Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 78


__ADS_3

Morgan kembali ke kamar dan melihat Sheva yang sedang video call di atas tempat tidur dengan maminya


"memang begitu kalau baru pertama,makanya kamu jangan tegang. Relaks di nikmati pasti tidak akan sakit" ucap nyonya Lista


"Sayang....."


"Mi aku tutup dulu ya,nanti Sheva telfon lagi"


"Iya,salam buat nak Morgan"


Sheva terdiam dan membelakangi Morgan


"Kamu cerita ke mami soal kondisi kamu?"


"Memangnya kenapa? ini semua juga salah kamu"


"Tapi itu urusan ranjang kita Va"


"Aku cuma tanya apa ini hal yang wajar jika aku merasakan sakit setelah berhubungan? aku tidak cerita apapun terlebih lagi soal kamu yang memaksa aku melakukannya semalam"


"Okay saya minta maaf ya,saya tidak tahu kalau itu akan menyakiti kamu. Itu semua karena pikiran saya kalut setelah kamu bilang kalau pernikahan kita ini hanya status"


"Bukankah itu lebih baik? supaya kamu bebas berduaan dengan siapapun termasuk Jesica dan Bianca"


"Jadi kamu cemburu sama mereka? saya menyuruh mereka berpura-pura mesra di hadapan kamu hanya untuk balas dendam karena kemarin kamu sudah membuat aku semalam penuh kesakitan"


"Oh jadi semua itu akting?"


"Iya sayang"


"Lalu semalam kamu membalasnya dan membuatku kesakitan seperti ini?"


"Saya sama sekali tidak memiliki niat seperti itu,saya hanya ingin meminta hak sebagai suami"


"Kamu tahu seberapa trauma saya atas kasus Damar?"


"Sheva percaya sama saya,Damar tidak menyentuh kamu"


"Bagaimana mungkin,sedangkan kamu lihat aku tidak dengannya"


"Tapi kamu masih virgin Va,sampai semalam aku melakukannya"


"Enggak mungkin"


"Kamu berdiri sekarang"


"Buat apa?"


"Kamu lihat sprei tempat kita semalam melakukannya terdapat banyak noda darah"


Sheva segera berdiri dan membuka selimut yang menutupi tempat tidurnya,ada beberapa bercak darah di bagian tengah.


"Kamu simpulkan saja apa artinya itu" ucap Morgan sambil berjalan menuju kamar mandi


Tak berselang lama istri bli Banu masuk membawakan jahe madu


"Non ini saya bawakan jahe madu untuk mengurangi rasa nyerinya"


"Mbak...."


"Sudah biar saya saja yang membersihkan" ucapnya sambil melepaskan sprei yang bernoda itu


"Mbak ini tandanya?"


"Iya non,semalam tuan berhasil merobekan selaput dara non Sheva. Yang artinya memecahkan keperawanan non"


"Jadi semalam waktu saya melakukan itu saya masih perawan mbak"


'Iya non itu sudah pasti karena ada noda darah yang keluar"


Sheva terdiam sesaat dan memegangi dadanya,istri bli Banu tersenyum menatap sepasang pengantin baru yang lucu itu.


Morgan keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya,Sheva yang masih bengong mendadak kaget menatap suaminya yang setengah telanjang itu.


"Aaaa....."


"Apaan sih Va main teriak aja"

__ADS_1


"Kamu ngapain gak pakai baju?"


"Kan semua baju aku ada di kamar atas"


"Terus kamu mau keluar seperti ini?"


"Mau gimana lagi?"


"Biar aku ambilkan dulu" ucap Sheva sambil berjalan keluar pintu


Morgan tersenyum melihat istrinya yang sudah baik-baik saja,hubungan mereka kembali dekat mana kala setelah kejadian semalam. Di dalam kamar atas saat Sheva mengambil koper Morgan ia membuka lemari dan melihat sebuah lingerie warna merah tergantung di dalamnya,Sheva mengambil dan melihat dengan cermat kain di tangannya itu.


"Ini punya siapa???" gumamnya dalam hati


Tiba-tiba terdengar suara Morgan dari lantai bawah


"Lama banget sih Va???"


"Iya iya ini mau turun...." ucap Sheva sambil turun membawa beberapa baju kemudian memberikannya pada Morgan


"Kopernya tidak sekalian kamu bawa?"


"Kamu nyuruh aku bawa koper segede itu dari atas ke sini?"


"Iya sudah nanti biar bli aja yang ambil"


"Oh ya tadi gak sengaja di atas aku lihat ada baju tidur cewek di lemari,punya siapa?"


"Ah masak,saya belum buka lemari sedari kemarin"


"Kamu yakin?"


"Ya mungkin punya istri bli kali"


"Bukannya mereka tidak pernah tidur di sini?"


"Lalu milik siapa?"


"Entahlah" ucap Sheva yang kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri


Setelah selesai mereka berdua keluar menuju meja makan untuk sarapan,di halaman samping rumah bli Banu sedang membersihkan pekarangan sedangkan istrinya mencuci di belakang. Hari ini cuaca begitu cerah,Morgan berniat mengajak Sheva jalan-jalan ke pantai untuk merelaksasikan pikiran setelah apa yang terjadi kemarin.


"Ogah...."


"Kenapa? lagian mau di vila aja?"


"Lagi males aja keluar"


"Ya sudah kalau begitu bagaimana kalau kita spa di rumah?"


"Enggak deh,badan aku lagi gak pengen"


"Terus mau apa?"


"Mau di vila aja"


"Ya sudah deh,aku pergi sendiri saja"


"Terserah"


Morgan meninggalkan meja makan dan pergi ke kamar,setelah beberapa saat ia keluar dan berjalan menuju halaman depan


"Yakin gak mau ikut?"


"Enggak"


"Kalau bosen minta istri bli anterin ke pantai"


'Iya"


Morgan pun pergi keluar bersama sopir dan bli Banu,sementara di rumah hanya tinggal Sheva dan istri bli Banu. Setelah selesai sarapan ia pun berjalan-jalan di halaman samping sambil melihat pemandangan pantai di bawah.


Tiba-tiba anak Bli Banu datang menghampirinya hendak menyampaikan bahwa ada kiriman untuk Sheva.


"Non Sheva...."


"bli Wayan,ada apa??"

__ADS_1


"Ini ada titipan dari nona Bianca,ia meminta maaf atas kejadian kemarin. Ia merasa bersalah karena membuat non menangis sebab mengikuti kemauan tuan Morgan"


"Terima kasih bli"


"Sama-sama non,kalau begitu saya permisi"


"Tunggu bli...."


'Ada yang bisa saya bantu lagi non?"


"Saya mau tanya...."


"Silahkan non"


"Bli dan orang tua bli sudah lama menjaga vila ini?"


"Sudah non,sudah hampir dua puluh tahun bahkan. Kenapa non?"


"Apa suami saya pernah kemari sebelumnya?"


"Wah sering non,dulu tuan William dan keluarganya sering berlibur kemari. Bahkan saat akhir tahun dan lebaran mereka mengunjungi keluarga saya"


"Tapi apa akhir-akhir ini suami saya pernah kesini,maksud saya tanpa mama dan papa"


"Emb sepertinya pernah non,setahun yang lalu tuan Morgan sempat tinggal di sini kurang lebih satu bulan"


"Satu bulan...???"


"Iya non,terkadang dia bersama dengan perempuan bernama non Kiara. Saya kira dia adalah kekasih tuan Morgan waktu itu,makanya kemarin saya sedikit terkejut saat tahu istri tuan bukan non Kiara"


"Mereka tinggal bareng di sini?"


"Seminggu sekali non Kiara menginap di sini"


"Di kamar atas?"


"Benar non"


Tiba-tiba istri bli Banu datang dan menghentikan percakapan kami


"Wayan,kamu pulang sekarang"


"Baik bu,kalau begitu saya permisi non Sheva"


"Iya,terima kasih"


Istri bli Banu nampak khawatir oleh sesuatu,Sheva melihat jelas bahwa ada yang ia sembunyikan.


"Mbak,ada apa?"


"Tidak non,saya hanya memastikan anak saya memberikan bingkisan itu ke non Sheva"


"Bukan itu"


"Lalu apa non?"


"Soal suami saya yang pernah membawa perempuan lain menginap di vila ini"


"Aduh non itu sudah lama,dan tuan juga tidak lama singgah di sini"


"Aku mau tahu semuanya mbak,tolong ceritakan"


"Maaf non saya masih ada pekerjaan"


"Kalau begitu saya akan tanya langsung ke wanita bernama Kiara itu"


"Non Sheva kenal dengan non Kiara?"


"Bukankah dia pramugari pribadi keluarga William"


"Betul non"


"Jadi apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dari saya?"


"Non,kita ke dalam saja ya. Saya akan ceritakan semuanya di sana"


"Baiklah"

__ADS_1


Sheva dan istri bli Banu masuk ke dalam rumah,tepatnya di halaman belakang dekat laundry room terdapat ayunan dengan pemandangan pepohonan yang asri.


__ADS_2