Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 42 ( Penangkapan Clara )


__ADS_3

Dika dan Mbok Nah kini telah sampai di rumah. Clara, Stella dan Tia sudah terlihat melangkahkan kaki ke luar rumah untuk menyambut kedatangan mereka.


"Dika sayang, akhirnya kamu pulang juga Nak, Mamih bahagia sekali sekarang kamu sudah sembuh, kamu jangan lupa berterimakasih sama Tia ya, karena dia yang sudah membuat kamu kembali sehat," ujar Clara.


"Apa gak salah dengan apa yang Anda bicarakan? bukankah selama ini kamu sendiri yang sudah berusaha untuk membunuhku? bahkan kamu adalah penyebab kedua orangtuaku meninggal, serta hilangnya Adik kembarku !" teriak Dika kepada Clara.


"Apa maksud kamu? Kenapa kamu berbicara tidak sopan kepada Mamih?" tanya Clara.


"Aku tidak sudi memanggil orang jahat sepertimu dengan sebutan Mamih, karena dari kecil aku tidak pernah mendapatkan kasih sayangmu, dan hanya Mbok Nah lah yang menyayangiku dengan tulus," ujar Dika.


"Dasar anak tidak tau di untung, memangnya kamu punya bukti apa berani menuduhku telah melakukan kejahatan?" tanya Clara.


"Kalau kamu mau bukti nanti akan aku berikan di Pengadilan, sekarang bersiaplah untuk pergi ke rumah barumu di Hotel Prodeo !" ujar Dika.


"Mih apa benar semua yang dikatakan oleh Kak Dika?" tanya Stella dengan menangis.


"Kamu jangan percaya omongan dia Stella, mana mungkin Mamih yang begitu penyayang tega melakukan semua kejahatan itu," ujar Clara.


Sesaat Kemudian Polisi datang untuk menangkap Clara, dan dia berusaha untuk melarikan diri.


Sial, Kenapa Polisi cepat sekali datang kesini, sekarang juga aku harus kabur, aku tidak mau membusuk di Penjara, bathin Clara, sehingga dia langsung mengambil langkah seribu.


"Berhenti Bu Clara, jangan sampai Anda mencoba untuk melarikan diri, karena kalau tidak maka timah panas ini terpaksa kami tembakan !" ujar Pak Polisi.


"Kak Dika Stella mohon, lepasin Mamih, Bagaimana nanti nasib Stella tanpa ada Mamih?" ujar Stella yang kini terlihat memohon kepada Dika.


"Maaf Stella, aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu, harusnya kamu berpikir dewasa, coba kamu pikir, dulu Ibuku meninggal ketika aku baru dilahirkan, aku tumbuh tanpa merasakan kasih sayangnya. Sedangkan kamu sekarang sudah besar dan bisa mengurus diri sendiri, kamu juga masih bisa bertemu dengan Mamihmu meski pun dia berada di dalam Penjara !" ujar Dika sehingga membuat Stella tertunduk sedih.


"Kamu juga harus ingat bahwa Mamih kamu yang telah membunuh Ayah kita !" ujar Dika.

__ADS_1


Bi Ijah kini telah di tangkap oleh Polisi tanpa melakukan perlawanan, kemudian dia mencoba untuk menyadarkan Clara.


"Nak Clara Bibi mohon serahkan diri kamu ke Pihak berwajib, mari kita sama-sama bertaubat atas kesalahan kita di masalalu," ujar Bi Ijah.


"Lebih baik aku mati saja Bi, daripada harus membusuk di Penjara !" teriak Clara yang kini bersiap untuk menusukan belati ke perutnya.


Tiba-tiba Stella menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan memohon kepada Clara.


"Stop Mih, Stella mohon jangan lakukan itu ! Apa mamih mau Stella menjadi anak Yatim Piatu?" teriak Stella dengan menangis, sehingga membuat Clara mengurungkan niatnya lalu kemudian melangkah mendekati Stella.


"Stella sayang kamu jangan menangis, Mamih melakukan itu semua demi masa depan kamu Nak !" ujar Clara yang kini memeluk tubuh Stella.


"Apa harus dengan cara seperti itu Mih?" tanya Stella.


"Tapi tidak ada cara lain lagi supaya kamu menjadi pewaris satu-satunya harta keluarga Pratama," ujar Clara.


"Mamih salah, Stella sudah merasa sangat bahagia dengan yang Stella punya saat ini Mih, uang bukanlah segalanya, yang penting Stella memiliki Mamih yang selalu menyayangi Stella dengan sepenuh hati," ujar Stella.


"Tidak Mih, Stella nanti akan selalu menjenguk Mamih, sekarang Mamih bertaubat ya, semuanya belum terlambat Mih, karena hakikatnya setiap orang pernah melakukan kesalahan, tapi kita harus berusaha unyuk memperbaiki kesalahan tersebut, bukan malah menghindarinya," ujar Stella.


"Ternyata sekarang anak Mamih sudah dewasa ya, bicaranya juga sangat bijak, Mamih bangga sama kamu Nak, dan Mamih harap Stella tidak mengikuti jejak Mamih," ujar Clara dengan memeluk erat tubuh Stella.


"Dika Mamih mohon, kamu jaga Stella ya, jangan pernah dendam terhadapnya, karena Stella tidak tau apa-apa," ujar Clara.


"Anda tenang saja, meski pun Anda tidak memintanya, saya pasti akan menjaga Adik saya dengan baik, dan saya harap Anda bisa berkata jujur tentang keberadaan Calon Istri saya sekarang !" ujar Dika.


"Mamih gak tau sekarang Cinta dimana Dika, karena Mamih sudah menyuruh orang untuk membawanya pergi jauh dari kota ini," ujar Clara.


"Nyonya..apa Anda tau kalau Cinta sebenarnya adalah Adik kembar Nak Dika yang dulu sudah Anda culik?" tanya Mbok Nah. Sehingga Clara pun sampai membulatkan matanya.

__ADS_1


"Darimana kamu tau semua itu Mbok?" tanya Clara. dan Mbok Nah pun memberikan hasil tes DNA Cinta dan Dika yang 100% cocok.


"Mbok jangan bercanda, tidak mungkin Cinta adalah Adik kandungku sendiri, aku tidak rela Mbok, aku begitu mencintainya," ujar Dika yang kini terlihat Syok.


Tia dan Stella pun terlihat ikut Syok dengan kenyataan yang sebenarnya.


Sial, ternyata anak pungut itu adalah orang kaya, kenapa sih nasibnya selalu beruntung? ujar Tia dalam hati.


"Bibi dari awal memang sudah curiga tentang jati diri Non Cinta, Mudah-mudahan saja Non Cinta segera ditemukan, karena Bibi takut jika meninggal sebelum meminta maaf kepadanya," ujar Bi Ijah yang kini terlihat menangis.


"Maaf Tuan Dika, kami permisi dulu sekarang, kami akan membawa Bu Clara dan Bi Ijah ke Kantor Polisi supaya proses hukumnya segera berjalan, dan kami juga masih harus menginterogasinya untuk mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Adik Tuan Dika saat ini." ujar Pak Polisi.


APA, Adik? aku tidak bisa menerima semua kenyataan ini, memang, aku merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan saudara kandungku. Akan tetapi, disisi lain aku harus menelan kekecewaan karena kenyataannya Adik kandungku adalah perempuan yang sangat aku cintai, Kenapa harus Cinta yang menjadi Adik kandungku Ya Alloh? Bathin Dika kini berkecamuk.


"Nak Dika tidak apa-apa kan? maafkan Si Mbok ya, karena sudah lancang melakukan tes DNA pada kalian. Nak Dika yang sabar ya, yakinlah Alloh SWT akan memberikan jodoh yang lebih baik untuk Nak Dika," ujar Mbok Nah.


"Kak Dika aku juga mau kok jadi Istri Kak Dika," ujar Tia tanpa tahu malu.


"Jangan pernah bermimpi kamu Tia, seujung kuku pun kamu tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan Cinta !" Teriak Dika sehingga membuat semua orang yang berada disana ketakutan.


"Nak Dika yang sabar ya, jangan terbawa emosi," ujar Mbok Nah yang kini mengelus lembut punggung Dika.


"Maaf Mbok, aku butuh waktu untuk sendiri," ujar Dika dengan berlalu ke dalam kamarnya.


"Sebaiknya kamu jaga bicara kamu Tia kalau masih mau tinggal disini !" ujar Mbok Nah.


"Dasar Nenek-Nenek peyot ! siapa juga yang masih mau tinggal disini, asal Mbok Nah tau ya, masih banyak tuh yang mau nampung aku, malah banyak yang bersedia membelikan rumah dan mobil mewah untukku," ujar Tia dengan pergi dari rumah Dika.


"Dasar anak gak tau sopan santun, gak tau di untung, di kasih hati malah minta jantung," cerocos Mbok Nah yang kini terlihat kesal.

__ADS_1


"Lalu sekarang bagaimana dengan nasibku Mbok?" tanya Stella.


"Kamu yang sabar ya Nak, walau bagaimanapun juga kamu adalah adik Nak Dika, dan pasti dia akan selalu menjagamu, yang penting sekarang Nak Stella harus berubah menjadi lebih baik lagi," ujar Mbok Nah dengan memeluk tubuh Stella.


__ADS_2