Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Kita Lupakan Semuanya Pak


__ADS_3

"Pak....kak Dini keguguran saat ini"hanya itu kata yang bisa keluar dari mulutnya Leni sambil menangis saat menghubungi Pak Ipan sore itu


"Bagaimana kondisi Dini sekarang nak"tanya pak Ipan dengan sangat sedih saat mendengar berita buruk itu


"Saat ini kak Dini sudah sadar pak,tetapi saat ini kak Dini belum bisa di jenguk pak karena harus membutuhkan istirahat total"sahut Leni


"Baiklah nak,tetap tenang dan tolong jangan tunjukkan wajah sedih di hadapan nak Dini,saat ini kita hanya bisa memberinya semangat.Kabari Bapak jika keadaanya sudah membaik,supaya Bapak bisa datang kesana nak"ucap pak Ipan


"Baiklah pak"sahut Leni


.....


"Apa yang terjadi"tanya Dini saat dia terbangun dan melihat kedua kakaknya ada diruangan itu


"Bagaimana keadaanmu Din"tanya Meli


"Aku baik kak,tetapi apa yang membawa kalian semua datang ke rumah sakit ini"


"Bee...bagaimana keadaanmu"tanya Indra dengan air mata yang sudah meleleh


"Aku sudah baik bang,tetapi kenapa kalian semua menangis,apakah telah terjadi hal buruk terhadapku"tanya Dini semakin heran saat Indra menangis sambil memeluknya


"Anak....anak kita sudah tiada bee,anak kita sudah pergi meninggalkan kita bee"ucap Indra semakin tergugu


"Anak yang mana bang,apakah kita sudah memiliki anak,tolong bicara yang jelas"ucap Dini


"Kamu keguguran Din, usianya masih sangat muda,umur janinnya kurang lebih tiga minggu Din,tetapi karena sesuatu hal janinnya tidak bisa bertahan"ucap Meli menjelaskan pada Dini


"Apa itu benar bang"tanya Dini memastikan kepada suaminya itu


"Benar bee...maafkan aku tidak bisa menjaga kalian dengan baik"ucap Indra semakin merasa bersalah saat melihat reaksi Dini yang biasa saja.Indra sangat yakin saat itu istrinya pasti sedang dalam kondisi yang sangat terguncang saat mendengar semua kejadian itu

__ADS_1


"Tolong ambilkan air putihnya untukku kak"pinta Dini sambil berusaha menyandarkan tubuhnya kesandaran tempat tidur rumah sakit itu


"Selain berita tadi,apa terjadi hal buruk lain terhadapku,sebelumnya aku selalu merasa takut saat mengingat nama seseorang dan aku selalu tiba-tiba merasa benci dengan seseorang itu"sambung Dini


"Setelah di periksa oleh dokter,semua yang kamu sebutkan itu tidak ada lagi Din,kata dokter perasaan takut berlebihan itu bisa jadi karena efek dari kehamilan itu"sahut Meli


"Baiklah kak,oh yah kak kira-kira berapa lama lagi aku dirawat di tempat ini,rasanya aku sudah gak betah kak"ucap Dini


"Kamu tenangkan pikiranmu dulu,setelah dokter mengatakan kamu sudah pulih,maka kita akan segera pulang kerumah"ucap Meli mencoba menenangkan Dini


"Baiklah kak,aku mau istirahat dulu,sebaiknya kalian pulang saja kak,kasihan anak-anak kalau harus tidur disini"ucap Dini


"Baiklah,besok pagi kami akan kesini lagi,cepatlah pulih dan jangan banyak pikiran yah.Oh yah In,tolong jaga Dini dan kami titipkan dia malam ini,jika terjadi sesuatu hal,maka tolong segera kabari kami yah In"pinta Meli kepada adek iparnya itu sebelum meninggalkan rumah sakit itu


"Baik kak"sahut Indra dengan menundukkan kepalanya


"Kamu juga harus beristirahat,jangan terlalu banyak pikiran,ingat jangan sampai kalian berdua sakit nanti"pesan Mia kepada Indra


"Bang....tolong bantu aku mau kekamar mandi"pinta Dini dengan suara yng masih lemah


Sementara Indra yang masih menangis di pojokan kamar itu tidak mendengar suaranya Dini yang meminta tolong kepadanya


Dini yang merasa tiba-tiba perutnya terasa mules,berusaha berdiri dan berpegangan pada dinding ruangan itu


Setelah hampir tiba di kamar mandi,Dini melihat Indra yang sedang duduk di lantai sambil menangis dan menjambak rambutnya


"Bang....apa yang sedang kamu lakukan"tanya Dini saat menyaksikan ulah suaminya itu


"Bee...kamu mau kemana,biar aku bantu bee"ucap Indra dan langsung memapah Dini menuju kamar mandi


Setelah selesai dari kamar mandi,Indra kembali memapah Dini untuk menuju tempat tidurnya

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lakukan tadi di pojokan itu bang"tanya Dini


"Lupakan itu bee,sebaiknya kamu istirahat saja,aku akan tetap berada disampingmu"ucap Indra berusaha mengalihkan perhatian Dini


"Baiklah,jika menurutmu aku tidak bisa lagi untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dan yang sedang kamu alami saat ini,maka aku tidak akan bertanya lagi.Jika saat ini kamu merasa terluka,maka percayalah aku pasti lebih terluka darimu.Jika saat ini kamu merasa menyesal akan semua yang sudah terjadi,maka yakinlah aku pun lebih menyesal akan semua yang sudah berlalu"ucap Dini sambil merebahkan tubuhnya dan menutup tubuhnya dengan selimut


"Bee....aku bersalah,aku brengsek,aku tidak pantas di sebut sebagai suami,aku juga tidak pantas di sebut sebagai calon seorang ayah yang baik,aku adalah ayah yang buruk sehingga calon anakku pun ikut menghukumku dengan kepergiannya untuk selamanya.Bee.....bagaimana caraku untuk bisa memperbaiki semuanya,tolong bantu aku bee...saat ini aku lemah,aku rapuh,aku juga malu terhadap diriku sendiri"ucap Indra


"Saat ini kita fokus dengan kesehatanku dulu,untuk yang sudah terjadi,kita tidak bisa merubahnya lagi,kita hanya bisa belajar dari semua kesalahan yang sudah kita lakukan.Sebaiknya kita makan dulu bang,jika abang tidak merasa keberatan,tolong belikan nasi dari luar untuk kita makan bang,rasnya perutku sedikit perih karena lapar "pinta Dini


"Leni sedang keluar untuk membeli nasi bee,mungkin sebentar lagi akan tiba"sahut Indra


"Baiklah bang,oh yah bang bagaimna keadaan Bapak dan Ibu,apa mereka sudah mengetahui kejadian ini"tanya Dini


"Bapak dan Ibu sudah mengetahui semuanya bee,saat ini bapak sangat terpukul dan belum makan seharian ini.Jika kamu bersedia,bisa kah kamu menghubungi bapak sebentar,dari tadi bapak selalu menghubungi kita setiap sepuluh menit sekali"ucap Indra menjelaskan


"Segeralah hubungi bapak sekarang,bapak juga harus meminum obatnya bang"ucap Dini merasa cemas


"Baiklah bee,tetapi kamu juga harus tenang,jangan hanya karena memikirkan Bapak kamu menjadi terbebani dan membuat keadaanmu jadi tidak baik bee"ucap Indra sambil menghubungi orang tuanya


"Hallo pak,bagaimana keadaan bapak"tanya Dini saat ponsel suaminya itu telah tersambung dengan ponsel mertuanya


"Kabar baik nak,bagaimana denganmu nak"tanya pak Ipan


"Dini sudah sangat baik saat ini pak,oh yah pak bang Indra bilang bapak belum makan dari pagi,Dini mohon pak tolong jangan seperti ini,jika bapak sakit siapa lagi yang bisa kami jadikan tempat sandaran kami pak"ucap Dini


"Nak....kami meminta maaf untuk semuanya"ucap pak Ipan


"Kita lupakan semuanya pak,besok setelah Dini sudah di perbolehkan pulang,kita akan menyelesaikan semuanya dengan kepala dingin pak"ucap Dini


"Terimakasih nak"ucap Pak Ipan

__ADS_1


"Lihatlah bu,betapa baiknya hati Dini untuk keluarga ini"ucap Pak Ipan sambil berlalu menuju meja makan rumah itu


__ADS_2