
Setibanya di dalam kamar Pengantin Arya dan Cinta pun kini duduk bersebelahan di tepi ranjang.
"Sayang, apa kamu menyesal menikah dengan Mas?" tanya Arya dengan mencoba membantu membuka hiasan di kepala Cinta.
"Aku tidak menyesal mas, dan aku tidak akan pernah menyesal," ujar Cinta dengan memaksakan tersenyum.
"Terimakasih ya karena kamu telah memilih mas, mas tau ini semua berat untuk kamu," ujar Arya.
"Mas Arya adalah jodoh terbaik yang telah di berikan oleh Allah SWT untukku, jadi mulai sekarang kita harus membuka lembaran baru rumah tangga kita mas," ujar Cinta dengan memegang tangan Arya.
"Kamu terlihat sangat cantik sayang," ujar Arya setelah membuka jilbab yang Cinta pakai.
"Karena mas adalah Suamiku jadi mas berhak melihat auratku," ujar Cinta, karena baru pertama kali ini Cinta melepas jilbabnya di hadapan seorang lelaki.
"Mas beruntung karena bisa memilikimu," ujar Arya dengan mencium kening Cinta.
"Aku juga beruntung bisa memiliki imam yang saleh seperti mas Arya," ujar Cinta dengan memeluk tubuh Arya.
"Apa mas boleh mendapatkan ciuman pertamamu?" tanya Arya.
"Apa pun yang ada pada diriku, semua itu sudah milik mas Arya," ujar Cinta sehingga kini Arya pun mendaratkan satu kecupan di bibir Cinta.
"Sayang sebaiknya kita Shalat Dzuhur dulu, mas gak mau kalau nanti kamu sampai kecapean di acara resepsi nanti malam," ujar Arya dengan tersenyum.
"Iya mas, aku juga sudah merasa gerah memakai pakaian ini, rasanya berat sekali," ujar Cinta membalas senyuman Arya.
Akhirnya mereka berdua kini melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah untuk yang pertama kali sebagai pasangan Suami-Istri.
Setelah selesai Shalat Cinta pun mencium punggung tangan Suaminya, dan Arya langsung mencium keningnya dengan tiada hentinya dia mengucap syukur dalam hati karena telah berhasil mendapatkan Bidadari Surga dalam kehidupannya.
"Mas sekarang mau makan dulu apa langsung istirahat?" tanya Cinta dengan melipat mukena yang telah ia kenakan.
"Sayang sudah lapar belum?" tanya Arya.
"Aku tadi sebelum acara ijab kabul sudah makan sih," ujar Cinta.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu sekarang kita istirahat saja," ujar Arya yang kini menggendong tubuh Cinta menuju ranjang pengantin mereka.
"Mas gak sabar pengen cepet-cepet selesai acara resepsi," ujar Arya dengan cengengesan.
"Emang mau ngapain?" tanya Cinta dengan polosnya.
"Ada deh rahasia," ujar Arya dengan tersenyum jahil lalu memeluk erat tubuh Cinta.
Akhirnya Arya dan Cinta pun kini tertidur dengan saling berpelukan.
......................
Setelah melaksanakan Shalat Ashar, kini Cinta dan Arya pun keluar dari kamar mereka untuk memeriksa keadaan Ilham.
Saat ini Dika nampak tertidur di samping Ilham, dan Ilham masih belum sadar dari pingsannya.
"Mas apa tidak sebaiknya kita membawa mas Ilham ke Rumah Sakit?" tanya Cinta.
"Tidak perlu sayang, Ilham sebentar lagi juga pasti siuman," ujar Arya setelah selesai memeriksa kondisi Ilham.
"Iya mas cuma bercanda, yuk makan mas udah lapar banget," ujar Arya dengan menggandeng Cinta ke ruang makan.
......................
Malam resepsi kini telah tiba, Cinta dan Arya yang menjadi Raja dan Ratu sehari pun saat ini menjadi pusat perhatian seluruh tamu Undangan yang hadir.
Awalnya Cinta tidak mau mengadakan acara resepsi, tapi Dika terus saja memaksanya. Akhirnya Cinta menyetujuinya tapi dia mengusulkan untuk melakukan acara resepsinya secara sederhana dan diselenggarakan di rumah saja.
Ilham yang sudah sadar dari pingsannya pun kini terlihat hadir di acara resepsi tersebut. Awalnya Ilham memutuskan untuk pulang, tapi Dika terus saja membujuknya.
Dengan menahan sesak di dalam dada, kini Ilham menyaksikan sendiri perempuan yang sangat ia cintai bersanding dengan lelaki lain di pelaminan.
Seandainya lelaki itu bukan Arya, mungkin aku akan lebih tidak rela lagi Cinta, tapi sekarang aku harus ikhlas karena aku yakin Arya akan selalu menjaga serta melindungimu dengan baik karena dia adalah lelaki yang Saleh, dan pastinya dia akan selalu membahagiakanmu, batin Ilham.
Akhirnya para tamu yang hadir pun kini secara bergantian naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai termasuk Ilham yang memberanikan diri melangkahkan kaki menuju pelaminan.
__ADS_1
"Selamat ya Arya, Cinta, semoga kalian berdua menjadi Keluarga yang Sakinah, Mawadah dan Warahmah, aku percaya kamu akan selalu membahagiakan Cinta serta menjaga dan melindunginya," ujar Ilham dengan meneteskan airmata.
"Amin..makasih ya Ilham, aku do'akan semoga kamu segera menemukan perempuan yang lebih baik segala-galanya dari Cinta," ujar Arya dengan tulus, dan Ilham pun kini merangkul tubuh Arya sebelum dia pergi. Sedangkan Cinta hanya menatap sendu lelaki yang pernah mengisi hatinya.
"Aku titip Cinta ya Arya," ujar Ilham yang kini melangkahkan kaki untuk turun dari pelaminan.
Ketika Ilham turun dari pelaminan tiba-tiba terdengar suara tembakan.
Dor
Dor
terdengar dua kali suara tembakan sehingga Ilham pun kini bergegas menghampiri Cinta. Namun, ternyata yang tertembak bukanlah Cinta melainkan Arya, karena ketika Arya melihat seseorang yang menodongkan pistol ke arah Cinta, Arya pun bergegas melindungi Istrinya.
Dika bersama petugas keamanan kini langsung menangkap pelaku yang ternyata adalah Bella mantan Istrinya Ilham.
"Lepasin gak, lepasin aku, aku harus membunuh perempuan kampung itu, aku tidak rela dia hidup bahagia karena dulu Ilham tidak pernah melirikku gara-gara dia !" teriak Bella.
"Bawa dia ke Kantor Polisi !" ujar Dika kepada petugas keamanan, dan Dika pun bergegas menghampiri Arya yang kini tengah terbaring dalam pangkuan Cinta.
"Cinta kita harus segera membawa Arya ke Rumah Sakit," ujar Dika.
"Tidak Kak Dika, waktuku sudah tidak banyak lagi, aku ingin meninggal dalam pelukan Istriku tercinta," ujar Arya dengan lirih.
"Tidak mas, mas tidak boleh berbicara seperti itu, mas tidak boleh meninggalkanku !" ujar Cinta dengan menangis histeris.
"Ilham aku tau kamu sangat mencintai Istriku, dan aku juga tau jika Cinta juga masih sangat mencintaimu, aku harap kamu akan selalu membahagiakan Cinta, aku yakin kamu juga pasti akan menjaga dan melindunginya seperti yang telah aku lakukan di sisa nafasku," ucap Arya dengan lirih, dan kini nafas Arya pun sudah semakin melemah.
"Cinta sayang terimakasih karena telah memberikan kebahagiaan di sisa akhir hidup mas, raihlah kebahagiaanmu bersama lelaki yang kamu Cintai, mas do'akan semoga kalian selalu bahagia," ujar Arya yang kini menyatukan tangan Cinta dan Ilham, lalu Arya pun menghembuskan nafas terakhirnya dalam pangkuan Cinta.
"Mas Arya..." teriak Cinta lalu sesaat kemudian Cinta pun pingsan.
"Innalillahi waina ilaihi raji'un," ucap Ilham dan semua orang yang berada di sana.
Akhirnya acara resepsi yang tengah berlangsung pun menjadi tragedi dalam Pernikahan Cinta dan Arya.
__ADS_1