Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 100


__ADS_3

Sesampainya di halaman rumah,semua bergegas masuk. Morgan langsung pergi ke kamarnya untuk melihat Sheva,mbok Mirah yang datang membawa minuman bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi


"Bu sebenarnya ada apa?"


"Sheva kabur dari rumah sakit mbok" ucap nyonya William


"Lho,non Sheva sedang sakit?"


"Iya kemarin dia pingsan di kantor"


Saat mereka sedang bercakap-cakap tiba-tiba Morgan keluar dari lift dengan raut wajah cemas


"Ma,pa sepertinya Sheva pergi dari rumah" ucap Morgan yang membuat semua orang terkejut


'Morgan,kamu sudah cari di kamar mandi?"


"Sudah pa,tapi koper dan barang-barangnya sudah tidak ada di kamar"


"Tadi begitu non Sheva datang ia langsung ke kamar tuan" ucap Mbok Mirah yang ketakutan


"Astaga kemana lagi anak itu,kenapa selalu kabur-kaburan seperti ini?"


lirih nyonya Lista yang khawatir


"Morgan.... kamu tidak sedang berbuat kesalahan lagi bukan?" tanya nyonya William


"Kesalahan apa ma?"


"Kesalahan yang membuat Sheva marah sehingga meninggalkan rumah"


'Kemarin kami masih baik-baik saja ma,bahkan kami sarapan bersama. Tanya saja ke mbok Mirah"


"Benar bu,non Sheva juga masih saling sapa dengan tuan"


Tiba-tiba ponsel nyonya Lista berbunyi,ia segera menjawabnya


"Halo,ada apa mbak?"


"Nyonya,nona Sheva ada di rumah sekarang" ucap asisten rumah tangga


"Baiklah saya akan segera pulang sekarang"


"Ada apa mi?" tanya tuan Robert


"Sheva ada di rumah pi,barusan asisten rumah tangga memberitahu mami"


"Ya sudah kalau begitu kita pulang sekarang"


Semuanya bergegas pergi menuju rumah tuan Robert,Morgan merasa lega karena Sheva tidak pergi kemana-mana. Hanya saja yang menjadi pertanyaan sekarang kenapa Sheva pulang ke rumah orang tuanya. Setibanya disana semua segera masuk ke dalam rumah,tetapi nyonya Lista meminta yang lain tetap berada di ruang tamu sementara ia dan nyonya William pergi ke kamar Sheva.


Tok... tok tokk...


"Sheva sayang,ini mami nak buka pintunya ya"


Tak berselang lama Sheva membuka pintu,terlihat wajahnya yang masih sedikit pucat. Nyonya Lista dan nyonya William masuk ke dalam kamar


"Sayang,apa yang kamu lakukan ini?" tanya nyonya Lista


"Sheva ingin pulang mi"


"Tapi kondisi kamu masih belum stabil"


"Sheva baik-baik saja kok mi"


"Sheva sayang,ada apa ini? kenapa kamu tidak memberitahu kita kalau ingin pulang?" tanya nyonya William


"Iya Sheva,kita semua khawatir sama kamu"


'Maafkan Sheva ya mi,mah. Sheva sementara ini ingin tinggal disini"


"Kamu ada masalah lagi sama Morgan?" tanya nyonya William


Sheva hanya terdiam

__ADS_1


"Sayang,kalau ada apa-apa kamu jangan sungkan cerita ke mama. Walaupun Morgan anak mama tapi jika dia salah mama akan tetap memarahinya"


"Sheva baik-baik saja ma,Sheva hanya rindu suasana rumah"


"Jeng,mungkin Sheva memang sedang ingin di sini untuk sementara waktu. Sudah lama juga sejak ia menikah tidak pernah pulang ke rumah ini" ucap nyonya Lista


"Ya sudah kalau begitu,untuk sementara ini biar Morgan dan Sheva tinggal disini"


"Nggak,Morgan nggak perlu ikut" tutur Sheva


"Kenapa Va? dia suami kamu,sudah sepantasnya kalian selalu bersama. Apa kata orang nanti kalau tahu kamu tinggal disini sedangkan Morgan di rumahnya sendiri" tutur nyonya Lista


"Baiklah,terserah mami saja. Untuk sekarang Sheva ingin sendiri,Sheva ingin istirahat. Jadi mami dan mama tolong keluar ya"


"Ya sudah kalau begitu,kalau kamu butuh apa-apa panggil mami saja"


"Iya mi"


Nyonya Lista dan nyonya William keluar dari kamar Sheva dan kembali menemui yang lain di ruang tamu.


Melihat para istri sudah kembali namun tidak ada Sheva bersamanya membuat semua bingung


"Sheva mana mi?" tanya tuan Robert


"Ada di kamarnya,biar dia istirahat"


"Morgan untuk sementara kamu dan Sheva tinggal disini,Sheva rindu tinggal bersama orang tuanya." ucap nyonya William


"Iya ma"


Semua merasa tenang karena keadaan sudah baik-baik saja,namun bagi Morgan Sheva seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari semua orang.


Setelah semua masalah beres mereka semua kembali ke tempat masing-masing,Morgan ijin pulang untuk mengambil baju dan perelngkapannya serta mengurus pembayaran rumah sakit istrinya.


Jam makan siangpun tiba,nyonya Lista membawakan senampan penuh makanan menuju kamar putrinya. Ia melihat Sheva yang duduk di tepi jendela sambil melihat keluar


'Sayang,kamu makan dulu"


'Iya mi,terima kasih"


"Mi,Sheva boleh tanya nggak?"


"Iya,mau tanya apa?"


"ada nggak kesalahan papi yang tidak pernah bisa mami maafkan?"


"Sejauh ini tidak ada,karena papi memahami mami apapun yang mami tidak suka maka tidak pernah papi lakukan. Memangnya kenapa? apa Morgan berbuat salah?"


"Bagi mami sebuah kesetiaan apakah penting?"


"Sangat penting,apalagi dalam rumah tangga kesetiaan itu di nomor satukan. Dalam keadaan susah maupun senang hanya pasangan yang selalu setia berada di samping kita,begitu pula papi yang pernah jatuh bangkrut karena bisnisnya. Mami masih tetap stay kan sama papi"


"Misalkan rumah tangga mami dan kesetian papi di uji dengan perempuan lain,apakah mami akan tetap memaafkan papi?"


"Tidak ada kata maaf untuk sebuah pengkhianatan sayang,apalagi jika rumah tangga di nodai dengan hadirnya orang ketiga. Sampai kapanpun rumah tangga itu tidak akan bisa kembali harmonis lagi,mami harap rumah tangga kamu dan Morgan baik-baik saja. Dan semoga kalian tidak akan pernah mengalami hal-hal seperti itu"


"Makasih ya mi,mami selalu bisa di ajak curhat oleh Sheva"


"Sama-sama sayang,sekarang kamu makan terus minum obat. Barusan nak Morgan meminta ojek online mengantarkan obat kamu karena ia sibuk di kantornya,mama sangat bersyukur putri mama mendapatkan suami yang sangat perhatian seperti nak Morgan"


Sheva hanya tersenyum lalu menyantap makanan yang ada di nakas samping tempat tidurnya,setelah itu ia segera meminum obat lalu pergi tidur.


Sore harinya saat Morgan pulang dari kantor,ia menghampiri Sheva yang duduk di kursi depan meja rias. Sambil membawakan bucket bunga lily ia mencoba mengajak istrinya berbicara


"Sayang,saya bawakan kamu bunga lily kesukaan kamu" ucap Morgan


Sheva mengambilnya lalu meletakkannya di atas meja,ia berdiri lalu meninggalkan kamar. Namun saat akan melangkah keluar Morgan menarik pergelangan tangannya


"Sheva tunggu.... kamu ini kenapa sebenarnya?"


"Apaan sih?"


"Kamu ini kenapa?"

__ADS_1


"Nggak ada"


"Kalau saya ada salah tolong kamu bilang"


"Stop ya Morgan,sekarang kita sedang di rumah mami bukan di rumah sendiri"


'Makanya kamu jangan seperti ini dong Va,saya bingung sebenarnya salah apalagi"


"Sekarang kamu mandi,aku mau turun bantu mama nyiapin makan malam"


Morgan pun mengikuti kata-kata istrinya,Sheva sendiri mencoba agar tidak berdebat dengan suaminya mana kala berada di rumah orang tuanya. Di bawah ketika ia mau membantu nyonya Lista menyiapkan makan malam,ia tidak di perbolehkan supaya tidak terlalu kelelahan. Akhirnya Sheva hanya bisa mengalah dan pergi ke taman dekat kolam untuk menenangkan pikirannya yang masih bergejolak karena memikirkan masalah rumah tangganya.


Adzan maghrib berkumandang,Morgan turun ke bawah dan bertemu dengan tuan Robert


"Morgan,Sheva mana?"


"Loh bukanya sudah turun ke bawah dari tadi pi"


"Papi sama sekali belum melihatnya"


"Tadi Sheva bilang mau bantu mami menyiapkan makan malam"


Tuan Robert dan Morgan segera pergi menuju meja makan,tapi di sana hanya ada beberapa pelayan dan juga nyonya Lista


"Mi,Sheva mana?"


"Itu di kolam renang"


'Sudah malam berenang?"


"Dia cuma duduk pi bukan berenang"


"Ya sudah mi,pi biar Morgan yang kesana"


'Iya Morgan"


Morgan melihat istrinya yang duduk sambil memainkan ponselnya di tepi kolam renang,ia kemudian ikut duduk di sampingnya


"Kamu ngapain kesini?" ucap Sheva dengan nada kesal


"Kamu sendiri ngapain disini?"


"Suka-suka akulah" ucap Sheva yang kemudian beranjak dari duduknya


Nyonya Lista memanggil semuanya untuk makan malam,di meja makan seperti biasa keadaan menjadi hening seketika. Semuanya saling sibuk dengan makanan masing-masing,Sheva selesai lebih dulu. Ia mengisi kembali gelasnya dengan air setelah itu pamit untuk kembali ke kamar meminum obat.


"Morgan,sebaiknya kamu agak sabar menghadapi Sheva. Mood dia sepertinya sedang buruk karena kondisi tubuhnya yang belum sepenuhnya pulih" ucap nyonya Lista


'Iya mi,kalau begitu Morgan ijin kembali ke kamar"


'Iya Morgan"


Morgan menyusul Sheva ke kamar,terlihat istrinya sedang meminum obatnya. Ia melirik ke arah Morgan yang hendak duduk di ranjang


'Kamu ngapain?" tanya Sheva


"Mau tidur lah"


'Gak ada kerjaan lain yang lebih berguna?"


'Maksud kamu?"


"Selama kita tinggal disini kamu tidur di kamar tamu saja"


'Kenapa begitu?"


"Aku nggak terbiasa tidur di kamar ini dengan orang lain"


"Tapi kita sudah suami istri Va"


"Kalau kamu nggak mau biar aku saja yang tidur di kamar tamu"


"Nggak,apa kata mami dan papi kalau mereka tahu di antara kita ada yang tidur di kamar tamu"

__ADS_1


Sheva hanya terdiam mendengar ucapan suaminya itu,ia hanya dapat menghela nafas mana kala melihat Morgan duduk di atas tempat tidurnya sambil menatap layar laptopnya. Akhirnya malam itu Sheva terpaksa berbagi ranjang dengan suaminya meski hatinya masih tidak rela jika ia harus tidur bersama laki-laki yang membuat hatinya begitu sesak.


__ADS_2