
"Untuk masalah keberadaan Rudi di rumah kami,jauh sebelum abang mengenalku,Rudi sudah dianggap sebagai anggota keluarga kami.Sebelumnya aku juga sudah menceritakan tentang hubungan masalu kami,setelah kami tidak ada hubungan lagi pun,Bapak dan Ibu tetap menganggap Rudi adalah bagian dari keluarga kami.Jadi ku mohon bang,jangan bandingkan sambutan keluarga kami terhadap Rudi dan terhadap abang.Keluarga kami sangat terbuka bagi siapa saja anggota baru yang hadir di keluarga kami,Ibu juga tidak pernah membeda-bedakan antara menantu yang satu dengan yang lainnya.Bagi Ibu semuanya adalah sama,dan apapun sifat yang kurang baik,semua bisa di bicarakan secara kekeluargaan bang"ucap Dini kepada Indra
Indra yang mendengarkan penuturan dari Dini semakin tersulut rasa cemburu.Indra menilai seolah Dini selalu mendukung setiap apa yang berhubungan dengan Rudi di dalam keluarga mereka
"Sepertinya adek sangat membela Rudi,dan sepertinya menurut adek akulah yang kurang dewasa menyikapi keadaan ini"sahut Indra
"Bang menurut yang saya dengar dari orang yang sudah berpengalaman,apabila menuju hari bahagia pernikahan yang semakin dekat,maka akan sangat banyak tantangan dan cobaan,bisa jadi hal yang tidak perlu kita bahas yang akan menimbulkan masalah buat kita,kita juga tidak bisa menanggapinya secara positif,yang ada kita akan menanggapinya dengan negative dan seolah-olah kita yang benar sementara yang lain adalah salah.Jika abang merasa belum bisa di terima di keluarga kami seperti keberadaan Rudi,aku minta maaf bang,tetapi bagai mana dengan keberadaan ku di keluarga abang"tanya Dini
"Jadi adek membalasku dengan mempertanyakan keberadaan dan sambutan Ibu terhadapmu"ucap Indra dengan sengit
"Bukan bang,tapi..."
"Tapi apa"suara Indra yang begitu keras membentak Dini membuat Dini begitu terkejut dan langsung pergi menjauh dari Indra.Dini sengaja mengambil minuman dan membawanya keluar ruangan itu
Leni yang tak sengaja melihat Sarah seperti sedang menangis langsung mengejar Dini dari belakang
"Ada apa kak"tanya Leni mencoba menanyakan Dini
"Tidak ada Len,tolong tinggalkan kakak,kakak hanya butuh waktu sebebetar untuk menenangkan pikiranku"ucap Dini
"Baiklah kak,jika kakak butuh bantuan segera kabari Leni kak"
"Terimakasih Len"ucap Dini dan langsung menuju kamar mandi
Indra yang menyadari perkataannya tadi langsung keluar dari ruangannya dan mengejar Dini.Leni yang melihat kepanikan di wajah abangnya itu langsung menarik dan membawanya kembali ke dalam ruangannya Indra
"Apakah abang melakukan atau menyakiti kak Dini"tanya Leni
"Ia Len,aku membentaknya tadi,tetapi kemana Dini pergi"tanya Indra
__ADS_1
"Ke kamar mandi,apa yang sudah abang lakukan kepada kak Dini"
Indra pun menceritakan awal mula perdebatan diantara keduanya
"Abang yang seharusnya dewasa dan jangan terlalu banyak menuntut dengan kak Dini bang,sudah syukur kak Dini mau menerimamu,jangan banyak tingkah dan seolah-olah abang tersakiti oleh keluarga kak Dini.Sementara sampai sekarang,kita tak tahu apakah Ibu sudah bisa menerima kak Dini tanpa embel-embel harta yang selalu di pertanyakan.Jika aku di posisi kak Dini,sudah dari dulu aku akan meninggalkan laki-laki seperti abang"ucapa Leni dan berlalu dari tempat itu
Indra yang mendengar penuturan adek perempuannya itu langsung terdudukndi lantai
"Aku sudah kelewatan batas dalam hal ini dek,maafkan abang dek"gumam Indra
Setelah menghabiskan waktu tiga puluh menit,Dini pun kembali keruangannya Indra
"Dari mana dek"tanya Indra
"Dari kamar mandi tadi"jawab Dini cuek
"Lihat abang dek,abang minta maaf sudah membentakmu,abang hanya cemburu terhadapmu,banyak sekali orang yang ingin menjadikanmu sebagai menantu,dan banyak juga laki-laki yang ingin menjadikanmu seorang istri,aku hanya takut kamu pergi meninggalkanku"ucap Indra jujur
"Istirahatlah di dalam,abang akan mengerjakan laporannya di luar.Leni sebentar lagi akan pulang,biar dia pakai motor operasional saja"ucap Indra
Dini pun langsung menurut dan masuk kedalam ruangannya Indra untuk beristirahat.
"Astaga aku bahkan sudah tertidur selama tiga jam.Cafe juga pasti sudah tutup"gumam Dini."Mungkin ini akibat aku menangis terlalu lama tadi"batinnya
Dini pun langsung mencari keberadaan Indra.
"Sudah bangun dek,maaf tadi tak tega membangunkanmu,adek juga bolak balik mengigau sambil menangis,abang minta maaf yah sudah menyakitimu dek"ucap Indra tulus dan memeluk Dini dengan erat
"Sebaiknya kita pulang bang,ini sudah malam dan tak baik anak perempuan jam segini masih diluar"Dini berusaha melepaskan pelukan Indra yang sangat kuat
__ADS_1
"Berjanjilah untuk tetap bersamaku dek,bantu aku untuk bisa lebih dewasa menyikapi semuanya"pinta Indra
Akhirnya Dini mendudukan tubuhnya di kursi yang ada di ruangan itu
"Tolong kedepan jangan membentak aku seperti tadi bang,jika aku salah tolong tegur dengan lembut,aku juga tidak bebal dan aku juga tidak selalu benar"ucap Dini dan mencoba memeluk Indra yang sudah terduduk di lantai
Dinipun mencium pucuk kepala Indra dan membantunya untuk duduk di kursi
"Kita pulang bang,ini sudah malam"ucap Dini
"Baiklah dek"ucap Indra dan langsung membukakan pintu untuk Dini
Setelah bolak balik di stater,mobilnya tak mau hidup juga
"Apa terjadi sesuatu bang"tanya Dini
"Sepertinya ada yang rusak,tapi kok aneh tadinya mobilnya bagus-bagus saja,kok tiba-tiba seperti ini"gumam Indra
Indra mengambil ponselnya dan memeriksa mobil tersebut.Semuanya pada posisinya dek,abang juga kurang paham masalah mekanik mobil ini"ucap Indra"apa sebaiknya kita tidur disini saja,kamu di dalam ruangan,dan abang di luar saja"tawar Indra
Mendengar itu Dini langsung menangis dan ketakutan
"Tenang dek,aku pasti akan menjaga kamu,aku calon suamimu dan tidak mungkin berbuat hal yang tak baik untukmu"ucap Indra
"Tidak bang,kita harus pulang dari sini,abang kan masih hanya calon suami belum suamiku kan,aku tak mau terjadi sesuatu hal buruk menimpaku.Baiklah aku akan menghubungi Dela dan Leni untuk menjemput kita dari sini"ucap Dini
"Ini sudah malam dek"
"Atau aku akan menghubungi securiti kantor,oh bukankah Daren bilang rumahnya dekat dari sini,aku akan menghubungi dia supaya menjemput kita dan mengantarkan kita pulang"air mata Dini semakin deras
__ADS_1
Mendengar penuturan Dini tadi,Indra pun semakin sedih"apa kamu belum bisa percaya kepadaku Din"batin Indra
"Kita kedepan saja dek,kita minta tolong ke pak Security yang dinas disana saja"saran Indra