Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Keberadaanku Sudah Tidak Kamu Anggap


__ADS_3

Tiga bulan berlalu,hubungan Indra dan Dini memang telah benar-benar selesai.Dini memutuskan untuk fokus mengelola bisnis pribadinya dan memilih meninggalkan rumah yang selama beberapa tahun ini telah di tinggalinya


Sementara Cindi juga menghilang tanpa jejak,bahkan Indra sudah mencoba menghubunginya berkali-kali,tetapi hasilnya tetap nihil.Indra juga telah mencarinya ketempat kost Cindi yang sebelumnya,tetapi pemilik kost mengatakan bahwa Cindi telah pindah dari tempat itu sejak dua bulan yang lalu


Sore itu,Ponsel Dini berdering berulang-ulang,ternyata yang menghubunginya adalah Riko adeknya Dini


"Ada apa dek"tanya Dini sambil masuk kedalam ruangannya untuk memeriksa beberapa file-file penting


"Ibu kak,Ibu sudah meninggal kak,Ibu sudah pergi meninggalkan kita untuk selamanya "ucap Riko terbata-bata


"Kamu jangan bercanda dek,bagaimana kabar kalian dirumah,apa Ibu baik baik saja"tanya Dini


"Kak.....Ibu sudah pergi"teriak Riko dan langsung mengakhiri panggilan di ponselnya.


Sebenarnya Riko tidak tega untuk menyampaikan berita itu kepada Dini mengingat beberapa bulan ini kesehatan Dini juga belu pulih total


"Apa....apa.."ponsel Dini langsung terjatuh menyusul tubuhnya yang merosot ke lantai ruangannya itu


"Apa yang terjadi Din"tanya Teo saat masuk kedalam ruangan adek iparnya itu


Belum sempat Dini menjawab pertanyaan Teo,ponselnya Teo berdering saat itu juga


"Ada apa Mi"tanya Teo kepada si penelpon

__ADS_1


"Astaga...pantasan Dini saat ini sedang shock diruangannya"ucap Teo sambil mengarahkan kamera ponselnya kearah Dini yang sedang terduduk begitu saja dilantai


"Baiklah...kami akan pulang sekarang"ucap Teo sambil mengakhiri panggilan di ponselnya


"Sebaiknya kita pulang sekarang Din,kita juga harus mempersiapkan semuanya karena kita harus pulang kedesa nanti"ucap Teo sambil membantu Dini untuk mengemasi barang-barangnya Dini


Saat Tei dan Dini pulang menuju rumahnya Mila,Dini hanya terdiam dan meratapi semuanya di dalam hatinya


"Apa takdir memang sejahat itu kepadaku,pertama Bapak meninggalkanku,kedua pernikahanku yang hanya bertahan selama beberapa bulan saja dan ketiga Ibu pun menghukumku dengan pergi meninggalkan ku untuk selamanya.Kenapa disaat aku memang sedang benar-benar membutuhkan sandaran saat ini,semuanya pergi menjauh dan meninggalkan aku.Besok takdir apa lagi yang datang memberiku luka,apa memang inilah nasipku yang di takdirkan untuk selalu sendiri dan menikmati kesedihan yang terjadi"batin Dini sambil meneteskan air matanya


Setelah tiba di rumahnya Meli,mereka semua pun bersiap-siap menuju kebandara karena mereka memutuskan untuk berangkat ke kampung malam itu juga


"Kak...Leni juga ikut pulang ke desa,pesawat Leni hari ini akan terbang jam tujuh malam ,tolong tunggu Leni nanti di bandara kota M kak,karena Leni belum pernah kekota itu"isi pesan Leni kepada Dini


Sementara di kota M


Adi dan Desi beserta keluarganya sudah menunggu kedatangan Dini dan yang lainnya di bandara karena mereka memutuskan untuk langsung pulang kedesa malam itu tanpa harus beristirahat lagi di kota itu


"Kamu harus kuat Din"ucap Desi saat sahabatnya itu telah masuk kedalam mobil yang sama dengan keluarga kecilnya


"Des...saat ini hatiku benar-benar sedih sekaligus terluka dengan semua kejadian di kehidupanku.Apa memang takdir sekejam itu Des,apa takdir itu tidak bisa memberiku sedikit waktu untuk bernapas dan menata hidupku dulu.Saat telah berpisah dari bang Indra,aku tidak banyak berharap lagi Des,aku hanya berharap kesehatan Ibu semakin membaik.Des...akulah penyebab kepergian Ibu ini,sebelum kami benar-benar berpisah,Ibu sudah terus menerus mengingatkan ku supaya selalu bersama dalam mengarungi badai yang akan datang menimpa keluarga kami,Ibu juga selalu menanyakan keberadaan bang Indra setiap saat yang akhirnya membuat hatinya terluka saat bang Indra tidak berada dirumah."tangis Dini di pangkuan sahabatnya itu


"Din...tenangkan pikiranmu,umur seseorang kita tidak tahu.Tugas kita yang masih di beri napas untuk hidup saat ini adalah mensyukuri semua yang telah terjadi dan yang akan terjadi kedepannya.Saat ini Ibu telah tenang bersama Sang pencipta,kita hanya bisa mendoakan semoga di beri tempat terindah disisiNya.Din...kamu juga harus yakin setelah kejadian duka ini pasti ada kebahagiaan yang sudah menantimu di depan,tinggal kamu menjalaninya dengan iklas saja Din"ucap Desi menenangkan sahabatnya itu

__ADS_1


Di kota P


Entah karena apa,perasaan Indra satu harian itu begitu tidak tenang.Setelah pulang dari cafenya,Indra langsung menuju kontrakannya Leni untuk melihat keadaan adek satu-satunya itu.Sejak Indra dan Dini berpisah,Leni lebih memilih mengontrak rumah untuk menjaga hati kedua kakaknya itu


"Kemana dia,temannya bilang dia akan pulang kampun"gumam Indra sambil menghubungi Dini untuk menanyakan keberadaan Leni saat itu.Selama ini hubungan Leni dengan Dini memang tetap baik-baik saja,bahkan Leni sering tidur dirumahnya Dini saat waktunya senggang


"Tidak diangkat"gumam Indra dan mencoba menghubungi Leni


"Masuk tetapi tidak diangkat,dia bahkan online saat ini"ucap Indra sambil mengetik pesan kepada Leni


Tetapi belum sempat pesan itu terkirim,Leni telah mengirimkannya pesan yang membuat hati Indra begitu terpukul saat itu


"Leni sedang menuju desanya kak Dini,Bu Astri telah meninggal dunia siang tadi"isi pesan Leni


"Din....apa memang keberadaanku sudah tidak kamu anggap sama sekali,bahkan kabar sebesar ini pun kamu memilih untuk tidak memberitahukannya lagi kepadaku.Din...saat ini kamu pasti terpukul atas semua kejadian yang begitu bertubi-tubi ini.Baiklah,besok aku juga akan berangkat ke desa menyusul kalian Din"gumam Indra sambil menghubungi Pak Ipan untuk memberitahukan berita duka itu.


Jam telah menunjukkan pukul 03:00 dini hari,Dini dan rombongan yang lainnya telah tiba di rumah mereka di desa


Dini langsung berlari menuju jenazah Bu Astri yang sudah terbujur kaku di rumah itu


"Bu....Ibu sudah senang yah saat ini,Ibu sudah bertemu dengan Bapak sana.Bu....kenapa Ibu begitu jahat dan tega kepada Dini"ucap Dini tanpa menangis


Semua orang yang hadir saat itu turut bersedih mengingat Dini juga baru bercerai dari Indra

__ADS_1


"Din...semoga kamu kuat atas semua yang terjadi dalam kehidupanmu.Aku juga tidak tega melihat keadaanmu saat ini.Din jika kamu bersedia untuk membagi dan menceritakan semua masalah yang sedang kamu hadapi,maka dengan senang hati aku akan berusaha untuk membantu Din.Bagaimana nanti saat kamu mengetahui pesn terakhir Ibu untuk kita berdua "gumam Rudi sambil berlalu dari tempat itu untuk menenangkan pikirannya saat itu


__ADS_2