Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 60 ( Pertemuan dengan cinta Pertama )


__ADS_3

Cinta, Dika dan juga Ahmad kini berpamitan kepada Mbok Nah untuk berangkat berziarah ke makam kedua orangtua Cinta dan Dika, juga sekalian ke makam Tia.


"Mbok, aku titip Dita ya, aku sama mas Dika dan Ahmad mau berziarah dulu ke makam Ibu dan Ayah, juga sekalian ke makam Tia," ujar Cinta dengan menyerahkan Dita ke gendongan Mbok Nah.


"Jadi sekarang Nak Cinta sudah mengetahui semua kebenarannya?" tanya Mbok Nah.


"Iya Mbok aku sudah tahu semuanya," ujar Cinta dengan tersenyum.


"Alhamdulillah kalau begitu, Si Mbok ikut senang," ujar Mbok Nah.


"Dika yang sekarang sedih Mbok, karena tidak bisa memiliki pujaan hatiku yang cantik ini," ujar Dika dengan merangkul tubuh Cinta.


"Kakakku sayang, aku yakin suatu hari nanti Kakak akan bertemu dengan seorang perempuan yang lebih baik segala-galanya dibandingkan denganku," ujar Cinta.


"Amin, mudah-mudahan saja masih ada perempuan yang sebaik dan secantik Adikku sayang," ujar Dika.


"Ya sudah kalau begitu kami pamit dulu ya Mbok, Dita sayang Ayah sama Bunda pergi dulu ya, Dita jangan nakal ya," ujar Cinta dengan mencium pipi Dita.


Akhirnya mereka bertiga pun pergi setelah sebelumnya mengucapkan salam kepada Mbok Nah.


Sesampainya di TPU, Cinta membeli bunga terlebih dahulu.


"Assalamu'alaikum Ibu, Ayah, Cinta sudah datang mengunjungi Ibu dan Ayah, semoga Ibu dan Ayah bahagia ya di alam sana, sekarang Cinta sudah bertemu dengan Kak Dika, dan kami akan menjadi saudara yang saling menyayangi," ujar Cinta dengan mengusap batu nisan kedua orangtuanya.


Setelah mereka menyiramkan air do'a serta menaburkan bunga, mereka bertiga kini berziarah ke makam Tia.


"Assalamu'alaikum Tia, Kakak sudah datang Dek, semoga kamu tenang di alam sana ya, insyaalloh Kakak akan menyayangi Dita seperti menyayangi Anak kandung Kakak sendiri," ujar Cinta.


Mereka bertiga pun kini memutuskan untuk pulang karena tidak mau meninggalkan Dita terlalu lama.


......................


Tiga tahun kemudian...


Cinta kini berada di bangku taman dengan memperhatikan Dika dan Dita yang sedang asyik bermain di tempat bermain anak.


Tiba-tiba di hadapan Cinta kini ada seorang anak kecil yang seumuran dengan Dita telah terjatuh, sehingga anak tersebut menangis dan Cinta pun bergegas menghampiri anak tersebut untuk membantunya berdiri.

__ADS_1


"Cinta sayang, kamu tidak kenapa-napa kan?" tanya seorang pria.


Lalu Cinta pun kini mendongakkan kepalanya, dan dia terlihat kaget karena pria tersebut adalah Ilham cinta pertamanya.


Ilham pun sama terkejutnya dengan Cinta karena ternyata perempuan yang telah membantu anak angkatnya berdiri adalah Cinta.


"Ayah kaki Cinta sakit," ujar anak tersebut.


Deg


Jadi anak ini mempunyai nama yang sama denganku, dan dia adalah anak mas Ilham dan Bella, batin Cinta.


Cinta dan Ilham kini saling berpandangan, dan dari kedua mata mereka tersirat kerinduan yang mendalam, tapi tidak ada satu patah kata pun yang terucap dari bibir mereka. Sehingga akhirnya mereka berdua tersadar setelah beberapa saat Dita datang memanggil Cinta.


"Bunda ayo kita pulang, Ayah mau berangkat kerja dulu," ujar Dita.


Deg


Kali ini Ilham yang merasa terkejut karena anak kecil tersebut memanggil Cinta dengan sebutan Bunda.


Jadi anak tersebut adalah anak Dika dan Cinta, aku bahagia melihat kamu bahagia Cinta meskipun sekarang hatiku terluka, batin Ilham.


"Sayang ayo kita pulang, soalnya aku ada kerjaan mendadak," ujar Dika kepada Cinta. Betapa kagetnya Dika ketika melihat Pria yang ada di hadapannya yang ternyata adalah Ilham.


"Ilham, loe ngapain ada di tempat ini bro? loe sehat kan?" tanya Dika dengan memeluk tubuh Ilham.


"Alhamdulillah gue sehat Dika, selamat ya kalian sudah mempunyai Putri yang cantik," ujar Ilham yang kini telah salah paham.


Dika pun terlihat akan bicara untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi, tapi Cinta keburu angkat bicara.


"Iya terimakasih mas Ilham, Putri mas Ilham juga sangat cantik," ujar Cinta.


"Jadi anak cantik ini anak kamu Ham?" tanya Dika, dan Ilham pun tidak menyangkalnya.


"Iya Dika, ayo Cinta salim sama Om Dika dan Tanteu Cinta," ujar Ilham.


Dan Cinta kecil pun kini mencium punggung tangan Dika dan Cinta.

__ADS_1


"Dita juga salim dulu ya sama Om Ilham," ujar Cinta, dan Dita juga kini mencium punggung tangan Ilham.


"Jadi anak loe namanya Cinta juga ya Ham?" tanya Dika.


"Iya Dika, karena nama itu akan selamanya selalu ada di dalam hatiku" ujar Ilham yang kini terlihat berkaca-kaca.


"Sayang sebaiknya kita pulang sekarang ya, nanti kamu telat berangkat ke kantornya," ujar Cinta kepada Dika, dan Cinta sengaja berpura-pura di depan Ilham untuk menutupi rasa sakitnya.


Biarkan saja mas Ilham terus mengira jika aku dan Kak Dika sudah menikah dan mempunyai anak, batin Cinta.


"Bro gue balik duluan ya, loe jangan lupa mampir ke rumah oke," ujar Dika kepada Ilham.


"Iya insyaallah Dika," jawab Ilham.


Akhirnya Cinta dan Dika pun kini pergi meninggalkan Ilham setelah mereka mengucapkan Salam.


Mana mungkin aku kuat menyaksikan kebahagiaan keluarga kalian, sedangkan sampai sekarang nama Cinta masih terpatri dalam hatiku dan tidak akan pernah tergantikan, batin Ilham. Dan akhirnya airmatanya pun jatuh juga setelah kepergian pujaan hatinya.


Begitu juga dengan Cinta, setelah membalikan badannya untuk pergi menjauh dari Ilham dia pun meneteskan airmata juga.


"Dek, kamu tidak kenapa-napa kan? kenapa sekarang kamu menangis? apa kamu belum bisa melupakan Ilham?" tanya Dika.


"Enggak kok Kak, aku cuma kelilipan aja," ujar Cinta mencoba berbohong kepada Dika.


"Kamu gak bisa bohongin Kakak, kita itu anak kembar, apa yang kamu rasakan pasti Kakak juga merasakannya, baik itu suka atau pun duka, terus kenapa tadi kamu melarang Kakak untuk menjelaskan tentang Dita yang sebenarnya kepada Ilham?" tanya Dika dengan mengelus lembut kepala Adiknya.


"Percuma Kak Dika jelasin semuanya kepada mas Ilham, karena kisah cintaku dan mas Ilham sudah berakhir. Aku juga seharusnya tidak mempunyai perasaan seperti ini, Kakak lihat sendiri kan kalau sekarang Mas Ilham sudah mempunyai seorang Putri, dan sekarang dia pasti sudah bahagia bersama keluarganya," ujar Cinta dengan berderai airmata.


"Kamu yang sabar ya sayang, Kakak do'akan semoga kamu mendapatkan jodoh yang lebih Saleh daripada Ilham," ujar Dika.


"Iya Amin kak," jawab Cinta.


"Oh ya Dek, besok kan ada penyambutan Kepala Rumah Sakit yang baru, kamu hadir ya, sekarang yang akan memegang Rumah Sakit kita seorang Dokter dari luar negeri lho," ujar Dika.


"Iya insyaallah Kak, besok juga kayaknya kita gak ada jadwal kuliah kan?" tanya Cinta.


"Iya gak ada, ya sudah sekarang Kakak anterin kalian pulang dulu ya sebelum berangkat ke Kantor, kasihan Dita juga kayaknya kecapean sampai ketiduran gini," ujar Dika yang kini menggendong Dita.

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga pun pulang, sedangkan Ilham masih duduk termenung membayangkan wajah Cinta yang selalu terbayang-bayang dalam pikirannya.


__ADS_2