
Enam bulan pun kini telah berlalu dari semenjak Cinta mengikuti pelajaran untuk mendapatkan ijazah kesetaraan SMA, dan tidak perlu waktu lama untuk dia menguasai semua pelajaran, sehingga hari ini dia akan mengikuti ujian yang di adakan di salah satu Sekolah SMA di Jakarta.
"Semangat ya sayang, semoga ujiannya berjalan lancar, aku bakalan terus berada di sini sampai ujian nya selesai." ucap Dika yang kini duduk di depan ruangan kelas untuk ujian.
"Mas gak perlu repot-repot nungguin aku, mendingan sekarang mas berangkat ke kantor saja, terimakasih banyak atas do'anya, dan itu sudah lebih dari cukup buatku." jawab Cinta.
"Pokoknya aku bakalan terus berada di tempat ini sampai kamu menyelesaikan ujiannya, walau pun kamu minta bantuan Satpam buat ngusir aku." ucap Dika dengan cemberut.
"Iya_iya_gak usah di monyongin juga itu mulut, mau nyobain di cium ya?" tanya Cinta, sehingga Dika kini membulatkan matanya.
"Tunggu sebentar ya mas Dika sabar dulu, nanti aku mau nyari Putri kodok buat nyium mas Dika." lanjut Cinta dengan berlari masuk ke dalam kelas.
"CINTA, awas kamu ya !" teriak Dika dengan tertawa karena merasa lucu dengan tingkah kekasihnya itu.
Terimakasih sayang kamu sudah memberikan kebahagiaan dalam hidupku, Bathin Dika dengan tersenyum.
Setelah masuk ke dalam kelas tiba-tiba ada pesan masuk ke handphone Cinta.
Semangat Cintaku, semoga lancar ujiannya dan mendapatkan nilai terbaik, mas selalu mendo'akan mu. Dari cinta pertama dan terakhirmu, ILHAM.
Astagfirulloh mas Ilham, kenapa sih mas selalu membuat hatiku menjadi dilema? aku sudah berusaha untuk melupakan mas Ilham, tapi sampai sekarang aku belum bisa. Mas Dika memang sangat baik, tapi entah mengapa semakin hari rasa sayangku padanya hanya sebatas adik kepada seorang kakak. ucap Cinta dalam hati.
Beberapa jam kemudian Ujian pun selesai dan berjalan dengan lancar.
__ADS_1
Alhamdulillah Akhirnya selesai juga, mudah-mudahan saja aku bisa lulus dengan nilai yang bagus supaya tidak mengecewakan mas Dika. gumam Cinta yang kini melangkahkan kakinya untuk keluar dari tempat ujian.
"Ya ampun mas Dika, kasihan sekali sih mas sampai ketiduran segala gara-gara nungguin aku." ucap Cinta dengan tertunduk sedih.
Maafin aku ya mas, meski pun sampai saat ini aku belum bisa mencintai mas Dika, tapi aku sayang sekali dengan mas Dika, dan aku akan menerima dengan ikhlas Pernikahan kita nanti. ucap Cinta dalam hati.
Cinta akhirnya memutuskan untuk duduk di sebelah Dika yang nampak tertidur pulas, dan kini kepala Dika pun bersandar di bahu Cinta, sehingga Cinta mengelus lembut kepala Dika dengan sayang.
Beberapa menit kemudian Dika terbangun dari tidurnya dan Dika terlihat kaget karena Cinta kini sudah berada di sampingnya, bahkan kepalanya kini masih bersandar di bahu Cinta.
"Sayang maaf ya aku ketiduran, kenapa kamu gak bangunin aku aja sih? kasihan kan kamu pasti sudah lama nungguin," ucap Dika.
"Enggak kok mas, aku juga baru keluar beberapa menit aja, mas tuh yang kasihan, mas pasti kecapean kan sampai ketiduran?" tanya Cinta.
"Ya sudah kalau mas sudah gak ngantuk lagi, sebaiknya kita pulang sekarang saja ya, biar mas juga bisa istirahat di rumah," ajak Cinta.
"Oke Ratuku," jawab Dika yang kemudian berdiri lalu menggenggam erat tangan Cinta.
"Mas aku bukan anak kecil, jadi gak usah dipegangi terus, nanti yang ada fans kamu pada cemburu," ujar Cinta.
"Justru aku yang takut jika sampai nanti ada lelaki lain yang melihatmu, sudah pasti tuh mereka langsung jatuh hati pada calon Istriku yang cantik ini," jawab Dika sehingga Cinta memutar malas bola matanya.
Akhirnya mereka berdua kini melangkahkan kaki untuk keluar dari gedung Sekolah, Nampak banyak pasang mata yang melihat mereka dengan rasa kagum mau pun iri. Namun, mereka berdua tidak sengaja bertemu dengan Tia yang sedang berkumpul bersama teman-teman nya di halaman Sekolah, karena SMA tersebut merupakan tempat Sekolah Tia juga.
__ADS_1
Prok Prok Prok
Kini terdengar suara tepukan tangan dari Tia yang dengan sengaja berusaha untuk mengganggu Cinta, sehingga Cinta dan Dika pun menghentikan langkah mereka.
"Wah hebat sekali ya, anak pungut bisa ikut ujian di Sekolah yang bagus seperti ini," sindir Tia yang pada awalnya tidak di tanggapi oleh Cinta dan Dika.
"Kalian tau gak teman-teman, kalau anak pungut ini bisa ikut Ujian karena dia itu cewek matre, kalian semua lihat saja, dia selalu saja nempel sama Tuan Muda Pratama Grup. Karena pastinya anak pungut itu sudah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan simpati dari sang Tuan Muda," sindir Tia kepada Cinta yang kini disahuti dengan gelak tawa dari teman-teman Tia.
Sebenarnya Cinta tidak ingin meladeni omongan Tia, akan tetapi Dika juga kini merasakan sakit hati yang sedang dirasakan oleh Cinta.
"Sudah selesai bicaranya?" tanya Dika yang kini menantang Tia.
"Kalian semua tau siapa yang di panggil anak pungut oleh gadis yang tidak tahu diri ini?" tanya Dika pada teman-teman Tia dengan menunjuk wajah Tia.
"Kamu harus ingat, yang kamu sebut anak pungut itu adalah orang yang rela mengorbankan hidupnya untuk kamu, dan dia sudah bekerja keras agar bisa menyekolahkan kedua adiknya, sehingga kamu sendiri bisa Sekolah di tempat yang kamu bilang bagus ini. Apa kamu tidak tahu malu sampai menghina orang yang sudah berbaik hati kepada kamu walau pun kalian tidak punya hubungan darah?" tanya Dika pada Tia yang kini nampak terdiam karena malu oleh teman-temannya.
"Dan asal kalian semua tahu juga, Cinta adalah perempuan terhormat, dan juga calon Istri serta ibu dari anak-anakku nanti, dia sama sekali tidak pernah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan cintaku, karena selama ini aku sendiri yang sudah mengejar-ngejar Cinta."
"Seharusnya kamu itu ngaca dulu sebelum berbicara, bukankah kamu sendiri perempuan yang tidak punya harga diri, sehingga rela berkencan dengan om-om senang?" tanya Dika pada Tia, sehingga kini wajahnya merah karena marah serta menahan malu.
"Sudah mas, sebaiknya kita pergi saja dari tempat ini," ajak Cinta dengan menarik lembut tangan Dika.
Setelah kepergian Cinta dan Dika, kini Tia mendapat tatapan sinis dan cemoohan dari teman-temannya, sehingga Tia marah dan semakin benci terhadap Cinta. Lalu kemudian Tia berlari ke dalam toilet meninggalkan teman-temannya yang kini malah terdengar mengejeknya.
__ADS_1
"Lihat saja anak pungut, aku bakalan merusak kebahagiaan kalian, dan aku berjanji akan merebut Kak Dika darimu !" teriak Tia dengan mengepalkan kedua tangannya.