
rencana pernikahan kak rieska sudah persiapan 80% bulan depan sudah acara nikahnya kedua keluarga masih sibuk dengan persiapan persiapan nya surat surat yang diperlukan sudah beres tinggal undangan sebagian belum diantar ke alamat sudah 2 hari ini rumah dicat ulang dengan warna yang baru, acara nikah resepsi diadakan di hotel untuk acara keluarga dirumah dimana rumah juga cukup luas untuk menampung keluarga yang berkumpul pada acara, minggu depan Riesta fiting baju dengan Henry beserta pengantin nya kak rieska nggk mau pas acara adiknya tampil jelek, untuk baju orang tua mempelai sudah jadi bahkan kedua orang tua sudah mencobanya, tinggal baju Riesta n Henry yang blm dicoba dalam perjalanan ke butik untuk fiting baju Riesta membawa Mobilny beserta kakaknya
Dek Henry kapan bisa coba bajunya? pertanyaan rieska
*bilang nya besok kak
Ok kalau gitu
ternyata calon suami kak rieska sudah menunggu didalam butik, sesibukny calon suami nya untuk urusan pernikahan masih ada waktu untuk meluangkan, Riesta mencoba baju yang mau dipakai saat resepsi dia memutar tubuhnya didepan kaca Riesta tersadar dijari manisnya tidak ada cincin pertunangannya dalam hatinya '"untung Henry nggk ikut kalau ada mati dehhh jadi panjang nihh urusan "
drrrrttt
hp Riesta bunyi" ya mas? masih dibutik, adik bawa mobil kok, bawa joko aja mas dia tau tempatnya, iya ati ati ya*
Sapa dek? tanya rieska
Henry kak mo kesini
jadi pulang dia?
Iya
Dek??? sambil menghampiri Riesta, kakak liat akhir akhir ini kamu sama Henry kayak jauh dehhh, ada apa dek?
terlalu sibuk y kak mungkin jawab Riesta
tiba tiba Henry dateng menyapa semua orang yang menunggu dia, joko dateng trus q kasih kunci mobil q karena Henry sudah bilang pulang nya mo diajak pergi dulu. selesai fiting baju merasa pas cocok kami berempat pamitan kepada pemilik butik dan kami berpisah kakak pulang dengan calon suami nya, q pulang dengan Henry. dalam perjalanan menuju tempat kerjanya Henry di kota ini untuk mengambil surat surat, kami turun dari mobil Riesta berjalan dibelakang Henry masuk menuju ruangan nya Riesta Menyapa satpam "selamat malam pak" sapa Riesta
selamat malam mbak lama nggak kelihatan "jawab satpam
Iya pak, saya masuk dulu pak
silakan mbak
Riesta berjalan menuju pintu masuk ruangan Henry sambil melihat seisi ruangan, Henry mengarahkan kedua mata dimana pintu terbuka dilihat nya Riesta masuk ruangan, ternyata Henry dengan asisten nya lagi sibuk liat dokumen, Riesta duduk disofa sambil mengeluarkan hp tidak lama asisten Henry berpamitan tinggal mereka berdua diruangan itu Henry berdiri berjalan menuju sofa dan duduk disebelah Riesta jarak mereka cukup deket Henry memeluk Riesta mengecup kening Riesta "aku kangen banget sama kamu dek" Henry tersadar sambil melihat jari tangan Riesta tidak ada cincin
Dek cincin mu kemana? tanya henry
adek lupa mas, maafin adek y mas
kok bisa lupa?
tadi kakak buru buru q sblm mandi cincin aku lepas habis mandi aku lupa pake q aja nggak pake jam tangan lho mas
Henry cemberut wajahnya menyimpan kekesalan
Mas, jangan cemberut to?
kenapa sih dek kamu bisa lupa
Mas q buru buru mas maafin adek jangan diperpanjang dehh mas adek dah minta maaf kan
wajah Henry masih datar tanpa ekspresi, Henry memberesi arsip arsip nya dimasukkan kedalam file mengambil hp yang diatas meja terus berjalan sambil meraih tangan Riesta tanpa bicara keluar ruangan menuju parkiran sampai sampai tanpa pamitan ke satpam yang malam itu masih bertugas, pintu mobil dibuka untuk Riesta memaksa Riesta untuk duduk Riesta kesakitan karena tangan nya dipegang begitu eratny
kamu nyakitin mas suara Riesta teriak kesakitan
*Henry masuk kedalam mobil tanpa ada rasa bersalah, Riesta merasa sakitt banget baru kali ini Henry sekasar itu Riesta menyembunyikan kesedihan nya dengan memainkan hp ditangan nya Henry melajukan Mobilny keluar dari kantornya pak satpam melihat menganggukkan kepala tanda hormat kepada bos ya, tidak lama hp Henry berdering begitu dilihat hpnya dibiarkan saja tanpa dijawab beberapa menit bunyi lagi tetap tidak diangkat, Riesta penasaran dilihatnya hp Henry ada nama "x" hp langsung diangkat Riesta tapi Henry bersuara "tidak usah diangkat" kenapa emang nya? tanya Riesta beberapa menit bunyi lagi Riesta langsung menjawab
halo
siapa kamu? suara cewek menjawab
lha kamu siapa?
__ADS_1
Ini nomor Henry? pertanyaan suara cewek itu*
Henry meraih hp dari tangan q buru buru dimatikan hpnya
kok dimatiin mas? siapa cewek itu
nggk tau dek, jawab henry
kok tau nama kamu?
Henry cuma menggelengkan kepala
kalau kamu nggak tau kenapa dikasih nama 'x' cuma untuk nglabuhi q aja mas?
kamu ngomong apa sih dek
ya bisa aja itu pacar kamu mas
kamu nggak usah aneh aneh dehh dek
kamu bilang q aneh mas jawab Riesta
kamu tuhh yang aneh
pertengkaran mereka berdua terhenti karena suara hp Riesta berbunyi dilihat "deren" Henry melirik dilihat nya hp Riesta
tuhhh dijawab dulu telp dari pacar suara ketus henry
Jangan bawa bawa deren deh mas
kamu kangen kan sama Dia
Riesta menjawab telp deren karena merasa tidak ada toleransi lagi Henry dengan dia
*Iya deren, q lg dijalan sama masq, its ok deren q baek baek aja, mksh sblmny ntr q sampaiin dehh, bye deren
Riesta Tambah nggk karuan perasaan nya ini orang dari tadi cari gara gara terus ada apa sih
maksudnya apa sih mas?
kamu masih marah q nggk pake cincin?
trus kamu nglarang aku trima telp dari deren?
kamu nggak ngijini aku berteman dengan cowok?
semua kamu larang mas
egois kamu mas sekarang
suara Henry terdengar
*kamu bilang aku egois dek?
soal cincin kamu pikir sepele?
apa aku salah melarang kamu berteman dengan cowok apa lagi mantan kamu?
Riesta menjawab
aku dah minta maaf kan mas soal cincin
trus jawabmu apa cewek telp kamu? apa aku nggak boleh tau siapa dia bisa aja itu mantan kamu, pacar kamu*
__ADS_1
wajah Henry menegang mendengar Riesta ngomong mantan, Riesta merasa ini semua nggk adil buat dia Riesta mencoba ambil nafas melepaskan dengan kasar perasaan nya nggak karuan Riesta pengen teriak tapi kenapa ada rasa untuk sabar jangan emosi, Riesta sudah merasakan hubungan nya dalam bulan ini tidak seperti bulan sebelumnya mereka berdua disibukkan dengan kesibukan masing masing jarang untuk saling mengerti, Henry kalau telp Riesta selalu banyak larangan banyak aturan Riesta mencoba mengalah mengikuti mau Henry "kecewa" pasti ada dalam hati Riesta tetap mencoba memperbaiki hubungan nya
Mas q capek turunin q didepan halte itu mas
tidak akan dek kita makan dulu baru q anter pulang
kita introspeksi dulu mas jangan saling menyalahkan
Q nggk nyalahin kamu dek
Mas pleass berhenti mobilnya(mobil tetap berjalan Henry tidak menhiraukan suara Riesta)
Mas (teriakan Riesta) berhenti kataq
Mobil berhenti wajah Riesta merah menahan amarah nya sedari tadi ditahannya Henry diam mereka berdua tidak bersuara, suara Riesta mulai terdengar
Mas sebegitu marahny kamu sama aku mas karena q lupa memakai cincin,dan gimana dengan cewek yang nelpon kamu? haruskah aku diem? harus kah aku marah? wajah Riesta menahan amarah nya, kamu beda mas sekarang dimata kamu aku selalu salah masalah sepele jadi besar. Riesta mencoba mengutarakan isi hatinya
*Dek maafin mas ya mas kecewa cincin pertunangan kita nggak kamu pake
bisa mas jelasin siapa cewek yang telp kamu? tangan Henry menyodorkan hp ketangan Riesta
telpon dek mas nggk papa*
Riesta menekan no telp dipanggilan terakhir
tut tut tut...
x. halo
r. maaf ini siapa ya?
x. oooh q temen henry
r. siapa kalau boleh tahu?
x. sisca, saya rekan bisnis Henry mbk ini dengan siapa?
r. q Riesta, hp mas Henry ketinggalan mungkin ada yang bisa saya sampaikan?
x. trimaksh sblmny, saya coba telpon kantor saja
r. y mbk
Riesta menutup telpon, didalam mobil tidak ada suara Riesta mengalihkan pandangan nya melihat sisi luar mobil Henry masih tetap fokus dengan kemudinya, Henry membelokkan mobilnya ke resort favorit mereka Riesta masih tetap dengan diamnya
Mobil sudah terparkir
dek kita makan dulu ayo turun, Henry keluar dari mobilnya Riesta masih tetap dengan diamnya
Henry membuka kan pintu untuk Riesta mengulurkan tangan ke Riesta untuk segera keluar, Riesta keluar tanpa melihat ke Henry mereka berjalan beriringan tangan Henry menggegam tangan Riesta tapi Riesta menipisnya
drrtttt bunyi telp Riesta
ya bu, lagi makan sama mas Henry bu, iya
suara Riesta menjawab telp dari ibunya Henry cuma melirik dengan menulis pesanan makanan untuk mereka berdua
-dek taon depan mas mau kita nikah
-mas kok taon depan? jawab Riesta
-mas pengen kita nggak jauh jauhan lagi
__ADS_1
Mas pengen bener bener milikin kamu seutuhnya
Riesta diem tanpa suara perasaannya nggk karuan hari ini bikin mood Riesta nggk baek, hati kecilnya pengen nikah tapi nggak secepat itu usianya masih muda bahkan dengan kesibukan nya sekarang bikin Riesta jarang kumpul ato jalan dengan teman teman nya ini lagi suruh nikah cepat cepat, makanan sudah diantar kemeja Riesta n Henry sudah jadi kebiasaan Henry kalau makan berdua dengan Riesta pastinya Riesta disuapin karena memang Riesta untuk makan cenderung males Henry memang paling suka makanan sehat beda dengan Riesta lebih praktis dengan makanan cepat saji