
Seminggu sudah Cinta di rawat di Rumah Sakit, Dika selalu menjaga serta terus berada di sampingnya. akan tetapi, entah mengapa perhatian Dika yang sangat besar untuk Cinta tidak sedikit pun membuat hatinya merasakan getaran cinta untuk Dika.
Aku memang menyayangi mas Dika, tapi rasa sayang yang aku rasakan untuknya saat ini seperti seorang adik yang menyayangi kakak nya sendiri. Namun, aku akan terus berusaha untuk mencintai mas Dika, karena aku tidak mau kalau sampai menyakiti hati lelaki yang sudah tulus mencintaiku. Bathin Cinta.
"Alhamdulillah ya mas, aku sekarang sudah boleh pulang," ujar Cinta.
"Iya Alhamdulillah, tapi awas saja kalau sampai di rumah kamu nanti malah bekerja, pokoknya kalau sampai aku melihat kamu memegang sapu atau apa pun itu, aku bakalan langsung mengunci kamu di kamar biar kamu gak bisa kemana-mana !" ancam Dika.
Cinta pun cemberut mendengar perkataan Dika.
"Udah gak usah di monyong-monyongin tuh bibirnya, nanti aku cium mau?" goda Dika yang akhirnya Cinta lempar pakai bantal.
"Iya-iya bercanda sayang, aku mencintaimu karena Alloh Cinta, dan aku akan selalu berusaha untuk menjaga kehormatanmu sebagai seorang perempuan," ujar Dika.
Cinta pun kini meneteskan airmata karena perkataan Dika sama seperti yang Ilham ucapkan dulu. dan lagi-lagi Cinta teringat kembali kepada sosok Ilham,
Bagaimana keadaan mas Ilham setelah pulang dari sini ya? dia pasti kecewa kepadaku, dan dia juga pasti merasakan sakit hati yang sama sepertiku karena aku juga sudah membohongi perasaanku sendiri, Kenapa rasa cinta kami membawa luka untuk kami berdua Ya Alloh? kini hatiku bertanya-tanya.
"Sudah terharu nya gak usah sampai nangis seperti itu, aku memang bukan lelaki baik seperti Ilham, dulu sebelum aku mengenalmu, aku sudah sering bergonta-ganti pacar, walau pun tidak sampai melewati batas," ucap Dika tersenyum.
"Semua orang juga pasti punya masalalu mas, tapi jadikanlah itu semua sebagai pelajaran untuk kita menjalani hidup yang lebih baik lagi di masa mendatang. Masalalu hanya untuk di kenang bukan untuk di ulang," ujarku kepada mas Dika.
"Yupz..bener banget, pinter banget sih pacar nya aku," ucap Dika dengan mengelus lembut kepala Cinta yang selalu tertutup oleh jilbab.
"Iya mas, aku gak mau terjadi lagi kegagalan dalam menjalin sebuah hubungan, karena rasanya sakit sekali jika kita tidak bisa memiliki orang yang kita cintai, dan aku juga gak mau kalau sampai hubungan yang kita jalani sekarang hanya akan membawa luka untuk kita berdua," ujar Cinta.
"Kita sama-sama berusaha ya sayang, yang penting kalau memang kamu sudah tidak nyaman berada di sampingku, kamu harus berkata jujur, walau pun itu akan sangat menyakitkan untuk ku, dari pada nanti hati kamu yang sakit karena harus berbohong dengan perasaan kamu sendiri, aku akan lebih gak rela lagi," ujar Dika.
__ADS_1
Degg
Cinta terkejut mendengar perkataan Dika, karena sekarang dia juga sudah membohongi perasaannya sendiri untuk kebahagiaan Dika.
Maafin aku mas, mungkin sekarang aku belum bisa mencintai mas Dika, tapi mudah-mudahan rasa cintaku pada mas Dika akan tumbuh dengan seiring waktu yang kita jalani, ucap Cinta dalam hati.
"Ya sudah kita lanjutin ngobrolnya nanti di rumah ya, sekarang ayo cepat naik ke kursi roda," ucap Dika.
"Lho ngapain aku harus naik ke kursi roda segala? aku kan bisa jalan mas," ujar Cinta.
"Jadi kamu mau nya aku gendong iya?" tanya Dika dengan menaik turunkan alis nya.
"Enggak_enggak memangnya aku anak kecil pake di gendong segala, ya sudah aku naik kursi roda saja," ucap Cinta dengan terpaksa duduk di atas kursi roda.
"Gitu donk makanya nurut, jadi gak harus ada drama dulu," ujar Dika.
Setibanya di parkiran, mereka berdua melihat banyak perempuan yang sudah menunggu Dika dengan mengerumuni mobilnya.
"Tuh lihat, disana sudah banyak fans nya mas Dika yang nunggu," tunjuk Cinta.
"Bodo amat aku gak peduli," jawab Dika.
"Sekarang aja bilang nya gak peduli, kalau dulu mah pasti langsung diladeni," sindir Cinta kepada Dika.
"Setiap orang bisa berubah kan sayang, dan aku ingin berubah menjadi lebih baik lagi, dan itu semua berkat dirimu," ujar Dika.
"Itu semua bukan berkat diriku mas, tapi Alloh SWT lah yang sudah memberikan hidayah buat mas Dika, dan aku hanyalah sebagai perantaranya saja," ujar Cinta dengan bijak.
__ADS_1
"Terimakasih ya sayang, karena kamu sudah berusaha membuka hati untukku, mulai sekarang aku akan belajar menjadi imam yang baik, dan aku juga dulu sudah sering belajar pada Ilham tentang cara-cara menjadi seorang Suami yang baik dalam membimbing Istrinya." ucap Dika dengan tersenyum kepada Cinta.
Lagi-lagi Ilham selalu masuk dalam pembahasan mereka, karena Ilham adalah sosok lelaki impian untuk semua perempuan, dan juga sosok calon imam yang soleh, dan dulu juga Cinta bisa mengaji karena diajarkan oleh Ilham.
Hati Cinta antara senang dan kecewa disaat Ilham berkata kalau dia sama sekali belum menyentuh Istrinya, karena Cinta tau bahwa dosa hukumnya bagi seorang Suami yang tidak memberikan nafkah bathin kepada seorang Istri, Cinta tau jika Ilham lebih mengerti tentang itu semua.
Mungkin akulah penyebab dari semua itu karena rasa cinta kami yang masih kami simpan di dalam hati. Ampuni hamba Ya Alloh, ujar Cinta dalam hati.
Setibanya di depan mobil, mereka berdua langsung dikerumuni oleh fans nya Dika yang meminta fhoto bahkan secara langsung mengajak kencan,
Astagfirulloh, sungguh miris sekali kebanyakan dari perempuan di jaman sekarang ini, bahkan tidak tahu malunya mengajak jalan seorang lelaki yang bukan muhrim, aku saja yang notabene nya seorang perempuan merasa malu dengan perkataan mereka, gumam Cinta dalam hati.
"Mas Dika, yang di kursi roda itu adik nya ya, kok wajahnya mirip banget sih?" celetuk salah satu fans nya Dika.
"Mungkin karena kita jodoh, makanya wajahnya mirip, jawab Dika.
"Aku gak rela deh Dika, masa setelah putus dari aku kamu malah jadian sama cewek udik gitu sih?" tambah perempuan lain nya.
"Maaf ya kamu gak usah seenak nya menghina perempuan yang sangat berarti dalam hidupku, karena dia jauh lebih baik dari kalian semua, tolong kalian jangan ganggu aku lagi, karena Cinta akan menjadi Istri sekaligus Ibu dari anak-anak ku kelak," ucap Dika dengan tegas, kemudian mereka berdua berlalu masuk ke dalam mobil meninggalkan para fans Dika yang cantik dan seksi.
Akhirnya Dika melajukan mobilnya membelah jalanan Ibukota yang selalu ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang, apalagi sekarang sudah memasuki jam makan siang.
"Cinta, sebaiknya kita makan siang dulu ya di Restoran yang ada di depan sana, sambil nunggu lewat jam makan siang juga biar nanti perjalanannya tidak terlalu macet," ajak Dika.
"Iya gimana mas Dika saja," jawab Cinta.
dan akhirnya mereka berdua pun turun dari mobil setelah sampai di depan Restoran.
__ADS_1