
Keesokan harinya,setelah pulang kerja,Indra langsung menuju ke rumahnya Dini.Indra sengaja duluan kerumah Dini untuk beristirahat sebentar
Sementara Dini yang baru pulang kerja sengaja singgah ke toko buah untuk mengisi stok buah yang sudah habis di rumahnya
"Astaga bang...kok tidur di luar seperti ini"ucap Dini melihat Indra yang tidur di taman rumahnya itu
"Disini lebih enak dek,anginnya membuatku cepat tidur tadi"sahut Indra
"Sebaiknya kita masuk kedalam rumah saja bang,oh yah tunggu sebentar,aku mau mandi sekalian mau buat jus untuk kita dulu"pamit Dini
Dini langsung masuk ke dalam rumah dan langsung membuatkan jus untuk dirinya dan Indra
"Silahkan di minum dulu bang"
"Terimakasih dek,oh yah sebaiknya kita menghubungi Ibu dan Bu Astri sekarang saja dek,mumpung masih sore"saran Indra
Setelah mereka menghubungi orang tua dari mereka berdua,Indra dan Dini pun mengakhiri obrolan keluarga itu dan melanjutkan obrolan mereka berudua
"Dek....bagaimana dengan pengajuan cuti mu,apa sudah di acc atau belum"tanya Indra
"Sudah bang cutinya selama dua belas hari"ucap Dini
"Cuti abang hanya sepuluh hari dek karena sudah mengambil cuti dua hari kemarin"ucap Indra
"Tidak masalah sih bang,sepertinya sehabis acara nanti,kita juga harus cepat pulang ke sini lagi karena kita pasti butuh istirahat dan butuh waktu untuk pindahin barang abang kesini"ucap Dini
"Setuju dek,biar kita juga bisa menghabiskan waktu berduaan di rumah,jadi gak sabar untuk menunggu hari itu dek"ucap Indra
"Oh yah dek,dari pada kita di rumah berduaan begini lebih baik abang ke cafe saja,disana juga abang bisa mengerjakan menu yang akan di gunakan di resto selama kita cuti nanti"
__ADS_1
"Disini kan bisa abang kerjakan juga,kenapa harus ke cafe"tanya Dini menyelidik
"Aku tidak janji bisa tahan dek"ucap Indra menjambak rambutnya
Dini yang belum paham akan maksud Indra merasa heran akan tingkah anehnya Indra saat itu
"Kenapa bang"tanya Dini
"Aku minta maaf dek"ucap Indra dan langsung me****t bibirnya Dini
Melihat Dini yang tidak melakukan penolakan akan perbuatannya itu,Indra pun semakin mendalamkan c****nnya pada Dini
Setelah mengapsen setiap inci dari pipi,leher dan b***rnya Dini,Indra pun mengakhiri permainannya saat itu
"Maafkan abang dek,abang tidak bisa mengendalikan diri aku tadi"ucap Indra merasa tidak enak hati
"Baiklah dek"Indra pun berlalu dari tempat itu menuju kamar mandi untuk menuntaskan aktivitasnya yang tergantung tadi
"Lagi-lagi aku kelepasan dan tak bisa mengontrol diriku saat berduaan dengan Dini,apa sudah sebegitu bertahtanya Dini di hatiku,sehingga dengan melihatnya memakai celana pendek dengan baju santai yang sedikit ketat saja aku langsung bereaksi seperti tadi.Setelah menikah nanti,aku bahkan tak bisa membayangkan akan seperti apa reaksi si otong ini nantinya"batin Indra sambil senyum sendiri
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih tiga puluh menit di kamar mandi,akhirnya Indra keluar dengan wajah yang sudah segar
"Sebaiknya abang ganti baju,ini ada baju abang yang dulu aku pakai"ucap Dini sambil menyerahkan baju sama celana yang pernah dipakai Dini saat Indra mabuk dulu
"Terimakasih dek"ucap Indra berlalu dari tempat itu
"Sama-sama bang"
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih selama empat jam untuk mengobrol tentang masa depan yang akan mereka bina nantinya,Indra pun memilih pulang kerumahnya untuk beristirahat
__ADS_1
"Hati-hati di jalan bang""ucap Sarah
"Baiklah dek"sahut Indra
Setelah kepulangan Indra kerumahnya,Rudi pun menghubungi Dini setelah sebelumnya dia pergi kerumahnya yang sudah beberapa minggu ini tidak di tempatinya karena dia memilih tidur di rumah Bu Astri
Setelah panggilan tersambung,mereka pun membahas tentang pernikahan Dini dan Indra yang akan dilaksanakan sebentar lagi
"Tadi tak sengaja aku juga mendengar pembicaraan di antara kalian saat kalian menghubungi Bu Astri.Jujur saat ini aku belum bisa melepaskanmu dengan sepenuhnya untuk dinikahi oleh orang lain.Di hati ini namamu masih menempati tahta tertinggi hingga sampai saat ini,walau aku tahu itu salah dan tak pantas lagi.Tetapi aku mencoba untuk meyakinkan diriku sendiri dan mencoba untuk bisa melepaskan diriku dari bayang-bayang mu Din.Pesan ku,jika suatu saat diantara kalian ada masalah ,maka tolong selesaikan dengan kepala dingin.Jika suatu saat kalian butuh teman untuk berdiskusi,maka aku juga akan selalu siap membantu Din"ucap Rudi tulus
"Terimakasih sebelumnya atas kejujuranmu itu Rud,hubungan kita sudah selesai dan menurutku kita tidak boleh memiliki perasaan apa pun antara yang satu dengan yang lain.Mulai saat ini,aku mohon Rud tolong iklaskan lah aku untuk melangkah dan menerima pinangan dari laki-laki pilihanku.Tolong jangan ada lagi rasa apapun itu selain rasa saudara,karena menurutku kamu sudah menjadi abang di keluarga kami.Tolong doakan aku juga supaya menjadi istri yang baik nantinya buat bang Indra"ucap Dini
"Baiklah Din,semoga Indra adalah laki-laki yang terbaik untukmu, yang tidak akan pernah menyakitimu di kehidupan yang akan kalian arungi nanti"ucap Rudi
"Terimakasih buat doanya Rud,dan semoga kamu juga cepat berjodoh dengan seorang perempuan yang bisa menerimamu dengan tulus"ucap Dini dan langsung di amin kan oleh Rudi
"Baiklah Rud,aku juga sudah mau beristirahat lagi,kebetulan satu hari ini jadwal kerjaku lumayan padat "ucap Dini mengalihkan pembicaraan diantara keduanya
"Baiklah Din,selamat malam"ucap Rudi dan langsung memutuskan panggilan dari ponselnya itu
"Entah bagaimana caranya nantinya aku bisa melupakanmu Din"gumam Rudi sambil menangis di teras rumahnya malam itu
"Saat aku kehilangan mamanya Edo,aku memang sangat terpuruk,tetapi dengan perlahan aku bisa melupakannya karena masih berharap suatu saat akan berjodoh dengan Dini,tetapi untuk saat ini aku bahkan tidak bisa berharap lagi walaupun itu hanya dalam mimpi"gumam Rudi
"Yul...tolong doakan aku supaya kuat menerima semuanya,maafkan aku juga saat kita membina rumah tangga,kamu bahkan belum bahagia dan belum sepenuhnya bisa menempati dan memiliki hatiku"gumam Rudi semakin sedih mana kala terbayang akan wajah almarhumah istrinya dulu
Setelah merasa cukup tenang,Rudi pun beranjak dari tempat itu untuk kembali pulang kerumah Bu Astri karena Edo tadi sedikit rewel saat Rudi pamit untuk pergi sebentar keluar rumah
"Selamat tinggal Yul....aku pulang dulu,ada Edo yang sedang menunggu ku dirumah"gumam Rudi sambil memeluk batu nisan istrinya itu
__ADS_1