Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 43 ( Kenangan masalalu )


__ADS_3

Arya dan Cinta kini sedang berkemas untuk kepindahannya ke daerah Cianjur.


"Mas emang barang-barangnya gak bakalan dibawa?" tanya Cinta.


"Enggak sayang, biarin aja semuanya disini, nanti juga bakalan ada orang yang mas suruh bersihin tiap minggunya, kita bawa baju seperlunya aja ya, biar nanti disana beli yang baru saja," ujar Arya.


"Tapi sayang mas kalau bajunya gak dibawa semua, nanti ngehisab lho kalau gak di pakai, bawa aja ya semuanya, lagian mobilnya juga kosong," ujar Cinta.


"Iya sayang, gimana kamu aja," ujar Arya dengan mengelus lembut kepala Cinta yang selalu tertutup oleh jilbab.


Aku merasa heran, kenapa ya mas Arya selalu melarangku untuk membuka jilbab meski pun cuma berdua? padahal kan kita muhrim? dan kenapa mas Arya juga tidak pernah menyentuhku? batin Cinta pun kini bertanya-tanya.


"Mas, aku boleh nanya gak?" tanya Cinta.


"Nanya apa sayang?" jawab Arya sambil meneguk segelas Air.


"Apa kita sudah pernah melakukan hubungan Suami-Istri?" tanya Cinta dengan malu-malu.


Arya yang mendengar pertanyaan Cinta pun sampai menyemburkan air yang sedang di minumnya.


"Mas pelan-pelan donk minumnya, jadi keselek kan," ujar Cinta dengan mengambil gelas yang masih berada di tangan Arya.


"Kamu sih pertanyaannya bikin mas kaget," ujar Arya dengan cengengesan.


"Lho kenapa kaget? kita kan Suami-Istri, sebagai pasangan Suami-Istri seharusnya sudah tidak ada kata malu dan hal yang ditutup-tutupi lagi, Bukankah Suami itu adalah baju bagi Istrinya, dan Istri adalah baju dari suaminya?" ujar Cinta.


Kamu benar Cinta, tapi kenyataannya tidak seperti yang kamu pikirkan, seharusnya dari awal aku tidak membohongi kamu, tapi semakin hari rasa Cintaku padamu semakin besar, maafkan aku Cinta, aku belum bisa berkata jujur saat ini, karena aku takut kehilanganmu. Ujar Arya dalam hati.


"Maaf Cinta, sebenarnya mas lagi sakit, dan sedang melakukan pengobatan, jadi mas belum bisa memberikan nafkah bathin kepada kamu," ujar Arya yang kembali membohongi Cinta.


"Maaf mas aku masih belum mengingat semuanya, semoga penyakit mas cepat sembuh ya," ujar Cinta yang kini memeluk tubuh Arya.


Astagfirulloh..jangan sampai Cinta mendengar detak jantungku yang kini berdetak kencang. Bathin Arya.


"Mas kenapa? mas gak sakit kan? kenapa jantung mas berdetak kencang sekali?" tanya Cinta yang kini terlihat panik.


"Mas tidak apa-apa sayang, mungkin mas grogi karena di peluk sama kamu," jawab Arya.

__ADS_1


"Masa sih, sini mau aku cium juga?" ujar Cinta dengan mendekatkan diri pada wajah Arya yang dia kira Suaminya.


Rasanya aku bakalan mati berdiri kalau sampai Cinta nyium aku, Bathin Arya, lalu Arya pun replek memejamkan matanya.


Cup..Cup..


Cinta mencium Arya, tapi bukan menggunakan bibirnya melainkan tangannya. Disaat Arya membuka matanya, Cinta pun menjulurkan lidahnya kemudian berlari menjauhi Arya.


"Sayang awas kamu ya, berani jailin aku !" teriak Arya dengan mengejar Cinta, sehingga mereka berdua pun tertawa bahagia.


Aku harap semua ini tidak akan pernah berakhir, ujar Arya dalam hati.


......................


Beberapa saat kemudian Cinta dan Arya akhirnya melakukan perjalanan menuju daerah Cianjur. Mereka kini melewati hamparan kebun teh yang berada di daerah Puncak.


"Mas bukannya ini Puncak ya? aku sepertinya pernah kesini deh, tapi sama siapa ya?" ujar Cinta yang kini mencoba mengingat sesuatu.


"Jangan terlalu keras untuk mengingatnya sayang, nanti suatu saat kamu pasti bisa mengingat semuanya," ujar Arya.


"Mas aku lapar nih, sebaiknya kita istirahat dulu ya, Bagaimana kalau kita makan sama Sholat dulu?" tanya Cinta.


"Iya sayang, apa sih yang enggak buat kamu," ujar Arya dengan tersenyum. Sehingga Arya kini memarkirkan mobilnya di sebuah Restoran.


"Mas pemandangannya indah ya, disini udaranya sejuk, kita Selfi yuk," ajak Cinta. Dan mereka berdua pun kini berfoto di hamparan kebun teh.


"Katanya kamu lapar? yuk cepetan kita makan dulu, mas gak mau kalau kamu sampai sakit," ajak Arya dengan menarik lembut tangan Cinta.


"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Arya.


"Apa aja mas, tapi jangan banyak-banyak ya, nanti sayang kalau sampai mubazir," ujar Cinta.


Apa aku sering berkata seperti itu ya kepada mas Arya? kayaknya aku sering berbicara seperti itu kepada seseorang, tapi aku tidak dapat mengingat wajahnya, tanya Cinta dalam hati


Makanan pun kini sudah datang, tadi Arya pesan Ayam bakar dan es jeruk.


"Mas kok tau sih makanan sama minuman favoritku?" tanya Cinta.

__ADS_1


"Pasti tau donk sayang, kamu kan Istri aku," ujar Arya.


"Iya..iya..Pak Suamiku yang ganteng," jawab Cinta dengan tersenyum.


"Habisin ya makanannya, biar kamu kuat," ujar Arya.


"Kuat apa mas?" tanya Cinta.


"Kuat menghadapi pahitnya kehidupan," ujar Arya dengan cengengesan.


"Tapi sepertinya jika aku bisa terus berada di samping mas Arya, hidupku akan selalu terasa manis," ujar Cinta kembali tersenyum.


Mungkin kamu berbicara seperti itu karena belum bisa mengingat semuanya Cinta, aku takut jika nanti ingatanmu sudah pulih, kamu akan marah kepadaku lalu pergi meninggalkanku, hanya dengan membayangkannya saja aku sudah tidak sanggup ! ucap Arya dalam hati.


"Jangan melamun terus sayang, memangnya mas gak mau hidup bersamaku hingga maut yang memisahkan kita berdua?" tanya Cinta.


"Tentu saja mau, karena itu yang selalu mas impikan selama ini. Kamu janji ya sayang, apa pun yang terjadi, kamu tidak akan pernah meninggalkan mas dan selalu berada di samping mas," ujar Arya dengan menggenggam tangan Cinta.


"Kita tidak boleh berjanji mas, karena janji adalah hutang, tapi InsyaAlloh aku akan selalu berada di samping mas sampai maut yang memisahkan kita," ujar Cinta.


"Iya sayang, makasih banyak ya atas semua kebahagiaan yang telah kamu berikan, mas merasa menjadi lelaki paling beruntung di Dunia ini," jawab Arya.


"Tapi sepertinya disini aku yang beruntung deh, karena bisa menjadi Istri dari Dokter yang tampan, baik hati, tidak sombong dan juga rajin menabung," ujar Cinta dengan terkekeh pelan.


"Enggak, pokoknya aku yang lebih beruntung karena memiliki kamu !" ujar Arya.


"Iya..iya..gimana mas Arya saja deh, yang penting mas bahagia. Oh iya mas, sebaiknya kita Sholat Dzuhur dulu yuk, perjalanannya juga masih lama, aku takut kalau nanti kita sampai kehabisan waktu Sholat Dzuhur," ujar Cinta.


"Iya Istri Soleha nya mas Arya yang cantik jelita tiada tara, yuk kita berjamaah dulu," ajak Arya dengan menggenggam tangan Cinta menuju Mushola yang berada di Restoran.


Setelah melaksanakan Sholat, mereka berdua melanjutkan kembali perjalanan. Karena lokasinya berada jauh dari Kota, perjalanan yang mereka tempuh pun sampai memakan waktu tujuh jam.


Sesampainya di Rumah yang dibeli oleh Arya, kini terlintas dalam ingatan Cinta sekelebat bayangannya pada masalalu Cinta tentang rumah tersebut.


Kenapa rasanya rumah ini tidak terasa asing untukku ya, aku sepertinya pernah tinggal disini, ujar Cinta dalam hati.


"Sayang kenapa bengong? ayo masuk, dan Selamat datang di Istana baru kita Ratuku," ujar Arya yang kini membuka pintu rumah.

__ADS_1


__ADS_2