Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 34


__ADS_3

Tak terasa mereka sampai di restaurrestauran Lista dan keluarga William sudah berada di sana. Morgan yang duduk sambil memainkan ponselnya juga berasa si sana


"Maaf ya semuanya,jalanan macet" ucap tuan RObert


"Nggak apa Rob,kan kita di Jakarta" jawab tuan William


"Ayo Sheva duduk" ucap nyonya William


"Kalian mau pesan apa?"


"Apa saja mi" jawab Sheva


Morgan mengalihkan pandangannya dari ponsel begitu mendengar suara Sheva


"Hai Va,lama nggak ketemu"


"Hai"


"Kamu sudah kerja sekarang,selamat ya sudah jadi penerus papi kamu sekarang"


"Thanks"


"Morgan,kamu nggak ada rencana buat ajak Sheva jalan gitu?" tanya nyonya William


"Jalan kemana Ma....."


"Ah sudah lupakan" jawab nyonya William yang tersadar bahwa sekarang antara Sheva dan putranya sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.


Tak lama kemudian makanan mereka datang,sambil menikmati makan siang itu mereka mengutarakan maksud di ada kan nya acara makan siang ini. Setelah selesai Sheva ijin ke toilet untuk membersihkan diri,kemudian keluar dari toilet Sheva berhenti di teras balkon restauran yang memiliki pemandangan hamparan kebun sayur sayuran. Tiba-tiba Morgan datang menghampirinya


"Gimana hubungan kamu dengan Mr.Marcell?" ucap Morgan yang membuat Sheva terkejut


"Aku sudah tidak ada apa-apa lagi dengan dia"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Kamu tahu sendiri kan sejak terakhir kamu antar aku pulang"


"Huumb,kenapa?"


"Dia selingkuh dari aku dan terpergok membawa selingkuhannya di apartemen dan lagi tidur bareng"


" Kamu serius?" ucap Morgan pura-pura tidak tahu


"Ya,kayaknya hukum karma deh. Aku kekeh buat batalin pertunangan kita demi dia,eh dia malah putusin aku demi cewek lain"


"Bukan Va,mungkin ini cara Allah memberi tahu bahwa dia bukanlah yang terbaik buat kamu"


"Memangnya masih ada yang terbaik"


"ada,cuma kamu belum menyadarinya saja"


"Ya mungkin tidak sekarang tapi nanti,kamu tunggu saja sambil memperbaiki diri siapa tahu jodoh kamu juga sedang memperbaiki dirinya"


"Amin,semoga saja"


"Kalau begitu balik ke meja yuk"


Sheva dan Morgan kembali ke meja bersama,hal itu membuat kedua orang tua mereka saling tatap.


"Morgan,tadi bukannya kamu ijin buat angkat telfon?" tanya tuan William


"Iya pa,kenapa?"


"kok bisa bareng Sheva"


"Oh kebetulan tadi Sheva ketemu Morgan di arah mau kemari om,jadinya barengan aja" jawab Sheva

__ADS_1


"Oh begitu"


"Sheva kamu sudah selesai sayang?"


"Sudah pi"


"Kalau begitu kita balik ke kantor sekarang ya?"


"Oh,ini sudah selesai?"


"Sudah Sheva,soalnya om juga segera ada meeting habis ini" jawab tuan William


"Oh ya udah kita pulang sekarang" jawab Sheva


Setelah berpamitan Sheva dan kedua orang tuanya berpamitan kepada keluarga William.


"Lihat Morgan,Sheva sekarang sudah menjadi perempuan karir yang membantu perusahaan milik keluarganya. Coba sekarang betapa sulitnya mencari perempuan sebaik dan sepintar dia,di tambah lagi dia sangat sayang kepada kedua orang tuanya" ucap nyonya William


"Sudah ma,sebaiknya sekarang kita pulang" ajak tuan William sambil menatap Morgan yang hanya bisa diam


Sesampainya di kantor tuan Robert meminta supaya Gina mempersiapkan meeting besok pagi mengenai pemindahan saham putrinya,ia ingin segera memberikan hak Sheva.


Gina yang mendengar itu terlihat agak terkejut,kenapa secepat ini padahal baru beberapa hari Sheva ada di perusahaan ini. Ia hanya dapat mengikuti perintah atasannya yang tak lain adalah pamannya sendiri.


Sepulang dari kantor seperti biasa Sheva langsung masuk ke dalam kamarnya kemudian turun sesaat hanya untuk makan malam bersama kedua orang tuanya,setelah itu ia kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


Keesokan paginya Sheva terlihat begitu semangat,bahkan ia tahu kalau hari ini papinya akan segera mengesahkan kepemilikan sahamnya. Dan hal itu sangat di nanti-nanti olehnya selama ini,ia tidak sabar menerima haknya.


Sesampainya di kantor,para direksi sudah berkumpul di ruang meeting,begitu Sheva dan tuan Robert memasuki ruangan meeting pun segera di mulai. Tak berselang lama 50% saham milik tuan Robert telah sah menjadi milik Sheva sekarang,bahkan ia bisa di bilang jika posisinya sekarang bukan lagi Direktur utama tetapi CEO perusahaan itu.


Hal itu terdengar ke seluruh kantor dan anak cabang perusahaan,bahkan keluarga William juga mengetahui hal tersebut. Kini pekerjaan Sheva semakin menumpuk karena posisinya yang telah berubah,ia harus sering keluar kantor untuk bertemu klien menggantikan papinya. Beberapa terobosan baru telah ia lakukan bahkan sebulan ini dia sibuk di kantor hanya demi mengembangkan inovasi baru.


Kedua orang tuanya sangat bangga,karena bukan hanya bisa menggantikan posisi tuan Robert saja,Sheva juga bisa membanggakan mereka sebagai CEO termuda yang berani melakukan inovasi baru. Bahkan ia mendapatkan penghargaan atas pekerjaan-pekerjaannya selama ini,berkat hal itu saham yang ia miliki naik drastis.

__ADS_1


__ADS_2