Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 53 ( Kembali ke rumah Dika )


__ADS_3

Karena merasa mengantuk akhirnya Arya pun kini menepikan mobilnya di sebuah parkiran halaman Masjid untuk beristirahat sejenak. Cinta masih tidur terlelap di bahu Arya sehingga Arya pun memutuskan untuk tidak bergerak supaya tidur Cinta tidak terganggu.


Aku merasa berat untuk berpisah denganmu sayang, aku tidak tau apakah aku bisa menjalani hidup tanpa kehadiranmu di sisiku, batin Arya, sehingga Arya yang sudah mengantuk pun kini ikut tertidur.


Cinta terbangun karena mendengar Adzan subuh yang berkumandang. dia merasa kaget karena ternyata dia sudah tertidur dengan bersandar di bahu Arya. Kemudian dia melihat ke sekeliling dan ternyata mobil mereka terparkir di halaman Masjid.


Cinta kini menatap wajah Arya yang masih tidur terlelap dan wajahnya terlihat kecapean, sehingga Cinta mengurungkan niatnya untuk membangunkan Arya untuk Solat Subuh berjamaah.


Kasihan sekali mas Arya dia pasti kecapean. maafkan aku ya mas karena aku tidak dapat lagi berada di sampingmu, semoga mas Arya selalu bahagia dan segera mendapatkan pendamping hidup yang lebih baik segala-galanya dibandingkan denganku, karena sebentar lagi aku akan menikah dengan mas Dika, batin Cinta.


Cinta pun kini keluar dari dalam mobil untuk melaksanakan Solat Subuh.


Setelah beberapa saat Arya pun terbangun. Arya terlihat panik karena melihat Cinta sudah tidak ada lagi di sampingnya, sehingga dia bergegas turun dari mobil dan melihat ke sekeliling.


Kemana kamu sayang? kenapa kamu meninggalkan aku? gumam Arya.


Arya pun kini memutuskan untuk Solat subuh terlebih dahulu sebelum kembali mencari Cinta.


Ya Allah lindungilah Cinta dimana pun dia berada, berikanlah kebahagiaan pada hidupnya. Ya Allah ampunilah semua dosa hamba selama ini karena sudah membuat kebohongan besar sehingga menyebabkan perempuan yang hamba cintai merasa terluka, Amin Yarobbal alamin, 🤲 ucap Arya dalam do'a dengan tiada hentinya meneteskan airmata.


Sebenarnya dari tadi Cinta yang sudah selesai Solat subuh pun melihat Arya yang sedang berdo'a begitu khusyuk.


Entah kenapa hatiku merasakan sakit melihat mas Arya yang meneteskan airmata, maafkan aku mas tapi aku harus pergi dari kehidupanmu karena sudah ada lelaki lain yang menungguku, ucap Cinta dalam hati sehingga dia meneteskan airmata juga.


Akhirnya Cinta memutuskan untuk kembali terlebih dahulu masuk ke dalam mobil.


Selesai Solat Arya kini mencoba kembali mencari Cinta di sekitar Masjid, tapi tidak ada juga, sehingga Arya memutuskan untuk kembali ke parkiran karena dia lupa tidak membawa kunci mobilnya.

__ADS_1


Ketika Arya membuka pintu mobil dia terkejut karena melihat Cinta sudah duduk di dalam mobil.


"Alhamdulillah sayang ternyata kamu ada di sini, Cinta kemana saja? mas sangat khawatir daritadi mas juga udah cariin Cinta tapi gak ketemu juga," ujar Arya yang kini terlihat berkaca-kaca.


"Aku habis Solat Subuh dulu mas, maaf jika aku sudah membuat mas khawatir," jawab Cinta dengan tersenyum.


Jantung Arya kini berdetak lebih kencang melihat senyuman yang terukir di wajah cantik pujaan hatinya.


Aku pasti akan sangat merindukan senyuman itu sayang jika nanti kita sudah berpisah, batin Arya.


Akhirnya Arya pun kembali melajukan mobilnya, kemudian setelah sampai di daerah Puncak Arya memarkirkan mobilnya di sebuah Restoran yang sempat mereka singgahi dulu ketika pertama kali datang ke Cianjur.


"Kenapa kita berhenti di sini mas?" tanya Cinta.


"Ayo kita sarapan dulu sayang," ujar Arya.


Akhirnya mereka turun dari mobil kemudian memesan bubur dan teh manis untuk sarapan.


"Sayang makannya yang banyak ya, mas gak mau kalau nanti kamu sampai sakit," ujar Arya kepada Cinta yang hanya Cinta jawab dengan anggukan kepala.


Aku merindukan canda dan tawamu sayang, sekarang keadaannya sangat berbeda dengan dulu ketika pertama kali kita datang ke tempat ini, batin Arya dengan sedih.


Setelah selesai sarapan mereka kembali melanjutkan perjalanannya ke Jakarta.


Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan yang menemani mereka, karena tidak ada satu patah kata pun yang terucap dari bibir Arya atau pun Cinta.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan mereka pun kini tiba di Jakarta. Arya terlihat menepikan mobilnya untuk berbicara dengan Cinta sebelum mereka sampai di kediaman Dika.

__ADS_1


"Sayang apa aku boleh berbicara denganmu sebentar saja?" tanya Arya.


"Iya mas, mas bicara saja supaya tidak ada lagi uneg-uneg dalam hati mas Arya sebelum kita berdua berpisah," jawab Cinta, dan hati Arya pun merasa sakit mendengar kata pisah yang terucap dari bibir Cinta.


Setelah beberapa kali menghembuskan napas kasar akhirnya Arya memulai perkataannya.


"Sayang, maafin mas ya jika selama satu tahun kita bersama mas sudah menyembunyikan sebuah kebohongan besar sehingga menorehkan luka di hati Cinta, mas tau mungkin Cinta tidak akan semudah itu memaafkan perbuatan mas. Mas hanya bisa mendo'akan semoga Cinta selalu sehat dan bahagia, dan terimakasih banyak atas semua hari yang indah yang pernah kita lalui bersama," ucap Arya dengan meneteskan airmata. Cinta pun hanya terdiam tanpa menjawab perkataan Arya karena rasanya bibirnya sangat sulit untuk berucap.


Kenapa hatiku rasanya sakit mendengar semua perkataan mas Arya, dadaku kini rasanya sesak menghadapi kenyataan jika aku dan mas Arya akan berpisah, batin Cinta sehingga dia pun tak kuasa meneteskan airmata.


"Apa boleh mas memeluk Cinta untuk yang terakhir kali?" tanya Arya, dan Cinta pun hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


Arya kini memeluk erat tubuh Cinta dengan terus meneteskan airmatanya, dan Cinta pun sama karena airmata yang dia tahan sudah tak terbendung lagi.


Setelah lama mereka berpelukan Arya pun dengan berat hati melepas pelukannya kemudian dia memberanikan diri untuk mencium kening Cinta.


"Maaf ya mas sudah lancang," ujar Arya. Kemudian dia kembali melajukan mobilnya menuju kediaman Dika.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di depan pintu gerbang rumah Dika. Satpam yang melihat Cinta pun merasa terkejut lalu kemudian bergegas membuka pagar rumah Dika.


"Maaf ya sayang, mas hanya bisa mengantar kamu sampai sini," ujar Arya dengan mengusap lembut bahu Cinta, dan Arya tiada hentinya meneteskan airmata.


"Terimakasih ya mas atas semua kebahagiaan yang telah mas Arya berikan. Aku minta maaf yang sebesar-besarnya jika aku sudah banyak salah sama mas Arya," ujar Cinta dengan mencium punggung tangan Arya. Arya kini merasa terkejut karena sama sekali tidak menyangka jika Cinta akan melakukannya.


Akhirnya Cinta pun keluar dari mobil Arya setelah mengucapkan Salam kepada Arya. Dengan berat hati kini Cinta melangkahkan kakinya masuk ke halaman rumah Dika.


Arya kini melihat tas selempang Cinta yang tidak Cinta bawa, sehingga Arya berniat menitipkannya kepada Satpam yang berada di rumah Dika. Dan Sebelumnya Arya sempat memasukan sebuah buku kecil catatan hariannya ke dalam tas selempang Cinta.

__ADS_1


"Semoga kamu selalu bahagia Cintaku sayang," ucap Arya dengan kembali melajukan mobilnya.


__ADS_2