
Sementara Indra yang sudah selesai mandi langsung keluar menuju teras rumah dan merokok disana
"Bang sebaiknya kamu masuk supaya kita makan malam"ucap Bu Neni dengan menepuk pundak anaknya itu
"Ibu dan Bapak makan duluan saja,Indra dan Dini nanti akan menyusul Bu"ucap Indra menolak ajakan Ibunya itu
"Baiklah bang,kami makan dulu"ucap Bu Neni sambil berlalu dari tempat itu
"Sepertinya mereka sedang ribut,ini berita bagus,jika ada kesempatan aku akan menghasut keduanya lagi"batin Bu Dewi dengan senyum puas
Sementara Dini yang menyadari bahwa Indra sudah tidak diruangan itu langsung bergegas untuk membersihkan dirinya.
"Aku bahkan tidak pernah membayangkan akan diperlakukan seperti saat ini"gumam Dini saat melihat bekas c****g yang di tinggalkan Indra di seluruh tubuhnya dan lehernya Dini.Tidak sampai disitu,bibirnya Dini juga sobek akibat gigitan Indra yang disengajanya karena terbawa emosi saat itu
"Sebaiknya aku tidur saja,besok aku akan pergi dari rumah ini,biarkan mereka tinggal disini"batin Dini sambil menangis pilu saat itu
"Apa aku seberengsek itu terhadap istriku,aku bahkan melakukannya dengan sangat kasar seperti seekor binatang tadi.Apa aku layak disebut sebagai suami,aku telah melukai dia"batin Indra dan langsung masuk kedalam rumah dan menuju kamar mereka
"Bee....maafkan aku bee"ucap Indra sambil mencoba mendekati Dini
"Jangan menyentuhku,kalau tidak aku akan pergi dari rumah detik ini juga"ucap Dini
"Baiklah,tetapi kamu harus makan bee,ini sudah jam sepuluh malam"ucap Indra
"Aku tidak mau makan hari ini bang,jika abang mau makan,maka tolong ambil sendiri saja.Aku mohon bang,tolong jangan ganggu aku malam ini"ucap Dini dari balik selimut yang menutupi tubuhnya
"Baiklah bee"ucap
Indra dan langsung bergegas kedapur dan menghangatkan makanan untuk mereka makan berdua
"Bee kita makan sekarang,makanannya sudah siap"ajak Indra saat makanan telah dibawanya kedalam kamar
__ADS_1
"Aku tidak lapar bang,tolong jangan ganggu aku dulu please bang"ucap Dini
"Kali ini tolong dengarkan aku dulu,jika ada yang mau kamu sampaikan atau yang mau kamu lakukan,maka besok semuanya bisa kamu lakukan,tetapi untuk malam ini kita harus makan"pinta Indra dengan suara yang setenang mungkin
"Baiklah"ucap Dini sambil berdiri dan mencuci wajahnya ke wastafel yang ada di kamar itu
"Makanlah"ucap Indra sambil menyodorkan piring yang berisi nasi kepada Dini
"Terimakasih"ucap Dini sambil memakan nasi yang di berikan Indra tadi
Mereka berdua terhanyut dengan pemikiran masing-masing hingga tidak terasa makanan dipiring mereka telah habis
Setelah selesai makan,Indra langsung memgantarkan piring bekas makan mereka ke dapur
"Setidaknya kamu sudah makan malam ini bee,walau aku tahu kamu sangat terluka saat ini.Aku tidak tega saat melihat bibirmu bengkak akibat gigitan ku tadi"gumam Indra merasa bersalah
"Semoga mimpi indah bee"ucap Indra sambil mencium kening istrinya itu
"Aku mohon tolong jangan seperti ini"teriak Dini dari dalam kamar mereka
Mendengar terikan dari Dini,Indra langsung berlalu kedalam kamar mereka"Tenanglah bee...aku ada disini bersamamu"ucap Indra sambil mencoba menenangkan Dini
"Ku mohon jangan sakiti aku,aku tidak salah,aku tidak melakukan apapun kepadamu,tolong jangan hukum aku dengan cara seperti ini by"teriak Dini lagi dengan mata tertutup
"Aku bahkan tidak berguna,aku telah melukai orang yang benar-benar aku sayangi"ucap Indra sambil mencoba memeluk Dini untuk membantu menenangkan istrinya itu
"Besok aku akan membahas semuanya dengan Ibu dan Bapak,aku tak mau melukai dan menyakiti istriku lagi seperti yang telah aku uakukan tadi"gumam Indra
Malam itu dilalui Indra dengan sangat gelisah akan rasa bersalahnya terhadap Dini hingga membuat tidurnya tidak nyenyak
Keesokan harinya,setelah bangun pagi,Dini langsung bergegas kedapur dan memasak sarapan untuk semuanya
__ADS_1
"Bee kamu sudah bangun,hari ini kan hari libur,seharusnya tidak perlu bangun terlalu pagi"ucap Indra saat melihat Dini telah selesai masak
Dini tidak mau menjawab apapun,Dini hanya fokus terhadap masakannya saat itu
"Mohon maaf sebelumnya,mungkin untuk beberapa hari Dini akan pergi dari rumah Pak,Bu"ucap Dini memulai pembicaraan diantara mereka setelah selesai sarapan pagi
"Apa maksudmu bee"ucap Indra dengan suara yang keras
"Pelankan suaramu terhadap istrimu bang"nasehat pak Ipan
"Baiklah nak,jika itu menurutmu yang terbaik maka pergilah,tetapi jika kami boleh tahu apa kira-kira penyebab kepergian mu dari rumah ini,maka kami ingin mengetahuinya.Satu hal yang kamu harus ketahui,jika ada yang harus pergi dari rumah ini,maka bukan kamu yang akan pergi tetapi kami lah yang harus pergi dari rumah ini"ucap Pak Ipan dengan bijak
"Kok kita yang pergi Pak,kita kan tidak tahu penyebab kepergian Dini dari rumah ini"sahut Bu Neni tidak terima
"Dini tidak mungkin pergi saat dia sedang baik-baik saja,tentu saat ini ada yang membuatnya terluka,maka sebagai balasan dari semuanya itu,kita harus pergi sekarang dari rumah ini"ucap Pak Ipan memancing supaya ada yang mengaku siapa dalang sebenarnya sehingga Dini merasa tidak nyaman dirumahnya sendiri
"Abang yang salah pak,maka aku saja yang pergi"sahut Indra
"Karena kamu adalah anak kami,dan kamu telah melukai hati,fisik dan harga diri seorang wanita,maka aku putuskan kita harus pergi dari rumah ini"ucap Pak Ipan dengan suara baritonnya itu
"Aku melakukan semuanya itu karena Dini telah membuka rahasia pribadi kami pak,jika memang selama ini dia tidak merasa puas akan aku,kenapa dia tidak jujur langsung,masalah ini pasti bisa diselesaikan tanpa harus mengumbarnya pak.Aku minta maaf Din,aku minta maaf pak,semalam aku telah melukai dan menghancurkan harga dirinya Dini,tetapi aku melakukan karena rasa kecewa dan bercampur sakit hati
"Apa maksudmu bang,aku tidak pernah mengatakan hal buruk apapun terhadapmu.Saat aku menerima lamaranmu,maka saat itu aku sudah menerima semua yang ada dalam dirimu.Kita berdua telah sepakat dan sudah meminta kepada pasangan kita hal apa yang bisa dan yang harus kita lakukan"ucap Dini dengan sedih
"Bu,tolong ulangi apa yang telah disampaikan Dini kepada Ibu tentang kekurangan dan kemauan Dini terhadapku"ucap Indra kepada Ibunya yang kelihatan dari tadi hanya terdiam
"Apa maksudmu bang"teriak Dini merasa malu karena membahas masalah pribadi didepan kedua mertuanya itu
"Kenapa harus berteriak,bukankah kita harus buka-bukaan saat ini supaya tidak ada yang merasa di sakiti"sahut Indra tidak kalah keras
"Aku harap bukan Ibu dalang dari semua masalah ini"ucap Leni dengan menatap Ibunya itu dengan marah
__ADS_1