Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 67 ( Cinta Pertama dan Cinta terakhir )


__ADS_3

...Jangan pernah menyerah dengan pahitnya kehidupan, yakinlah semua akan indah pada waktunya, tetaplah berusaha dan berdo'a....


...❤️❤️❤️...


Satu tahun pun kini telah berlalu dari semenjak kepergian Arya. Meski pun Ilham dan Cinta diberi amanah oleh Arya untuk bersatu, tapi Cinta masih berat untuk kembali menjalin suatu hubungan, walau jauh dalam lubuk hatinya Cinta masih mempunyai rasa cinta untuk Ilham.


"Dek sampai kapan kamu akan seperti ini? mendiang Arya pasti akan sedih jika permintaan terakhirnya belum kamu penuhi," ujar Dika yang kini menghampiri Cinta yang sedang duduk termenung di dalam kamarnya.


"Semua ini masih berat untukku Kak, karena aku sudah kehilangan Suamiku pada saat resepsi Pernikahan kami, bahkan mas Arya sudah rela mengorbankan dirinya untuk melindungiku," ujar Cinta dengan meneteskan airmata.


"Kakak tau tentang semua itu sayang, tapi kamu harus memikirkan perasaan Ilham juga yang sudah lama menunggumu bahkan selama bertahun-tahun dia rela menduda, Kakak tau kalau kamu juga masih mencintai Ilham kan?" tanya Dika.


"Tapi Kak aku takut untuk memulai kembali sebuah Pernikahan, aku masih trauma Kak," ujar Cinta dengan menangis dalam pelukan Dika.


"Kakak tau sayang, Kakak yakin kamu pasti kuat menghadapi semua ini, sebaiknya sekarang kita temui Ilham dulu ya, sepertinya dia mempunyai kejutan untukmu," ujar Dika dengan menggandeng tangan Cinta untuk keluar dari kamar.


Ketika Cinta sampai di ruang tamu, dia melihat Bu Salma yang kini merentangkan kedua tangannya kepada Cinta, dan Cinta pun langsung berhambur kedalam pelukannya.


"Sayang, Ibu kangen sekali sama Cinta," ujar Bu Salma dengan mengelus lembut punggung Cinta.


"Cinta juga kangen banget sama Ibu, maaf ya Bu seharusnya Cinta yang datang untuk menemui Ibu," ujar Cinta dengan meneteskan airmata.


"Seharusnya Ibu yang meminta maaf atas semua kesalahan yang telah dilakukan kepada Cinta oleh mendiang Suami Ibu, makanya baru sekarang Ibu memberanikan diri untuk menemui Cinta, karena Ibu merasa malu Nak," ujar Bu Salma yang kini menangis.


"Ibu tidak perlu merasa bersalah atas semua yang telah terjadi, Cinta sudah melupakan semuanya, sebaiknya kita semua membuka lembaran baru dan melupakan masalalu," ujar Cinta.


"Apa kamu bersedia membuka lembaran baru bersamaku Cinta?" tanya Ilham yang kini memberanikan diri untuk angkat bicara.


Cinta nampak berpikir lalu kemudian dia pun menganggukan kepala.


"Insyaallah aku siap mas Ilham, karena itu juga merupakan keinginan terakhir mas Arya," ujar Cinta dengan tersenyum, sehingga Ilham langsung memeluk tubuh Dika.


"Aduh Ham ngapain sih loe pake meluk-meluk gue segala," ujar Dika yang nampak kesal.


"Kalau gue meluk Cinta kan belum muhrim, lagian loe pasti marah juga kan," ujar Ilham.


"Iya..iya, sini gue peluk lagi biar loe puas, anggap aja gue ini Cinta, wajah kita kan mirip, apalagi kalau gue pake jilbab juga," celetuk Dika, sehingga membuat semua orang yang berada di sana tertawa.


"Terus kapan rencana Pernikahan kalian?" tanya Dika.


"Sekarang !" jawab Cinta dan Ilham secara bersamaan.


"Kalian sepertinya sudah ngebet banget ya? sampai jawabnya barengan gitu, tadi aja Cinta bilang ogah-ogahan lho Ham sebelum ketemu sama kamu," goda Dika.


"Sepertinya lebih cepat lebih baik Dika, daripada Cinta nanti berubah pikiran lagi," ujar Ilham dengan cengengesan, sehingga membuat Cinta tersipu malu.

__ADS_1


"Eh Ham loe gak sopan banget sih panggil gue nama, mulai sekarang loe harus panggil gue Kakak ipar," ujar Dika yang kini merangkul tubuh Ilham.


"Iya Kakak iparku yang jomblo," ledek Ilham.


"Awas aja loe ngatain gue jomblo, nanti gue gak mau jadi Wali Nikah Cinta baru tau rasa," canda Dika.


"Iya maaf Kakak iparku yang tampan, baik hati dan tidak sombong, aku do'ain semoga Kakak ipar cepat nyusul kita," ujar Ilham.


"Gitu donk Ham, itu baru namanya Adik ipar yang tahu tempe," ujar Dika.


"Garing banget sih loe bercandanya," ledek Ilham.


"Memangnya kalian tidak mau mengadakan pesta pernikahan secara meriah?" tanya Bu Salma.


"Meski pun ini bukan Pernikahan kalian yang pertama, tapi kenyataannya kalian masih bujang sama perawan kan?" goda Bu Salma.


"Ibu kenapa sih bilang gitu, Cinta kan jadi malu," ujar Cinta dengan bersandar kepada tubuh Bu Salma.


"Kalau Ilham gimana Cinta aja Bu," ujar Ilham.


"Maaf ya mas Ilham, mas Ilham kan tau sendiri, aku trauma dengan acara resepsi pernikahan, jadi sebaiknya kita mengadakan acaranya sederhana saja ya, cukup acara ijab kabul sama ngundang keluarga dan tetangga dekat saja," ujar Cinta.


"Iya sayang aku ikut kamu saja," ujar Ilham dengan tersenyum.


"Ya udah Kakak ipar sebaiknya sekarang kita panggil Penghulu," ujar Ilham kepada Dika.


"Ya sudah kalau begitu sekarang kita mulai semua persiapannya, kan cuma ngundang keluarga sama tetangga dekat aja, biar Dika minta bantuan Pak RT buat ngasih tau tetangga, kalau untuk keluarga biar di telpon aja, Ilham nemuin Pak penghulu, Ibu dan Cinta ngurus dekor sama makanan, gimana?" tanya Dika yang sekarang membagi tugas.


"Terus tugas Si Mbok sekarang apa?" tanya Mbok Nah yang baru muncul dari dapur.


"Si Mbok urus para bocil aja ya, tuh Ada Cinta kecil sama Dita yang masih butuh pengawasan ekstra ketat," tunjuk Dika.


"Duh senengnya rumah ini jadi ramai, belum lagi nanti ditambah anak-anak Nak Cinta dan Nak Ilham," ujar Mbok Nah.


"Kalau itu masih lama Mbok, prosesnya aja belum mulai," ujar Dika dengan tertawa.


"Kakak inget ngomongnya jangan aneh-aneh, lihat tuh ada anak kecil dua ekor," canda Cinta.


"Emangnya kamu kira mereka Ayam apa?" ledek Dika.


"Adiknya bercanda juga malah diledekin," ujar Cinta dengan cemberut.


"Sudah_sudah, kalian kok malah ribut terus, ayo sekarang siap-siap, supaya besok Cinta sama Ilham sudah bisa Menikah, Ilham aja sudah daritadi berangkat ke rumah Pak Penghulu," ujar Bu Salma.


"Lho kok cepet banget, aku sampai gak sadar kalau mas Ilham sudah berangkat," ujar Cinta.

__ADS_1


"Ilham udah kebelet Nikah sama kamu Dek," ujar Dika dengan cengengesan.


Keesokan harinya..


Acara Pernikahan Cinta dan Ilham pun akan segera diselenggarakan, Ilham dan Cinta kini sudah bersanding di depan Penghulu dengan hati yang berdebar-debar.


Kok aku grogi gini ya, batin Ilham dengan dahinya yang mengeluarkan keringat.


"Mas Ilham kenapa?" tanya Cinta.


"Aku cuma grogi aja sayang," jawab Ilham dengan berbisik.


"Awas nanti kamu pingsan lagi," ledek Dika yang kini ada di hadapan Ilham untuk menjadi Wali Nikah Cinta.


"Dulu kan Cinta Nikahnya sama oranglain makanya aku sampai pingsan," jawab Ilham dengan tersenyum.


"Bagaimana Nak Ilham, apakah sudah siap?" tanya Pak Penghulu.


"Insyaallah saya sudah siap Pak," jawab Ilham.


"Baiklah kalau begitu Nak Ilham sekarang jabat tangan Nak Dika," ujar Pak Penghulu.


Setelah Ilham menjabat tangan Dika, Dika pun kini memulai acara Ijab kabul.


"Bismillah...Saudara Muhammad Ilham, saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan Adik kandung saya yang bernama Cinta Pratama Bin Almarhum Anjas Pratama dengan mas kawin seperangkat alat solat dan uang tunai sebanyak seratus Milyar rupiah dibayar Tunai."


"Saya terima Nikah dan Kawinnya Cinta Pratama Bin Almarhum Anjas Pratama dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai," ucap Ilham dengan lantang.


Setelah semua saksi menyatakan bahwa Pernikahan Cinta dan Ilham sah, tiba-tiba Ilham kini pingsan di pangkuan Cinta.


"Lho mas Ilham kenapa? bangun mas," ujar Cinta yang kini terlihat panik.


sesaat kemudian Ilham pun terlihat membuka sebelah matanya.


"Mas pingsan karena saking bahagianya impian mas selama ini bisa terwujud, yaitu bisa bersatu dengan kamu sayang, cinta pertama dan cinta terakhir untuk mas" ujar Ilham yang kemudian bangun dari pingsan pura-pura nya.


"Astagfirulloh, mas bikin aku cemas aja sih," ujar Cinta dengan meneteskan airmata.


"Maafin mas ya sayang, mas cuma bercanda," ujar Ilham dengan memeluk erat tubuh Cinta.


"Dasar kutu kupret, bercanda loe gak lucu Ham," ujar Dika dengan merangkul tubuh Ilham.


"Iya Nak, awas ya kalau kamu bikin kami semua jantungan lagi !" ujar Bu Salma dengan menjewer kuping Ilham, sehingga semua orang yang berada di sana pun tertawa.


Akhirnya Ilham dan Cinta kini telah resmi menjadi pasangan Suami-Istri setelah melewati perjuangan dan drama yang terjadi dalam kehidupan mereka.

__ADS_1


"Selamat Cinta dan Ilham, semoga menjadi Keluarga yang Sakinah, Mawadah dan Warahmah, Amin Yarobbal alamin, 🤲"


__ADS_2