
Sementara Leni yang sengaja ingin menguping pembicaraan Ibu dan kakak iparnya itu merasa sedih sekaligus marah terhadap Bu Neni saat itu
"Apa dulu Ibu sebegitu tersiksanya sehingga sampai saat ini hal itu masih membekas di hati Ibu.Jujur jika aku berada diposisi kak Dini aku bahkan lebih memilih pulang kerumah Ibuku dan meninggalkan bang Indra,biarlah Ibu menyayangi dan menjaganya hingga tua"gemuruh hati Leni saat mendengar ucapan ibunya tadi
"Bu sesakit apapun dulu perasaan Ibu terhadap sifat keluarga dari Bapak,aku mohon tolong lupakan itu Bu,bukannya Ibu akan senang dan puas,tetapi akan sebaliknya Bu,Ibu akan semakin sakit dan ingin membalaskan hal itu kepada menantu Ibu yng lainnya.Dini mohon Bu,kedepan apapun yang sedang Ibu alami,Ibu bisa ceritakan hal itu kepada Dini,anggap Dini ini sebagai putri,sahabat Ibu yang akan siap mendengar setiap keluhan Ibu"pinta Dini
"Baiklah nak,Ibu minta maaf akan hal itu,saat ini ibu hanya ingin memberikan perhiasan ini kepadamu,dulu perhiasan ini di beri oleh nenekmu setelah Ibu melahirkan Indra suamimu.Tolong jaga dan rawatlah ini dengan baik karena barang ini adalah peninggalan turun temurun dari keluarga kita"ucap Bu Neni
"Terimakasih Bu,Dini janji akan menjaga barang ini dengan baik"ucap Dini sambil menerima pemberian Bu Neni dan memeluk mertuanya itu dengan tulus
"Baiklah Bu,Dini akan menyimpan barang ini dulu,sebaiknya kita kedepan sebelum yang lain berpikiran yang tidak baik terhadap kita"ucap Sarah
"Baikah"ucap Bu Neni dengan sedikit canggung
Indra yang melihat kedatangan Dini dan Ibunya itu merasa heran karena tidak menemukan kesedihan diwajahnya Dini,tetapi sebaliknya Dini malah kelihatan lebih ceria dan megandeng tangan Bu Neni tanpa ada jarak diantara keduanya
"Sepertinya ada hal yang membuatmu sangat senang bee"ucap Indra sedikit curiga
"Tentu saja by,Ibu memberikan ini kepadaku"ucap Dini dan mengeluarkan perhiasan yang di berikan Bu Neni tadi kepadanya
"Itu memang hak mu nak"sahut Pak Ipan
"Terimakasih Pak,Bu"ucap Dini dan merangkul kedua mertuanya itu dengan tangis bahagia
"Sudahi dulu acara tangis-tangisannya,ini sudah jam dua siang,sebaiknya kita berangkat sekarang sebelum dua pengantin baru ini ketinggalan pesawat dan si pangeran kodok ini mangkir kerja besok"gurau Leni mencairkan suasana
__ADS_1
"Baiklah kita berangkat sekarang"ucap Pak Ipan
.....
"Kami berangkat Bu,Pak,Len,sampai bertemu di minggu depan"ucap Dini dan kembali memeluk keluarga barunya itu
"Hati-hati yah nak,Bapak sudah tidak sabar ingin berkumpul kembali di kota P nanti"sahut Pak Ipan
.....
Setelah Indra dan Dini berangkat menuju kota P,Pak Ipan dan Bu Neni serta Leni memilih mampir ke salah satu cafe yang mereka lewati saat itu
"Bu...apa sebegitu terlukanya ibu beberapa puluh tahun yang lalu oleh keluarga nenek sehingga Ibu pun berniat membalaskan semuanya kepada kak Dini.Jika aku berada di posisi kak Dini,jujur aku pasti akan melawan Ibu dan memilih meninggalkan Bang Indra untuk Ibu,silahkan jaga dan bila perlu ikat itu anak Ibu supaya tidak mengenal perempuan.Jika memang Ibu di perlakukan tidak adil dan Bapak tidak membela Ibu saat itu,maka Leni mohon Bu...lupakan semuanya itu,mulai hidup yang baru supaya hidup Ibu bahagia"ucap Leni
Leni langsung menceritakan semua pembicaraan antara Ibunya dan Kakak iparnya saat mereka masuk kedalam kamar siang tadi
"Apa maksudnya itu Bu,apa selama ini Ibu memang diperlakukan buruk oleh Ibu dan keluargaku,jika itu benar kenapa Ibu tidak pernah menceritakan semuanya kepadaku"tanya pak Ipan sedikit emosi
Mendengar suara suaminya yang sudah tidak seperti biasanya,Bu Neni sedikit takut dan langsung menangis
"Saat itu Ibu takut Pak,saat itu Ibu mertua mengancam supaya tidak memberitahukan hal itu kepada Bapak,jika hal itu sampai Bapak ketahui,maka Ibu mertua tidak akan segan memisahkan kita.Saat Indra lahir,Ibu mertua perlahan-lahan sudah mulai menerima keberadaan Ibu dikeluarga kita.Saat Bapak naik jabatan dan di pindah tugaskan,Ibu merasa sangat senang karena sudah lepas dari jangkauan Ibu mertua saat itu"cerita Bu Neni dengan menangis sedih karena harus mengingat masalalu yang menurutnya sangat buruk itu
"Jujur aku ingin melupakan masa buruk itu,tetapi mau tak mau terpaksa aku harus menangis untuk menghindari amukannya,jika tidak aku pasti kena marah dan yang lebih parahnya lagi aku pasti dilarang untuk ngumpul dengan geng sosialita kami nanti"batin bu Neni
Melihat istrinya yang sangat sedih,Pak Ipan pun tidak tega untuk melanjutkan nasehatnya dan memilih merangkul istrinya itu
__ADS_1
"Ternyata aku bukanlah suami yang baik untukmu Bu,bahkan sampai diumur pernikahan kita yang sudah berjalan tiga tahun dulu kamu masih tersakiti dan terluka atas kekurang pedulianku saat itu.Saat itu aku hanya fokus ke karirku karena menurutku aku akan membahagiakanmu dengan pekerjaanku yang bagus dan gajiku yang besar.Tetapi aku salah Bu,aku minta maaf untuk itu"ucap Pak Ipan saat mengingat kembali kehidupan mereka beberapa puluh tahun lalu
"Ibu juga minta maaf pak"sahut Bu Neni dengan memeluk suaminya itu
"Baiklah...sekarang semuanya sudah jelas dan kedepan hal ini kita tidak perlu bahas lagi.Semuanya sudah berlalu dan Nenek juga sudah pergi menghadap Tuhan.Sekarang dan untuk kedepan,tolong Ibu sayangi kak Dini seperti Ibu menyayangiku.Kita sangat beruntung memiliki kak Dini bu,bahkan semua geng sosialita Ibu itu pun sangat salut terhadap Kak Dini"ucap Leni
"Baiklah nak"sahut Bu Neni
Sementara Dini dan Indra baru sampai di bandar di kota P dan memilih memesan taxi untuk membawa mereka kerumah yang akan mereka tempati nanti
"Hallo Din,kalian sudah dimana sekarang"tanya Meli saat panggilan di ponselnya telah tersambung
"Kami sudah sampai di rumah kak"sahut Meli
"Baiklah Din,kami akan datang kesana besok saja yah,kebetulan anak-anak sedang kurang sehat"ucap Meli
"Baiklah kak"sahut Dini dan mengakhiri panggilan di ponselny itu
Sementara Indra yang sudah selesai mandi langsung merebahkan tubuhnya di kamar itu
"Bee...bongkar barang-barangnya nanti saja yah,rumah juga sepertinya sudah di bersihkan oleh Dela.Sebaiknya kita tidur sekarang karena besok abang akan masuk kerja pagi"ucap Indra
"Baiklah by"ucap Dini
"Aku akan memastikan bahwa kamu tidak menerima perlakukan buruk dari Ibuku Bee,aku juga akan memastikan kebahagiaanmu berada bersamaku"gumam Indra sambil memeluk tubuh istrinya itu ketika sudah terlelap
__ADS_1