
Sesampainya di rumah Sheva langsung duduk di tempat tidurnya sambil memegang dadanya yang sesak menahan detak jantungnya yang begitu cepat,rasanya ucapan Morgan tadi membuatnya tidak bisa bernafas secara normal. Sheva menatap cermin besar di samping jendela kamarnya ia melihat dirinya yang masih tetap anggun dengan balutan gaun putih yang ia kenakan tadi,ia mencoba mengatur nafasnya kembali.
Sesaat semuanya kembali normal,ia mencoba membersihkan diri dan melepaskan gaun ketat itu dari tubuhnya. Setelah selesai ia merebahkan diri di atas tempat tidurnya sambil melirik ponselnya dan mengetik beberapa kata untuk di kirimkan kepada Hana.
"Han,sudah tidur kah kamu?" ucap Sheva dalam pesan itu
Tak lama Hana mengirimkan balasan
"Belum,ada apa Va?"
"Aku ingin bicara denganmu"
"Okay,aku telfon kamu"
Ponsel Sheva berdering dan terdapat nama Hana di atasnya,ia segera menjawab dan terdengar suara Hana dari sana yang agak menenangkannya.
"Ada apa Va?"
"Aku baru balik dari pesta ulang tahun nyokap Morgan"
"Lalu?"
"Kamu tahu apa yang terjadi?"
"Enggak,emangnya ada apa?"
"Morgan menyatakan perasaannya kepadaku"
"Whatttt???? kak Morgan nembak kamu?"
"Sepertinya begitu"
"Terus kamu jawab apa?"
"Aku tidak menjawab apapun,aku masih belum bisa menerima semua ini setelah apa yang terjadi Han"
"Aku tahu dia telah mencampakkan hubungan kalian sebelumnya,tapi apakah alasannya dulu masih bisa kamu terima? namun tetap saja kalau itu adalah kemauan kamu sendiri bukan?"
"Yap,aku tahu akan itu Han. Tapi sekarang posisinya berbeda,apakah dulu dia menerima perjodohan itu karena memang memiliki perasaan ke aku?"
"Bagus dong,berarti itu bukan hanya soal perjodohan semata tetapi juga dengan hati. Lagi pula sekarang kamu kan juga tidak ada hubungan dengan siapapun termasuk pak Marcell,jadi nggak masalah kalau kamu menerimanya"
"Nggak,aku gak mau Han"
"Why? kurang apa sih kak Morgan Va? dia tampan,tajir,bahkan keluarga kalian saling setuju"
__ADS_1
"Bukan masalah itu"
"Terus?"
"Bagaimana kalau seandainya dia mengatakan itu semua karena merasa kasihan dengan kisah cintaku yang kandas karena orang ketiga? bagaimana kalau dia tidak benar-benar mencintai aku seperti yang telah dia katakan"
"Va... jangan terlalu pesimis dulu. Meski begitu niat kak Morgan baik kok,walaupun hanya karena kasihan tapi soal perasaannya menurutku bukanlah sebuah kebohongan"
"Tahu dari mana kamu?"
"Ya dari cara dia menatap kamu di kampus kemarin,bahkan dia mencoba menutupi hubungan kalian yang sudah usai. Dia juga tidak mencoba membahas hal itu bahkan dia juga setuju dengan tawaran nongkrong bareng atas ide kak Ferly"
"Iya sih,tapi pokoknya aku gak mau keburu buat nanggepin perasaan dia yang belum jelas itu"
"Ya udahlah Va,setidaknya sekarang kamu tahu kalau selama ini kak Morgan ada perasaan sama kamu"
"Kalau gini jadi beda deh Han kalau nanti ketemu dia,soalnya kan tadi aku juga nggak ngasih jawaban apapun ke dia"
"Iya sih,tapi mau bagaimana lagi? kalau dia beneran dengan perasaannya itu maka dia akan memberikan kamu waktu kemudian lain kali akan menanyakan kembali"
"Hah bikin jantungan nggak sih"
"Lebih jantungan mana sama hubungan kamu dengan pak Marcell yang sembunyi-sembunyi?"
"Sama aja,ya udah deh thanks ya udah mau dengerin aku curhat"
"Iyee"
Sheva mengakhiri telfonnya dengan Hana kemudian merebahkan diri di atas tempat tidur,tak berselang lama nyonya Lista masuk ke dalam kamarnya
"Sheva,kamu pulang kok nggak bilang mami atau papi sih?" ucap nyonya Lista yang agak panik
"Maaf mi,tadi Sheva tiba-tiba sakit perut dan agak kurang enak badan. Jadi Sheva pulang dulu dan nggak mau ganggu papi sama mami"
"Terus gimana sekarang? udah enakan? mau ke rumah sakit?"
"Nggak usah mi,udah mendingan kok. Mungkin kelelahan saja mi"
"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat ya sayang biar besok fresh"
"Iya mi"
"Good night sayang"
"Night mi"
__ADS_1
Setelah nyonya Lista keluar dari kamar putrinya,Sheva segera menarik selimut dan memejamkan matanya. Ia benar-benar kelelahan kali ini apalagi besok pagi harus menghadiri rapat di kantor cabang.
Keesokan paginya Sheva seperti biasa berangkat ke kantor bersama Hana,raut wajahnya agak kurang baik dari biasanya. Hana agak mengkhawatirkan sahabatnya itu dan berkali-kali menanyakan apakah dia baik-baik saja,namun jawaban Sheva tetap kekeh bahwa dirinya baik-baik saja. Sesampainya di ruangan saat mereka hendak bersiap berangkat ke kantor cabang untuk meeting tiba-tiba Sheva pingsan,Hana panik dan berteriak minta tolong. Untung saja salah satu staf bernama Damar sedang melintas di depan ruangan Sheva dan mendengar Hana yang berteriak meminta tolong.
Ia segera masuk dan melihat Hana duduk di samping Sheva yang tengah terbaring di lantai
"Ini ada apa mbak?"
"Tolong teman saya,tiba-tiba dia pingsan" ucap Hana panik
Damar langsung menggendong Sheva dan membawanya ke klinik kantor,para karyawan dan staf yang melihat itu terkejut. Beberapa ada yang melaporkannya kepada Gina agar menyampaikan hal itu kepada tuan Robert. Kebetulan tuan Robert yang baru saja akan bersiap meeting tiba-tiba kaget dengan kehadiran Gina
"Semuanya sudah siap Gina?" tanya tuan RObert
"Sudah tuan,klien kita dari Jepang juga sedang menuju kemari"
"Baik kalau begitu kita ke ruang meeting sekarang"
Karena tidak mau mengganggu meeting tuan Robert,Gina berniat untuk tidak memberitahukan perihal Sheva sekarang. Ia akan menunggu sampai acara meeting tersebut selesai,sementara itu di ruangan perawatan dokter memeriksa kondisi Sheva. Setelah beberapa saat ia keluar dan memberitahukan kepada Damar dan juga Hana bahwa Sheva hanya butuh istirahat karena terlalu kecapean.Mereka akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengar itu semua,tak lupa Hana mengucapkan terima kasih kepada laki-laki di hadapannya itu karena sudah membantu membawa sahabatnya menuju klinik.
"Terima kasih sebelumnya sudah membantu saya membawa Sheva kemari" ucap Hana
"Sama-sama,kalau boleh tahu anda siapa?"
"Perkenalkan saya Hana sekretaris Sheva,dan yang di dalam itu adalah sahabat sekaligus atasan saya"
"Oh saya sudah tahu,dia putri tuan Robert kan"
"Anda mengenalnya?"
"Beberapa waktu lalu saya sempat bertemu dengannya di lobby,dan tuan Robert memperkenalkannya sebagai putrinya"
"Oh memang betul Sheva adalah putri beliau"
"Oh ya saya lupa,kenalkan nama saya Damar dari bagian lapangan ya kurang lebihnya sebagai tukang cek kondisi pembangunan di lapangan"
"Oh begitu,senang berkenalan dengan kamu"
"Kalau begitu tidak apa-apa jika saya tinggal? soalnya saya harus segera pergi untuk mengurus beberapa pekerjaan"
"Oh tentu tidak apa-apa,sekali lagi terima kasih sudah membantu saya"
"Sama-sama,senang bertemu dengan kamu Hana"
"Senang bertemu dengan kamu juga Damar"
__ADS_1
Hana menatap Damar yang berlalu pergi,sementara itu Hana kembali menuju ruangan dan menunggu sampai Sheva siuman.