
Pagi harinya,setelah bangun tidur,Indra dan Adi langsung pergi ke ladang untuk menjemput ternaknya yang akan digunakan nanti di acara Indra dan Dini yang akan dilakukan di rumahnya Dini
"Itu Riko dengan saudara yang lain bang,mereka sudah duluan kemari untuk menjemput semua kebutuhan untuk lusa nanti "ucap Adi
"Berarti kita sudah kesiangan Di,entah kenapa tidurku malam tadi sangat nyenyak,sehingga alaram di ponselku pun sampai tidak kedengaran"ucap Indra
"Sama bang,aku juga bisa sampai melupakan bahwa hari ini kita harus membantu Riko,sebaiknya kita bantu bang karena sepertinya tenaga sapinya lebih kuat dari mereka"ucap Adi dan langsung berlari meninggalkan Indra
.....
Setelah selesai mengambil apa yang diperlukan dari ladang,mereka semua pun pulang kerumah
"Sebaiknya kita makan dulu"ucap Bu Astri setelah semuanya tiba di rumah
"Baiklah Bu"ucap Adi
Selesai makan,semua anggota keluarga kembali sibuk untuk mulai mengolah bumbu yang akan di gunakan lusa
Bu Astri mendekati Indra untuk mengajaknya menemui Dini yang kebetulan sedang pergi berjiarah kemakan Pak Dahlan
"Temani Dini nak,dia pasti akan menangis disana,sudah menjadi kebiasaan baginya,setiap ada kesempatan dia akan pergi dan menangis untuk mencurahkan semua isi hatinya di makam bapaknya "ucap Bu Astri
"Baiklah Bu,Indra kesana dulu"ucap Indra
Setibanya di makam keluarga besarnya Dini,sayup-sayup terdengar suara seseorang yang sedang menangis sambil berbicara dan sesekali terdengar sedikit marah
Indra sengaja tidak langsung masuk ke dalam makam itu dan memilih untuk duduk disamping tembok bangunan itu
"Pak....saat ini aku sudah memilih pilihan dan tambatan hatiku,besok aku akan melangkahkan kaki dan memulai tahap awal untuk suatu pernikahan yaitu mengikuti dan melaksanakan janji pranikah,Bapak tahu tidak...aku sedih pak,aku lemah pak,aku takut pak.Pak menurutku Bang Indra itu ada miripnya dengan sifat Bapak,dia baik pak,penyayang dan sedikit cemburuan.Tapi pak aku sedikit takut Bu Neni yang akan menjadi mertuaku nanti sepertinya belum bisa menerimaku sebagai pendamping untuk anak laki-lakinya itu.Tolong doakan aku supaya kuat menghadapi semuanya yah pak.Oh yah pak,akhir-akhir ini kenapa Bapak tidak pernah hadir di mimpi tidurku lagi,apa bapak cemburu yah,tapi yakinlah namamu masih pemilik seutuhnya hati ini sampai nanti kami sah menjadi sepasang suami istri,setelah itu kumohon tolong jangan cemburu karena kalian berdua akan menjadi pemilik hati ini.Pak jadilah pendoa buatku dan jika aku salah dalam mengambil tindakan atau keputusan tolong beritahu aku yah"ucap Dini sambil mengelap marmer dari makam bapaknya itu
Setelah merasa sudah sedikit tenang,Indra pun masuk dan ikut duduk disamping Dini
"Sudah tenang"ucap Indra sambil memegang tangan Dini
"Bang Indra disini juga,sejak kapan bang"tanya Dini merasa tidak enak hati
"Aku baru tiba dek"ucap Indra berbohong supaya Dini tidak malu karena mendengar isi curhatannya kepada almarhum Pak Dahlan saat itu
__ADS_1
"Sebaiknya kita pulang dek,kami juga akan berangkat bersama Adi dan Riko karena ada barang yang mau di beli lagi"ucap Indra mencoba mengalihkan perhatian Dini dari kesedihannya
.....
"Kalian hati-hati nak"ucap Bu Astri
"Baiklah Bu,kami pamit dulu"ucap Indra dan menyalami semua anggota keluarga Dini yang ada diruangan itu
Sementara di rumahnya orang tuanya Indra.
"Bu Indranya sudah tiba,kita jadi tidak hari ini ke tempat orang yang punya musik "tanya pak Ipan
"Jadilah pak,sekalian kita mau ketempat salon yang akan digunakan nanti di hari H"ucap Bu Neni
.....
Hari ini adalah hari dimana Indra dan Dini akan mengikuti janji pranikah yang di adakan di rumah pihak keluarga Dini
Setelah selesai melaksanakan semuanya,kedua keluarga besar itu pun kembali kerumahnya Dini untuk mengikuti acara yang selanjutnya
"Baiklah Pak,sampai jumpa di acara bahagia kedua anak kita nanti"sahut perwakilan keluarganya Dini
Setelah kepulangan keluarga Indra,Dini pun langsung ikut bergabung untuk membantu keluarga yang lain yang sedang menyuci piring dan merapikan rumah bekas makan para tamu tadi siang
......
Seminggu berlalu,hari yang di tunggu-tunggu oleh seluruh keluarga besar Dini dan Indra telah tiba
Pagi itu setelah selesai di make up oleh Mua,Dini dan seluruh keluarga pun menunggu kedatangan keluarga Indra untuk menjemput Dini dari keluarganya dan membawanya ke tempat Indra.
Bu Astri yang meminta supaya tradisi itu bisa di laksanakan di pernikahan Dini dan Indra mengingat jarak antara desa Dini dengan kampungnya Indra tidak terlalu jauh.
Setelah tiba di rumahnya Dini,Indra yang sudah rapi dan gagah turun dari mobil pengantin dan di gandeng oleh Pak Ipan dan Bu Neni untuk menemui Dini yang sedang menunggu kedatangan calon suaminya di rumah
"Apa ini bidadari yang turun dari khayangan,apa memang Dini secantik ini,riasannya tidak menor dan sangat natural,aku bahkan tidak yakin bahwa aku akan segera menikahinya"batin Indra
"Kenapa bang"bisik pak Ipan yang menyadari anaknya yang tidak bergerak dan mematung dibelakang
__ADS_1
"Tolong cubit aku pak,apa ini benaran atau hanya...."
"Ayo bang,kita temui dan salam calon mertuamu dan calon istrimu"ucap Pak Ipan
.....
Semua keluarga dan sanak famili mengikuti iring-iringan mobil pengantin yang membawa Indra dan Dini menuju tempat yang akan dilaksanakannya pesta pernikahan kedua insan itu
"Dek...kamu sangat cantik sekali hari ini,aku bahkan tak yakin bahwa yng berada disamping ku ini adalah kamu dek"ucap Indra
"Nanti malam saja saling memujinya,ingat kami masih ada disini"ucap Leni yang sengaja mengusili calon pengantin itu
Setelah tiba di gedung tempat dimana akan di laksanakan acara pernikahan dan sekaligus resepsi,Dini dan Indra langsung disambut oleh semua karyawan dari cafe dan tokonya Dini.
"Terimakasih buat waktu dan kedatangan kalian"ucap Dini dan Indra sambil menyalami satu persatu semua rombongan yang sengaja datang dari kota M untuk turut menyaksikan hari bahagia dari bos mereka itu
Setelah selesai acara pemberkatan pernikahan dan di lanjutkan dengan resepsi dan adat,tibalah saatnya untuk semua tamu dan rekan kerja Dini dan Indra untuk menyampaikan ucapan selamat dan pemberian kado kepada keduanya
"Selamat yah buat Bu Dini dan pak Indra,semoga menjadi keluarga yang berbahagia dan cepat dapat momongan "ucap Pak Budi mewakili perusahaan dimana Dini bekerja dan di lanjutkan oleh tempat kerjanya Indra dan seluruh karyawan dari cafe dan tokonya Dini
"Terimakasih buat kehadiran Bapak dan Ibu yang sudah menyempatkan waktu dan tenaga untuk bisa hadir di hari bahagia kami ini,tak ada kata yang bisa kami ucapkan selain kata terima kasih,semoga doa baik dan harapan yang sudah kami terima di kabulkan oleh Tuhan" ucap Dini menyambut semua rekan kerja dan pimpinan mereka
......
"Akhirnya selesai juga acaranya dek"ucap Indra setelah memasuki kamarnya malam itu
"Ia bang"ucap Dini
"Sebaiknya kita ganti baju saja dek,keluarga sudah menunggu kita di bawah"ucap Indra dan mencoba membantu Dini untuk melepaskan baju kebaya yang dipakai oleh Dini
"Kita mandinya gantian saja bang dan setelah selesai mandi sebaiknya abang duluan saja kebawah"ucap Dini
"Baiklah dek,abang mandi dulu"
Setelah Indra berlalu dari kamar itu,Dini langsung mandi dan segera memakai pakaiannya untuk menyusul Indra kebawah
"Selama ini aku hanya tidur sendiri,malam ini sebaiknya aku tidur bersama Leni saja"batin Dini sambil menuruni anak tangga di rumah mertuanya itu
__ADS_1