Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 51 ( Bayi Bella dan Broto )


__ADS_3

Ilham dan Bu Salma kini telah pindah ke tanah kelahiran Bu salma yang berada di daerah Jawa tengah. Sudah tiga bulan ini mereka merawat seorang bayi perempuan yang mereka beri nama Cinta Khairunnisa, sama seperti nama perempuan yang sangat Ilham cintai.


Cinta adalah anak dari mendiang Broto ( Bapaknya Ilham ) dan Bella ( mantan Istrinya Ilham).


Flash back tiga bulan yang lalu :


Bella kini telah melahirkan anak hasil perselingkuhannya dengan Broto. Dia merasa prustasi sehingga berniat untuk melenyapkan bayi tidak berdosa tersebut. Tapi Bibinya Bella segera mengambil bayi tersebut ketika Bella sedang tidur.


Aku harus segera membawa bayi ini pergi jauh dari tempat ini, sebelum Bella semakin berdosa dengan melenyapkan bayi yang tidak berdosa ini, batin Bi Marni.


Akhirnya Bi Marni memutuskan pergi ke rumah Broto untuk menitipkan bayi Bella. Akan tetapi, ketika Bi Marni sudah berada di depan pagar rumah Broto, pagarnya terlihat di gembok dan rumah pun terlihat sepi sehingga ia memutuskan untuk bertanya kepada tetangga di sekitar kediaman Broto.


"Assalamu'alaikum, Bu maaf saya mau tanya Pak Broto kemana ya? kok rumahnya terlihat sepi dan pagarnya juga di gembok," tanya Bi Marni.


"Wa'alaikumsalam, Ibu belum tau ya kalau Pak Broto beberapa bulan yang lalu sudah meninggal dunia," jawab tetangga Broto.


"Innalillahi... terus keluarganya pada kemana Bu?" tanya Bi Marni.


"Ketiga Istri Pak Broto sudah meminta cerai ketika Pak Broto sakit, tapi kalau Bu Salma dan Nak Ilham semenjak Pak Broto meninggal dunia mereka memutuskan untuk pindah ke tanah kelahiran Bu Salma di daerah Jawa Tengah, jadi mereka menjual rumahnya, mungkin pemilik yang baru sedang bepergian makanya pagarnya di gembok," jawab tetangga Broto.


"Jadi begitu ya Bu ceritanya, apa Ibu tau alamat Bu Salma di Jawa Tengah? soalnya saya ada kepentingan dengan beliau," tanya Bi Marni.


"Kebetulan sebelum pindah Bu Salma sempat memberikan alamat rumahnya kepada saya, tunggu ya Bu saya ambil dulu ke dalam," ujar tetangga Broto.


Beberapa saat kemudian Ibu tersebut memberikan secarik kertas kepada Bi Marni yang berisikan alamat rumah Bu Salma yang baru.


"Terimakasih banyak ya Bu atas bantuannya, kalau begitu saya permisi dulu," ujar Bi Marni lalu kemudian pergi setelah mengucapkan salam.


Aku harus menitipkan bayi ini kepada Bu Salma dan Nak Ilham, aku tau kalau mereka adalah orang yang baik, pasti mereka akan bersedia untuk menerima bayi ini dan menjaga serta mendidik bayi tidak berdosa ini dengan baik, batin Bi Marni.


Bi Marni pun kini melakukan perjalanan ke Jawa Tengah.


Sesampainya di rumah Bu Salma, Bi Marni pun memberanikan diri untuk menemuinya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" ucap Bi Marni.


"Wa'alaikumsalam" jawab Bu Salma.


"Lho Ibu ini bukannya Bibinya Bella mantan Istri anak saya ya?" tanya Bu Salma.


"Iya Bu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika saya sudah lancang menemui Ibu," ujar Bi Marni.


"Tidak apa-apa Bu, saya malah senang Ibu datang kemari, karena kita tidak boleh memutus tali silaturahmi," ujar Bu Salma.


"Sebenarnya saya malu datang ke rumah Ibu, karena tujuan saya datang ke sini mau meminta tolong," ujar Bi Marni.


"Ibu tidak usah malu, jika saya mampu, insyaAlloh saya berkenan menolong Ibu," ujar Bu Salma.


Ilham yang baru pulang Solat Dzuhur dari Masjid pun terdengar mengucap Salam, lalu kemudian dia mencium punggung tangan Bu Salma dan Bi Marni.


"Ternyata ada tamu ya, Bi bagaimana kabarnya?" tanya Ilham.


"Alhamdulillah kabar Bibi baik Nak Ilham" jawab Bi Marni.


"ini sebenarnya bayi Bella dan Pak Broto Nak," jawab Bi Marni.


"Jadi ini Adik Ilham Bi? Terus kenapa Bibi membawa bayinya kemari? memangnya Ibunya kemana?" tanya Ilham.


"Iya Nak Ilham ini Adiknya Nak Ilham, Bibi sebenarnya mau minta tolong pada Nak Ilham dan Bu Salma untuk menjaga bayi ini, karena Bella berniat untuk melenyapkan bayi tidak berdosa ini," ujar Bi Marni.


"Astagfirulloh..." ucap Bu Salma dan Ilham secara bersamaan.


"Bella bukannya bertaubat, tapi dia malah semakin menjadi-jadi," ujar Ilham.


Kemudian bayi Bella pun terdengar menangis dan Bu Salma kini mencoba untuk menggendongnya.


"Cah Ayu, kasihan sekali nasibmu Nak, padahal bayi ini tidak berdosa, kenapa Bella sampai tega mempunyai pikiran keji seperti itu," ujar Bu Salma dengan menggendong bayi Bella.

__ADS_1


"Saya juga sudah sering mengingatkan Bella supaya bertaubat Bu Salma, tapi dia tidak pernah mendengarkan nasehat saya," ujar Bi Marni.


"Bener-bener keterlaluan Bella, aku tidak habis pikir kenapa kelakuannya lebih kejam daripada binatang," ujar Ilham yang kini terlihat kesal.


"Kasihan bayi ini, sejak masih berada di dalam kandungan Bella selalu berusaha untuk menggugurkannya, tapi dia selalu gagal. Bibi tadinya sudah berniat untuk merawat bayi Bella, tapi Bibi takut kalau Bibi nekad merawatnya Bella akan terus menyakiti bayi tidak berdosa ini," ujar Bi Marni kepada Ilham.


"Ilham bagaimana kalau bayi ini kita rawat saja? kasihan saat ini dia hidup sebatang kara, walau bagaimanapun juga dia adalah adik kamu Nak," ujar Bu Salma.


"Iya Bu, Ilham juga sudah berencana buat mengangkat bayi ini sebagai anak angkat Ilham," ujar Ilham.


"Terimakasih banyak ya Nak Ilham, Bu Salma. Alhamdulillah jika memang Bu Salma dan Nak Ilham berkenan menerimanya," ujar Bi Marni.


"InsyaAlloh Bi, kami akan menjaga amanah ini dengan baik," ujar Ilham.


"Iya Bibi yakin kalau Nak Ilham dan Bu Salma pasti akan menjaga serta mendidiknya dengan baik, sepertinya bayinya juga betah berada di sini karena daritadi dia gak rewel," ujar Bi Marni.


"Bu Marni tenang saja, saya pasti akan menyayangi bayi ini seperti anak saya sendiri, karena selama ini hanya Ilham satu-satunya anak saya," ujar Bu Salma.


"Kalau begitu saya pamit dulu ya Bu Salma, Nak Ilham, terimakasih banyak atas semua kebaikan Bu Salma dan Nak Ilham," ujar Bi Marni.


"Bibi gak mau nginep saja di sini, atau Bibi setidaknya makan dulu," ujar Ilham.


"Maaf Nak Ilham, mungkin kapan-kapan Bibi berkunjung lagi ke sini karena sekarang Bibi harus merawat Bella yang baru melahirkan, walau bagaimanapun juga dia tetap keponakan Bibi," ujar Bi Marni sehingga ia pun mengucapkan Salam dan berlalu dari kediaman Salma dan Ilham.


"Nak mau kita kasih nama apa bayi ini?" tanya Bu Salma.


"Bagaimana kalau kita kasih nama Cinta Khairunnisa saja Bu? sama seperti nama perempuan yang sangat Ilham cintai," usul Ilham.


"Iya Ibu setuju, mudah-mudahan akhlak bayi ini juga sebaik dan setulus akhlaknya Cinta ya," ujar Bu Salma.


Flash back off.


Pagi ini Ilham iseng melihat status di Sosial media Dika, dan ternyata Dika mengunggah sebuah Fhoto bayi perempuan dengan caption Semoga menjadi anak yang soleha Putri Ayah tercinta "Dita Pratama."

__ADS_1


Ternyata Dika dan Cinta sekarang sudah memiliki seorang putri yang cantik, Selamat ya Cinta, sekarang kamu sudah menjadi seorang Ibu, semoga kalian selalu bahagia, ucap Ilham dalam hati dengan meneteskan airmata.


__ADS_2