
Malam itu dilalui Dini dengan hati yang gusar"Rud..semoga kamu mengiklaskan pernikahan ku nanti dan tolong doakan aku supaya bahagia dengan pilihanku.Jujur namamu juga pasti memiliki tempat tersendiri di hati ini,tetapi bukan berarti aku masih menyayangimu sebagai seorang kekasih atau mantan,aku hanya mengenang nama itu karena dengan bersamamulah aku mulai mengenal yang namanya mencintai dan di cintai,mengenal yang namanya berjuang walau di tentang dan dengan bersamamulah aku mulai belajar mengiklaskan walau itu sakit.Semoga kamu segera di pertemukan dengan jodohmu yang baik"batin Dini sebelum merebahkan tubuhnya di kasur empuknya itu
Keesokan harinya.
Sore itu sepulang kerja, Indra memilih santai di cafe di dalam ruangannya.Tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata Rudi lah yang menghubunginya saat itu
"Hallo Rud,bagaimana kabar keluarga disana"tanya Indra
"Kabar baik bang,bagai mana disana bang"
"Kabar baik juga Rud,oh yah ada apa Rud"tanya Indra
"Sebelumnya aku minta maaf bang,sebenarnya aku tidak ada hak lagi untuk menyampaikan ini kepada abang.Tetapi tolong ijinkan aku untuk menyampikan ini bang,supaya kedepan aku akan tenang untuk melepaskan Dini dengan lelaki pilihannya yaitu abang sendiri.Jujur sampai saat ini aku belum bisa melepaskan dan melupakan Dini dengan sepenuhnya dari hatiku.Jujur hingga saat ini nama itu juga masih menempati tahta tertinggi sebagai pemenang hati ini,walau aku tahu itu salah dan tak pantas lagi mengingat aku pun sudah pernah menikah dan akulah yang memutuskan untuk menyerah atas hubungan kami saat itu.Aku telah mencoba untuk meyakinkan diriku sendiri dan sudah mencoba untuk bisa melepaskan diri dari bayang-bayang Dini.Jika suatu saat diantara kalian ada masalah ,maka tolong selesaikan dengan kepala dingin.Jika suatu saat kalian butuh teman untuk berdiskusi,maka aku juga akan selalu siap bang.Mulai saat ini,kuserahkan Dini sepenuhnya untukmu bang,tolong sayangi dan cintai dia,jaga dia dengan sepenuh hatimu dan tolong jangan pernah menyakiti hatinya.Sekali lagi aku minta maaf bang dan tolong jangan sampai abang ceritakan hal ini kepada Dini,karena aku tidak mau Dini akan kepikiran dan akan sedih melihatmu cemburu nanti bang,menurutku ini adalah urusan kita sebagai laki-laki yang mencintai orang yang sama tetapi dengan keadaan yang berbeda"ucap Rudi panjang lebar
"Baiklah,terimakasih sebelumnya untuk sebuah kejujuran yang kamu sampaikan Rud.Jujur aku memang mencintai Dini tetapi mungkin belum sedalam kamu mencintainya.Aku bersyukur selama ini Dini menjalin hubungan yang baik dengan lelaki yang tulus mencintai dan menyayanginya.Aku berharap kedepan kamu mau membuka hati untuk menerima seseorang yang akan mendampingimu hingga menua nanti Rud"ucap Indra tulus
"Baiklah bang,terimakasih sudah mau mendengar isi hati ini,semoga pernikahan kalian yang sudah semakin dekat ini lancar dan tidak ada halangan apa pun"
"Terimakasih atas doanya Rud.Baiklah aku akhiri dulu Rud,sepertinya Dini sedang menuju kerungan ini
"Baiklah bang,sampai bertemu nanti"ucap Rudi dan langsung memutuskan sambungan dari ponselnya itu
__ADS_1
Sementara di ruangan Indra,
"Bang tolong buka pintunya"ucap Dini dari luar ruangan itu
Indra yang mendengar suara Dini langsung berlari kecil untuk membukakan pintu untuk Dini
"Kok tumben abang menutup pintu,memang sedang apa di dalam"tanya Dini menyelidik mengingat kebiasaan Indra yang tidak pernah menutup pintu ruangannya itu
"Tadi pas pulang dari tempat kerja,abang tiba-tiba kebelit mau ke kamar mandi,makanya kuncinya masih tergantung di dalam"ucap Indra berbohong
"Baiklah"ucap Dini sambil berlalu dari ruangan itu menuju kedapur untuk mengambil piring untuk tempat makanan yang sengaja di belinya pas di jalan menuju pulang ke cafe tadi
"Silahkan di makan yah"ucap Dini sambil meletakkan makanan tadi di depan kasir
"Terima kasih bu"ucap karyawan yang hadir saat itu dengan berbarengan
"Sama-sama"sahut Dini
Setelah mengantarkan makanan tadi,Dini kembali masuk kedalam ruangannya Indra
"Oh yah bang,besok kita jadi pergi untuk membeli perlengkapan nanti kan"tanya Dini memastikan
__ADS_1
"Jadi dek"sahut Indra
"Bang sebelumnya aku minta maaf,bukannya aku tidak percaya dan tidak yakin kepada abang mengenai dana yang akan kita gunakan nanti,sebelumnya abang selalu menyelesaikannya sendiri tanpa melibatkan aku,tetapi kita harus membahas ini sekarang supaya saat tiba di hari H nanti kita tidak akan kewalahan bang"ujar Dini
"Untuk masalah katering,musik,gedung semuanya sudah terbayarkan dek.Untuk uang yang telah disepakati sebagai seserahan nantinya untuk keluarga adek juga sudah abang kirimkan kepada Ibu,tinggal nanti uang yang akan di gunakan di puncak acara itu"ucap Indra memanggapi Dini
"Maaf sebelumnya bang,untuk uang yang akan di gunkan nanti pasti akan lumayan banyak.Tadi siang sudah aku sudah tf kerekening abang untuk biaya tambahan mana kala nanti ada biaya yang tak terduga dan biaya jaga-jaga selama kita di kampung.Untuk biaya transport karyawan yang akan ikut kepesta nanti,biaya makan dan biaya lainnya sudah aku urus semua"ucap Dini
Mendengar penuturan dari Dini,Indra langsung mengecek saldo di rekeningnya."Astaga dek,apa adek marah?nominal biaya yang sudah keluar pun belum sampai dengan nominal yang adek tf ini"ucap Indra sedikit terkejut
"Itu untuk jaga-jaga bang,sekalian untuk uang salam-salam nanti saat keluarga yang datang diacara kita,bagaimana pun kita akan sangat berterimakasih atas waktu dan tenaga mereka,dan kita akan memberikan sedikit uang sebagai pengganti ongkos mereka nanti"
Indra yang mendengar maksud dan tujuan Dini pun setuju akan pendapat calon istrinya itu
"Tetapi sebaiknya uangnya kita langsung masukkan ke dalam amplop saja dan yang memegang uang itu adalah adek,nanti saat keluarga akan pulang,abang hanya mengasih tahu siapa-siapa daja yang akan kita salam kan uangnya "ucap Indra
"Baiklah bang"sahut Dini
Setelah membahas mengenai pengeluaran dana tadi,Indra pun pamit kepada Dini untuk keluar ketaman belakang cafe itu.Indra sengaja ketempat itu untuk sekedar merokok dan menenangkan pikirannya.
"Jika aku di posisi Rudi,aku juga pasti tidak akan rela melepas orang yang sebaik dan sepengertian kamu dek.Setelah mendengar pengakuan dan kejujuran dari Rudi tadi aku bahkan tak pantas bersanding denganmu yang memiliki sejuta kebaikan"batin Indra
__ADS_1