Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 18 ( Salahkah Aku mencintaimu )


__ADS_3

Cinta masih terduduk dengan tangis yang tiada hentinya setelah dia berbicara dengan Ilham lewat telepon. Dika yang melihatnya pun kini duduk di sampingnya dengan mengusap lembut bahu Cinta


"Menangislah Cinta, jika itu bisa membuat hatimu lebih tenang," ucap Dika.


"Terimakasih mas atas semua kebaikan mas Dika, maaf jika aku belum bisa membalas semuanya, bahkan mungkin tidak akan mampu untuk membalasnya," ujar Cinta.


"Kamu mau tau apa yang harus kamu lakukan untuk membalas semuanya?" tanya Dika.


"Apa itu mas? kalau memang aku mampu, aku pasti akan berusaha untuk melakukannya," tanya Cinta.


"Tersenyum serta bangkitlah dari keterpurukan yang menimpamu saat ini, berusahalah untuk melupakan masalalu yang menyakitkan," jawab Dika.


"Tapi aku tidak yakin dengan semua itu mas, Mas Ilham adalah cinta pertamaku dan mungkin dia juga cinta terakhirku, karena melupakan tidak semudah membalikan telapak tangan," jawab Cinta.


"Dunia ini tidak selebar daun kelor Cinta, berusahalah membuka hatimu untuk orang lain, aku yakin diluar sana banyak laki-laki yang mengharapkan cintamu, yang lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan Ilham !" ujar Dika.


"Dulu aku begitu mudah mencintai mas Ilham, satu jam, satu menit, bahkan mungkin satu detik disaat kami berjumpa untuk pertama kalinya aku sudah langsung mengaguminya. Akan tetapi, untuk melupakannya tidak akan mungkin bisa sampai satu bulan, satu tahun, bahkan mungkin seumur hidupku," ujar Cinta.


"Aku tau Cinta, tapi apa salahnya kamu mencoba," ujar Dika


"Seandainya aku bisa, pasti sudah aku lakukan mas, oh iya maaf ya mas Dika, tadi aku sudah membawa mas Dika dalam kebohonganku terhadap mas Ilham, sampai-sampai mas Ilham marah kepada mas Dika," ujar Cinta yang kini merasa bersalah terhadap Dika.


"Tidak apa-apa Cinta, mungkin dengan begitu Ilham tidak akan mengganggumu lagi, dan secara perlahan dia pasti akan menerima semuanya," jawab Dika


"Tapi aku salut sama akting mas Dika tadi, mas Dika bisa saja, masa mas Dika sudah mencintaiku selama tiga tahun, padahal kita juga baru satu bulan ketemu," ucap Cinta dengan tersenyum.


"Bagaimana kalau semua itu benar adanya Cinta?" tanya Dika yang membuat Cinta kini diam mematung.

__ADS_1


"Dulu disaat aku dan Ilham melakukan kerjasama di Sulawesi hampir setiap hari Ilham selalu menceritakan tentang dirimu kepadaku, dia tiada hentinya memuji sifat serta sikapmu yang santun sehingga secara perlahan aku mulai mengagumimu," ujar Dika.


Apa benar semua perkataan mas Dika? tapi sepertinya tidak ada kebohongan dalam sorot matanya, ucap Cinta dalam hati.


"Ilham selalu memperlihatkan semua surat yang kamu kirimkan untuknya, sehingga perlahan rasa kagum itu berubah menjadi suka. Dan pada saat dia memperlihatkan fhoto kamu kepadaku, saat itu aku begitu terpana karena semua yang ada dalam dirimu sama persis dengan fhoto mendiang Ibuku yang selalu aku lihat, mata teduh dan wajah yang sama yang selalu berhasil menenangkan hatiku, sehingga rasa suka itu berubah menjadi sayang," lanjut Dika sehingga Cinta pun hanya bisa terdiam tanpa berkata apa-apa.


"Dan pada Akhirnya, disaat pertama kali kita bertemu di rumahku, aku baru menyadari kalau itu bukanlah sekedar rasa kagum, suka atau pun sayang tetapi itu adalah rasa Cinta yang semakin lama semakin besar." ucap Dika dengan menghela nafas panjang.


"Maaf mas Dika aku tidak tau tentang semua itu," ucap Cinta dengan tertunduk karena dia merasa bingung harus menjawab apa.


"Cinta, salahkah jika aku mencintaimu?" tanya Dika.


"Rasa Cinta yang mas Dika punya tidak pernah salah, karena kita tidak dapat memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta, tetapi mas Dika telah salah dengan mencintai aku yang jelas-jelas tidak akan bisa membalas perasaan mas Dika. Tapi sebelumnya aku berterimakasih karena mas Dika sudah tulus kepadaku," ujar Cinta.


"Aku tau kamu tidak akan semudah itu menerima cintaku, tapi aku akan terus berusaha sampai suatu saat kamu bisa menerimanya," ujar Dika.


"Mas, apa tidak sebaiknya kita pulang ke Jakarta sekarang?" tanya Cinta kepada Dika.


"Kamu kenapa Cinta? kenapa wajah kamu sekarang menjadi pucat begini? apa kamu sakit?" tanya Dika dengan menempelkan punggung tangannya di kening Cinta serta terus memberondongnya dengan pertanyaan.


"Tidak mas, aku hanya kedinginan saja, lagian ini juga sudah malam, aku takut nanti Tia mencari keberadaanku," jawab Cinta. Dika pun kini membuka jaket yang dia pakai lalu memakaikannya kepada tubuh Cinta.


"Ya sudah ayo sekarang kita pulang, aku tidak mau kalau kamu sampai sakit gara-gara aku," ucap Dika dengan wajah yang terlihat sedih. Sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk kembali pulang ke Jakarta setelah sebelumnya makan malam terlebih dahulu.


......................


Di tempat lain, tepatnya di kediaman Ilham, setiap hari Bella dan Ilham selalu saja bertengkar, Bella selalu tidak terima dengan sikap Ilham yang bahkan setelah satu bulan mereka Menikah tidak pernah menyentuhnya sama sekali.

__ADS_1


"Bella aku ingin kita bercerai," ucap Ilham.


"Tidak semudah itu sayang, jangan harap aku akan melepaskanmu untuk perempuan kampungan itu, jika aku tidak bisa mendapatkan cintamu, maka perempuan kampung itu pun tidak akan pernah bisa mendapatkanmu juga !" teriak Bella yang kemudian pergi meninggalkan Ilham.


Setiap malam Bella selalu menghabiskan waktu di Club, dia selalu bersenang-senang dengan bergonta-ganti pasangan, hingga Broto tidak sengaja bertemu dengannya ketika mereka berdua sama-sama keluar dari kamar hotel dengan pasangan mesumnya.


"Ayah mertua," ucap Bella dengan membulatkan matanya karena perbuatan tidak senonohnya telah dipergoki oleh ayah mertuanya sendiri. Bella pun menyuruh kekasih gelapnya untuk pulang terlebih dahulu, begitu juga dengan Broto yang menyuruh perempuan nakal yang habis dia boking untuk pergi juga dari Hotel tersebut.


"Halo menantuku sayang, ternyata kamu suka bersenang-senang juga ya di belakang Ilham, apa Ilham mengetahui semuanya?" selidik Broto.


"Ayah aku mohon jangan bilang semuanya kepada Ilham, karena dia sudah berniat untuk menceraikanku. Bagaimana kalau dia sampai tau tentang semua ini, nanti dia akan mempunyai alasan untuk menceraikanku secepatnya, dan aku tidak mau kalau sampai itu terjadi karena aku sangat mencintai Ilham," ucap Bella.


"Baiklah demi kamu ayah akan tutup mulut, tapi ada syaratnya," ucap Broto yang kini menatap Bella dengan genit.


"Apa pun syarat yang ayah berikan pasti akan aku penuhi," ucap Bella dengan menggerayangi tubuh mertuanya sendiri, karena Bella tau betul apa yang diinginkan oleh ayah mertuanya.


"Sebaiknya kita segera masuk ke dalam kamar, supaya tidak ada orang yang melihat kita," ajak Broto kepada Bella.


Hingga beberapa saat kemudian hubungan terlarang antara mertua dan menantu itu pun terjadi.


Ternyata meski pun sudah tua bangka, dia masih gagah juga, pantas saja dia tidak cukup dengan mempunyai empat Istri, ucap Bella dalam hati.


"Apa Ilham kurang memuasakanmu sayang, hingga kamu mencari pria lain?" tanya Broto.


"Aku bahkan belum pernah melakukan malam pertama bersama Ilham Ayah, karena sedikit pun dia tidak mau menyentuhku, yang ada dalam pikirannya hanyalah perempuan kampungan itu," ucap Bella.


"Baiklah mulai sekarang kita akan menjadi partner di atas ranjang, untuk saling memuaskan," ajak Broto yang di balas senyuman oleh Bella.

__ADS_1


__ADS_2