
Nampak pada pukul 20.00 Morgan masuk ke dalam club dan pada pukul 22.00 ia keluar bersama seorang wanita,Sheva nampak penasaran dengan wanita yang berjalan dengan suaminya itu hingga meminta kepada pemilik club membesarkan gambarnya. Setelah di lakukan pembesaran Sheva terkejut bukan main,nampak Kiara berjalan bersama Morgan keluar dari club malam itu. Hancur hati Sheva saat itu,tak sengaja air matanya jatuh. Dadanya seperti ingin meledak meluapkan kekecewaannya tersebut,sebelum pergi ia meminta pada pemilik club tersebut untuk mengirimkan rekaman itu kepadanya.
Sheva kembali ke kantor dengan wajah yang menyeramkan,sesampainya di ruangan ia berteriak melampiaskan kesakitan yang ia pendam sedari tadi. Semua barang-barang yang ada di mejanya ia lemparkan ke lantai hingga terdengar sampai ke ruangan Hana,mengetahui hal tersebut Hana segera pergi ke ruangan Sheva dan melihat semuanya sudah berantakan.
"Sheva... Astaga apa yang kamu lakukan??" ucap Hana yang begitu terkejut
Sheva hanya diam sembari duduk di belakang mejanya,ketika Hana menghampirinya ia melihat sahabatnya yang menangis sembari memegang tangannya yang berdarah akibat tergores kertas
"Ya ampun Va,kamu ini kenapa..." ucap Hana yang semakin panik
"Hannnnn...... aku nggak kuat lagi Han"
"Kenapa Va,ada apa ini?"
"Morgan Han,Morgan....."
"Ada apa dengan kak Morgan?"
Sheva hanya terus menangis di hadapan Hana
"Va,katakan apa yang sebenarnya terjadi?"
"Morgan selingkuh Han.... dia selingkuh" ucap Sheva sambil terisak
"Apa??? kak Morgan selingkuh? kamu tahu dari mana?"
Sheva menceritakan semuanya kepada Hana,mendengar hal itu membuat Hana ikut menangis dan memeluk sahabatnya.
"Kamu yang sabar ya Va,aku tahu ini pasti sulit buat kamu. Tapi coba kamu positif thinking dulu siapa tahu mereka hanya kebetulan bertemu"
"Aku nggak bisa lagi berhubungan dengan orang yang sudah mengkhianati aku Han"
"Aku tahu,ini semua cobaan buat rumah tangga kamu dan kak Morgan. Tapi coba kalian bicarakan dan cari tahu kebenarannya"
Sheva hanya diam mendengar ucapan Hana,ia tidak tahu harus percaya atau tidak dengan semua ini.
Seharian ini Sheva hanya melamun di dalam ruangannya,Hana bahkan tidak tega untuk meninggalkan sahabatnya itu sendirian.
Hingga jam pulang tiba,Hana mengajak Sheva untuk pulang
"Va,kita pulang yuk??"
"Aku nggak mau pulang ke rumah itu"
"Kalau begitu kamu pulang ke rumah kamu saja ya?"
"Aku bingung harus jawab apa kalau papi dan mami bertanya"
"Aku akan bantu ceritakan ke mereka"
__ADS_1
"Enggak Han,aku nggak mau mereka tahu"
"Lalu kamu mau bagaimana?"
"Aku nginep di rumah kamu saja ya,sehari aja temani aku"
"Okay,kalau begitu aku pesan taksi online dulu ya?"
"Mobilku ada di sani Han,kemarin aku tidak membawanya pulang"
"Sini kuncinya biar aku ambil,kamu tunggu di lobby saja ya"
Sheva mengangguk dan mereka pergi menuju lobby,setelah sampai di sana Hana meninggalkan sahabatnya itu untuk mengambil mobil. Namun beberapa saat setelah Hana pergi,Sheva pingsan di depan receptionis,para karyawan yang melihat hal itu segera membantunya
"Nona Sheva.... bangun non" ucap receptionis
Hana yang tiba di depan loby melihat kerumunan di depan receptionis,ia segera turun dan melihat ada apa sebenarnya
"Ada apa ini?" ucap Hana
"Mbak Hana,ini nona Sheva pingsan mbak"
"Sheva pingsan?"
Hana segera masuk di kerumunan itu dan meminta security membantunya membawa Sheva masuk ke dalam mobil,setelah itu ia membawa sahabatnya ke rumah sakit karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Setibanya di rumah sakit Sheva segera di bawa ke UGD oleh pihak rumah sakit,Hana sendiri bingung harus berbuat apa mengingat masalah yang sedang di hadapi oleh sahabatnya itu.
Namun ia harus menghubungi keluarga Sheva dan terpaksa menelfon tuan Robert,mendengar bunyi ponselnya tuan Robert segera menghentikan aktivitasnya menyirami tanaman favoritnya itu
"Om,Sheva....."
"Sheva kenapa Hana? ada apa dengan dia?"
'Sheva di UGD om"
"Apa? bagaimana bisa? sekarang kamu katakan di rumah sakit mana?"
"
"Citra Medica om"
"Baik,kamu tunggu di sana saya akan segera datang"
"Baik om"
Tuan Robert segera berlari menuju ruang tamu,nyonya Lista yang tengah turun dari tangga bingung melihat suaminya yang terlihat panik
"Pi,papi kenapa?"
"Sheva Mi"
__ADS_1
"Sheva kenapa Pi?"
'Sheva di rumah sakit sekarang"
"Astagfirullah,bagaimana bisa?"
"Papi juga tidak tahu,Hana barusan telefon dan memberitahu papi"
"Sebaiknya kita segera kesana pi"
Tuan dan nyonya Robert segera berangkat ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi putrinya,setibanya di sana mereka melihat Hana yang berada di depan ruang UGD.
"Hana,dimana Sheva sekarang?"
'Masih di dalam om"
'Sebenarnya apa yang terjadi Hana?" tanya nyonya Lista
"Tadi saat Hana tinggal mengambil mobil,Sheva pingsan di loby. Kata security Sheva tiba-tiba jatuh begitu saja"ucap Hana
Tak berselang lama dokterpun keluar dari ruang UGD,kedatangannya di sambut oleh tuan Robert dan istrinya
"Dokter Syarif,bagaimana kondisi putri saya?" ucap tuan Robert yang khawatir
"Tuan Robert tidak perlu khawatir,seperti biasa putri anda pasti tidak menjaga pola makannya lagi"
"Maksud dokter asam lambungnya kambuh lagi?"
"Iya betul tuan,saya sedikit bingung ketika mendengar nama putri tuan tadi. Kebetulan saya akan pulang dan melihat putri tuan di bawa masuk UGD jadi saya segera kesana,dan mengambil alih"
"Terima kasih ya dok,saya percaya Sheva akan baik-baik saja di tangan dokter Syarif"
"Tapi kali ini kondisi Sheva sangat serius,tidak seperti kemarin-kemarin waktu kambuh. Kali ini pola makannya harus benar-benar di jaga,karena jika asam lambung ini terus menerus di biarkan ia akan menjadi kanker esofagus"
"Astaggfirullah,pi Sheva pi" isak nyonya Lista
"Saya berharap tuan Robert dan istri bisa mengontrol pola makan Sheva ya"
"Baik dok,terima kasih"
'Kalau begitu saya permisi,Sheva sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang perawatan"
"Baik dok"
Tuan Robert nampak sedih mendengar kondisi putrinya yang begitu buruk setelah menikah,tak lupa ia meminta Hana untuk pulang karena hari sudah mulai petang. Setelah Sheva di pindahkan ke ruang perawatan,nyonya Lista selalu setia menemani putrinya itu. Hingga pukul 19.00 masih juga tidak terdengar kabar Morgan yang menghubungi istrinya
"Mi,bukankah sebaiknya kita beri tahu Morgan tentang Sheva?"
"Papi saja yang telfon,mami mau menemani Sheva saja"
__ADS_1
Tuan Robert mencoba menghubungi Morgan namun tidak mendapatkan jawaban,setelah beberapa kali akhirnya ia mencoba menghubungi keluarga William untuk menanyakan tentang keberadaan putranya.