Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Saat Menabur maka Kita Juga Pasti Menuai


__ADS_3

Sebulan berlalu


Hari ini adalah hari pernikahan antara Rudi dan Dini yang dilaksanakan di desa mereka


"Walau dengan sangat berat hati,aku akan merelakanmu bersama Rudi Din,jujur hati ini masih benar-benar mencintaimu bahkan semakin hari perasaan itu semakin tumbuh besar.Aku menyesal telah menyia-nyiakan keseempatan saat kita bersama dulu.Saat ini aku berdiri ditempat ini untuk menyaksikan pernikahanmu dengan Rudi.Aku hanya berharap semoga pernikahan kalian ini adalah pernikahan terakhir yang akan mengantarkan kalian kepada kebahagiaan selamanya.Kedepan semoga kehidupan baik itu juga menghampiri kehidupanku Din"gumam Indra sambil melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Rudi dan Dini sedang menyambut para tamu yang datang keacara mereka hari itu


"Semangat nak...lelaki sejati adalah lelaki yang siap melihat orang yng disayanginya bahagia bersama orang lain.Kedepan mulailah hidupmu yang baru tanpa bayang-bayang Dini.Walau berat tapi Bapak yakin kamu mampu melewatinya.Jangan pernah memusuhi orang yang pernah bertahta di hatimu,tetapi jadikan dia sahabat supaya hatimu juga tenang dalam menjalani hari-harimu"ucap pak Ipan sambil menggandeng tangan putra kesayangannya itu menuju pelaminan Rudi dan Dini


"Selamat buat kalian berdua,maafkan jika selama ini aku telah banyak menyakiti hati kalian berdua,selama ini kamu telah banyak melalui kesulitan baik saat kamu masih sendiri atau setelah bersama dengan aku.Aku sadar selama kita menjalani kehidupan bersama kamu bahkan telah banyak berkorban,tetapi pengorbanan mu itu tidak bisa aku hargai dengan baik.Kedepan kehidupanmu pasti akan berjalan dengan bahagia karena kamu akan memetik hasil dari Pengorbanan Cinta yang tulus darimu untuk semua orang.Aku hanya berharap,kiranya kalian juga mau memaafkan dan mendoakan aku supaya kedepan kehidupan baik jugalah yang akan memenuhi hari-hariku"ucap Indra sambil memeluk Rudi dan Dini secara bersamaan


"Terimakasih atas semuanya bang Indra,aku yakin kedepan kebahagiaan jugalah yang akan menghampiri kehidupan abang"ucap Dini


*****


Acara pesta telah selesai dilaksanakan dan para tamu juga telah pulang kerumah masing-masing,kecuali keluarga inti yang masih menginap malam itu dirumah orang tuanya Rudi


"Baiklah kami pulang dulu Rud,Din,semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang berbahagia"ucap para Saudara yang ingin kembli pulang ketempat mereka pagi itu


"Baiklah Paman,Bibi semuanya,kami juga berterimakasih buat kehadiran semua keluarga yang hadir saat ini,semoga kita semua di berikan kesehatan dan kebahagiaan,umur panjang dan rejeki yang melimpah"sahut Rudi


"Baiklah kami pamit pulang dulu"ucap perwakilan keluarga itu sambil menyalami keluarga yang ada di desa itu

__ADS_1


Semua keluarga telah kembali ke tempat masing-masing,Rudi dan Dini pun memutuskan untuk pergi kerumahnya Rudi pagi itu


"Din....terimakasih telah hadir di kehidupanku kembali,semoga kedepan hati kita tetap kuat untuk menjalani kehidupan ini.Aku berharap sekecil atau sebesar apa pun masalah yang datang,kita bisa menyelesaikannya dengan saling terbuka dan saling percaya antara satu dengan yang lain.Aku juga berharap akulah orang yang pertama sekali mengetahui saat kamu sedang bahagia ataupun sedang sedih,aku mau pundak inilah yang akan menjadi tempat sandaran terbaik untukmu"ucap Rudi saat keduanya sedang berbaring setelah sebelumnya mereka berdua pergi ke makamnya Yuli


"Aku juga berharap kedepan kita akan hidup damai,didalam hidupku kamu lah yang pertama dan untuk selamanya.Aku sudah pernah gagal dalam membina satu tangga,semoga kedepan itu tidak akan terulang lagi dan aku yakin kita mampu melalui semuanya"ucap Dini sambil merebahkan tubuhnya di pangkuan Rudi


"Sebaiknya kita beristirahat saja karena badanku memang masih sangat lelah"ucap Rudi


*****


"Mohon maaf aku ketiduran Rud"ucap Dini saat melihat Rudi telah selesai mandi dan sedang memasak makan malam untuk mereka berdua


"Tidak masalah Din,kamu juga pasti sangat lelah sehingga tidurmu begitu pulas,sebaiknya kamu mandi sekarang dan setelah itu kita makan malam"ucap Rudi


"Tenang saja saat ini Edo sedang bersama dengan kakak ipar,mereka sedang pergi jalan-jalan dan menginap di sana"ucap Rudi sambil menata makanan yang sudah selesai dimasaknya


"Makanan ini sangat enak Rud,sejak kapan kamu pintar memasak"tanya Dini


"Sejak kita putus dulu,aku memutuskan untuk belajar segala hal,aku tidak selamanya hidup dilayani dan tidak ada salahnya jika seorang laki-laki bisa memasak untuk istri dan keluarganya.Bagiku selagi itu tidak melanggar norma yang ada,maka tidak ada salahnya untuk mempelajari segala hal "ucap Rudi


"Suamiku punya pemikiran yang sangat maju,seorang wanita juga bisa melakukan pekerjaan lelaki,di kehidupan ini hanya tiga hal yang membedakan status wanita dengan lelaki yaitu seorang wanita bisa mengandung,melahirkan dan menyusui"ucap Dini

__ADS_1


"Baiklah,kita sudahi obrolan ini dan kita kembali beristirahat"ucap Rudi


*****


Setahun berlalu


Kehidupan Rudi dan Dini berjalan seperti keluarga yang lainnya.Rudi dan Dini juga telah membuka pabrik singkong di desanya yang kebetulan desa itu adalah desa penghasil singkong terbesar di kota itu.Para petani singkong juga sangat merasakan dampak dari keberadaan pabrik itu,selama ini para petani singkong sangat kesusahan dalam hal memasarkan hasil kebun mereka karena terkendala dengan jarak tempuh kekota


Saat ini keluarga Dini juga sedang bahagia karena sedang menantikan kehadiran seorang bayi kecil yang sebentar lagi akan dilahirkan kedunia ini.Menurut Dini ini adalah hadiah terbesar bagi keluarga mereka,mereka memberi adek pertama untuk Edo dan anak kedua untuk Rudi dan Dini


Banyak kebahagiaan yang menghampiri,tetapi tidak sedikit kesedihan dan duka juga turut menghiasi hari-hari dan kehidupan umat manusi.


Setelah kepergian Bu Neni untuk selamanya,Indra juga harus berjuang melawan penyakit yang dideritanya setahun belakangan ini.Karirnya hancur dan tempat usaha yang selama ini dibesarkannya harus terjual demi pengobatan yang sedang dijalaninnya.


Hidup memang harus di perjuangkan,tetapi lakukanlah dengan cara yang benar.Jika saat ini kita di beri kesempatan,maka gunakanlah kesempatan itu sebaik mungkin karena kesempatan tidak akan datang dua kali.


Saat seseorang tulus menerima kondisimu bahkan saat kamu terpuruk kedalam kehidupan yang sangat dibawah,maka hargailah itu dan jangan sia-siakan ketulusan seseorang itu,karena tidak semua orang mau menerima keadaan yang seperti itu


Hidup itu sngat adil,jika kita menabur maka kita juga pasti akan menuai.Jadi lakukanlah hal baik,maka hal baik jugalah yang datang menghampirimu


Semoga kebahagiaan menghampiri kehidupan kita seperti kehidupan Dini dan Rudi,walau harus penuh perjuangan tetapi perjuangan itu membuahkan hasil yang sangat baik

__ADS_1


SELESAI


__ADS_2