamu bisa hadir Din,orang yang akan bekerja sama dengan kita ini orangnya sedikit cerewet sementara anaknya sangat kaku dan dingin Din"ucap Teo saat melihat Dini tiba di parkiran toko mereka
__ADS_1
"Apa mereka sudah tiba bang"tanya Dini memastikan
"Mereka memang belum tiba Din,tetapi sebaiknya kamu bersiap sekarang dan lebih baik kita yang menunggu dari pada kita yang terlambat"ucap Teo
"Baiklah bang,aku akan segera tiba di ruangan rapat hari ini"ucap Dini sambil bergegas menuju ruangannya
*****
"Terimakasih Bu,semoga kerjasama ini akan menguntungkan kedua belah pihak"ucap anak si pak X itu kepada Dini
"Sama-sama pak"sahut Dini sambil mengantarkan kedua tamu itu menuju parkiran toko mereka
"Amin bang"sahut Dini
****
"Tolong bawa aku pulang pak,aku sudah tidak betah ditempat ini"ucap Indra sambil mencoba melepas selang infus yang ada di tangannya
"Apa maksudmu bang,keadaanmu saat ini belum pulih dan kamu sudah meminta untuk pulang kerumah.Tolong kamu pahami keadaanmu yang sekarang,jika bukan untuk kamu,setidaknya untuk kami nak.Saat menerima kabarmu yang baru mengalami kecelakaan,kami bahkan tidak tahu harus melakukan apa lagi demi mengejarmu kekota ini"ucap pak Ipan
__ADS_1
"Rasanya aku hidup atau tidak juga sama saja pak,Dini bahkan sudah tidak mau mengenal keluarga kita lagi jika aku masih membahas perasaanku padanya pak.Dini telah menghukumku sekejam ini hingga menjengukku kerumah sakit ini pun dia tidak datang lagi pak"ucap Indra dengan suasana hati yang semakin memburuk
"Saat kamu tidak sadarkan diri,Dini bahkan rela menemanimu di tempat ini walau kita tahu saat itu hatinya belum benar-benar pulih akan semua kejadian yang sudah terjadi di kehidupannya.Jika kamu berada di posisi dia,apakah hatimu seluas hatinya Dini,apakah kamu mau datang dan meluangkan waktumu demi seorang mantan yang sudah jelas-jelas telah melukaimu.Saat ini yang perlu kamu harus pahami adalah tidak ada kewajiban buat Dini untuk memahami dan meluangkan waktunya untukmu,saat ini Dini juga bukan siapa-siapa mu lagi nak.Dini juga punya kehidupan diluar yang perlu dia jalaninya.Jadi Bapak mohon kepadamu tolong berusahalah untuk bisa menjalani kehidupanmu tanpa bayang-bayang dari seorang Dini.Bapak yakin kamu pasti bisa melakukannya walau butuh waktu.Belajarlah dari pengalaman yang susah pernah terjadi dan jangan mengganggunya lagi nak"mohon Pak Ipan kepada Indra dan sambil mencoba memberi pengertian pada putra sulungnya itu
****
Enam bulan berlalu
Hari-hari Dini berjalan seperti biasanya,tidak ada yang berubah kecuali
hubungan kerjasama antara Pak X dengan tokonya Dini yang semakin memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak
Siang itu,Rudi menghubungi Dini untuk memberitahukan bahwa Rudi dan Riko akan berangkat menuju kota M untuk menjadi perwakilan keluarga yang akan menemui orang tua dari calon istrinya Adi.Mengingat waktu yang sudah di sepakati oleh kedua belah pihak, maka keluarga pun memutuskan untuk segera melamar Carin dan melanjutkan hubungam itu kejenjang pernikaha
"Baiklah Rud kalian hati-hatilah di jalan,jika merasa lelah sebaiknya berhenti dan beristirahatlah dan tolong jangan ngebut saat mbawa mobilnya nanti.Nanti sesudah tiba di kota M,tolong segera kabari aku Rud"ucap Dini
"Baiklah Din,kamu tenang saja dan doakanlah yang terbaiki untuk semuanya"ucap Rudi
"Semoga semua rencana indah antara Adi dan Carin berjalan dengan baik.Walau aku tahu tidak semua pernikahan itu akan berujung dengan hal yang tidak baik,tetapi entah kenapa saat mendengar yang namanya pernikahan aku langsung merasa takut dan sedih.Semoga ini hanyalah ketakutanku saja.Aku hanya berharap Carin benar-benar tulus menerima Adi sebagai suaminya dan Adi menerima Carin dengan apa adanya juga.Saat harta sudah di depan mata,biasanya sifat wanita itu akan kelihatan seperti apa aslinya"gumam Dini sambil melanjutkan kembali pekerjaanya yang hampir tertimpa saat
__ADS_1