
"Maaf Paman dan Bibi karena sudah menunggu lama,oh yah Bibi dan Paman apa kabar"tanya Ari sambil menyalim kedua orang tua dari adek iparnya itu
"Kabar kami baik nak"sahut Pak Ipan
"Syukurlah Paman, sebaiknya kita makan sekarang karena ini juga sudah waktunya makan malam"ucap Teo
"Baiklah,di depan ada tempat makan yang lumayan enak,sebaiknya kita kesana saja bang"sahut Indra
"Ide yang bagus itu bang,lebih cepat lebih baik,perutku sudah lumayan lapar"ucap Dini
.....
Hari itu adalah hari liburnya Indra dan Dini,setelah bangun pagi,Indra dan Dini langsung membersihkan diri karena mereka akan pergi membawa kedua orang tuanya Indra untuk pergi jalan-jalan dan belanja keperluan selama mereka berada di kota P itu
"Bapak dan Ibu sudah siap"tanya Dini saat melihat kedua mertuanya itu telah duduk di teras rumah
"Sudah nak,tinggal menunggu Leni yang sedang kekamar mandi"ucap pak Ipan
Setelah menunggu kurang lebih dua puluh menit,Leni pun ikut bergabung dengan mereka
Setelah selesai sarapan pagi bersama,mereka pun melanjutkan perjalan meteka dengan pergi kesatu taman yang lumayan terkenal dan lengkap dengan berbagai wahana dan fasilitas lainnya di kota itu
"Bapak dan bang Indra kalau mau pergi melihat ketempat lain tidak masalah,Ibu dan Dini biar disini saja"ucap Bu Neni
"Bee tidak masalah kan jika kami pergi ke wahana itu"tanya Indra kepada Dini
"Pergilah by,tapi hati-hati dan tolong Bapak jangan sampai kelelahan"sahut Dini menasehati suaminya itu
"Tenang saja bee"sahut Indra
Setelah kepergian Indra dan Pak Ipan,Bu Neni langsung berusahan menjalankan rencananya yang sudah disusunnya selama satu minggu ini
"Nak Dini...sebenarnya Ibu malu menyampaikan hal ini,tetapi jika Ibu tidak menyampaikan hal ini,mungkin nak Dini tidak akan mengetahui kekurangan yang harus nak Dini perbaiki dan kemauan bang Indra yang selama ini belum kamu penuhi nak.Ibu minta maaf jika perkataan bang Indra ini menyakiti perasaanmu nanti"ucap Bu Neni dengan wajah yang di buatnya sesedih mungkin
__ADS_1
"Apa maksudnya Bu"tanya Dini merasa heran,selama ini mereka berdua menjalani rumah tangga dengan saling terbuka dan selalu jujur termasuk mengenai hubungan ranjang mereka,mereka selalu mengungkapkan perasaan antara yang satu dengan yang lainnya
"Selama ini bang Indra sebenarnya menginginkan kamu untuk menjadi ibu rumah tangga saja,selain itu bang Indra juga merasa kecewa dan rendah diri atas semua pencapaianmu nak.Bang Indra juga mengeluhkan soal hubungan ranjang kalian yang menurutnya kamu kurang menarik dan tidak bisa memenuhi kebutuhan biologisnya dengan sempurna.Bang Indra tidak berani menyampaikan hal ini langsung kepadamu karena dia takut akan menyakiti perasaanmu nak,Ibu sengaja menyampaikan hal ini supaya kamu bisa mempertimbangkan keinginan suamimu dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri"ucap Bu Neni dengan sok bijak
Mendengar penuturan dari mertuanya itu,hati Dini sangat sakit sekaligus malu.Dini tidak menyangka hubungan yang seharusnya hanya mereka ketahui berdua harus di ketahui oleh mertua perempuannya itu."Apa aku serendah dan sehina itu dihadapanmu bang,pernikahan kita baru berjalan satu bulan,tetapi kamu telah mematahkan hati dan prinsip yang kita buat selama ini.Baiklah jika memang seperti itu,aku akan menjauh darimu"batin Dini
"Saat mengatakan hal ini,mungkin bang Indra sedang kelelahan Bu,aku percaya bang Indra tidak menganggapku serendah dan sehina itu selama ini"ucap Dini
"Ibu pun berharap saat Indra mengatakan hal ini bukan dari hatinya melainkan hanya perkataan seseorang yang sedang kelelahan dan itu pasti hanya ucapan mengelantur saja"ucap Bu Neni dengan berpura-pura sedih
"Baiklah Bu,sebaiknya kita pergi kewahana didepan,spertinya tempatnya sangat tenang"ucap Dini mencoba menenangkan hatinya yang bergemuruh
"Baiklah nak,sekali lagi Ibu minta maaf yah nak"ucap Bu Neni dengan menggandeng tangan menantunya itu
"Aku yakin hatimu sekarang sedang tidak baik-baik saja,satu misi sudah di jalankan dan nanti saat Indra sudah mau berangkat kekota M,aku akan menyampaikan hal yang sama untuk Indra"ucap Bu Neni dengan sangat kegirangan
Setelah merasa puas untuk menjelajahi hampir semua wahana ditempat itu,Indra dan Pak Ipan kembali ketempat dimana Dini dan bu Neni menunggu tadi
"Nak Dini kedepan sana tadi nak,katanya disana sangat tenang"ucap Bu Neni
"Baiklah Bu,Pak Undra ketempat itu dulu"ucap Indra dan langsung menyusul istrinya itu
"Kamu disini Bee"ucap Indra saat menemukan Dini termenung di salah satu tempat duduk yang lumayan tersembunyi dari jangkauan mata para pengunjung tempat itu
"Apa sudah selesai by,sebaiknya kita makan sekarang"ucap Dini tanpa menjawab pertanyaan suaminya itu
"Bee...kok matamu merah dan sepertinya habis menangis,ada apa bee,apa terjadi sesuatu saat abang sedang bersama Bapak tadi"tanya Indra merasa takut telah terjadi sesuatu kepada orang yang sangat disayanginya itu
"Tidak ada by,saat aku tadi berjalan tiba-tiba kejatuhan semut"sahut Dini
Melihat reaksinya Dini,Indra yakin telah terjadi sesuatu kepada Dini."Baiklah...mungkin kamu butuh waktu untuk membicarkan hal itu kepada abang"ucap Indra sambil menggandeng tangan istrinya itu
Melihat pemandangan di depannya,Bu Neni malah semakin emosi karena rencananya untuk membuat keduanya ribut tidak berhasil saat itu
__ADS_1
.....
Saat menunggu pesanan mereka datang,ponselnya Indra berdering dan ternyata yang menghubungi Indra adalah pimpinannya dari Restoran tempat dia bekerja
"Berarti besok saya tidak perlu ketempat kerja lagi kan pak"tanya Indra
"Baik pak,saya di jemput dari rumah saja"sambung Indra dan mengakhiri panggilan diponselnya itu
"Bee...jadwalnya di majukan dan besok kami berangkat jam sepuluh pagi"ucap Indra
"Kalau begitu,sebaiknya kita pulang saja sekarang supaya bisa menyiapkan semuanya bang"ucap Leni
"Baiklah,setelah makan kita langsung pulang,lain waktu kita masih bisa jalan-jalan lagi"sahut pak Ipan
.....
Pagi itu,setelah bangun Dini langsung bergegas menuju dapur untuk memasak sarapan buat seluruh anggota keluarga itu
Setelah selesai memasak,Dini langsung mandi dan berpakaian kerja
"Bee biar aku antar kerja yah,kebetulan ada yang mau di jemput kerumah"ucap Indra
"Tidak perlu by,kebetulan pagi ini kami meeting di hotel yang dekat dengan cafe,teman satu kantor kebetulan ada yang mau lewat dari rumah ini,jadi kami perginya barengan saja.Sebaiknya abang bersiap-siap saja,semua barang dan keperluan lainnya sudah aku siapkan di dekat pintu kamar"ucap Dini tanpa melihat wajah suaminya itu saat berbicara
"Aku yakin ada yang tidak beres yang sudah menyakiti Dini,setelah pulang dari kota M nanti,aku akan menanyakan hal itu"gumam Indra
.....
"Apa Dini mengatakan hal setabu itu kepada Ibu"tanya Indra sedikit emosi
"Ia bang,kemarin Dini mengatakan semuanya saat kami berdua sedang duduk menunggu kalian"ucap Bu Neni merasa senang
"Baiklah....jadi itu sebabnya kamu menangis dan seolah-olah telah aku sakiti.Lihat apa yang aku lakukan setelah aku pulang kembali ketota ini"batin Indra merasa emosi
__ADS_1