Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 72


__ADS_3

"Va buruan gih nanti keburu dingin tuh air" ucap Hana


"Nggak,aku gak mau"


"Apa perlu kita bantu masukin kamu ke buth up juga" imbuh Rania


"Apa boleh buat Ran,sepertinya memang harus begitu"


"Enggak,enggak. Iya iya aku ke sana"


"Jangan lupa minimal satu jam"


"Iya bawel"


Sheva berjalan ke kamar mandi sambil membawa bubuk yang di berikan oleh nyonya Lista tadi,bau empon-empon semerbak memenuhi kamar mandi begitu Sheva masuk. Meski sempat merasa mual karena tak tahan dengan baunya namun Sheva nekat masuk ke dalam buth up agar tidak mengecewakan maminya. Ia membalurkan bubuk tadi ke rambutnya dan berdiam diri sesaat,hingga tak terasa ia terlelap karena aroma yang lama kelamaan seperti menghipnotisnya.


Dua jam berlalu,Hana dan Rania yang sedang asyik di atas tempat tidur baru menyadari jika sahabatnya belum juga keluar dari kamar mandi.


"Ran sudah hampir dua jam tapi kenapa Sheva belum keluar juga ya?"


"Iya,apa jangan-jangan....."


Mereka berlari dan segera menuju kamar mandi melihat Sheva yang masih tertidur membuat mereka panik


"Va,kamu kenapa?"ucap Hana sambil menggoyangkan tubuhnya


"Haa... apa ???" jawab Hana yang tersadar


"Lah aku kirain kamu kenapa-napa"


"Ngantuk,gara-gara aromanya"


"Udah kamu bilas cepetan,sudah jam enam juga"


"Iya,terus kenapa kalian masih di sini"


Hana dan Rania keluar dari kamar mandi,tiba-tiba nyonya Lista datang bersama karyawan hotel.


"Anak-anak ini makan malam kalian ya,jadi kalian tidak perlu turun ke bawah"


"Makasih tante"


"Loh Sheva kemana?"


"Masih di kamar mandi tan"


"Belum selesai?"


"Baru bilasan tante"


"Ya sudah,kalian berdua saya kasih tugas setelah makan nanti kalian pastikan Sheva meminum jamu dan pil ini"


"Ini apaan tan?"


"Sudah,pokoknya harus habis. Besok pagi-pagi saya cek"


"Baik tante"

__ADS_1


"Oh ya dan satu lagi hari ini kalian harus tidur lebih awal terutama Sheva"


"Siap tante"


Nyonya Lista keluar setelah selesai dengan semua instruksinya,Hana dan Rania saling tatap melihat jamu yang ada di atas meja. Meski bukan mereka yang minum tetap saja membuat mual keduanya,Sheva yang baru keluar dari kamar mandi menatap kedua sahabatnya itu


"Kalian kenapa? kek ngeliat hantu gitu"


"Va,tuh di atas meja buat kamu"


"Apaan tuh? susu coklat?"


"Iya,harus kamu minum sampai habis" jawab Hana


"Eh bukan,itu kan...."


"Rania,itu kan pemberian maminya Sheva"


"Iya betul"


"Ya udah makan yuk,kebetulan aku laper juga nih"


"Okay"


Mereka bertiga menyantap hidangan yang sudah di siapkan di atas meja,setelah selesai Hana menyodorkan pil dan juga jamu ke depan Sheva.


"Ini apaan lagi Han?"


"Entah,ini semua dari mami kamu"


"Obat apaan sih?"


"Tapi luka ku sudah sembuh"


"Udah minum aja Va" bujuk Rania


Akhirnya Sheva menenggak obat itu dan waktu meminum jamu ia memuntahkannya


"Hueekkkk susu apaan nih?"


"Yahhh Va...."


"Kok di buang sih Va"


"Kalian bohongin aku ya? ini jamu bukan susu"


"Minum aja kali Va dari pada mami kamu marah"


"Enggak,ini pahit banget"


"Please Va demi kita"


"Enggak deh,gila....."


"Ya sudah kalau kamu tidak mau mintum kita berdua balik aja deh"


"Kok gitu sih,yaudah deh tapi sedikit demi sedikit ya. Aku beneran tidak kuat sama pahitnya"

__ADS_1


"Iya,tapi kami harus pastikan kamu meminumnya dengan habis"


Akhirnya Sheva menenggak jamu itu dengan habis kemudian meminta Hana membuatkan air madu sebagai penawarnya,namun setelah meminum jamu itu Sheva justru merasa ngantuk dan merebahkan diri ke atas kasur.


"Va,kamu mau tidur?"


"Iya nih ngantuk banget"


"Baru jam 19.00 loh Va"


"Kalian kalau mau ngobrol di balkon aja ya jangan berisik di sini"


Semenit kemudian sudah tidak ada lagi suara Sheva,ia benar-benar tidur setelah meminum jamu itu. Hana dan Rania hanya berpikir jamu itu mempunyai efek kantuk sehingga membuat sahabatnya sampai tak berdaya sedikitpun.


Keesokan paginya tepat pukul 06.00 Sheva bangun lebih awal dari yang lainnya,ia melihat kedua sahabatnya masih tertidur di sampingnya. Tiba-tiba dari luar terdengar suara maminya memanggilnya


"Sheva sudah bangun sayang?"


"Sudah ma...." teriak Sheva yang membuat kedua sahabatnya terbangun


"Jam berapa Va?"


"jam 06.00"


"Astaga,kamu buruan mandi sebentar lagi kamu harus segera make up"


"Iya iya"


Sheva berjalan ke kamar mandi dan segera membersihkan diri,beberapa saat kemudian tim make up masuk dan mencarinya.


"Nona Sheva?"


"Masih di kamar mandi mbak"


"Kami tunggu di kamar sebelah ya?"


"Okey mbak,nanti saya antarkan dia kesana"


Sheva keluar dari kamar mandi begitu pun Hana langsung menarik tangannya dan membawa dia keluar


"Han,kamu mau bawa aku kemana?"


"Make up"


"Tapi aku masih pakai handuk"


"Udah gak apa"


Sheva segera masuk ke ruang make up selama kurang lebih satu dua jam hingga tepat pukul 08.00 ia sudah selesai begitu juga dengan Hana dan Rania,nyonya Lista masuk untuk mengecek persiapan mereka. Ketika ia melihat putrinya bibirnya bergetar,ia melihat putri yang selama ini bersamanya nampak cantik dalam balutan gaun putih. Ia menghampiri putrinya yang duduk di sofa sembari tersenyum,mata wanita berusia tiga puluh delapan itu nampak berkaca-kaca


"Mami...."


"Sayang,kamu cantik sekali"


"Mami juga cantik"


"Mami bersyukur mengirimkan kamu sebagai putri kami,kamu tidak pernah mengecewakan mami dan papi sayang. Kamu adalah impian mami dan papi sekarang"

__ADS_1


Sheva memeluk nyonya Lista dan tak tersadar air mata menetes dan membuat semua yang ada di sana merasakan haru antara kedekatan keduanya.



__ADS_2