
Morgan kembali ke dalam dan melihat mamanya membawakan sepiring nasi goreng untuknya,ia tersenyum menutupi kegundahan hatinya.
"Oh ya Morgan,besok Kamis Kiara dan mamanya akan main kemari. Kamu ajak Sheva kesini ya biar mereka saling kenal"
"Untuk apa ma Kiara kemari?"
"Main saja,mama Kiara kan teman mama juga"
"Tapi Morgan tidak janji ya ma,karena Sheva sibuk akhir-akhir ini"
"Iya"
Setelah selesai menyantap nasi gorengnya,Morgan segera pamit untuk pulang.Dalam perjalanan ke rumah ia masih saja memikirkan dimana istrinya berada sekarang,bahkan malam itu ia tak dapat tidur karena sampai pukul tengah malam Sheva masih belum pulang.
Keesokan harinya ia masih belum melihat batang hidung Sheva di rumah itu,ia bermaksud mampir ke kantor istrinya sebelum pergi bekerja. Ia ingin dengar apakah perbuatannya kemarin masih tidak bisa di maafkan,sesampainya di loby Morgan segera pergi ke ruangan Sheva namun tak ada juga istrinya di sana. Hana yang melihat kehadiran Morgan segera keluar dari ruangannya dan menghampiri laki-laki yang terlihat bingung itu
"Kak Morgan...."
"Hana,Sheva dimana?"
"Hari ini Sheva izin...."
"Apa alasannya"
"Dia bilang kalau sedang ada acara"
'Berapa hari?"
"Saya kurang tahu kak,dia tidak menyebutkan entah sampai kapan"
Morgan terlihat bingung dan menghela nafas
"Kak,bukannya saya mau ikut campur urusan rumah tangga kakak dan Sheva. Tapi kalau bisa jangan sampai hal ini terdengar ke keluarga Sheva maupun keluarga kak Morgan sendiri"
"Saya sudah mempertimbangkan itu semua Han,bahkan sahabat kamu itu tidak bisa memaafkan kesalahan saya kemarin"
"Kak cobalah jujur pada Sheva"
"Saya sudah jujur semuanya sama dia Han"
"Bahkan soal kakak yang tidur dengan perempuan itu,maaf kak bukan maksud saya ikut campur tapi kemarin Sheva sempat bilang kalau perempuan itu adalah masa lalu kak Morgan"
__ADS_1
"Saya sama sekali tidak paham Han,dia bilang kalau saya tidur dengan Kiara? padahal saya sendiri tidak pernah merasa melakukan itu semua"
"Mungkin kakak lupa atau...."
"Atau apa?"
"Atau sebaiknya kak Morgan tanya langsung ke perempuan itu"
Morgan terdiam sesaat sebelum akhirnya meninggalkan kantor Sheva dan pergi ke apartemen Kiara.
Sesampainya di sana Morgan segera menekan bel pintu dan melihat Kiara keluar di dampingi seorang pria,ia nampak terkejut melihat Morgan yang datang tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
"Tuan Morgan....."
"Siapa dia?" tanya laki-laki di samping Kiara
"Dia atasan saya"
"Kalau begitu saya pergi dulu,see you next time" ucap laki-laki itu sebelum meninggalkan Morgan dan Sheva
"Masuk Morgan"
Morgan masuk dan duduk di sofa,terlihat Kiara tersenyum padanya
"Tidak perlu,saya kemari hanya untuk bertanya beberapa hal sama kamu"
"Soal apa? atau jangan-jangan soal istri kamu yang marah kemarin"
"Ini tidak ada hubungannya dengan Sheva"
'Lalu"
"Ini soal masa lalu kita"
"Kenapa kamu tiba-tiba ingin membahas soal kita?"
"Kapan saya pernah meniduri kamu...."
"Morgan,maksud kamu apa tanya seperti itu?"
"Jawab saja...."
__ADS_1
"Kamu tidak berusaha melupakannya kan?"
"Jadi kita memang pernah tidur bersama?"
"Iya...."
"Kapan? dimana?"
"Waktu di Bali,sehabis kamu bertengkar"
Morgan terdiam sesaat seperti mengingat sesuatu
"Bukankah saat itu aku meninggalkan kamu dan pergi ke club"
"Memang benar,namun kamu pulang dalam keadaan mabuk dan membawaku ke kamar mu waktu itu. Kemudian hal itu terjadi begitu saja"
"Itu tidak mungkin"
"Morgan,kamu bahkan bilang tidak ingin kehilangan aku waktu itu"
"Tidak,aku tidak pernah tidur dengan wanita manapun kecuali istriku"
"Tapi itu memang terjadi Morgan...."
Morgan berdiri dan meninggalkan apartemen Kiara,ia merasa dirinya tidak melakukan hal tersebut. Hingga membuatnya hampir gila jika berusaha mengingatnya
Sementara itu Sheva memilih untuk menginap di sebuah hotel di puncak untuk menenangkan diri dari masalahnya,ia meminta Hana untuk merahasiakan hal ini. Namun ia tetap melakukan pekerjaannya yang di kirimkan Hana melalui email,sesaat ketika Sheva mengecek email-email tersebut ia mendapati kembali email yang pernah Ryota kirimkan dulu. Ia berniat membalasnya untuk mengucapkan terima kasih atas apa yang pernah Ryota perbuat dulu
"Terima kasih,aku harap kamu juga berbahagia dengan perempuan pilihanmu"
Setelah mengirim pesan itu tiba-tiba dengan sigap Ryota membalasnya
"kau tahu,hingga sekarang belum ada perempuan yang bisa menggantikanmu. Semenjak daddy meninggal aku tidak pernah sempat memikirkan wanita manapun selain kamu"
Balasan Ryota membuat Sheva terkejut,ia tidak menyangka jika Mr.Namoko telah berpulang
"Benarkah? Aku sungguh berduka cita akan hal itu,kenapa kamu tidak melanjutkan hubungan dengan perempuan itu?"
Balas Sheva
"Banyak yang terjadi setelah kamu pergi,bolehkah aku meminta nomer ponsel kamu agar komunikasi kita lebih enak. Tentunya atas seijin suami kamu"
__ADS_1
"*** tidak perlu,ini nomer ponselku"
Balas Sheva yang kemudian menutup laptopnya