
Jadwal Praktek Arya hari ini telah selesai, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang selalu dia habiskan di Rumah Sakit, Arya justru seharian ini ingin segera pulang karena sudah ada seseorang yang menanti kepulangannya di rumah. Sehingga semua rekan kerjanya merasa heran dengan perubahan yang terjadi pada Arya.
"Dokter Arya tumben sekali beres Praktek langsung pulang? dan kalau saya lihat seharian ini anda terlihat sangat bahagia," ujar salah satu Dokter rekan kerja Arya yang bernama Rian.
"Iya Dok, sekarang sudah ada seseorang yang menunggu kepulangan saya," ujar Arya dengan tersenyum bahagia.
"Apa Dokter Arya sudah Menikah tanpa mengundang kami?" tanya Dokter Rian.
Sebelum Arya menjawab pertanyaan tersebut, ternyata di hadapan mereka sekarang sudah ada Kirana yang terlihat membulatkan matanya karena kaget mendengar pertanyaan Dokter Rian terhadap Arya.
Apa mungkin Arya telah Menikah secara sembunyi-sembunyi tanpa memberi tahukan semua itu kepada kami, makanya dia terus-terusan bersikap dingin kepadaku? ujar Kirana dalam hati.
"Dokter Kirana kenapa terlihat bengong begitu?" tanya Dokter Rian.
"Maaf Dok, ada pasien kecelakaan di IGD, dan saya harap ada Dokter yang mau Piket untuk membantu saya," ujar Kirana.
"Bagaimana Dokter Arya, biasanya Anda yang selalu semangat untuk bekerja?" tanya Dokter Rian.
"Maaf Dok, mulai hari ini saya semangatnya pengen cepat-cepat pulang," ujar Arya dengan tersenyum, sehingga Kirana begitu geram mendengar perkataan Arya tersebut.
"Kalau begitu biar saya saja yang Piket hari ini Dokter Kirana, kebetulan jadwal Praktek saya juga sudah selesai," ujar Dokter Rian. Dan Kirana menjawabnya dengan senyuman yang dipaksakan.
Aku sepertinya harus segera menyelidiki Arya, karena aku tidak mau jika Arya berpaling terhadap perempuan lain, ujar Kirana dalam hati.
Ketika Arya melewati Ruang Perawatan Dika, dia sempat mendengar percakapan Dika dan Mbok Nah, karena pintu ruangan Dika tidak tertutup rapat.
"Bagaimana ini Mbok, semua anak buah ku belum ada yang bisa menemukan Cinta? aku takut jika sampai terjadi sesuatu yang buruk kepadanya, aku tidak mau sampai kehilangan Cinta Mbok," ujar Dika dengan menangis.
"Nak Dika yang sabar ya, kita hanya bisa mendo'akan Nak Cinta supaya baik-baik saja dimana pun dia berada, mudah-mudahan saja Nyonya Clara tidak melakukan hal buruk kepadanya," ujar Mbok Nah dengan memeluk tubuh Dika.
Maafkan aku Tuan Dika, mungkin aku sudah egois, tapi ijinkan aku untuk hidup bersama dengan Cinta sampai nanti ingatannya pulih, dan aku berjanji akan berusaha melindunginya dari semua orang jahat yang berusaha mencelakai Cinta, ujar Arya dalam hati, kemudian dia pun kembali melangkahkan kaki untuk pulang ke rumahnya.
......................
"Assalamu'alaikum.." ucap Arya ketika dia masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam.." jawab Cinta dengan tersenyum manis terhadap Arya.
"Kayaknya Gula aja kalah manis sama senyuman kamu sayang," ucap Arya kepada Cinta.
"Jangan gombal deh mas, aku jadi malu," ujar Cinta yang kini mencium punggung tangan Arya.
"Kamu masak apa sayang? kok aromanya harum sekali?" tanya Arya.
"Tadi aku masak rendang sama sambel aja, ada lalapan sama kerupuk juga, aku sengaja masaknya gak banyak-banyak, nanti sayang kan kalau makanannya sampai mubazir," ujar Cinta.
"Iya betul banget sayang, ya udah aku mau makan sekarang aja ya, perutku sudah lapar banget nih nyium aroma masakan kamu," ujar Arya dengan memegangi perutnya.
Sesaat kemudian terdengar suara Adzan Maghrib berkumandang, Arya yang sudah siap untuk makan pun mengurungkan niatnya.
"Sayang sebaiknya kita Sholat Maghrib dulu ya, nanti makannya gak tenang kalau belum Sholat," ajak Arya kepada Cinta, sehingga mereka terlebih dahulu melakukan Sholat Maghrib berjamaah.
Suara mas Arya begitu merdu ketika melantunkan ayat suci Al-qur'an, aku seperti teringat dengan seseorang, tapi siapa? tanya Cinta dalam hati.
Setelah selesai melaksanakan Sholat, kini Cinta mencium tangan Arya dengan hidmat.
Apa begini rasanya Ya Alloh ketika seorang Istri mencium punggung tangan Suaminya? hatiku merasa begitu bahagia, meski pun semua yang kulakukan ini salah karena aku telah berdusta terhadap Cinta, ucap Arya dalam hati.
"Mas kenapa bengong? katanya sudah lapar, yuk makan dulu," ajak Cinta. Lalu mereka berdua pun kini makan, dan Arya terlihat begitu lahap memakan masakan Cinta.
"Mas pelan-pelan makannya, kayak anak kecil aja mulutnya sampai belepotan seperti itu," ujar cinta dengan mengelap sudut bibir Arya menggunakan jarinya, sehingga kini jantung Arya berdegup kencang.
"Jangan kebanyakan bengong, nanti ayam-ayam tetangga pada mati mendadak," ujar Cinta, dan Arya pun sampai terkekeh mendengar lelucon Cinta.
"Kamu lucu banget sih sayang, dapat darimana kata-kata seperti itu?" tanya Arya.
"Kayaknya dulu ada iklan di TV yang bilang begitu," ujar Cinta dengan tersenyum malu.
"Sayang, mas berencana mau pindah kerja keluar kota, kamu mau ikut dengan mas kan?" tanya Arya.
"Tentu saja mas, sebagai seorang Istri aku akan ikut kemana pun Suamiku pergi. Memangnya mas mau pindah kerja ke daerah mana?" tanya Cinta.
__ADS_1
"Mas mau berencana pindah ke Cianjur, tempat mas dulu di besarkan di salah satu Panti Asuhan yang berada di sana," ujar Arya.
"Jadi mas sudah tidak mempunyai orangtua?" tanya Cinta.
"Iya sayang, kedua orangtua mas telah meninggal dunia karena kecelakaan, dan pada saat itu hanya mas yang selamat, karena mas tidak mempunyai sanak saudara, jadi mas di besarkan di Panti Asuhan," jawab Arya
"Innalillahi..maaf ya mas, aku lupa tentang semua itu," jawab Cinta.
"Lalu apa aku juga sudah tidak mempunyai orangtua?" tanya Cinta.
"Iya sayang, kita berdua sama-sama Yatim Piatu," jawab Arya.
Kini Cinta tertunduk sedih karena dia sama sekali belum bisa mengingat apa pun.
"Kamu jangan bersedih sayang, sekarang sudah ada mas yang akan selalu ada di samping kamu," ujar Arya dengan memeluk erat tubuh Cinta.
Maafkan hamba Ya Alloh, lagi-lagi hamba telah melakukan dosa karena tidak dapat menahan rasa ini, padahal kami belum menjadi muhrim, ujar Arya dalam hati.
Setelah selesai makan, lalu mereka kemudian melaksanakan Sholat Isya.
"Mas sudah ngantuk belum?" tanya Cinta.
"Belum sayang, sebaiknya kita nonton TV dulu ya," ujar Arya yang kini sedang memikirkan cara supaya mempunyai alasan bisa tidur terpisah dari Cinta tanpa membuatnya curiga.
Ketika mereka menonton TV berkali-kali Cinta terlihat menguap, lalu sesaat kemudian dia pun tertidur dengan posisi kepala bersandar di bahu Arya.
"Sayang kamu sudah tidur ya?" tanya Arya. Tapi tidak ada jawaban dari cinta.
Sepertinya Cinta sudah terlelap, sebaiknya aku memindahkannya ke dalam kamar.
Arya pun kini menggendong tubuh Cinta ke dalam kamarnya dengan jantungnya yang terasa berdebar-debar. Setelah Arya membaringkan tubuh Cinta dia bergegas untuk pindah ke kamar tamu. Namun, disaat dia hendak melangkahkan kakinya, tanpa sadar kini Cinta memegang tangan Arya, sehingga langkah Arya pun terhenti.
"Mas Ilham jangan pergi mas, aku mohon jangan tinggalin aku," ucap Cinta dalam tidurnya dengan menangis dan terus memegang tangan Arya.
Siapa Ilham? bukannya Calon Suami Cinta itu Tuan Dika? tapi kenapa Cinta sampai mengigau memanggil nama Ilham? tanya Arya dalam hati.
__ADS_1
"Jangan menangis Cinta aku akan selalu berada si sampingmu dan tidak akan pernah meninggalkanmu," ujar Arya. Dan Cinta pun kini terlihat berhenti menangis, tapi karena Cinta tidak melepaskan pegangan tangannya, akhirnya Arya pun memutuskan untuk kembali tidur di Sofa yang berada di samping tempat tidur Cinta.