
...Jika tidak ada Tiang untuk bersandar, masih ada Lantai untuk Bersujud....
......................
Cinta dan Arya kini telah bertemu kembali, tapi pada saat Arya mengungkapkan seluruh isi hatinya, masih ada keraguan dalam hati Cinta sehingga Cinta pun meminta waktu untuk menjawab semuanya.
"Cinta, apa kamu mau menjadi Istri dan Ibu dari anak-anakku kelak?" tanya Arya dengan memegangi kedua tangan Cinta.
"Maaf mas Arya tapi aku belum bisa menjawab pertanyaan mas Arya," ujar Cinta yang kini tertunduk sedih.
"Apa semua itu karena lelaki yang bernama Ilham?" tanya Arya. Cinta pun belum bisa menceritakan tentang Ilham kalau sebenarnya Ilham yang Arya maksud adalah teman Arya sendiri.
"Tolong berikan aku waktu untuk berpikir mas, semua ini terlalu cepat untukku, karena sekarang aku sudah mempunyai Dita dalam kehidupanku," ujar Cinta.
"Mas tau tentang semuanya dari Kak Dika, mas juga akan menerima Dita serta menyayanginya seperti anak mas sendiri," ujar Arya.
"Tapi jika memang kamu membutuhkan waktu untuk berpikir, mas akan selalu menunggu jawaban itu sayang," sambung Arya.
"Terimakasih banyak ya mas, mas sudah memahami perasaanku," ujar Cinta dengan tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu mas antar kamu pulang ya, tadi juga Kak Dika sudah berpesan supaya mengantarkan belahan jiwa mas ini sampai ke rumah dengan selamat," ujar Arya dengan menggenggam erat tangan Cinta, dan mereka berdua pun kini melangkahkan kaki menuju tempat parkir.
Sepanjang perjalanan menuju kediaman Cinta, Arya dan Cinta pun melewatinya dengan bercanda.
"Mas kangen banget sama kamu sayang, akhirnya saat yang paling mas tunggu-tunggu kembali lagi," ujar Arya yang nampak tidak mau melepas genggamannya terhadap Cinta.
"Apa mas Arya tidak pernah mempunyai hubungan dengan perempuan lain ketika berada di luar negeri?" tanya Cinta.
"Mana mungkin di sana aku bisa mempunyai kekasih, sedangkan hatiku saja sudah tertinggal di sini," jawab Arya dengan tersenyum.
"Maaf ya mas jika aku sudah membuat mas Arya terluka dengan perasaan mas sendiri," ucap Cinta.
"Bukan kamu yang membuat mas terluka sayang, tapi mas yang tidak ingin membuka hati untuk perempuan manapun selain kamu," ujar Arya, sehingga membuat hati Cinta tersentuh.
Akhirnya mereka berdua pun sampai di kediaman Cinta, dan Arya memutuskan untuk turun mengantar Cinta sampai ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum," ucap Arya dan Cinta secara bersamaan.
"Wa'alaikumsalam," jawab Dika dan Mbok Nah yang berada di ruang keluarga sedang nampak bermain bersama Dita.
__ADS_1
Dita yang melihat Cinta datang pun langsung berlari menghampirinya.
"Bunda kemana aja? Dita kangen," tanya Dita.
"Tadi Bunda ada keperluan dulu sayang, Dita gak nakal kan?" tanya Cinta.
"Enggak, Dita anak baik, om ini siapa Bunda?" tanya Dita.
"Om ini namanya Om Arya, ayo sekarang Dita salim dulu sama Om nya," ujar Cinta, dan Dita pun kini mencium punggung tangan Arya.
"Om nya ganteng ya Bunda," ujar Dita dengan tersenyum.
"Astagfirulloh anak kecil tau ganteng darimana lagi," ujar Cinta dengan geleng-geleng kepala sambil memeluk tubuh Dita.
"Dita tau dari Ayah," tunjuk Dita kepada Dika.
"Kakak awas ya kalau ngajarin yang gak bener sama Dita," ujar Cinta yang kini mengejar Dika. Setelah berhasil menangkap Dika, Cinta pun menggelitik perut Dika.
"Ampun Dek, ampun, Kakak gak bakalan lagi ngajarin yang aneh-aneh sama Dita," ujar Dika dengan memeluk tubuh Cinta.
Arya yang melihat kedekatan Kakak beradik itu pun hanya tersenyum.
Saking asyiknya bercanda Cinta dan Dika sampai lupa kalau ada Arya di rumah mereka.
"Udah Dek, jangan kelitikin Kakak terus, sana masak gih buat calon Suami kamu !" ujar Dika mencoba menggoda Cinta, sehingga Cinta tersipu malu.
"Ya sudah aku ke dapur dulu mau bantuin Mbok Nah masak, Kak Dika temenin mas Arya dulu ya," ujar Cinta.
"Iya Kakak gak bakalan biarin Arya kabur lagi," goda Dika.
"Ya kamu makan dulu di sini ya, masakan Cinta enak lho," ujar Dika.
"Iya Kak, saya juga sudah kangen banget sama masakan Cinta, bahkan saya sampai gak makan berhari-hari waktu pertama datang di luar negeri, karena selama satu tahun saya sudah terbiasa memakan masakan Cinta," ujar Arya dengan tersenyum.
"Aku bisa tenang karena Adikku akan Menikah dengan lelaki saleh sepertimu Ya, dan aku juga melihat kalau kamu sangat mencintainya, mudah-mudahan saja melebihi rasa cintaku padanya," ujar Dika dengan tertunduk sedih.
"Saya sangat paham tentang perasaan Kak Dika, Kak Dika jangan khawatir karena saya pasti akan menjaga serta mencintai Cinta dengan segenap jiwa dan raga," ujar Arya.
"Kamu gak pernah ngapa-ngapain Cinta kan waktu dia hilang ingatan?" goda Dika.
__ADS_1
"Saya selalu menjaga kehormatan Cinta sebagai perempuan jadi Kak Dika tidak perlu khawatir, dan maaf jika selama Cinta hilang ingatan saya sudah menyembunyikannya dari kalian," ujar Arya.
"Gak apa-apa Ya, mungkin itu semua sudah takdir kalian, supaya Cinta juga bisa melupakan perasaannya terhadap cinta pertama dia," ujar Dika.
"Apa lelaki itu bernama Ilham?" tanya Arya.
"Iya dia adalah Ilham, apa Cinta belum menceritakan semuanya tentang Ilham kepada kamu?" tanya Dika.
"Belum Kak, tadi juga pada saat saya melamar Cinta, dia minta waktu untuk memikirkan semuanya," ujar Arya.
"Itu pasti karena kemarin kami bertemu dengan Ilham, tapi kamu tenang saja Ya, Ilham sudah Nikah kok, malah dia sudah punya anak," ujar Dika, sehingga membuat hati Arya merasa lega.
"Alhamdulillah kalau begitu, saya senang mendengarnya," ujar Arya dengan tersenyum.
Cinta pun kini datang memanggil Arya dan Dika untuk makan.
"Lagi pada ngomongin apa hayo?" pasti lagi pada ngomongin aku kan?" tanya Cinta.
"Kamu PD banget sih sayang, siapa juga yang lagi ngomongin kamu, kita lagi ngomongin perempuan cantik, siapa tau Arya kepincut, daripada nanti kamu gantung dia," goda Dika sehingga membuat Cinta cemberut.
"Udah gak usah cemberut, Kakak juga tau kalau kamu mau Sholat Istikharah dulu kan?" tanya Dika, dan Cinta pun menganggukan kepalanya dengan malu-malu.
"Kamu masak apa sayang?" tanya Arya.
"hemm posisi aku kayaknya bakalan ke geser nih, udah ada yang panggil ayang-ayang aja," sindir Dika.
"Maaf Kak, saya sudah kebiasaan manggil Cinta dengan sebutan itu," ujar Arya yang tampak malu-malu.
"Gak apa-apa kok, aku cuma bercanda," ujar Dika.
"Yuk sayang makan aku sudah lapar banget, kamu pasti masak makanan kesukaan mas kan," sindir Dika, sehingga membuat Cinta dan Arya tertawa.
......................
Pada tengah malam Cinta pun melaksanakan niatnya untuk Shalat Istikharah.
Cinta memasrahkan diri ke dzat ilahi Rabbi, dia bersujud memohon petunjuk supaya mendapatkan jodoh terbaik dari Allah SWT yang senantiasa akan membimbing dia ke jalan yang benar dan membawa kebahagiaan di Dunia dan Akhirat. Namun, bayangan Ilham selalu saja menari-nari dalam pikirannya, sehingga Cinta merasa tersiksa dengan perasaannya sendiri.
Ya Allah hamba mohon mantapkan hati hamba jika memang mas Arya adalah jodoh terbaik yang Engkau berikan, serta jauhkanlah bayangan mas Ilham dari pikiran hamba, sesungguhnya Engkau maha pengasih lagi maha mengetahui, itulah sebait do'a yang Cinta panjatkan.
__ADS_1