
Morgan menjemput Sheva tepat jam pulang kantor,tapi ternyata istrinya itu masih belum selesai dengan pekerjaannya,kehadirannya membuat Sheva seidikit terganggu karena ia tidak dapat fokus. Hana yang sudah selesai dengan pekerjannya berniat untuk memberitahu atasannya bahwa ia akan pulang terlebih dahulu.
“Va.... maaf aku kira kamu sendirian tadi” ucapnya yang terbata saat melihat Morgan ada di sana
“Ada apa Han....??”
“Aku pulang duluan ya....”
“Oh iya”
“Hana....” panggil Morgan
“Iya kak....”
“Kamu bisa bawa mobil Sheva pulang,hari ini ia akan pulang bersama saya”
“Serius kamu Va...”
“Iya,aku pulang bareng Morgan saja”
“Baiklah kalau begitu aku duluan ya”
“Okay”
Hana keluar begitu mendapatkan kontak mobil Sheva,sementara itu Morgan masih setia mendampingi istrinya yang sedang merapikan dokumen-dokumen di mejanya. Setelah semua beres meeka berdua segera turun ke lobby untuk pulang,di perjalanan Sheva merasa bingung karena jalan yang mereka lalui bukan menuju rumahnya ataupun rumah Morgan
“Ai,kita mau kemana??”
“Pulang....”
“Tapi rumah papa atau papi kan bukan arah ke sini”
“Sudah kamu tenang saja”
Sheva masih belum bisa mengerti maksud Morgan hingga mereka tiba di sebuah perumahan cluster yang terkenal di ibukota,beberapa deretan rumah megah ada di kanan dan kiri jalan. Sheva masih bingung dengan semua ini hingga mobil yang membawanya berhenti di depan rumah mewah berlantai dua. Morgan mengajaknya turun untuk masuk,Sheva berjalan lebih dulu ke halaman setelah Morgan membuka gerbang kemudian ia turun dari mobil dan menghampiri istrinya yang masih saja bingung dengan situasi ini.
“Ayo masuk...” ajak Morgan
“Ini rumah siapa??”
“Rumah kita”
“Rumah kita? Sejak kapan kamu membelinya?”
“Ini hadiah pernikahan kita dari mama sama papa”
Sheva menutup mulutnya seperti tidak percaya bahwa mereka akan memiliki rumah sendiri secepat ini,merasa senang dengan semua itu ia masuk lebih dulu meninggalkan Morgan yang sedang mengunci gerbang. Sambil melihat sekeliling Morgan menghampiri istrinya itu
“Kamu suka??”
“Ai ini bagus banget,luas dan desainnya sesuai dengan apa yang aku impikan selama ini”
“Semua ini mama yang mengaturnya”
“Aku harus telfon mama dan papa untuk mengucapkan terima kasih”
“Besok saja,sekarang kita lihat kamar utama dulu”
Sheva sangat antusias dengan rumah barunya,semuanya serba modern mulai dari peralatan dapur dan juga sistem keamanan. Hingga sampai mereka di kamar utama yang memiliki dua ruangan yang menjadi satu,di sisi utama ada king bed dan juga kamar mandi di sisi kedua terdapat ruangan baju,tas,dan sepatu untuk menyimpan beberapa koleksi yang sudah terisi.
“Ai ini bagus sekali,kamar impian setiap perempuan dengan ruang fashion sendiri”
__ADS_1
“Syukurlah kalau kamu suka,tadinya saya takut kalau kamu kuang suka karena poses pembuatannya tanpa campur tangan kita”
Sheva memeluk suaminya itu dan mengucapkan terima kasih berkali-kali dengan semua yang telah ia berikan selama ini
“Bagaimana kalau kita coba tempat tidurnya” ucap Morgan tiba-tiba
“Untuk tidur?”
“Yaps,dan juga untuk....”
Sheva tertawa kaget,ia tidak mengira bahwa Morgan akan berfikir demikian
“Nakal ya....”
“Kalau begini kamu mau teriak sekeras apapun tidak akan ada yang mendengarnya”
“Really??”
“Kamu lihat saja mana ada celah di sini kecuali pintu balkon itu?”
Sheva tersenyum kecil dan langsung berlari ke arah Morgan yang duduk di tepi ranjang,mereka saling cumbu dengan mesra. Keheningan berubah menjadi suara Sheva yang memenuhi kamar itu,hingga tak tersadar jam sudah menunjukkan pukul 22.00.
Sheva menyenderkan kepalanya di bahu Morgan,ia memeluk suaminya itu dengan lembut
“Ai aku laper” lirih Sheva
“Astaga sayang saya lupa kalau kita belum makan malam”
“Kamu sih....”
“Kamu juga yang main maju aja”
“Tapi kamu suka kan?”
Morgan turun dari ranjang dan mengambil ponselnya,ia memesan makanan online sebelum istrinya selesai.
Hari demi hari rumah tangga Sheva dan Morgan berjalan penuh dengan bahagia,meski keduanya sibuk di tempat kerja masing-masing tetapi mereka selalu menyempatkan waktu untuk bermesraan ketika di rumah. Beberapa asisten rumah tangga telah Sheva pilih,meski tak sebanyak di rumahnya tetapi Sheva dan Morgan ingin jika rumah ini tidak terlalu banyak penghuni. Hanya dua asisten rumah tangga dan tiga security yang selalu bergantian berjaga,meski kediaman itu cukup aman hanya saja Morgan tidak ingin hal-hal di luar kendalinya tiba-tiba muncul.
Seiring berjalannya waktu tak terasa usia pernikahan keduanya sudah menginjak dua bulan,kini Sheva yang masih sangat sibuk di kantor jarang menyempatkan diri untuk quality time bersama suaminya karena Morgan sendiri harus sering keluar kota untuk bertemu klient. Meski ia kini adalah pewaris tunggal bisnis keluarganya namun Morgan ingin mencoba semuanya dari bawah,merasakan setiap prosesnya sembari belajar dunia bisnis yang akan ia pimpin nanti.
Siang itu Morgan memberitahu Sheva bahwa hari ini ia akan pulang setelah satu minggu berada di luar kota,melalui pesan singkat membuat Sheva begitu tidak sabar untuk bertemu suaminya itu setibanya di rumah nanti. Jam makan siang Sheva dan Hana pergi makan keluar setelah mengurus beberapa pekerjaan di luar kantor,ia mampir ke salah satu cafe yang berada di dekat tempatnya bertemu klient tadi.
Sembari menunggu pesanannya jadi,Sheva pergi ke toilet meninggalkan Hana sendirian di meja. Tak berselang lama Morgan dan Kiara masuk ke cafe itu dan duduk di kursi ujung dekat tangga,sontak hal itu membuat Hana terkejut karena sahabatnya berkata bahwa sang suami sekarang sedang berada di luar kota.
"Hann... kamu mau pesan makan sekalian tidak?" tanya Sheva begitu kembali dari toilet
"Hann...." panggil Sheva lagi yang menatap sahabatnya hanya terdiam begitu saja
"Eh iya apa Va...."
"Kamu lihatin apa sih sampai tidak dengar kalau aku memanggilmu?"
"Enggak,kamu tadi tanya apa?"
"Kamu mau pesan makan apa?"
"Kita makan di tempat lain saja yuk Va"
"Kenapa???"
"Aku tiba-tiba ingin makan soto"
__ADS_1
"Soto??? tumben banget ingin yang berkuah?"
"Ya tiba-tiba aja"
"Ya udah kalau gitu kita tunggu minumannya dulu,terlanjur pesan juga kan"
"Kita take away aja ya"
"Seriusan nggak mau tunggu dulu"
"Ayo deh,aku lapar"
Sheva pun menggeleng dan tertawa melihat tingkah sahabatnya yang tak tahan dengan perut kosong tersebut,ia segera menuju kasir untuk menyelesaikan pesanannya.
Sesampai di parkiran Sheva melihat mobil yang sama dengan milik suaminya,ia menatap sebentar dan terdiam
"Kenapa Va?"
"Itu bukannya mobil mas Morgan ya?"
"Mana....???"
"Itu...."
"Mobil seperti itu banyak kali Va"
"Tapi tidak banyak juga di ibu kota ini yang punya,dan platnya sama persis"
"Va.... kamu sendiri yang bilang kan kalau kak Morgan ada di luar kota?"
"Tapi rencananya hari ini dia pulang"
"Mungkin di pakai sopir kamu kali"
"Tunggu-tunggu,sedari tadi kamu berusaha menutupi sesuatu dari aku Han"
"Sesuatu apa Va? aku sama sekali tidak menyembunyikan apapun dari kamu"
Sheva berbalik dan menatap ke dalam cafe,ia melihat jendela kaca yang terpampang di depannya. Tak ada siapapun yang ia kenal di sana
"Va,sudahlah mungkin sopir kamu yang pakai"
"Ya sudah lah,mungkin benar kata kamu"
Sheva pun masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Hana,tak berselang lama sebelum keluar dari parkiran Sheva memasang airport dan menghubungi sopirnya
"Halo non..."
"Halo pak,bapak sedang keluar?"
"Iya non,saya sedang mengantar tuan"
"Suami saya sudah pulang?"
"Belum non,tuan meminta saya mampir untuk makan siang"
"Dimana???"
"Di Pandora cafe non"
"Terima kasih kalau begitu pak"
__ADS_1
Sheva segera memutar arah kembali menuju cafe itu,Hana yang sedari tadi tegang takut sahabatnya tahu kalau suaminya sedang bersama perempuan lain bingung harus berbuat apa.