Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 64 ( Penjelasan Ilham )


__ADS_3

Hari ini Ilham menerima Undangan Pernikahan dari Arya teman satu kamarnya dulu saat mondok di Pesantren.


Sesaat kemudian Ilham pun menerima telpon dari Arya.


📞"Assalamu'alaikum Ham, kamu udah nerima Undangan Pernikahan aku kan?" tanya Arya.


📞"Wa'alaikumsalam, Sudah Ya, makasih banyak ya kamu masih ingat sama aku," ujar Ilham.


📞"Maaf ya Ham Undangannya digital soalnya acaranya mendadak, jangan lupa hadir ya, aku akan menunggu kedatanganmu," ujar Arya.


📞"Insyaallah Ya, kebetulan aku juga lagi ada bisnis di Jakarta," ujar Ilham.


dan telepon pun terputus setelah mereka mengucapkan Salam.


"Aku jadi penasaran pengen tau wajah perempuan yang sudah berhasil menaklukan Arya yang terkenal sangat dingin, apalagi semenjak di khianati pacarnya," gumam Ilham.


"Kamu lagi lihat apa Nak?" tanya Bu Salma.


"Ilham mau lihat Undangan digital Pernikahan Arya Bu," jawab Ilham.


"Arya teman kamu waktu mondok kan?" tanya Bu Salma.


"Iya Bu, Ilham dengar dia sekarang sudah sukses menjadi Dokter dan Kepala Rumah Sakit," ujar Ilham.


"Alhamdulillah, Arya hebat ya, meskipun tumbuh tanpa kasih sayang orangtua," ujar Bu Salma.


"Ilham juga kagum sama Arya, karena dari kecil dia selalu berjuang sendirian," ujar Ilham.


"Oh..jadi calon Istri Arya namanya Cinta juga," ujar Ilham ketika membaca Undangan.


"Kok namanya bisa sama ya Cinta juga," ujar Bu Salma.


"Beda belakangnya Bu, kalau belahan jiwa Ilham kan Cinta Khairunnisa, kalau calon Istri Arya Cinta Pratama," ujar Ilham kepada Bu Salma.


Ilham tidak tahu jika kedua nama itu adalah orang yang sama, karena semenjak Cinta bertemu dengan keluarga kandungnya, Cinta pun mengganti namanya sesuai yang tertulis di Akta kelahiran.

__ADS_1


"Nanti Ibu ikut hadir ya ke Pesta Pernikahan Arya," ajak Ilham.


"Insyaallah Nak, kita lihat saja nanti ya, mudah-mudahan tidak ada halangan apa pun, dan Ibu selalu berdo'a semoga kamu segera mendapatkan pengganti Cinta" ujar Bu Salma, tapi Ilham hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Ibunya.


......................


Hari yang ditunggu-tunggu oleh Arya pun telah datang, hari ini Arya dan Cinta akan melakukan janji suci Pernikahan yang akan di adakan di kediaman Cinta.


Arya sebelumnya sudah sempat nge-share lokasi Pernikahannya kepada Ilham.


Ilham pun merasa terkejut karena alamat tersebut adalah alamat rumah Dika.


"Kok bisa ya acara Pernikahan Arya dilaksanakan di rumah Dika?" gumam Ilham.


"Mungkin lokasinya saja yang berdekatan dengan rumah Dika," sambung Ilham yang kini berusaha menepis semua dugaanya.


Awalnya Ilham akan berangkat ke Pernikahan Arya bersama Bu Salma, tapi karena adiknya Ilham sedang sakit, jadi Bu Salma pun tidak dapat ikut.


Satu jam kemudian Ilham pun sampai di lokasi Pernikahan Arya, Ilham merasa terkejut karena ternyata benar dugaan dia jika Arya Menikah di kediaman Dika.


Ketika sampai di pintu masuk, Ilham pun berpapasan dengan Dika.


"Ilham, kamu di Undang juga ya sama Arya?" tanya Dika.


"Iya Dika, tapi kenapa Arya bisa mengadakan acara Pernikahannya di rumah kamu?" tanya Ilham.


"Kan Arya Nikahnya sama Adik aku," ujar Dika.


"Tapi di Undangan Arya Menikah dengan Cinta, bukan dengan Stella?" ujar Ilham.


"Iya memang, Cinta kan adik aku juga, dan kami adalah anak kembar," ujar Dika, sehingga membuat tubuh Ilham lemas dan jatuh di atas lantai.


"Loe kenapa Ham? loe baik-baik saja kan?" tanya Dika yang kini terlihat khawatir melihat keadaan Ilham.


"Kenapa kamu gak pernah cerita kalau sebenarnya Cinta adalah Adik kamu Dika? padahal selama ini aku menganggap kamu dan Cinta sepasang Suami istri," ujar Ilham dengan meneteskan airmata.

__ADS_1


"Maaf Ham, Cinta yang melarang aku supaya tidak memberitahukan semuanya kepada kamu, tapi percuma juga kan aku mengatakan semuanya, karena kamu juga sudah Menikah bahkan memiliki anak dari Bella," ujar Dika.


"Kamu tau, kalau aku dan Bella sudah bercerai dari lima tahun yang lalu, bahkan Pernikahan kami hanya tiga bulan saja, selama itu juga aku tidak pernah menyentuh Bella sedikit pun, dan anak yang kemarin memang anak Bella, tapi bukan dariku melainkan dari mendiang Bapak kandungku sendiri, karena mereka sudah berselingkuh," jelas Ilham mengatakan yang sebenarnya.


"Apa? kamu jangan bercanda Ham, jadi selama ini kamu hidup menduda, bahkan kamu rela mengurus anak hasil perselingkuhan Bapak dan mantan Istrimu?" tanya Dika yang kini mengusap rambutnya secara kasar karena menyesal baru mengetahuinya sekarang.


"Iya Dika, aku sangat menyesal kenapa dari dulu tidak pernah menceritakan semuanya kepada kamu, karena aku hanya berusaha untuk menutupi aib keluargaku," ujar Ilham dengan tertunduk sedih.


"Kamu yang sabar ya Ilham, mungkin Cinta bukan jodoh kamu, aku juga sama menyesalnya dengan kamu, karena aku sangat tahu jika Cinta juga sangat mencintai kamu," ujar Dika.


"Lalu siapa sebenarnya anak yang waktu itu kalian bawa ke Taman? karena aku mengira jika itu adalah anak kalian?" tanya Ilham kepada Dika.


"Dia adalah Dita anak angkat aku dan Cinta. dan Dita adalah anak mendiang Tia," jelas Dika.


"Astagfirulloh, kenapa bisa terjadi salah paham seperti ini?" ujar Ilham.


Arya yang melihat kedatangan Ilham pun kini menghampiri Ilham yang sedang mengobrol dengan Dika.


"Alhamdulillah Ilham, akhirnya kamu datang juga," ujar Arya dengan merangkul tubuh Ilham.


"Lho kalian sudah saling mengenal ya?" tanya Arya kepada Ilham dan Dika.


"Iya Ya, aku dan Ilham dulu pernah bekerja sama di Sulawesi, dan Ilham juga teman dekatku," ujar Dika.


"Ternyata dunia ini sempit juga ya, apa mungkin Ilham juga sudah mengenal calon Istriku?" tanya Arya.


"Aku bukan hanya mengenalnya Arya, tapi dulu Cinta sempat menjadi calon Istriku juga," ujar Ilham sehingga membuat Arya terkejut.


"Jadi selama ini perempuan yang selalu kamu ceritakan itu Cinta calon Istriku? dan lelaki yang bernama Ilham yang selalu Cinta sebut-sebut dalam mimpinya ternyata kamu Ilham, temanku sendiri," ujar Arya yang kini merasa frustasi mengetahui kenyataan yang sebenarnya.


"Sekarang kamu harus ikut aku Ilham sebelum semuanya terlambat, aku tidak mau jika sampai Cinta menyesal setelah menikah denganku sebelum dia mengetahui kenyataan yang sebenarnya tentang semua pengorbanan yang telah kamu lakukan selama ini, karena aku yakin kalau Cinta pasti mengira bahwa kamu masih menikah dengan Bella, bahkan sudah memiliki anak darinya, tapi aku mengetahui semua tentang kebenarannya jadi sebaiknya kamu jelaskan sekarang juga kepada Cinta !" ujar Arya dengan menarik pergelangan tangan Ilham menuju kamar Cinta.


"Tidak ada yang harus aku jelaskan lagi kepada Cinta, Arya. Lebih baik aku pergi sekarang juga dari sini, aku tidak mau mengacaukan acara Pernikahan kalian," ujar Ilham dengan melangkahkan kaki untuk keluar.


"Biarkan Cinta yang memilih dia akan menikah dengan siapa Ilham !" ujar Arya, sehingga menghentikan langkah kaki Ilham.

__ADS_1


__ADS_2