Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Saat Ini Dini adalah Napasku


__ADS_3

Pagi itu,setelah selesai mengurus semua biaya dan administrasi di rumah sakit,Indra langsung kembali kekamar dimana Dini sudah menunggu kedatangannya


"Sekarang kita pulang kerumah bee,semoga kedepan semua duka dan kesedihan yang kita alami segera berlalu dan digantikan oleh kebahagiaan di dalam keluarga kecil kita"ucap Indra sambil mendorong kursi roda yang diduduki Dini saat itu


"Amin bang"sahut Dini


Setelah tiba di rumah,Pak Ipan dan Bu Neni yng sudah menunggu kepulangan dari anak dan menantunya itu langsung memeluk keduanya dengan begantian


Dini yang masih merasa takut dengan Bu Neni langsung memegang pergelangan tangan Indra untuk meminta perlindungan darinya


"Tenang bee,Ibu tidak akan berusaha melukai mu lagi,sekarang sebaiknya kita langsung masuk kedalam kamar saja yah supaya kamu juga bisa istirahat"saran Indra


"Baiklah bang,Dini masuk kekamar dulu Bu,Pak"pamit Dini saat meninggalkan ruang keluarga rumah itu

__ADS_1


"Baiklah nak,istirahat lah dan jangan terlalu banyak pikiran.Saat ini kamu harus benar-benar tenang supaya kondisimu cepat pulih"ucap Pak Ipan


"Terimakasih pak"ucap Dini sambil berlalu kekamar dirinya dan Indra


"Bang...maaf jika reaksiku tadi berlebihan terhadap Ibu,jujur saat ini aku belum bisa menerima Ibu seperti sebelumnya.Bang tolong sampaikan maafku buat Ibu dan Bapak nanti yah,jika sudah selesai berbicara dengan Bapak dan Ibu,aku juga meminta waktu abang nanti sebentar,ada hal yang mau aku sampaikan kepada abang dan sekalian kita akan membahas tentang kelanjutan pekerjaanku di hotel"ucap Dini sambil merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur mereka


"Baiklah bee,sekarang kamu tidurlah dulu,aku juga mau membahas sesuatu dengan Ibu dan Bapak"ucap Ali sambil merapikan selimut yang menutupi tubuhnya Dini


"Bang jangan memarahi Ibu,ini juga salahku yng tidak mau berterus terang kepada abang.Jika abang memarahi Ibu,maka Ibu akan merasa sedih dan merasa ditinggalkan.Bicaralah dengan Ibu dan Bapak dari hati kehati,jangan membentak apalagi menyudutkan Ibu bang"pinta Dini


.....


"Nak Dininya sudah tertidur bang"tanya Pak Ipan dengan rasa sedih

__ADS_1


"Sudah pak,Dini juga sudah meminum obatnya untuk pagi ini.Bu...sebenarnya saat ini hati ini masih sangat sakit akan semua kejadian ini.Saat mengetahui hal yang sebenarnya hatiku bahkan sangat terluka Bu,orang yang selama ini aku percayai,orang yang selalu aku mintai berkat darinya untuk memberkatiku malah merencanakan hal buruk untukku dan untuk istriku.Kemarin saat mengetahui bahwa Dini telah keguguran,saat itu juga aku ingin mengakhiri hidupku Bu.Aku malu sekaligus benci terhadap diriku sendiri.Aku malu tidak bisa memberi rasa aman dan nyaman untuk istriku sendiri,aku benci karena terlalu memakan mentah-mentah semua omongan Ibu.Tadi pagi dokter telah menekankan supaya jangan mendekatkan Dini kepada sumber penyebab dia seperti sekarang ini.Bu....jika Ibu mau menghukum aku maka hukumlah aku bu,tetapi jangan Dini bu,duludia hanyalah orang lain yang rela datang kekeluarga kita dan meninggalkan keluarganya demi aku.Saat ini bagiku Dini adalah hidupku Bu,saat ini Dini adalah napasku Pak.Saat ini Dini belum pulih total,bahkan saat melihat dan memeluk ibu tadi,dia sudah sangat ketakutan dan langsung berkeringat.Saat ini aku hanya ingin meminta nasehat dari Bapak untuk keluarga kecil kami ini pak,tolong aku pak"ucap Indra sambil menangis


"Bang...Bapak minta maaf karena ulah Ibumu kamu belum bisa menjadi seorang Bapak.Bapak meminta maaf karena kegagalan Bapak mendidik Ibumu ini sehingga menyebabkan seorang Ibu kehilangan calon bayinya.Besok kami akan pulang kekampung bang,bapak juga tidak bisa menjamin Ibumu ini jika madih tetap di kota ini tidak akan kembali melukai nak Dini.Bapak hanya berharap,kedepan jika ada hal yang mengganjal dan tidak sesuai dengan kata hatimu,maka segeralah bicarakan dengan istrimu nak.Jika bapak bisa meminta,sebaiknya kurangi emosimu dan belajarlah untuk tidak selalu membentak nak Dini.Bapaj tahu kamu sangat menyayangi nak Dini tetapi belajarlah mengendalikan emosimu.Jika Leni berada di posisi Dini,maka bapak yakin kamulah orang pertama yang tidak akan bisa menerima semua perlakuan buruk itu.Besok bapak juga akan menemui nak Dini untuk menyampaikan pesan dan nasehat kepadanya"ucap pak Ipan menasehati anaknya itu


"Bang...sebelumnya Ibu meminta maaf untuk semua yang telah terjadi didalam rumah tangga kalian.Apapun yang Ibu sampaikan pasti tidak akan bisa mengembalikan keadaan yang sudah berlalu.Saat ini Ibu sedih sekaligus sakit hati,Ibu sedih karena ulahku yang membuat calon cucuku pergi untuk selamanya.Ibu juga sakit hati karena tak ada satupun yang bisa menerima penyesalan ku ini,kalian hanya fokus dengan kesalahan yang sudah Ibu buat tanpa memikirkan perasaanku.Saat ini bapak juga sudah memprioritaskan Dini di dalam hidupnya.Saat Dini keguguran kemarin,bapakmu malah tidak mau makan sebelum mendengarkan suaranya.Ibu harus apa saat ini,orang yang menurut Ibu adalah sandaran satu-satunya malah memihak dan memilih istri dari anaknya.Apakah kalian tahu,saat ini aku sakit hati dan cemburu terhadap Dini,kedua orang yang selama ini aku anggap pelindung malah meninggalkan aku dan mengabaikan keberadaanku saat ini.Baiklah...besok ibu akan pulang kekampung,bersenang-senanglah kalian di kota ini dan jangan pedulikan aku lagi.Ibu juga mengucapkan selamat buat kalian berdua karena telah bisa memperebutkan seorang Dini dan telah membuat rumah tangga kita hancur setelah kedatangannya kekeluarga kita"ucap Bu Neni dengan sangat marah


"Astaga Ibu....Ibu sadar tidak akan apa yang sudah Ibu bicarakan.Bu....kak Dini itu wanita terhormat,dia tidak akan mau menghancurkan keluarga kita ini.Selama ini mungkin ibu sudah mati rasa akan semua kebaikan yang telah diberikan Kak Dini untuk kita.Bu...kak Dini tidak sehina dan tidak sekotor pemikiran ibu itu"ucap Leni dengan sangat menggebu-gebu


Sementara Dini yang sengaja ingin keluar untuk meminta ponselnya yang kebetulan di masukkan kedalam tas sandangnya suaminya tadi langsung terjatuh dan menabrak vas bunga yang ada dekat pintu kamarnya


"Bee....."teriak Indra sambil memangku istrinya yang tiba-tiba pingsan itu


"Pak...tolong Indra pak,apa yang terjadi pak"teriak Indra dengan sangat panik

__ADS_1


"Tenanglah bang,mungkin Dini mendengar semua pembicaraan kita tadi dan bisa jadi dia shock.Sebaiknya kita beri dia minum dan coba membangunkannya dengan tenang"ucap Pak Ipan berusaha menenangkan Indra


"Semoga Kak Dini selamat Bu,kalau tidak bersiaplah untuk ke kantor polisi dan akan sekarat disana"teriak Leni sambil berlalu dari tempat itu


__ADS_2