
Acara Tahlilan Tia yang dilaksanakan di kediaman Dika pun kini tengah berlangsung. Sejak acara dimulai Cinta terus menggendong Dita yang tidak pernah rewel jika berada di pangkuan Cinta sehingga semua orang mengira jika Dita adalah anak dari Cinta dan Dika karena satu tahun yang lalu mereka sudah menyebar Undangan Pernikahan.
"Selamat ya Tuan Dika tau-tau udah punya anak aja, pasti dulu Nikahnya di luar negri ya?" ujar salah satu Ibu-ibu rempong yang hadir di sana, Cinta dan Dika pun hanya menjawabnya dengan senyuman karena mereka pikir di ceritain panjang lebar juga gak bakalan kelar satu hari satu malam.
Dika memang termasuk Anti Sosial di lingkungannya karena setiap hari dia selalu disibukkan dengan pekerjaan, dan tetangga yang berada di lingkungannya pun merasa segan karena Dika termasuk pengusaha sukses dan kaya raya. Akan tetapi, meskipun begitu Dika adalah sosok dermawan yang selalu menjadi Donatur apabila ada kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya.
Setelah acara selesai Cinta pun kini membicarakan tentang rencana Pernikahannya dengan Dika.
"Mas bagaimana jika acara Pernikahan kita sebaiknya di adakan di KUA saja, soalnya aku gak enak sama tetangga karena mereka sudah mengira kalau Dita adalah anak kandung kita," ujar Cinta, dan Dika pun kini nampak berpikir.
Aku memang sangat mencintai kamu Cinta, tapi aku takut dosa jika sampai Menikahi adik kembarku sendiri, batin Dika.
"Nanti ya aku pikirkan dulu," ujar Dika dengan tersenyum dan mengelus lembut kepala Cinta.
"Iya mas, aku juga gak mau kalau sampai Dita nanti menjadi bahan bullyan orang karena dia adalah anak hasil dari hubungan diluar Nikah," ujar Cinta yang kini tertunduk sedih.
"Kamu tenang saja ya sayang, jangan terlalu banyak pikiran, biar nanti kita jadikan Dita sebagai anak angkat kita. Ya sudah sekarang kamu istirahat dulu, kasihan pasti cape juga kan," ujar Dika.
"Kalau begitu aku tidur duluan ya mas, kasihan Dita juga udah tidur," ujar Cinta yang kini membawa Dita ke kamarnya.
Mbok Nah kini menghampiri Dika yang terlihat melamun.
"Nak Dika Si Mbok denger kalau Nak Cinta tadi ngajak Nikahnya minggu depan ya?" tanya Mbok Nah.
"Iya Mbok makanya Dika bingung, Dika ingin memiliki Cinta karena Dika sangat mencintainya, tapi Di sisi lain Dika juga takut berdosa Mbok karena menikahi adik kembar sendiri, dan Dika takut kalau mendiang Ibu dan Ayah akan kecewa kepada Dika," ujar Dika dengan tertunduk sedih.
__ADS_1
"Iya Si Mbok mengerti dengan perasaan Nak Dika, tapi lebih baik Nak Dika secepatnya jujur daripada Nak Cinta mengetahuinya dari oranglain, pasti nanti dia akan kecewa terhadap Nak Dika," ujar Mbok Nah.
"Iya Mbok Dika pasti akan mencoba untuk mengikhlaskan Cinta, dan tadi Cinta juga cerita kalau selama satu tahun ini dia tinggal bersama Dokter Arya di daerah Cianjur, lebih tepatnya di rumah Ilham dulu, karena ternyata Ilham dan Arya adalah teman waktu mondok di Pesantren," ujar Dika.
"Dunia ini sempit sekali ya, ternyata Nak Arya mengenal Nak Ilham juga, tapi Si Mbok heran kenapa Nak Arya tidak memberitahukan kepada Nak Cinta bahwa kalian adalah anak kembar ya? padahal dulu kan Nak Arya yang sudah membantu Si Mbok melakukan tes DNA," ujar Mbok Nah.
"Selama satu tahun Cinta tinggal bersama Arya, sebenarnya Cinta hilang ingatan Mbok, dan Arya lah yang telah menolong Cinta dari Preman suruhan Clara, sehingga ketika Cinta sadar dia mengira kalau Arya adalah Suaminya," cerita Dika.
Sungguh kisah cinta yang rumit, sebenarnya Si Mbok sudah tahu dari awal tentang Dokter Arya yang suka sama Nak Cinta, tapi mungkin lebih baik Nak Cinta sama Dokter Arya daripada Nak Dika melakukan Pernikahan terlarang dengan Adik kembarnya sendiri, batin Mbok Nah.
Tapi Si Mbok yakin jika Nak Cinta dan Nak Arya tidak pernah melanggar hukum agama, soalnya meskipun Si Mbok hanya beberapa kali bertemu dengan Nak Arya, tapi sepertinya dia orangnya baik," ujar Mbok Nah.
"Iya Mbok, Cinta juga sempat cerita meskipun mereka satu kamar tapi mereka tidur di ranjang yang terpisah," ujar Dika.
"Ya sudah sebaiknya Nak Dika sekarang istirahat saja, jangan terlalu banyak pikiran, Si Mbok takut kalau Nak Dika nanti sampai sakit," ujar Mbok Nah.
......................
Di tempat lain Ilham kini sedang duduk termenung memandangi Bulan dan Bintang di langit.
Ilham tadi sempat melihat kembali unggahan Dika yang memposting Foto Dika dan Cinta yang sedang menggendong bayi dengan menuliskan caption "Kebahagiaanku" sehingga lagi-lagi Ilham salah paham dengan yang sudah dia lihat.
Aku masih ingat pada saat kita jadian Cinta, dan Bulan Purnama yang sudah menjadi saksi cinta kita, tapi Bulan Purnama yang menyinari pada malam ini menyaksikan kehancuran hatiku karena kenyataannya perempuan yang aku cintai sudah bahagia dengan lelaki lain, batin Ilham.
Bu Salma yang melihat Ilham sedang duduk termenung di beranda rumah pun kini mencoba untuk menghampirinya.
__ADS_1
"Sayang kenapa kamu masih belum tidur?" tanya Bu Salma.
"Ilham belum mengantuk Bu," jawab Ilham.
"Ibu tahu Nak tentang kegundahan hatimu selama ini, tapi Ilham harus mencoba membuka hati untuk perempuan lain," ujar Bu Salma.
"Tidak Bu, selamanya Ilham tidak akan pernah Menikah lagi jika perempuan itu bukan Cinta," ujar Ilham.
"Istighfar kamu Nak, Ilham sudah lihat sendiri kan jika sekarang Cinta sudah bahagia dengan Dika, bahkan mereka sudah mempunyai anak," ujar Bu Salma.
"Tapi Bu belum tentu dia bahagia bersama Dika, karena Ilham yakin jika Cinta masih mempunyai perasaan yang sama dengan Ilham, Cinta adalah cinta pertama dan terakhir untuk Ilham," ujar Ilham yang kini terlihat sedih.
"Bagaimana cara Ibu untuk menyadarkan kamu Nak," ujar Bu Salma yang kini terlihat sedih.
"Maaf Bu jika Ilham sudah membuat Ibu sedih, tapi Ilham akan memperjuangkan cinta Ilham," ujar Ilham.
"Astagfirulloh Nak, Ibu gak mau kalau Ilham sampai jadi Pebinor," ujar Bu Salma.
"Tenang saja Bu, Ilham tidak akan merebut Cinta dari Dika, tapi Ilham akan menunggu Cinta sampai menjadi Janda," ujar Ilham.
"Ibu sudah angkat tangan, karena Ilham sekarang sudah dibutakan oleh cinta, dan itu bukan cinta yang tulus lagi Nak, tapi itu adalah obsesi," ujar Bu Salma.
Kenapa semakin hari Ilham semakin ngelantur ya, aku jadi bingung menghadapi Ilham, batin Bu Salma.
"Ya sudah lebih baik Ibu masuk saja, kasihan Cinta tidur sendiri, ingat Ilham jangan tidur malam-malam dan jangan melamun terus !" ujar Bu Salma yang kini masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Ilham kini mengetikan sebuah pesan ke nomor Cinta yang dulu, dan nomor itu masih aktif karena pada saat Cinta membawa Dika ke Rumah Sakit dia lupa membawa handphonenya.
"Kutunggu Jandamu," kata itulah yang dikirimkan Ilham kepada Cinta.