
"Bang,Dini dan Dela sudah menuju ketempat ini,apa sebaiknya kita tunggu di dalam saja"tanya Dini
"Kita kedepan sebentar untuk permisi ke securitynya supaya Leni dan Dela nanti diperbolehkan masuk ke sini"ucap Indra
Setelah tiba di pos security,Indra pun menitip pesan supaya memperbolehkan kedua adiknya nanti untuk bisa masuk ke komplek karena mereka akan tidur di cafe itu.
"Baiklah pak"ucap security komplek itu
Indra dan Dini pun kembali ke cafe.
Sementara mereka menunggu kedatangab Dela dan Leni disana,Dini menyapu ruangannya Indra yang akan mereka gunakan nanti untuk menjadi tempat beristirahat menghabiskan malam itu
"Maaf yah dek,untuk malam ini kita tidur disini dulu,kamu pasti tidak akan nyaman nanti"ucap Indra merasa bersalah
"Ini juga sudah sangat bersyukur bang,setidaknya kita bisa tidur tak beralaskan tanah dan tak beratapkan langit langsung"ucap Dini
"Aku semakin salut denganmu dek"ucap Indra
Suara motor sudah kedengaran dari luar,Indra langsung menemui Dela dan Leni untuk membantu membawakan barang yang sengaja mereka bawa untuk digunakan disana
"Maaf merepotkan kalian dek"ucapa Dini merasa tidak enak hati
"Tidak masalah kak,lagian besok Dela masuk siang"ucap dela
"Sebaiknya kita masuk kedalam,ini juga sudah hampir tengah malam"ucap Indra
Setelah Dini selesai mengganti baju dan mencuci muka,dia pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Dela
Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari,Leni,Dela dan Dini belum bisa menutup mata karena perut mereka terasa lapar
"Sebaiknya kita masak saja kak,entah kenapa perut Leni terasa perih sekali"ucap Leni
Mereka bertiga pun sepakat menuju kedapur dan langsung menyiapkan bahan yang akan mereka masak
"Kak bagaimana cara menghidupkan apinya"tanya Dela yang sudah berulang kali mencoba menghidupkan kompornya
__ADS_1
"Kakak juga tidak paham ini Del,apa sebaiknya kita minta tolong bang Indra saja"tanya Dini kepada Leni
"Ide bagus kak,tetapi kakak yang membangunkannya yah"ucap Leni
"Baiklah" dan Dini berlalu dari tempat itu menuju ruangannya Indra
"Bang....bang In,tolong bantu sebentar,kami mau masak karena lapar,tetapi kompornya tak bisa hidup"
Indra pun langsung terbangun dan mengikuti langkah Dini dari belakang
"Astaga...kelihatan kita yang tak pernah menggunakan dapur canggih seperti ini,mungkin sampai aku ubanan pun ini kompor tak akan pernah nyala karena jantungnya belum di hidupkan"ucap Dini sambil terkekeh
"Kalian mau masak apa"tanya Indra melihat nasi yang sudah siapkan oleh Dela
"Mau masak nasi goreng saja bang,ini juga sudah pagi"ucap Leni menanggapi pertanyaan abangny itu
"Sebaiknya biar aku saja yang masak,kalian siapkan saja piring dan yang lainnya"ucap Indra
....
"Dek ini sudah jam dua pagi,sebaiknya adek juga tidur karena besok harus kerja pagi"saran Indra
"Sebentar lagi bang,tunggu nasinya turun dulu.Oh yah bang,besok jadikan meetingnya dilaksanakan" tanya Dini memastikan
"Jadi dek,besok jam tiga sore,sekalian setelah selesai meeting mereka mau showing ke cafe dek"
"Baiklah bang,semoga besok semuanya berjalam lancar dan sebaiknya kita tidur supaya besok abang tidak mengantuk saat mengantarkan aku kerja"ucap Dini dan berlalu dari tempat itu menuju ruangannya Indra
"Adek duluan saja,abang masih mau berjuang"ucapan Indra tergantung di pendengaran Dini karena dia sudah masuk ke ruangannya Indra
"Biarkanlah dia disana,toh selama ini dia juga tahan begadang"ucap Dini dan langsung merebahkan kembali tubuhnya disamping Dela
Sementara Indra yang sedari tadi menahan diri untuk tidak terpancing melihat ke arah p**a mulusnya Dini, bernapas lega setelah kepergian Dini dari tempat itu
"Aku ini seperti anak remaja saja yang baru mengenal yang namanya perempuan,selama ini bahkan aku sudah melihat lebih dari situ dan bahkan sudah me*****tinya.Tetapi entah kenapa,melihat Dini berpakaian baju tidur yang pendek saja,si Junior ini langsung bereaksi dari tempatnya.Sabar tong,sebentar lagi kamu juga akan bisa mem*****nya"gumam Indra pada barang pusakanya itu
__ADS_1
....
Pagi itu,Dini yang sudah bangun duluan langsung bergegas mandi dan mengganti pakaian.Indra yang mendengar suara gemercikan air akhirnya ikut terbangun dan langsung menuju kamar mandi diluar ruangan itu
Selesai mandi,Dini langsung menuju kedapur untuk menghidangkan teh dan membuat roti bakar kesukaannya
"Sedang apa dek"tanya Indra mengagetkan Dini dari belakang sambil memeluk pinggang rampingnya Dini
"Astaga bang,jantungku hampir copot"ucap Dini sambil meletakkan sendok yang ada di tangannya dan berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Indra
"Jangan seperti ini bang,malu di lihat Leni dan Dela nanti"ucap Dini
"Tenang saja dek pintu sudah abang kunci dari luar,dan abang yakin mereka masih tidur sekarang"ucap Indra dan semakin mengencangkan pelukannya
"Bang..."
Indra yang mendapat penolakan dari Dini langsung berusaha men***m wajahnya Dini,tidak sampai disitu,melihat Dini yang sudah pasrah dan tidak melakukan perlawanan lagi,Indra langsung mel***t bibirnya Dini.Kurang lebih Lima menit,Indra dapat menjelajali setiap inci di wajah,leher dan mulut Dini.Indra baru menghentikan aksinya setelah melihat wajah Dini yang sepertinya kehabisan napas.
"Astaga dek,maaf abang terbawa suasana,jujur dari semalam aku sudah menahan supaya tidak bertindak seperti ini.Sekali lagi maafkan aku dek"ucap Indra merasa tidak enak hati saat Dini menatapnya dengan wajah yang tidak bisa diartikan
"Sudah lupakan saja bang,sebaiknya tolong buka pintu ruanganmu itu,sebelum Leni dan Dela berpikiran aneh-aneh tentang kita berdua
"Baiklah dek,abang kedepan dulu"ucap Indra dan berlari dari tempat dimana Dini berada saat ini
"Astaga...aku bahkan seperti anak bayi yang sedang kehausan"gumam Indra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Saat Indra tiba diruangannya,dia melihat Dela dan Leni masih tertidur pulas.Indra pun kembali kedapur untuk membantu Dini menyiapkan sarapan pagi untuk mereka ber empat
"Sebaiknya kita sarapan duluan saja dek,kedua anak ABG itu masih tidur pulas"ucap Indra
"Baiklah bang,oh yah bang, nanti saat abang dan pimpinan Restorannya abang meeting ditempat kami,mungkin aku tidak bisa ikut disana,kebetulan ada juga yang akan menggunakan ballroom di tempat kami dan mereka meminta untuk aku yang turun tangan langsung kesana.Tapi aku juga akan usahakan nanti supaya bisa ikut sebentar,karena tidak enak juga kan dengan abang dan yang lainnya"ucap Dini
"Mana yang terbaik saja dek,tapi abang berharap,calon istrinya abang ini dapat meluangkan waktunya sebentar untuk melihat calon suaminya yang kebetulan mau kerja sama dengannya"ucap Indra menggoda Dini
""Akan di usahkan pangeran kodok"sahut Dini sambil menjulurkan lidahnya
__ADS_1
"Astaga dek,tolong itu lidah di kondisikan dulu"